Hari ini, semua ngomongin beasiswa

Tidak terasa, sudah 6 bulan tidak menulis apapun di blog ini.
Posting terakhir di awal tahun, tahu-tahu sekarang sudah bulan Juli.
Waktu terasa cepat sekali.

Anyway, banyak momen saya hari ini, seputar beasiswa.

Pertama, pengunduran diri dari salah satu team member di kantor.
Alasannya untuk melanjutkan S2 di bidang Master Management di Paris (dengan beasiswa penuh, non Erasmus+).
Dia dapat 1200 EUR per bulan !! (not bad lho)

Jadi, sesi diskusi pengunduran diri yang biasanya tegang menjadi cair, dan kita ngobrol2 mengenai pengalaman kuliah di Eropa.
Kebetulan, ada 1 orang alumni Erasmus+ juga yang sekantor, jadi kita saling share info dan cerita2 unik semasa di Eropa.
Seruu !! (jadi pengen kuliah lagi hahaha ;))

.

Kedua, diminta bantuannya oleh admin Instagram @indonesia_ema untuk posting kegiatan “MEET THE ALUMNI” di FB page Erasmus Mundus Indonesia.

Setiap minggu, akan ditampilkan profil2 alumni Erasmus+ dan menceritakan mengenai berbagai hal seperti apa sih kegiatan mereka sekarang? Kenapa pilih Erasmus+? Juga bagaimana impact Erasmus+ ke dalam kehidupan mereka.

It’s a good chance to know the alumni dan konsultasi beasiswa !!
Follow IG-nya ya.

.

Ketiga, saat santap malam.

Meja sebelah (yang jaraknya paling 20 cm dari meja saya, karena agak mepet ruangannya) diisi 2 orang pemuda, yang lagi seru ngomongin mengenai apply beasiswa. Mulai dari LPDP, Chevening, DAAD, sampai Erasmus+.

Gatel sih pengen ikutan nimbrung pas ngomongin Erasmus+ hahaha..
Tapi kali ini menahan diri aja.. Takut makanan keburu dingin kalau asik ngomongin beasiswa hahaha..

 

Pameran Beasiswa – Manado (12 Agustus 2017)

Uni Eropa dan Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara untuk pertama kalinya mengadakan Pameran Beasiswa pada:

Sabtu, 12 Agustus 2017
08:00-17:00
Auditorium Universitas Sam Ratulangi
Manado, Sulawesi Utara

Menampilkan Beasiswa dari Uni Eropa (Erasmus+), Belanda, Irlandia, Perancis, Jerman, Polandia dan Swedia.

Terbuka untuk umum dan gratis

Pendaftaran pengunjung di:
http://bit.ly/infobeasiswaeu2017

Surat dari Morningside Height

Saya mengenal Kristiono karena kami berkerja di tempat yang sama. Minggu lalu, dia mengundurkan diri dari perusahaan, untuk melanjutkan pendidikannya. Berikut adalah sharing dari dirinya. Petiklah pelajaran dari pengalamannya. Semoga menginspirasi !!

Tulisan aslinya ada di sini:
https://www.facebook.com/notes/kristiono-kristiono/surat-dari-morningside-height/10154674528190907?qid=6370989608353686642&mf_story_key=7947207293618612201

Salam kenal, saya Kristiono, mahasiswa program Master of Business Administration (MBA) di Columbia Business School, New York. Saya anak petani dari Lampung dan untuk kesekian kalinya saya rela berpisah sementara dari keluarga yang saya cintai demi mengejar cita-cita. Tapi walau jarak terpisah jauh, saya berkhidmat untuk berusaha lebih banyak membina komunikasi yang baik dengan keluarga, sekaligus menjalin relasi baru dengan orang-orang luar biasa yang akan saya temui dalam perjalanan ini. Melalui surat ini saya ingin berbagi tiga pelajaran penting yang saya dapatkan dalam upaya menggapai cita-cita saya berkuliah di salah satu universitas terbaik dunia.

Pertama, saya membuat peta jalan yang jelas. Peta jalan yang jelas membantu saya lebih fokus dan tidak menyia-nyiakan sumberdaya saya yang terbatas, baik itu waktu, energi, maupun keuangan. Buat saya, peta jalan bak pengejawantahan niat yang bulat. Terpatri dalam logika pikiran sadar, tertanam dalam lubuk hati, dan tertulis di sebuah catatan. Bahwasanya Kristiono, dengan seizin Tuhan, bisa lulus pendidikan MBA dari kampus bergengsi. Saya menuliskan peta jalan ini sejak tahun 2014. Jadi, membuka tahun 2017 dengan mengawali perkuliahan bukanlah awal dari sebuah cita-cita besar, tapi “sudah” separuh akhir dari sebuah perjalanan yang saya mulai sejak tiga tahun silam. I am very excited!

Kedua, saya bekerja dengan segenap kemampuan. Disamping keberuntungan, saya percaya bahwa berani punya cita-cita besar kudu dibarengi sikap siap bekerja sepenuh hati demi menggapainya. Ibarat membangun rumah, peta jalan hanyalah gambar desain di atas kertas. Perlu kerja keras nan bercucuran keringat guna mewujudkan gambar menjadi sebuah bangunan. Saya pikir Ini adalah hal yang niscaya, saya boleh punya rancang bangun hasil karya arsitek ternama, tapi tanpa kerja nyata mustahil sebuah bangunan rumah bisa berdiri. Di fase ini saya jumpai banyak sekali hambatan. Tapi di fase ini pula saya belajar bahwa hambatan apapun bisa saya lalui berbekal ketekunan, tekad, dan keluwesan dalam melakukan penyesuaian-penyesuaian di lapangan. Aplikasi MBA saya ditolak tiga universitas sebelum akhirnya diterima oleh Columbia University. Almamater Presiden Obama ini bukan merupakan universitas impian saya. Tapi ya sudahlah, ibarat pepatah, tiada rotan akar pun jadi. Toh saya tetap bisa kuliah MBA di kampus berkelas. I wrote a plan, and I expect little adjustments along the way!

Ketiga, mintakanlah pertolongan Tuhan. Saya sangat bersyukur, dalam perjalanan meraih cita-cita, saya banyak mendapatkan pertolongan Tuhan melalui orang-orang yang dengan tulus bersedia membantu saya. Pertama, dari segi biaya, mustahil bagi saya untuk bisa membayar uang kuliah MBA yang sangat mahal. Alhamdulilah, saya mendapat beasiswa LPDP dari pemerintah Indonesia. Kedua, dari sisi kualifikasi, dengan bekal IPK 3,28 dan pengalaman kerja sebagai pegawai bank, sangat beruntung saya bisa diterima program MBA di Columbia Business School (CBS). Ini tak lepas dari bantuan teman-teman dari kantor, senior di ITB, dan orang Indonesia alumni CBS yang telah dengan sangat baik hati memberikan masukan untuk memaksimalkan peluang saya diterima dalam program ini. Saya berdoa agar budi baik mereka, disiapkan balasan istimewa oleh Tuhan yang maha kuasa.

Akhir kata, saya berprinsip bahwa perbuatan yang baik tujuannya, pasti baik pula hasilnya. Jika belum mendapatkan hasil sesuai harapan, jangan patah semangat. Terus berusaha dengan ikhlas. Melangkah pelan-pelan, setiap hari kita semakin dekat dengan tujuan. Salam dari Morningside Height, New York!

Strategi Itu Penting

Sebagaimana sudah saya katakan di beberapa posting yang lalu, belakangan ini saya memang cukup sering menggunakan jasa layanan Uber untuk menunjang aktivitas saya. Besarnya biaya untuk layanan transportasi Uber, ditentukan oleh 2 komponen dasar: jarak dan waktu.

Misalkan saja (hanya untuk ilustrasi), harga per km adalah 3000 rupiah, dan harga per menit (waktu perjalanan) adalah 300 rupiah.
Maka, kalau perjalanan anda sepanjang 20 km, yang ditempuh dalam waktu 30 menit, biaya yang harus anda bayar adalah kurang lebih 69.000 rupiah.

Namun di kala jam-jam sibuk (misal: jam pulang kantor), dan ada banyak permintaan untuk suatu area tertentu (misal: area segitiga emas di Jakarta), maka Uber akan mengenakan yang namanya “surge price”. Ilustrasinya ada di gambar di bawah ini.

 

uber-surge

Surge price ini berfungsi sebagai faktor pengali dari tarif dasar.

Yang saya tahu, “surge price” ini adalah untuk menarik lebih banyak pengemudi Uber untuk masuk ke area yang sedang ramai ini, sehingga para pengguna Uber dapat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat. Lebih lengkapnya bisa dibaca di https://newsroom.uber.com/indonesia/informasi-mengenai-harga-ramai-surge-pricing/.

Jadi, menilik ulang contoh sebelumnya, kalau pemesanan anda itu kena surcharge 1,75x, maka jumlah yang harus dibayar menjadi sekitar 120.000 rupiah. Tentunya bagi pengemudi Uber, surge price ini merupakan peningkatan penghasilan yang signifikan (sehingga akan menarik lebih banyak pengemudi untuk masuk ke area yang sedang ramai).

Apa impact surge price bagi pengguna? 
Kebanyakan orang akan menunda perjalanannya, menunggu permintaan mereda (kembali ke tarif normal tanpa surge price atau mendekati tarif normal), baru melakukan pemesanan. Hal ini tentunya adalah perilaku yang wajar, karena pengguna menginginkan harga yang efisien. Namun, bagi Uber, perilaku seperti ini mengurangi jumlah pemesanan mereka.

Perubahan pada Uber minggu ini
Berdasarkan pengamatan saya pribadi, tampilan surge yang menakutkan itu sepertinya ditiadakan. Yang Uber lakukan adalah menampilkan hasil total estimasi biaya perjalanan (yang sudah memasukkan konsep surge, bila berlaku).

Dengan cara ini, pertimbangan pengguna adalah langsung ke hasil akhir, total estimasi biaya perjalanan. Misalkan dari titik A ke B, biasanya harganya 30.000. Namun, pada suatu waktu, harga yang muncul adalah 45.000 (bisa disimpulkan, bahwa surge 1,5x sedang berlaku). Namun, bagi pengguna yang tidak mau pusing, tinggal membuat keputusan apakah harga 45.000 ini memenuhi ekspektasi mereka (jadi pesan atau tidak).

Pertimbangan penggguna untuk membuat keputusan, disederhanakan oleh Uber, dengan harapan lebih banyak pengguna yang melakukan pemesanan (dibandingkan ketika masih menampilkan faktor pengali surge price).


Apa kaitannya dengan beasiswa?
Dari contoh di atas, kita melihat kekreatifan Uber dalam mengemas paket harganya. Dengan menghilangkan tampilan surge dan langsung menampilkan, bisa dibilang tidak ada perubahan konsep perhitungan biaya di sisi Uber. Namun, mereka memberikan nilai tambah bagi penggunanya (dan juga bagi Uber sendiri).

Bagi para pencari beasiswa, ada hal-hal yang mungkin sudah tidak bisa diubah (apalagi kalau sudah lulus), misal saja: nilai IPK, prestasi akademik yang sudah dicapai, kegiatan organisasi yang sudah diikuti. Namun, ada juga hal-hal yang masih bisa diusahakan, misalnya: nilai TOEFL/IELTS, motivation letter, recommendation letter.

Kembali ke contoh Uber di atas, intinya adalah bagaimana mengemas komponen-komponen dasar aplikasi beasiswa yang anda miliki, supaya menjadi suatu kemasan yang menarik bagi pemberi beasiswa. Dengan kata lain, bagaimana caranya menonjolkan diri di aplikasi beasiswa, sehingga menjadi kandidat serius yang bisa dipertimbangkan untuk diberikan beasiswa.

Tidak ada suatu ilmu atau konsep generik untuk hal ini. Perlu pemahaman mengenai apa yang anda punyai, dan apa yang beasiswa harapkan, supaya anda bisa merumuskan suatu konsep aplikasi yang diharapkan bisa “tembus” dan mendapatkan beasiswa.

Memang konsep pemikiran ini sepertinya agak abstrak dan tidak konkret (harus melihat case by case untuk merumuskan strategi yang tepat), tetapi ini adalah salah satu pekerjaan rumah anda sebagai pencari beasiswa (yang pada waktunya nanti, semoga status itu berubah menjadi penerima beasiswa).

Selamat berjuang !! 🙂

Kapan saatnya apply beasiswa? (SEKARANG)

Bagi anda yang sudah eligible, bulan-bulan ini adalah bulan yang tepat untuk mengajukan beasiswa Master degree Erasmus+.

Daftar lengkap programnya (ada 101 program yang ditawarkan untuk tahun ini) bisa ditemukan di:
https://eacea.ec.europa.eu/erasmus-plus/library/emjmd-catalogue_en


Bagaimana cara apply-nya?

  1. Dari daftar yang tersedia di atas, pilihlah program yang kira2 Anda minati
  2. Masuk ke websitenya, untuk membaca lebih dalam mengenai isi program tersebut secara lebih seksama

Supaya lebih relevan, langsung saja saya berikan contoh:

Misalkan saja, saya adalah seorang lulusan Ilmu Komputer, dan saya berminat untuk program “BDMA – Big Data Management and Analytics”.

Maka, langkah berikutnya, saya mengunjungi website BDMA, yaitu di http://bdma.univ-tours.fr/bdma/.

Di website ini, beragam informasi bisa ditemukan, misalnya:

  • Keunggulan BDMA (di sini)
  • Struktur mobilitas (akan kuliah dimana saja, selama menempuh program ini, di sini)
  • Gelar yang akan diperoleh, dan skema penilaian (di sini)
  • Kalender akademik (di sini)
  • Isi program (di sini)
  • Dan yang terpenting, prosedur pendaftaran (di sini)

Semoga cukup jelas sampai di sini. Intinya berbagai informasi penting mengenai beasiswa tersebut, ada di website program tersebut.

Jadi, segeralah bergegas, sebelum waktu pendaftaran berakhir !!

Semoga kita bisa ketemu di acara Pre-Departure 2017 !!

Bagi yang bisa hadir, jangan lupa ada rangkaian kegiatan EHEF, minggu depan (sudah dibahas di sini).

 

 

Semuanya adalah Pilihan

Erasmus Mundus (yang sekarang disebut Erasmus+), adalah salah satu beasiswa yang membebaskan penerimanya untuk menentukan masa depannya setelah lulus.

Beberapa pilihan teman-teman saya:

  • Lanjut S3 di Eropa (dengan beasiswa Erasmus+ ataupun lainnya)
  • Kerja di Eropa
  • Merajut hidup baru (menikah) dan tinggal di Eropa
  • Kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai PNS
  • Kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai akademisi
  • Kembali ke Indonesia dan bekerja di bidang swasta
  • Kembali ke Indonesia dan berwiraswasta
  • Kembali ke Indonesia dan terjun ke dunia politik

dan berbagai kemungkinan lainnya.


Dalam sebuah acara kumpul-kumpul dengan beberapa alumni Erasmus Mundus (EM) bulan lalu, baru terkuak bahwa salah satu di antara kami akan segera melanjutkan pendidikan lagi ke Jerman (per hari ini, dia sudah 1 minggu berada di sana), dengan pendanaan dari salah satu beasiswa lokal.

Keputusan yang agak mengejutkan, karena ternyata dia akan menempuh program S2 lagi (walaupun dengan jurusan yang berbeda 180 derajat dengan S2 sebelumnya). Yang lebih mengejutkan, jumlah beasiswa yang akan dia dapatkan hanyalah sekitar 50% dari yang dia peroleh 10 tahun lalu, sebagai penerima beasiswa EM. Terus terang, dengan jumlah segitu, rasanya akan sangat pas-pasan untuk biaya hidup di Jerman.

Anyway, keputusan dan keberanian teman saya ini patut dihargai.
It is his life, and as long he is happy with it, then there is nothing wrong in it.

Di sinilah menurut saya, ada yang namanya passion.
Harus diakui, ada orang-orang yang memang suka berkecimpung di dunia akademik, suka menimba ilmu, suka memperluas pengetahuan melalui berbagai mata kuliah. Dan juga sambil memperluas pengalaman melihat dunia tentunya.

Pengalaman saya pribadi, menjadi mahasiswa adalah salah satu kesempatan terbaik untuk bisa punya waktu luang yang banyak untuk traveling dan melihat sisi lain dunia (dibandingkan dengan kerjaan kantoran hehehe..).


Ada seorang teman lain lagi.
Kami dulu berjuang bersama-sama menempuh S2 di kota dan universitas yang sama di Eropa. Setelah lulus, dan kembali ke Indonesia, tidak lama kemudian dia kembali ke Eropa (Belgia) untuk melanjutkan studi S3. Menyusul kemudian, istri dan kedua anak balitanya. Anak ketiganya baru saja lahir beberapa bulan yang lalu.

Bisa dibilang, dalam 10 tahun terakhir, mungkin 7 tahun sudah dia habiskan di Eropa.
Namun, kondisi Eropa yang teratur, bersih, transportasi yang nyaman, ataupun fasilitas penunjang akademik yang luar biasa, tidak membuat dia untuk memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya di Eropa. Hatinya ada di Indonesia, kampung halamannya, keluarga besarnya, dan teman-teman masa lalunya.

Apakah ada yang salah? Sekali lagi, tidak.
Setiap orang memiliki pilihan, seperti apa dia ingin merajut masa depannya.


So, what I am trying to say?

  1. Waktu terus berjalan maju, usia terus bertambah (tidak bisa mengulang waktu yang sudah lalu)
  2. Pikirkan baik-baik masa depanmu, keputusanmu hari ini mungkin menentukan masa depan hidupmu
  3. Make good decision for your life, and don’t regret it !!
    Boleh saja mendengar saran dan minta pendapat dari orang lain, tetapi keputusan terakhir ada di tanganmu. It’s your life, by the way !!  😉

life

 

European Union Scholarships Fair, Medan (19 October 2016)

European Union Scholarships Fair

List of Exhibitors:

Embassy of Ireland | Study in Sweden – Swedish Embassy | Embassy of Poland | Campus France – IFI | DAAD Germany | Nuffic Neso Netherlands | Uni-Italia | European Union

More information:

http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/11109/european-union-visits-medan_en

It isn’t exciting, but it’s a must

Pernahkah Anda mendapatkan suatu tugas yang rasanya sulit sekali untuk dilakukan?
Tugasnya sih tidak mustahil untuk dilakukan, tetapi motivasi untuk mengerjakannya itu yang hampir tidak ada.

Hal-hal seperti ini ada dalam berbagai aspek kehidupan, misalkan saja pada kegiatan akademik, ada tugas kuliah, baca paper/jurnal, riset mengenai hal baru, buat skripsi, dan sebagainya. Demikian pula pada aspek kehidupan lainnya semisal dunia kerja, rumah tangga, kegiatan organisasi, dan lainnya.

Yang lebih parah adalah kalau hal-hal ini wajib untuk diselesaikan. Semakin menundanya berarti semakin menumpuk pekerjaan “outstanding“.

Menunda untuk memberi kesempatan diri beristirahat, atau menumbuhkan motivasi baru, atau sekedar recharge diri, terkadang memang diperlukan supaya bisa lebih produktif ketika memulai kembali. Namun, bila terus-menerus menunda, then this is not a good sign. Karena, in the end, toh tugas-tugas tersebut harus diselesaikan juga.

Jadi, lebih baik diselesaikan sesegera mungkin, supaya tidak lama-lama membebani pikiran. It is about how you control your mind.


Dalam mencari beasiswa, apa tantanganmu hari ini?
Misal saja:

  • Menyiapkan motivation letter
  • Menyiapkan diri (belajar) untuk tes kemampuan Bahasa Inggris
  • Mencari tahu beasiswa-beasiswa yang tersedia, apa persyaratan dan ketentuannya
  • dan lainnya

Sebisa mungkin, siapkan apa yang sudah bisa disiapkan.

Sehingga ketika kesempatan beasiswa yang dinanti datang, Anda sudah siap dengan amunisi lengkap untuk memenangkan perlombaan tersebut.

Semoga mencerahkan !!

EHEF 2016 is coming

Sebagaimana tahun2 sebelumnya, tahun ini, kembali akan diadakan European Higher Education Fair.

Ada 3 kota yang akan dituju tahun ini:

  • Yogyakarta (2 November 2016)
  • Jakarta (5-6 November 2016)
  • Surabaya (8 November 2016)

Book your schedule on those dates !!

Petunjuk lebih lengkap bisa cek di website http://ehef-indonesia.org/

EHEF visitors

Berbagi Cerita – dari seorang Supir Uber

Beberapa waktu yang lalu, saya menggunakan jasa Uber untuk menembus kemacetan Jakarta di malam hari (sekitar jam 21:00). Berikut snapshot obrolan santai dengan supirnya.

Saya: Ini banyak banget ya taksi (dengan lampu menyala, tanda tidak ada penumpang) yang mangkal di deoan gedung2 perkantoran (bisa sampai 10 taksi yang berderet menunggu penumpang)

Pak Supir (dengan logat daerahnya yang kental): Iya, sekarang orang carinya Uber.

Supir2 taksi ini pada ga mau pindah sih. Alasannya ga punya mobil. Padahal bisa daftar pakai mobil rental.
Atau, kalau mau mobil sendiri, ada kok yang DP cuma 4 juta, cicilan juga 4 juta. Kalau sehari dapat 500rb, 8 hari selesai lah sudah cicilan bulan itu..

Saya: Emangnya bisa sehari dapat 500rb?

Pak Supir: Bisa lah, kalau dapat order yang jauh2.

Saya paling suka itu dari Bekasi ke airport. Itu pulang dari airport juga ga mungkin kosong (maksudnya, pasti ada penumpang yang akan pesan Uber dari airport). Apalagi kalau ada surcharge (ini tarif pengali, di saat banyak permintaan akan Uber di suatu area tertentu). Ga usah besar2 surchargenya, ga ada yang mau naik. 1,3x atau 1,5x saja sudah mantap kalau ke Bekasi.


Nah, dalam melakukan pencarian beasiswa, beranikah kita untuk mengatur cara pikir dan pola pandang kita untuk optimis seperti si Pak Supir ini?

Tantangan pasti ada.

Kerja keras diperlukan.

Komentar2 orang lain yang mungkin menekan (misalkan dalam konteks cerita di atas, mungkin saja ada yang akan berkomentar “supir Uber terus bertambah, pasti persaingan untuk mendapatkan penumpang semakin ketat”).

Pilihan kembali ke tangan anda, maju terus, atau tetap di tempat, atau memikirkan jalan lain.

quotes-about-change-and-moving-on-39-image

(Gambar diambil dari http://picturelava.com/)

European Union (EU) – Indonesia Scholarships Info Day, Jakarta, 28 Mei 2016

Jangan lewatkan pameran “European Union (EU) – Indonesia Scholarships Info Day”

Sabtu, 28 Mei 2016
08:30-17:00

Di: Puri Ratna Ballroom, Grand Sahid Jaya Hotel
Jalan Sudirman Kav 86, Jakarta 10220

em_2016scholarshipsbanner

Diikuti oleh 14 lembaga penyedia beasiswa:
– LPDP Indonesia
– Austria
– Inggris / British Council
– Denmark
– Hungaria
– Irlandia
– Spanyol
– Swedia
– Polandia
– Campus France – IFI Perancis
– DAAD Jerman
– Nuffic Neso Belanda
– Uni-Italia
– Uni Eropa

Gratis terbuka untuk umum

Pendaftaran pengunjung: http://bit.ly/eu-scholarships

Maksimal 3,000 pengunjung.

Silakan di share atau tag teman2nya.

EU visits Bandung

More info:

http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/more_info/eu_roadshow/index_en.htm

THE EU IS COMING TO YOUR CITY!

The EU is visiting the city of BANDUNG on 12 and 13 February 2016.
What’s on the agenda?

Panel Seminar on Smart Cities

euvisits-bandungseminar

Date/Time: Friday, 12 February 2016, 12:30-15:00
Venue: Aula Barat, Institut Teknologi Bandung, Jl Ganesha No 10, Bandung

Speakers at the seminar include the Ambassadors of the EU, Austria, Belgium, Slovakia and Sweden.

The event is open for public and free of charge.
Registration is required.
Please register by email to ertanti.rizki@gmail.com or sms 0812 1418 4058
Registration format: name_institution_phonenumber_email

Scholarships & Culture Fair

euvisits-bandungfair

Date: Saturday, 13 February 2016
Time: 09:30-12:00 or 13:00-16:00
Venue: Suagi Ballroom, The Papandayan Hotel, Jl Jend Gatot Subroto No 83, Bandung

Attend our info sessions and meet our representatives: the EU, France, Germany, Italy, the Netherlands, Spain, Sweden and the UK.

The event is open for public and free of charge.
Registration is required.
Please register online at http://bit.ly/EUscholarshipsfair

Tips Jitu Mendapatkan Beasiswa Itu….

Terus terang sebenarnya saya bukan orang yang paling tepat untuk membahas topik ini. Ada lebih banyak alumni Erasmus+ (dulu Erasmus Mundus) yang semangat untuk mengejar beasiswanya jauh lebih hebat dari saya. Kalau ditanya tentang bagaimana cara sukses mendapat beasiswa atau apa tips jitu untuk dapat beasiswa, saya akan jawab saya tidak tahu. I really have NO idea. (Terus ngapain bikin postingan ini?) Well, karena saya tahu bagaimana tips jitu untuk menghancurkan perjuangan tersebut. Ha ha ha ha. 😀

Dearest teman-teman yang ingin mendapatkan beasiswa (dengan alasan apapun, dengan motivasi apapun),

Ketahuilah, salah satu cara termudah untuk gagal mendapatkan beasiswa adalah dengan berhenti berusaha. You missed 100% chance of every shot you didn’t take. Berusaha dengan setengah hati? Buat saya, itu sama parahnya.

Tanpa kita sadari sebenarnya setiap hari, setiap waktu yang kita habiskan di sekolah, di ruang kuliah, atau di tempat kerja, akan berefek pada keberhasilan kita mendapatkan beasiswa, kalau memang salah satu tujuan hidup kita dapet beasiswa lho ya. (Ah moso’ sih?) Eh… beneran ini. 🙂

Kalau diingat-ingat, biasanya cari beasiswa itu syarat utama yang selalu diminta adalah CV (Curriculum Vitae atau Daftar Riwayat Hidup), Motivation Letter, dan Recommendation Letter. Bagaimana kita mau buat CV yang keren, kalau kita tidak pernah melakukan sesuatu? Bagaimana mau bikin motivation letter yang menarik, kalau bahkan besok pagi mau ngapain aja tidak terpikir? Bagaimana mau minta Recommendation Letter yang benar-benar menggambarkan kemampuan kita (atau bahkan lebih dari itu), kalau kita tidak pernah berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan orang yang akan kita mintai rekomendasi?

“Tapi tapi tapi tapi… CV saya keren, motivation letter saya luar biasa, pemberi rekomendasi saya adalah orang-orang hebat di bidangnya, dan saya masih gagal mendapatkan beasiswa. Hidupku hampa. Aku terjatuh dalam lautan luka dalam dan tak sanggup bangkit lagi. Toloooooong….”

*doeeeeng, sebentar, saya mau pingsan dulu*

Sampai dimana kita tadi ya? Ada banyak sekali kemungkinan kenapa beasiswa kita tidak dikabulkan (dan sebagian besarnya diluar kontrol kita). Mungkin pemberi beasiswa merasa  dengan kualifikasi dimiliki kita tidak perlu diberi beasiswa, bisa jadi pemberi beasiswa menganggap kita tidak memenuhi target group yang diinginkan, bisa juga karena alasan-alasan sepele seperti ‘kelewatan baca aplikasi kerennya, Bro’. Saya tahu yang terakhir itu nggak lucu, but it might happen, memangnya yang kirim aplikasi cuma 20 orang? Trus kenapa hidupmu jadi hampa? Katanya CVnya keren? Katanya motivation letternya luar biasa? Katanya pemberi rekomendasinya orang-orang hebat?

Saya ingat sekali, angkatan saya dulu dipenuhi dengan anak-anak fresh graduate. Bisa dibilang 80% fresh graduate dan 20% sisanya adalah orang-orang yang sudah memiliki karier dan ingin memperdalam pengetahuannya. Tahun berikutnya, isinya sebagian besar orang-orang yang sudah mapan kariernya dan sedikit sekali fresh graduate yang diberikan beasiswa program tersebut alias kebalikan dari angkatan saya. Coba bayangkan kalau saya tidak mendaftar di tahun awal dan memutuskan untuk menunda, apa nggak lebih kecil chance untuk mendapatkan beasiswa? Ini lho yang saya maksud dengan kita tidak memenuhi target group yang diinginkan. Pemberi beasiswa punya rencana mereka sendiri, punya kriteria sendiri dalam menentukan orang-orang yang akan diterima. Begitu aplikasi kita masuk, ya tinggal berdoa aja, itu sudah diluar kontrol kita. Kita hanya bisa mengontrol sampai, ‘apakah kualitas aplikasi yang kita kirim itu sudah terbaik dari yang bisa kita kirimkan?’

Memang, ada kalanya kegagalan itu menampar kita, bahkan mungkin kalau harapan kita tinggi, rasa gagal itu rasanya seperti ditinju sama Mike Tyson. Tapi kalau nggak move on-move on, kapan mau dapet beasiswanya? Kapaaaaaan? 😛 Kegagalan mendapatkan beasiswa itu bisa dibilang kesempatan untuk menyusun ulang logistik. Kesempatan untuk baca-baca lagi aplikasi yang sudah dikirim. Kesempatan untuk minta tolong rekan sejawat atau sahabat untuk membaca ulang motivation letter atau CV kita. Jangan-jangan ada typo parah disana? Jangan-jangan kalimat-kalimat yang kita susun bagai jajaran pulau dari Sabang sampai Merauke ternyata membingungkan dan tidak jelas maksudnya. Ada baiknya juga kita bicara dengan pemberi rekomendasi, menurut pemberi rekomendasi, dimana kelebihan yang bisa kita ‘jual’? Hal-hal apa yang perlu diperbaiki, hal-hal apa yang perlu ditingkatkan. See? Kegagalan itu bukan berarti pintunya tertutup semua. Kita aja yang belum tahu, setelah ini ada kesempatan yang lebih baik menunggu kita. Saya kok makin merasa ini postingannya bukan tentang beasiswa lagi ya? Pake move on-move on segala. Ha ha ha.

PS. Saya baru saja teringat obrolan santai dengan dosen beberapa waktu silam, “You know what? For me, all those scholarship applicants are all the same. What’s the different between having TOEFL 575, 600, 620? What’s the different of having 3,3, 3,5, or even 4 GPA? For me, once they pass the qualification, they are equal. What important for me was, since I have to do more jobs with administrative things once this batch arrived, I want those students who I can trust to be able to take care on themselves. Those who didn’t make me pick up the phone and hear that one of my students have troubles….” 

Nah kan, ada banyak hal tidak terduga yang mempengaruhi keberhasilan kita untuk dapat beasiswa. So, have no worries, keep on your best (if this is what you really want) dan jangan lupa minta doa restu orang tua. 😀 Selamat mempersiapkan aplikasi beasiswanya ya teman-teman… Ini sudah bulan Desember. Waktunya mempersiapkan aplikasi untuk yang mau daftar tahun depan, karena untuk daftar tahun ini sudah banyak yang memasuki waktu seleksi. 😛

Refleksi Diri – Bagi yang masih S1

Untuk refleksi diri saja.. Terutama mereka yang masih di bangku S1.

Belajar S1 dengan baik, raih nilai tinggi, buat publikasi2 penting, lalu dapat beasiswa Erasmus+..

Ketika lihat ke belakang, tidak ada yang perlu disesali karena kerja keras yang berbuah manis..

Maaf kata, buat apa terlalu sibuk ikut kegiatan ini itu kalau membuat kuliah tidak terpegang dan nilai jadi jeblok. Buat apa terlalu pusing ikut campur polemik ini itu kalau itu mengalihkan fokus dari tanggung jawab untuk belajar dengan baik.

Catatan tambahan:

Tidaklah salah ikut berorganisasi dan kegiatan2 kemahasiswaan selama kuliah karena akan membuka perspektif dan melatih nilai-nilai kerja sama, adaptasi, sosialiasi, dan nilai baik lainnya. Harus pintar-pintar bagi waktu supaya bisa seimbang antara mengikuti kuliah dengan kegiatan luar kuliah.

Kalau sudah meraih impian2 itu, silahkan untuk sibuk sana sini, komentar sana sini, ikut polemik ini itu.

Karena waktu tidak bisa berulang. Menit yang baru dilalui saja tidak bisa diulang. Apalagi nilai S1 ??

Padahal salah satu persyaratan utama beasiswa pada umumnya adalah nilai S1. Jadi kalau senjatamu tidak siap, bagaimana mau berkompetisi dengan aplikan lainnya?

retrospect

Memahami Skema Mobilitas Erasmus+ Action 1

Mobility scheme (skema mobilitas).
Istilah ini seringkali membingungkan pencari beasiswa.

Di Erasmus+ Action 1, konsep mobiitas ini diterapkan, dalam artian bahwa mahasiswa/i akan belajar di lebih dari 1 universitas, selama masa periode kuliahnya.

Signature:050999879533325026d180984587a42aac2502eb44226bcdb5e73a04c11a613b

Supaya bisa lebih mengerti, mari kita lihat contoh langsungnya.
Misal saja, program COSI (Colour in Science and Industry) yang menawarkan studi di 4 universitas berbeda selama 4 semester, cek link berikut:
http://master-colourscience.eu/programme/cimet-master-degree/mobility-scheme-cimet/

Contoh lain, program ME3 (European Joint Masters in Management and Engineering of Environment and Energy), yang bahkan menawarkan beberapa skema mobilitas. Cek link berikut:
http://www.emn.fr/z-de/me3-site/index.php/study-tracks

Perlu diingat, bahwa semua universitas/institusi yang ditawarkan di skema mobilitas, perlu sudah tergabung atau punya perjanjian kerja sama dengan konsorsium penyelenggara program.

Jadi, jangan berpikiran seperti ini:
Saya tertarik untuk ambil Master di bidang lingkungan (environment), jadi ME3 cocok untuk saya. Saya pilih ME3, tapi saya mau universitasnya di A, B, C, D.
(Semoga ilustrasi di atas bisa dimengerti)

Untuk program2 lain yang ditawarkan untuk Action 1, Master degree, bisa dicek di http://bit.ly/EM-emmc.

Pengalaman Wawancara

Kemarin sore, saya berkesempatan untuk melakukan wawancara untuk beberapa kandidat pegawai baru untuk program Management Trainee di sebuah lembaga perbankan ternama.

Tiga CV dan hasil ulasan assessment sebelumnya sudah menanti di meja. Menarik mengetahui bahwa ketiga kandidat ini berasal dari universitas yang sama, range tahun lahir 1992-1993, dan kesemuanya berasal dari Teknik.

Dalam tulisan ini, saya bahas 1 aspek saja dari proses wawancara ini. Next time, aspek lainnya.

interview

 

CV mereka menarik, singkat padat, 1-2 lembar saja, dipenuhi berbagai prestasi dan pencapaian yang mengagumkan. Dari CV tersebut, saya memberikan peringkat mana yang nomor 1, 2, dan 3.

Tibalah saat wawancara. Tanya jawab, menguji kemampuan dan ketahanan para kandidat dalam menghadapi pertanyaan2 kritis dari pewawancara.

Tak disangka, kondisi berbalik. Kandidat yang CV-nya paling bagus, ternyata kurang bisa untuk mengkomunikasikan visi dan impiannya. Bahasa Inggrisnya yang kurang lancar juga menjadi halangan bagi dirinya untuk bisa mengekspresikan dirinya secara penuh.

Karena tidak ingin kehilangan kandidat yang baik hanya karena masalah bahasa (yang menurut saya bisa dipelajari dan dilatih), saya memberinya kesempatan untuk menjawab dalam bahasa Indonesia. Namun ternyata hasilnya tidak jauh berbeda. Jawabannya tetap mengawang-awang dan kurang konkret.

Pada akhirnya, saya memilih salah satu dari kedua kandidat lainnya.

Apa lessons learnt-nya, dihubungkan dengan konteks beasiswa?
1. CV yang baik merupakan pembuka jalan supaya calon pemberi beasiswa punya gambaran yang baik mengenai anda.
2. Tidak semua beasiswa membutuhkan sesi wawancara. Di Erasmus+, banyak program yang hanya application-based.
3. Kalau kebetulan beasiswa yang anda apply memerlukan wawancara, maka cara berkomunikasi harus dipelajari, supaya potensi diri anda bisa terlihat sepenuhnya.
4. Salah satu cara untuk menghadapi wawancara adalah: persiapkan list-list pertanyaan yang mungkin utk diajukan oleh pewawancara. Lalu anda siapkan jawaban yang tepat. Lebih bagus kalau bisa ada teman untuk berlatih tanya jawab, apalagi kalau wawancaranya menggunakan Bahasa Inggris.
5. Jawaban yang tepat tidak selalu harus panjang. Terlalu bertele-tele kadang menyebalkan juga.
6. Jawaban harus logis dan konkrit. Mulai dari jawaban utama, yang kemudian bisa dielaborate lebih detil kemudian.
7. Terkadang, jawaban tidak harus 100% benar, tetapi yang penting anda menjawabnya dengan keyakinan, tidak gugup, dan bisa mempertanggung jawabkannya bila ada pertanyaan lanjutan.

Semoga memberikan pencerahan

Celoteh tips mendapatkan beasiswa

Kadang bingung jawab kalau orang bertanya mengenai tips dapat beasiswa..

Secara generik, kalau sesuatu itu bagus dan bersinar, pasti akan cepet laku deh.. lihat aja di pasar, buah atau sayuran yang segar pasti lebih cepat dibeli orang daripada yang layu.

Nah jadi balik ke beasiswa, kalau anda punya nilai akademik yang bagus, bahasa Inggris yang bagus, visi yang jelas, perencanaan yang konkrit, dan cara berkomunikasi yang baik (sehingga bisa memyampaikan ide, gagasan, serta mempresentasikan diri anda di depan calon pemberi beasiswa), rasanya beasiswa sih tinggal tunggu waktu aja 😉

Apalagi peluang beasiswa sekarang ini banyak banget. Di kantor saya saja, tahun ini ada 5 orang yang bersamaan dapat LPDP, jumlah total LPDP 2015 mungkin ribuan. Erasmus+, tahun ini 97 orang dapat beasiswa.

Jadi, rintangan terbesar ya mungkin diri sendiri. Bagaimana mengalahkan godaan2 yang ada, dan lebih menekunkan diri untuk bisa menjadi seorang pribadi yang berkilau.

Note: Saya ga bilang bahwa harus belajar terus, mengurung diri, dan semacamnya. Kehidupan sosial juga penting utk membangun jaringan, melatih komunikasi, membuka perspektif. Work-life balance juga penting. So, do what makes you happy, but don’t forget your dreams. Go towards the right direction !! 🙂

Pengalaman naik GoJek

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba pilihan layanan transportasi baru yang sedang ramai diperbincangkan akhir2 ini, GoJek. Jarak yang saya tempuh sekitar 2 km saja.

gojek-2-800x438

 

 

 

 

Abang GoJek pertama ramah, ngajak ngobrol menerangkan mengenai servis GoJek, dan menjelaskan bahwa sedang ada promo. Kalau dia bisa dapat 10 order dalam 1 hari (terlepas dari jarak tempuh dan jumlah argo), maka dia akan dapat bonus tambahan 50rb rupiah. Namun dia mengatakan bahwa saat ini, dia tidak terlalu “ngoyo” karena sedang berpuasa. Saya adalah penumpang ketiganya di hari tsb, jam 11.30 siang.

Setelah menyelesaikan urusan, saya kembali order GoJek untuk kembali ke tempat asal. Abang GoJek yang kedua ini juga ramah dan sopan. Tetapi, dia lebih cenderung fokus pada jalanan dan lebih cepat mengendarai motornya.

Saya bertanya ke dia mengenai promo 10 order sehari tsb. Dengan bersemangat dia menjelaskan bahwa dia sangat senang dengan promo tsb, karena bisa bawa pulang uang lebih banyak untuk keluarganya. Dan ternyata, di jam 12.30 siang itu, saya adalah pelanggan ke-9-nya di hari tsb. One more to go.

Dia juga bercerita, dia berusaha untuk bisa mendapatkan 20 order, karena ada bonus tambahan lagi kalau bisa mencapainya. Tetapi sejauh ini dia baru berhasil maksimal 18 order per hari.

Apakah di hari tsb, si abang kedua berhasil mencapai 20 order? Saya tidak tahu.

Tetapi kalau lihat bahwa masih jam 12.30 siang, masih ada sekitar 8 jam tersisa untuk dia bekerja; lokasi dia di kawasan Sudirman (banyak permintaan short trip); peluang itu ada.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil?
1. Peluang itu ada.
2. Fasilitas sama (handphone + aplikasi + motor).
3. Strategi itu penting, untuk mencapai 10 order, mungkin tidak bisa mengambil orderan yang jauh2, lebih baik ambil orderan yang short trip saja.
4.  Merumuskan mimpi dan tujuan itu perlu. Abang pertama terlihat bahagia dan puas dengan apa yang didapatnya. Abang kedua mgkn puas kalau bisa dapat paling tidak 10 order sehari. Keduanya sepakat berkata bahwa rejeki sudah ada yang mengatur.
5. Pada akhirnya, kemauan dan niatan itulah  yang menentukan hasil yang kita dapat.

Mau beasiswa? Impian yang bagus.
Usahanya gimana?
Tinggal pilih mau seperti abang yang pertama atau yang kedua.

Awardee Action 2 untuk Erasmus+ 2015

Untuk tahun 2015, cukup banyak orang Indonesia yang juga mendapatkan beasiswa E+ dari Action 2.

Secara total (data sementara, dari yang sudah dikumpulkan s/d kemarin), ada 60 orang awardee yang terdaftar baik untuk Action 1 maupun Action 2.

Note: pengumuman Action 1 sudah di-post sebelumnya di https://emundus.wordpress.com/2015/06/03/pengumuman-em-2015-action-1/

Detail untuk awardee Action 2 adalah sbb:

INTACT – 3 orang (ITB)

LOTUS UNLIMITED – 2 orang Masters Exchange (UGM)

LOTUS+ – 10 orang Bachelor Exchange, 1 orang Master Degree, 1 orang Staff Exchange (UGM)

AREAS+ – 4 orang Bachelor Exchange (UGM)

EXPERT4ASIA – 3 orang Bachelor Exchange, 1 orang Staff Exchange (Universitas Syiah Kuala)

EXPERTS SUSTAIN – 11 orang Bachelor Exchange, 1 orang Master Exchange, 2 orang Academician Exchange (Universitas Syiah Kuala)

SMARTLINK – 3 orang Bachelor Exchange, 2 orang Administrative Staff (4 dari Binus, 1 dari Surya University)

Note: Untuk Action 2, keterangan mengenai setiap program di atas bisa dimulai baca2nya dari http://bit.ly/EM-Action2

Perbandingan Statistik Awardees Action 1 (ASEAN), 2014 vs 2015

Berdasarkan data yang saya miliki dari Delegasi untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, statistiknya adalah sebagai berikut:

statistikem

Untuk Main List, Indonesia turun drastis, dari 30 awardees tahun 2014, menjadi 15 awardees di tahun 2015.
Demikian pula untuk Reserve List, dari 223 orang ke 138 orang.

Hal sebaliknya terjadi untuk Vietnam dan Thailand.
Jumlah Main List mereka meningkat (untuk Thailand, hampir) 2x lipat di tahun 2015.

Yang aneh, jumlah main list Indonesia dan Vietnam di 2014 dan 2015 kok angkanya persis sama yah ?? (seperti tukar guling) hehehe.. Aneh tapi nyata !!

increase-decrease

Semoga di 2016, jumlah awardees asal Indonesia bisa kembali pulih dan makin banyak yang diterima beasiswanya yah !!

Pengumuman EM 2015 Action 1

Berikut adalah para penerima EM 2015 (main list) untuk Action 1.

Here is your winner !

Untuk alasan privasi, hanya inisial nama yang diberikan.

Contoh ([first name] / [last name] yang tercatat di konsorsium):

Irfan / Eka–> IE

Irfan / Eka Putra –> IEP

Irfan Eka / Putra –> IEP

Irfan Bachdim / Eka Putra –> IBEP

Selamat bagi kalian, dan selamat menghadiri Pre Departure 2015 (undangan menyusul ke email masing-masing).

————

EPMC = Erasmus Plus Masters Course
EPJD = Erasmus Plus Joint Doctorates

Master / Doctor Inisial Year of Birth Program Name
EPMC TPF 1992 European Master in Comparative Morphology
EPMC AT 1993 Master in Materials for Energy Storage and Conversion
EPMC ET 1991 Functionalized Advanced Materials and Engineering
EPMC JK 1993 Erasmus Mundus MSc in Dependable Software Systems
EPMC YP 1991 Food Innovation and Product Design
EPMC YBA 1992 Molecular Nano- and Biophotonics
EPMC RT 1992 Erasmus mundus Master in Membrane Engineering
EPJD AR 1988 European Doctor in Industrial Management
EPMC ARM 1989 ERASMUS MUNDUS MASTER IN SUSTAINABLE TERRITORIAL DEVELOPMENT
EPMC KP 1989 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering
EPMC AAM 1989 Erasmus Mundus Master in Quality in Analytical Laboratories
EPMC TFNM 1987 Master in Forensic Science
EPMC MPD 1984 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT
EPMC AP 1989 Master of Science in Computational Mechanics
EPMC AS 1989 Masters in Strategic Project Management (European)

Catatan:

  1. List di atas adalah versi original dari Brussels yang sudah diinformasikan ke masing-masing konsorsium beberapa waktu yang lalu.
  2. Untuk RESERVE LIST, tahun ini rankingnya tidak dicantumkan. Jadi, tidak bisa saya informasikan.
  3. Bagi yang merasa masuk ke main list, tetapi inisialnya tidak terdaftar pada list di atas, mohon menghubungi saya di emundus.wordpress (at) gmail.com dengan menyertakan LOA/email konfirmasi dari konsorsium supaya bisa mendapatkan undangan pre-departure.

Bisakah menempuh program EM Action 1 dengan beasiswa EM Action 2 ?

aku-pasti-bisa

Gara-gara hari ini ada pertanyaan mengenai reserve list, saya jadi teringat kisah seorang teman saya (awardee E+ tahun 2014).

Tahun lalu dia diterima di salah satu program EM action 1 (yang listnya bisa dilihat di http://bit.ly/EM-emmc), dimana di program tersebut, salah satu anggota konsorsiumnya adalah TU Dresden, Jerman.

Nah, ternyata TU Dresden (secara institusi) juga tergabung dalam program EM Action 2 yang bernama “Swap and Transfer”.

Kalau dilihat di webnya “Swap and Transfer” http://www.swap-transfer.eu/partners.html, universitas asal S1 teman saya ini, tidak tergabung di partnerships ini.

Tetapi somehow, teman saya ini pada akhirnya bisa menempuh program EM tsb dengan berbekal beasiswa EM Action 2 “Swap and Transfer”. Sepertinya dia menggunakan “celah” target group 2.. (kalau penasaran, baca baik2 http://www.swap-transfer.eu/instructions.html).

Jadi, mungkin bagi teman2 yang sudah terima “kabar” dari konsorsium yang menyatakan diterima programnya, tetapi tidak diterima beasiswanya, coba cek univ2 konsorsium program tsb. Siapa tahu ada yang tergabung di Action 2, dan bisa memanfaatkan “celah” seperti teman saya tsb.

Refleksi 2014: Timing dan momentum

Tiga hari mendatang, kembali kita dihadapkan pada penghujung tahun 2014.

Apa yang sudah kita capai di 2014?

Apa yang belum kita capai?

Apa yang seharusnya sudah kita capai, tetapi karena sesuatu hal, menjadi tidak tercapai?

Refleksi diri adalah hal yang baik menjelang penghujung tahun, untuk memperbaiki kesalahan atau kekurangan yang ada, sehingga tahun 2015 bisa dilalui dengan lebih baik.

***

Salah satu hal yang menjadi pemikiran saya di 2014 ini adalah mengenai timing dan momentum. Apa maksudnya?

Dalam berbagai hal dalam kehidupan kita, banyak tawaran, yang terkadang sifatnya hanya sekejap atau terbatas ketersediaannya. Terlalu lama berpikir, bisa jadi peluang tersebut sudah tidak berlaku lagi atau sudah diambil oleh orang lain. Terlalu banyak pertimbangan, bisa menjadikan kita tidak merasa siap untuk “pull the trigger” (ambil keputusan). Dan pada akhirnya, bisa saja kita berakhir dengan kekecewaan dan membayangkan seandainya saja kita mengambil keputusan lebih cepat.

Don’t get me wrong ya, saya tidak bilang bahwa tidak perlu berpikir masak-masak dalam membuat keputusan. Tetapi, kita perlu juga mempertimbangkan aspek timing dan momentum dari peluang yang ditawarkan tersebut.

Timing-is-everything

***

Misalkan saja, kalau anda mengikuti proses lelang, kalau anda tidak cepat ambil keputusan dan bersedia menawar lebih tinggi, maka barang yang anda minati mungkin menjadi milik orang lain.

Atau kalau misalkan anda punya rencana untuk keluar negeri, misalkan saja ke Amerika Serikat, di awal 2015, dan anda menunda-nunda untuk membeli mata uang USD, maka kurs USD saat ini yang sudah di atas 12.000 rupiah sudah kurang bersahabat bagi sebagian orang. Mungkin anda akan menyesali, kenapa tidak beli USD ketika masih 11.000 ya.

(Catatan: ilustrasi di atas dengan asumsi anda punya dana yang dibutuhkan untuk membeli USD ketika masih 11.000, tetapi anda tidak melakukannya karena anda berharap kurs USD akan turun menjelang kepergian anda)

usdidr

Per kondisi saat ini pun, tidak ada yang tahu apakah pembelian USD di kurs 12.000 adalah keputusan yang tepat atau tidak. Kalau ke depannya USD menjadi 15.000, maka pembelian saat ini adalah keputusan yang sangat tepat. Tetapi kalau sebaliknya, maka mungkin anda akan menyesal lagi karena beli di harga tinggi.

Dan masih banyak hal lainnya yang dalam pengambilan keputusannya melibatkan timing dan momentum ini.

Terkadang timing ini sangat krusial, sangat cepat. Misalkan saja, telat sedikit, maka harga sudah berubah (dalam hal kurs mata uang yang mengikuti pergerakan pasar).

***

Dalam hal pencarian beasiswa, hal mengenai timing dan momentum ini pun ada.

Realistik saja, namanya juga beasiswa, terkadang peluang yang ada mungkin tidak sesuai dengan bayangan ideal kita (misal: mau kuliah di univ A, jurusan B, penelitian di bidang C, dll). Dan karena begitu banyak pencari beasiswa di dunia ini, lebih banyak dari beasiswa yang disediakan, pastinya akan banyak persaingan dan kompetisi untuk memperebutkan beasiswa yang ada.

Sebuah pertanyaan untuk refleksi diri, manakah yang lebih penting bagi anda?

(1) Mendapatkan beasiswa, tetapi kondisi beasiswanya atau bidang yang dituju mungkin tidak seideal impian anda

(2) Menunggu terus (entah sampai kapan), sampai ada beasiswa yang seluruh kondisi dan bidangnya sesuai impian anda

Tidak ada benar salah, karena ini keputusan masing-masing orang. Satu hal yang perlu dicamkan, keputusan manapun yang anda ambil, akan ada konsekuensi dari setiap keputusan. Yang terpenting di sini adalah penguasaan diri, kalau anda puas akan pilihan anda, dan anda siap akan konsekuensinya.

***

Sebagai penutup, saya menyukai sebuah quote dari Richard Branson.

Beliau adalah pengusaha asal Inggris, yang merupakan pendiri dari Virgin Group.

branson

***

Selamat menghadapi tahun 2015 !!

Acara presentasi dan talkshow (terkait Uni Eropa) di EHEF 2014

fotoprogram-talkshow

Update terakhir per semalam:

1. Panggung alumni –> talkshow (1 jam)

Topik: Scholarship 101, yang akan membahas kombinasi dari topik-topik berikut, dengan narasumber yang berbeda-beda setiap sesinya:

  • Cara pembuatan motivation letter
  • Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris (tanpa les/kursus) untuk bisa mendapatkan skor tes yang bagus
  • Sharing mengenai pengalaman hidup, studi, dan adaptasi di Eropa
  • Sharing mengenai tips mendapatkan beasiswa

Dari 6 sesi yang ada, kami berhasil “mengamankan” 3 sesi dengan jadwal sbb:

Sabtu, 8 November 2014 –> 13:00-14:00

Minggu, 9 November 2014 –> 13:00-14:00

Minggu, 9 November 2014 –> 14:30-15:30

 

2. Presentasi (25 menit) –> pengenalan mengenai Uni Eropa dan beasiswa Erasmus+

Sabtu, 8 November 2014 –> 16:40-17:05

Minggu, 9 November 2014 –> 11:15-11:40

Minggu, 9 November 2014 –> 16:40-17:05

 

Untuk jadwal talkshow lainnya:

Sabtu, 8 November 2014  –> 14:30-15:30 –> DAAD

Sabtu, 8 November 2014  –> 16:00-17:00 –> Campus France – IFI

Minggu, 9 November 2014  –> 16:00-17:00 –> Nuffic Neso

Untuk jadwal presentasi lainnya, bisa refer ke:

https://emundus.wordpress.com/2014/11/05/update-jadwal-presentasi-ehef-2014-jakarta/

atau http://ehef-indonesia.org/exhibitors/presentation-schedule/

 

Datang lebih awal lebih baik karena biasanya sangat penuh sekali.
IMG_8862

Mark your Destination (EHEF Floor Plan) !!

Tengok floor plan EHEF sebelum datang.

Supaya sesampainya disana, sudah tahu booth yang mau dituju dimana saja letaknya.

floorplan

Jakarta: http://ehef-indonesia.org/wp-content/uploads/2014/10/EHEF2014-FloorplanwithInstitutionsList-Jakarta1.jpg

Surabaya: http://ehef-indonesia.org/wp-content/uploads/2014/10/EHEF2014-FloorplanwithInstitutionsList-Surabaya1.jpg

Makassar: http://ehef-indonesia.org/wp-content/uploads/2014/10/EHEF2014-FloorplanwithInstitutionsList-Makassar1.jpg

Kalau ingin menghadiri presentasi, be prepared at least 15 menit sebelum jamnya, karena biasanya antriannya cukup panjang. Apalagi untuk beasiswa, institusi, atau negara tertentu.

————

Jangan lupa, ada panggung alumni juga.

Saat ini kami masih menyiapkan jadwalnya dan pembicaranya.

Akan diumumkan dalam minggu ini, sebelum EHEF.

Jadi, kalau di presentasi, materinya adalah seputar pengenalan beasiswa Erasmus+, kalau di panggung alumni, materinya adalah hal-hal yang lebih practical, semisal:

  • How to start your Erasmus+ application
  • How to make a good motivation letter
  • How to survive living and studying in other countries

Dll dll..

EM Programme Representatives

Tertarik akan program EM, tetapi bingung mau cari spesifik informasinya darimana?

Gunakan fitur yang sangat bermanfaat ini !!

iStock_000009311779Small_t640

Diambil dari:

http://www.em-a.eu/en/about-ema/programme-representatives.html

EM Programme Representatives

The representatives of Erasmus Mundus Master and PhD Courses advocate for the students and alumni of their Erasmus Mundus programme. Their aims are to:

•    Seek knowledge as to the current problems, wishes and needs of the students and alumni of their course, and to communicate these to EMA.
•    Be the contact person between his/her course and EMA.
•    Be familiar with EMA activities and disseminate information to their fellows as necessary.
•    Provide overall support to the on-going projects of EMA and take active part in its activities.

Kalau anda buka link di atas, akan muncul nama2 representative dari tiap program.

Bila anda “hover” mouse anda di atas nama yang bersangkutan, akan kelihatan email address mereka.

Atau bagi anda yang menggunakan MS Outlook, bisa langsung klik saja di nama yang bersangkutan.

Mayoritas representative memang orang asing, hitung2 sekalian melatih kemampuan berbahasa Inggris kan?

Satu saran ya, karena mereka ini representative dari program Erasmus Mundus, mohon pertanyaannya yang relevan ya (alias terkait program yang dituju). Jangan bertanya, misalnya: saya mau kuliahnya di Univ X, kira2 beasiswa apa yang bisa saya apply?

Silahkan dicoba.

 

Challenge Yourself !!

Pernah dengar istilah “comfort zone”?

Secara sederhana, “comfort zone” adalah suatu kondisi dimana kita sudah nyaman, enak, dan betah untuk terus berada dalam kondisi tersebut. Tidak ada yang salah dengan “comfort zone”, karena sebenarnya setiap orang mencari suasana dimana mereka nyaman dan tentram.

Anyway, ketika seseorang menginginkan perubahan di hidupnya, maka keinginan tersebut dapat menyebabkan terganggunya “comfort zone”. Namun, hal tersebut tidak bisa dihindari. Sedikit terganggu di awal, untuk menciptakan level “comfort zone” berikutnya (yang tentunya lebih nyaman).

TargetNah di masa-masa pendaftaram EMJMD saat ini, dimana list program yang bisa dibiayai beasiswa Erasmus+ baru saja diumumkan, bagaimana kalau kita men-challenge diri sendiri, untuk mencoba suatu target tertentu.

Bagi yang sudah eligible untuk apply Erasmus+, coba lihat program2 yang ditawarkan, dan coba untuk apply. Sekalipun rasanya mungkin belum pede, atau ada nilai yang masih kurang, tetapi coba saja. Anggap saja “test the water”, sambil refleksi diri sendiri, bagian mana yang harus dipersiapkan lebih baik, supaya anda bisa yakin untuk apply di masa depan.

Bagi yang masih semester awal atau pertengahan, coba2 saja ikuti proses aplikasinya. Walaupun nanti di tengah2, pasti akan ada requirement yang mengganjal (entah itu dokumen, transkrip nilai, atau lainnya), tetapi cari pengalaman supaya di semester2 anda berikutnya, anda dapat lebih mempersiapkan diri, dan tahu target mana yang dituju.

Catatan:

Cobalah cari program2 yang hanya mengharuskan aplikasi online.Jadi bisa dibilang, hampir tidak ada biaya yang harus anda keluarkan, selain tekad dan kemauan untuk naik ke level berikutnya.

Silahkan mencoba.

Follow me on Twitter @emundusme

Sudah siapkah kita untuk Erasmus+? (refleksi dari artikel mengenai IKEA)

Minggu ini di Twitter, snapshot artikel di bawah ini sedang heboh dibahas oleh para netizen Indonesia.

Anyway, topik pembahasan saya bukan ke soal IKEAnya, bukan juga ke soal revolusi mental (seperti yang tertulis di artikel tsb). Intinya adalah mengenai “attitude” pengunjungnya.

Saya ingin mengkaitkan artikel ini dengan Erasmus+, sudah siapkah kita untuk Erasmus+? (yang intinya terkait “attitude” dari calon aplikannya)

—————-

Dalam acara Destination Europe yang saya hadiri minggu lalu, saya berada di kursi penonton.

Bagi yang belum baca liputannya, bisa cek di:

https://emundus.wordpress.com/2014/10/19/talkshow-beasiswa-di-destination-europe-2014/

https://emundus.wordpress.com/2014/10/20/talkshow-beasiswa-di-destination-europe-2014-bagian-2/

Nah, di depan saya,  ada seorang penonton lainnya yang dengan sangat serius dan bersemangat menyimak talkshow. Saking semangatnya, kadang dia bisa tiba2 gebrak meja dan berceloteh sendiri.

Misal saja ketika sang narasumber bercerita “kuliah di Eropa itu sangat menyenangkan karena …”, mendadak dia berteriak “yesss, I want thatttt”. Atau ketika sang narasumber bilang “disarankan belajar bahasa dulu …”, dia gebrak meja, lalu dengan tampang sedih berceloteh “ya gimana gue belajar bahasa, ini aja kuliah masih begini begitu …” (ngedumel).

Pada sesi pertanyaan juga, ada pengunjung yang bertanya “apa sih syaratnya supaya bisa dapat beasiswa, minimal IPK berapa, apply kemana, dll” – pertanyaan klasik yang sering sekali ditanyakan dari waktu ke waktu.

Saya berpikir, dari waktu ke waktu, pameran ke pameran, tahun ke tahun, EHEF pertama sampai EHEF kesekian di 2014 ini, bagaimana caranya bisa menggugah para calon aplikan beasiswa Erasmus+, supaya kita bisa “move on”.

“Move on” dalam artian (inginnya saya), mari kita sudahi pertanyaan-pertanyaan pemula (informasi ada di ujung jari anda, cuma butuh sedikit Googling), keluh kesah yang tidak membawa kita kemanapun, semangat semu menggebu2 yang muncul saat event lalu melempem setelahnya.. Instead, kita bergerak maju.. Letakkan angan-anganmu, mimpimu, visimu, tujuanmu, cita-citamu pada sesuatu yang lebih konkrit yang mungkin bisa membawamu meraih kuliah (dan tentunya jalan-jalan) di Eropa.

Sebab itu, di EHEF Jakarta 8-9 November nanti, yang tinggal 2 minggu lagi, selain ada presentasi dari berbagai lembaga pendidikan dan beasiswa di ruang presentasi, ada juga konsep baru yang disebut “panggung alumni”. Per saat ini, saya masih meminta dari pihak panitia untuk rancangan ruangan dan layout-nya seperti apa. Dengan harapan, panggung alumni ini bisa digunakan secara maksimal, untuk lebih berinteraksi antara calon aplikan dengan alumni, untuk hal-hal yang lebih konkrit, apakah itu pembahasan mengenai bagaimana menulis motivation letter, bagaimana survive di negeri orang, trik khusus untuk berkuliah di Eropa, maupun hal-hal lainnya.

Sebab itu, saran anda semua sangat penting supaya apa yang kami (para alumni) rancang untuk EHEF nanti bisa memenuhi kebutuhan anda.

https://emundus.wordpress.com/2014/10/20/ehef-2014-jakarta-panggung-alumni/

Selamat menikmati hari Minggu.

Follow me on twitter @emundusme

ikea

EMJMD Catalogue

Diambil dari web berikut:

https://eacea.ec.europa.eu/erasmus-plus/library/scholarships-catalogue_en

Below are listed all the Erasmus Mundus Joint Master Degrees (EMJMDs) that will be offering EU-funded scholarships for courses taking place in the academic year 2015-2016.

Students at Masters level and potential scholars/guest lecturers should contact the relevant Consortium for more information on courses and application procedures. 

A filter by categories is also available. Project descriptions have been drafted by the projects and the Agency is not responsible for their content.

Title of Masters Course Project Description Course Website
4CITIES – UNICA Euromaster in Urban Studies English Website
ACES – Joint Masters Degree in Aquaculture, Environment and Society English to be published
ADVANCES – MA Advanced Development in Social Work English Website
AGRIS MUNDUS – MSc in Sustainable Development in Agriculture English Website
AMASE – Joint European Master Programme on Advanced Materials Science and Engineering English Website
ARCHMAT – European Master in ARCHaeological MATerials Science English Website
ASTROMUNDUS – Astrophysics (*) English Website
ATOSIM – Atomic Scale Modelling of Physical, Chemical and Bio-molecular Systems English Website
bhealth – BioHealth Computing EM English Website
CARTO – E+ JMD Cartography English to be published
ChIR – Erasmus Mundus Master in Chemical Innovation and Regulation English Website
CHOREOMUNDUS – International Master in Dance Knowledge, Practice and Heritage English Website
CoDe – Joint European Master in Comparative Local Development English Website
CoMEM – Erasmus Mundus MSC Coastal and Marine Engineering and Management English Website
COSI – Colour in Science and Industry English to be published
COSSE – Computer Simulation For Science and engineering (*) English Website
CWCN – Crossways in Cultural Narratives English Website
DESEM – Erasmus Mundus MSc in Dependable Software Systems English Website
Dyclam – Dynamics of cultural landscapes and heritage management English Website
EACH – Excellence in Analytical Chemistry English Website
EDAMUS – Sustainable Management of Food Quality English Website
EM HRPP – Erasmus Mundus Masters in Human Rights Policy and Practice English Website
EM SIE – Erasmus Mundus Masters in Special and Inclusive Education English Website
EM3E – Erasmus Mundus Master in Membrane Engineering English Website
EMARO+ – European Master on Advanced Robotics + English Website
EMCL – European Masters in Clinical Linguistics English Website
EMPCL – European Master’s Program in Computational Logic English Website
EMECC NURSING – Emergency and Critical Care Nursing English Website
EMECS – European Master Embedded Computing Systems English Website
EMERALD – Master Course in Georesources Engineering English Website
EMGS – Global Studies – A European Perspective (*) English Website
EMIN – Erasmus Mundus Joint Master in Economics and Management of Network Industries English Website
EMLE – European Master in Law and Economics (*) English Website
EMMCMSP – Erasmus Mundus Master Course on Maritime Spatial Planning English Website
EMMIR – European Master in Migration and Intercultural Reations English Website
EMM-Nano – Erasmus Mundus Master in Nanoscience and Nanotechnology (*) English Website
EMQAL – European Joint Master in Quality in Analytical Laboratories English Website
EMPHID – Public Health in Disasters English Website
EM-SANF – Erasmus Mundus Master Course Sustainable Animal Nutrition and Feeding English Website
EMSD – European Master programme in Systems Dynamics (*) English Website
EMSHIP – European Education in Advanced Ship Design (*) English Website
Website
EMTM – European Master in Tourism Management (*) English Website
EPOG – Master’s Course – Economic Policies in the age of Globalisation : knowledge, finance and development English Website
EUCOMOR – European Master in Comparative Morphology English Website
EUROCULTURE – Europe in the Wider World English Website
EUROPHILOSOPHIE – Philosophies allemande et française dans l’espace européen English Website
EUROPHOTONICS – Master in Photonics Engineering, Nanophotonics and Biophotonics (*) English Website
EUROPUBHEALTH – European Public Health Master English Website
EWEM – European Wind Energy Master English Website
FAME – Functionalised Advanced Materials and Engineering English Website
FIPDes – Food Innovation and Product Design English Website
FloodR – Flood Risk Management (FloodRisk) English Website
Food ID – European Master Food Identity English Website
FUSION-EP – European Master in Nuclear Fusion Science and Engineering Physics English Website
GEM – Master of Science course in Geo-Information Science and
Earth Observation for Environmental Modelling and Management
English Website
GEMMA – Master’s Degree in Women’s and Gender Studies English Website
GeoTech – Master of Science in Geospatial Technologies English Website
GLITEMA – German Literature in the European Middle Ages (*) English Website
GLOBED – Education Policies for Global Development English to be published
IMAE – International Master in Applied Ecology English Website
IMETE – International Master of Science in Environmental Technology and Engineering English Website
IMFSE – International Master of Science in Fire Safety Engineering (*) English Website
IMIM – International Master in Industrial Management English Website
IMQP – International Master in Quaternary and Prehistory Master International en Quaternaire et Préhistoire (*) English Website
IMRCEES – International Masters in Russian, Central and East European Studies English Website
IMRD – International Master of Science in Rural Development (*) English Website
IT4BI – Information Technologies for Business Intelligence English Website
JEMES – Joint European Master Programme in Environmental Studies English Website
KEM – Kino Eyes –The European Movie Masters – Erasmus Plus Joint Master English Website
LCT – European Masters Program in Language and Communication Technologies English Website
M.E.S.C. – Master in Materials for Energy Storage and Conversion English  Website
MA LLL – European Masters in Lifelong Learning: Policy and Management English Website
MAMASELF – Master in material science exploring European large scale facilities (*) English Website
MARIHE – Research and Innovation in Higher Education English Website
MATHMODS – Mathematical Modelling in Engineering: Theory, Numerics, Applications English Website
MBIO – Erasmus Mundus Master of Bioethics English Website
MCM – Master of Science in Computational Mechanics English Website
ME3 – European Joint Masters in Management and Engineering of Environment and Energy English Website
MEDfOR – Mediterranean Forestry and Natural Resources Management English Website
Media AC – Media Arts Cultures English Website
MEEES – Masters in Earthquake Engineering and Engineering Seismology (*) English Website
MEGEI – MA Economics of Globalisation and European Integration English Website
MEME – Erasmus Mundus Master Programme in Evolutionary Biology (*) English Website
MEREMMC – EUROPEAN MSc in MARINE ENVIRONMENT AND RESOURCES English Website
MFAMILY – European Master in Social Work with Families and Children English Website
MFSc – Master in Forensic Science English Website
MIND – Erasmus Mundus Master’s programme in Industrial Ecology English Website
MITRA – Médiation interculturelle : identités, mobilités, conflits English Website
MONABIP – Molecular Nano- and Biophotonics English Website
MSPME – Masters in Strategic Project Management (European) English Website
MUNDUS JOURNALISM – Erasmus Mundus Masters Journalism, Media and Globalisation English Website
MUNDUS MAPP – Erasmus Mundus Master’s in Public Policy English Website
MUNDUS URBANO – Master of Science in International Cooperation and Urban Development English Website
NEURASMUS – A European Master in Neuroscience: Advanced Courses and Research Training English Website
NOMADS EMMC – exploring without borders-documentary filmdirecting English Website
NORDSECMOB – Master’s programme in Security and Mobile Computing English Website
PERCCOM – PERvasive Computing & COMmunications for sustainable development English Website
PLANET Europe – Joint Masters Programme on European Spatial Planning, Environmental Policies and Regional Development English Website
QEM – Models and Methods of Quantitative Economics English Website
SAHC – Advanced Masters in Structural Analysis of Monuments and Historical Constructions English Website
SERP-Chem – International Master in Surface, Electro, Radiation, Photo – Chemistry English Website
SPACEMASTER – EMMC in Space Science and Technology (*) English Website
SSI – Joint International Master in Smart Systems Integration English Website
STeDe – Erasmus Mundus Master in Sustainable Territorial Development English Website
STEPS – Erasmus Mundus Master Course in Sustainable Transportation and Electrical Power Systems English Website
SUFONAMA – Sustainable Forest and Nature Management English Website
SUSCOS – Sustainable Constructions under Natural Hazards and Catastrophic Events English Website
SUTROFOR – Erasmus Mundus Masters Course in Sustainable Tropical Forestry English Website
TCCM – Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling (*) English Website
TEMA – European territories (civilisation, nation, region, city): identity and development English Website
TEOS – Transcultural European Outdoor Studies English Website
TPTI – Techniques, Patrimoine, Territoires de l’Industrie English Website
TRIBOS – Joint European master in tribology of surfaces and interfaces English Website
TROPIMUNDO – Erasmus Mundus Masters Course in Tropical Biodiversity and Ecosystems English Website
VIBOT – Erasmus Mundus Masters in VIsion and roBOTics English Website
VINIFERA EuroMaster – European Master of Science of Viticulture and Enology (*) English Website
WACOMA – Erasmus Mundus Master in Water and Coastal Management English Website
WOP-P – Master in Work, Organizational and Personnel Psychology English Website

* Award of scholarships is subject to completion of Quality Review

Talkshow beasiswa di Destination Europe 2014 – Bagian 2

Tulisan ini adalah bagian kedua, melanjutkan posting sebelumnya di https://emundus.wordpress.com/2014/10/19/talkshow-beasiswa-di-destination-europe-2014/

3. Persiapan apa saja yang dilakukan sebelum ke Eropa, dan bagaimana rasanya saat pertama kali menginjak Eropa?
Idfi: “Sebelum ke Eropa, saya mengambil kursus bahasa Italia dulu di IIC (Istituto Italiano di Cultura). Kursusnya ada beberapa level, dan bisa dipilih sesuai kebutuhan.”

Eva: “Saya tidak mengambil kursus bahasa sebelum berangkat. Kota tujuan pertama saya adalah Bologna. Tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Bologna. Jadi, yang saya lakukan adalah terbang ke kota Milan, lalu melanjutkan dengan kereta ke kota Bologna.”

“Nah, karena kebanyakan orang Italia tidak berbahasa Inggris, maka setibanya saya di airport Milano Malpensa, saya kebingungan bagaimana saya pergi ke stasiun kereta Milano Centrale. Nah, terjebaklah saya akan saran seseorang yang menyarankan untuk mengambil taksi. Di kemudian hari, barulah saya tahu kalau ternyata ada airport bus (ulang alik antara Malpensa dan Centrale) yang harganya 6.5 euro. Untuk taksi, saya menghabiskan 42 euro !!”

4. Apa pesan dari para alumni beasiswa kepada pejuang beasiswa?

Rama: “Luangkan waktu yang cukup untuk persiapan. Bikin perencanaan yang baik. Kalau mau apply beasiswa tahun depan, dari tahun ini sudah persiapan, misalnya untuk tes bahasa.”

Dita: “Peluang itu banyak, tetapi kalau tidak ada yang mempergunakan, semudah apapun peluang tsb, menjadi tidak ada gunanya. Terkadang bukan beasiswanya yang tidak ada, tetapi kita yang tidak mencarinya.”

Eva: “Persiapkan mental untuk apply beasiswa. Selalu ada kemungkinan gagal, ditolak, dsb. Kalau istilah sekarang ‘sakitnya tuh di sini’. Namun, jangan cepat menyerah, coba terus sampai suatu saat ada beasiswa yang nyantol.”

6698003_20140517080212

Yuanita: “Jaman sekarang, apa sih yang ga ada? Motivation letter, banyak contoh dan tipsnya (misal: https://emundus.wordpress.com/2014/05/04/summary-tips-untuk-motivation-letter1/). Surat rekomendasi, syukur2 ada template dari program yang mau di-apply. Kalaupun tidak ada, sudah banyak juga template2 yang bertebaran, tinggal mencari siapa yang bonafid untuk memberi rekomendasi.”

Helena: “Belajar, belajar, dan persiapkan diri. Saya sempat 1.5 tahun kursus bahasa Jerman. Setelah itu juga sempat kursus bahasa Spanyol. Namun karena peluang dan bidang yang diminati di kedua negara tersebut tidak saya dapati, malah akhirnya saya mendapat beasiswa Stuned untuk Belanda.”

“Nah, ketika saya mau apply lagi untuk Chevening, banyak orang bilang mana mungkin, sudah pernah S2 masa S2 lagi. Namun, saya tetap apply dan ternyata saya bisa lolos. Jadi, kalau saya yang sudah pernah S2 dengan beasiswa, bisa dapat beasiswa lagi, apalagi kamu-kamu yang masih belum pernah S2, pasti peluangnya lebih besar !!”

Idfi: “Mendapatkan beasiswa adalah satu hal. Tetapi what’s next is more important.”

“Saya cuma dapat beasiswa kursus 3 bulan. Tetapi dari situ saya membangun network saya dan kemampuan lainnya. Walaupun saya cuma mengunjungi 3 negara Eropa selama masa tersebut, tetapi saat ini saya sudah menjadi freelance tour guide dengan pengalaman keliling ke 5 benua. Banyak order, dan bisa dibilang non-stop traveling. Sudah jalan-jalan, menikmati pemandangan, dibayar pula !!”

(Akhir diskusi)

Talkshow beasiswa di Destination Europe 2014 – Bagian 1

Sehubungan dengan acara Destination Europe 2014, pada hari pertama penyelenggaraannya, 18 Oktober 2014, diadakan ada talkshow mengenai “Jalan-jalan ke Eropa secara gratis, dengan beasiswa”, dimana 6 orang penerima beasiswa berbagi cerita.

Sebagai nara sumber, dihadirkan para “jejawa” penerima beasiswa dari Erasmus Mundus (yang saat ini namanya berubah menjadi Erasmus+), Stuned, DAAD, Chevening, Kementerian, dan pemerintah Italia.

IMG_6389

(Dari kiri ke kanan)

Kedua orang berbaju kuning gonjreng tersebut adalah Yuanita dan Anggara yang menjadi MC untuk talkshow ini. Keduanya pernah mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus. Selama masa studinya, Anggara sudah berkeliling ke 12 negara Eropa !! Kalau penasaran, silahkan lihat temukan foto jalan2nya di Facebook Anggara.

Selanjutnya ada Mbak Helena yang adalah perwakilan beasiswa Chevening. Namun ternyata sebelum Chevening, beliau juga pernah mendapatkan beasiswa dari Stuned !!

Selanjutnya, ada Rama (DAAD), dilanjutkan dengan dua orang mas-mas: Idfi dan Garry, masing-masing dari beasiswa Pemerintah Italia dan STUNED. Lalu di ujung, ada Eva (Erasmus Mundus) dan Dita (Kementerian). Rekor Anggara yang mengunjungi 12 negara ternyata dikalahkan oleh Eva yang sudah mengunjungi 22 negara !!

Berikut adalah key points dari talkshow kemarin yang dibagi per topik.

Pembahasaannya ditulis ulang, tidak persis dengan apa yang mereka katakan, tetapi maknanya tidak diubah (sesuai penangkapan saya).

——————-

1. Apply beasiswa itu susah ga sih?

Eva: “Point pentingnya adalah bagaimana “menjual” kualifikasi kita ke pihak pemberi beasiswa. IPK bisa sama, tetapi motivation letter bisa menjadi penentu.”

Dita: “Untuk beasiswa Kementerian, salah satu syaratnya adalah membuat jurnal ilmiah.”

Helena: “Untuk kuliah di UK, level bahasa Inggris yang diperlukan cenderung tinggi dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Namun, untuk mendapatkan skor TOEFL/IELTS yang tinggi, bisa kita usahakan.”

“Rintangannya biasanya berasal dari dalam diri. Menentukan pilihan bidang mana yang mau diambil, fokus mempelajari bidang yang diminati, membuat motivation letter/personal statement (butuh ketekunan, proofread berulang kali, dll), minta surat rekomendasi (harus hubungi dosen, balik ke kampus, dll) bisa menjadi barrier untuk mengajukan aplikasi beasiswa.”

“Kebanyakan orang biasanya terpacu ketika pameran pendidikan, ambil flyer banyak, brosur banyak, tanya sana sini. Tetapi setelah beberapa waktu, motivasinya mulai kendor, dan akhirnya tidak meneruskan mimpinya.”

Rama: “Apply beasiswa itu tidak sulit. Jadikan rintangan sebagai tantangan” (bahasa motivator nih hehe..).

“Terdapat berbagai kualifikasi beasiswa, ada yang syaratnya tinggi, menengah, maupun tidak begitu tinggi. Pada intinya butuh kemauan untuk mencari informasi dan peluang yang tersedia.”

——————-

2. Pengalaman menarik apa yang didapat selama masa studi di Eropa? Dan bagaimana mengenai masalah bahasa selama di Eropa?

Idfi: “Saya memperoleh beasiswa untuk kursus bahasa Italia di kota Siena. Dari Internet, Siena itu adalah kota yang sangat indah. Namun, ketika saya tiba di kota Siena, hari sudah malam, gelap, dan keindahan kota tidak terlihat. Setelah menginap semalam menggunakan jaringan couchsurfing, keesokan paginya ketika saya membuka jendela, saya melihat kabut yang menutupi kota Siena yang indah seperti di foto-foto, mencium bau khas espresso Italia, dan melihat bangunan-bangunan jaman medieval yang melambungkan pikiran saya.”

Helena: “Saya kuliah di kota Cardiff, yang dekat dengan Wales. Di sana, orang2 setempat memiliki bahasa lokal yang sangat berbeda dari Bahasa Inggris.”

“Suatu hari saya berjalan-jalan di pasar setempat dan tertarik untuk membeli pancake strawberry. Si ibu penjual menyapa saya dengan ramah dan menanyakan (dalam Bahasa Inggris) apa yang saya ingin beli. Woww, pikir saya, saya aman karena ibu ini menggunakan Bahasa Inggris. Lalu, dengan hati-hati mengatakan ‘I want to have the strawberry pancake’. Namun, si ibu tidak mengerti apa yang saya ucapkan. Saya coba ulang lagi dengan pelafalan yang lebih hati-hati, sambil menunjuk-nunjuk ke kue yang saya maksud. Barulah si ibu mengerti dan berkata ‘Ooo, you want strawberry pancake’ dengan aksen ‘Brit’-nya  yang sangat kental (untuk aksen ‘Brit’, bayangkan saja kalau anda nonton film Harry Potter). Ternyata, miskomunikasi ini hanya gara-gara aksen saya yang American English !!”

Garry: “Untuk Belanda, 90% penduduknya bisa berbahasa Inggris. Program kuliah pun banyak yang berbahasa Inggris. Bahkan, bila berkunjung ke kota Rotterdam atau Eindhoven, kita bisa mendengar orang berbicara Bahasa Indonesia di tempat umum. Untuk makanan, merk2 mie instan, kecap, saos yang terkenal di Indonesia, bisa didapatkan di toko setempat.”

Rama: “Untuk Jerman, disarankan mencari program kuliah yang berbahasa Inggris. Karena, untuk memahami bahasa Jerman saja sudah sulit, apalagi kalau harus disambi kuliah. Mengambil kursus basic bahasa Jerman sebelum berangkat, sangat disarankan.”

“Kebanyakan orang Jerman tidak mau spontan berbicara Bahasa Inggris. Namun, ada triknya. Cobalah keluarkan kemampuan Bahasa Jerman anda sebaik2nya, walaupun cuma 1-2 kalimat. Nantinya ketika sudah mentok, baru katakan “Entschuldigung” (excuse me), nah biasanya nanti mereka akan coba berbicara dalam Bahasa Inggris.

Slide Baru untuk Malang

Berikut adalah cuplikan slide yang akan digunakan untuk sharing session di Malang.

siklus

(Refer ke slide di bawah)

Bagi yang sudah mendaftar, berhubung sekarang sudah akhir Mei, maka sebentar lagi nama-nama para awardee yang masuk ke main list sudah akan diumumkan secara resmi.

Bagi yang masuk reserve list, sambil terus berharap dan berdoa, bisa coba proaktif cari-cari kesempatan beasiswa lain yang bisa diapply. Darimana carinya?
1. Web universitas2 yang tergabung dalam konsorsium
2. Web lembaga pendidikan di negara letak universitas2 yang tergabung dalam konsorsium (misal: CampusFrance untuk Prancis, DAAD untuk Jerman, dll)
3. Cek peluang beasiswa lainnya yang pernah saya post di sini: https://emundus.wordpress.com/2014/05/15/other-courses-and-scholarships-in-europe-besides-erasmus-mundus/
4. Dan khusus untuk Indonesia, jangan lupa ada beasiswa LPDP !!

Tidak semua program baik hati memberikan “saran” bagi para reserve list-nya.
Salah satu yang baik adalah program FIPDes (saya attach screen capture-nya).

Sedangkan, bagi yang baru akan mendaftar, bulan ini adalah masa-masa persiapan untuk meningkatkan nilai Bahasa Inggris, mencicil translate dokumen dan legalisasi, mencoba mengarang motivation letter, menabung (misal: untuk kirim aplikasi, untuk biaya tes Bahasa Inggris)

mainlist

Sharing Session: Malang dan sekitarnya

Saya kebetulan akan ada di kota Batu, Malang pada Sabtu, 14 Juni Sabtu, 7 Juni.

malang_district_w400

Karena ada beberapa permintaan untuk sharing session Erasmus+ (Erasmus Mundus) di kota Malang, maka bagi yang berminat untuk hadir, mohon konfirmasinya dengan cara:

Menulis komentar di bawah artikel ini, dengan isi:
Nama, nama universitas, sudah lulus atau sedang semester berapa, beasiswa apa yang dicari (S2 atau S3)

Note:
Supaya adil, maka pendaftaran hanya diterima melalui jalur komentar di artikel WordPress ini. Tidak melalui email, FB, maupun media lainnya.

Pengumuman berikutnya akan disampaikan via email yang anda masukkan ketika mengisi komentar.
Pendaftaran dibuka untuk 20 orang pertama saja (kalau ternyata ada tempat yang lebih luas, akan saya update lagi).

Venue: to be decided (salah satu hotel di kota Batu –> nanti kita cari tempat kosong di sekitaran hotel)
Waktu: to be decided 4-6 sore

Note:
Bila ada yang berbaik hati mencarikan tempat yang lebih luas di kota Batu supaya yang hadir bisa lebih banyak, please mail me at emundus.wordpress (at) gmail.com

Update per 24 Mei, 15:22
Terima kasih kepada salah satu mahasiswa Unbraw, Ali Akbar Hakim dan Dharu, yang bersedia mengaturkan tempat di Unbraw dengan kapasitas 100 orang untuk acara sharing ini.

Bila ijin tempat bisa diperoleh, maka nanti kita pindah tempat ke Unbraw saja ya.
Untuk waktunya, saya akan landing di airport Malang sekitar jam 10.
Jadi mungkin kita akan mulai sekitar jam 11:30.

Pastinya nanti akan diupdate lagi ya.
(Saya pribadi juga masih mengatur ijin perjalanan dari sisi saya)

Terima kasih untuk antusiasmenya.

Pengumuman Action 2 – LOTUS Unlimited

lotus

Saya baru saja dapat email “bocoran” dari konsorsiumnya LOTUS Unlimited.
Ada 23 nama yang tertera sebagai penerima beasiswa.

Saya masih meminta persetujuan mereka untuk mempublish list ini, dengan “inisial” (supaya privasi si penerima beasiswa bisa tetap terjaga).

Jadi, mohon sabar menunggu dulu ya.
Setelah dapat konfirmasi (semoga malam ini), akan saya publish listnya.

Kutipan dari email konsorsium:

  • Please note that the staff exchanges can choose to start their mobility at any time of the life duration of the project, so we do not know yet when most of them will start.
  • All other candidates need to start their mobility before December 2014.
  • A new call under the Lotus Unlimited project has been launched in the beginning of May, so we hope to have more candidates for the next academic year

.

Banner promosional baru Erasmus+ (Erasmus Mundus)

Berikut adalah banner promosional baru, yang akan mulai digunakan untuk pertama kalinya di acara European Week 2014 – UGM, Yogyakarta besok.

Banner ini diharapkan bisa memberikan “informasi awal” bagi mereka yang sama sekali awam mengenai Erasmus+ (Erasmus Mundus).

Jadi, kalau anda akan datang besok, dan masih belum tahu apa itu Erasmus+ (Erasmus Mundus), bisa coba baca informasi di banner ini.

Untuk mendownload banner yang ukurannya lebih besar (800 KB), silahkan klik pada banner di bawah ini (akan muncul banner yang ukurannya lebih besar).

bannerEM-preview

Setelah membaca dan ingin informasi lebih banyak, baca juga artikel ini:
https://emundus.wordpress.com/2014/05/19/additional-information-for-erasmus-mundus/

Rare opportunity: Facebook Chat with Brussels on Erasmus+ Scholarships

Rare opportunity: Facebook Chat with our Headquarters in Brussels on Erasmus+ Scholarships: on Wednesday, 21 May 2014 from 11:00-12:00 Central European Time (CET) – or around 16:00, Jakarta time.

fbchat

Join us for our upcoming #ErasmusPlusChat: Erasmus+ and the World

What opportunities are available for students, staff and institutions worldwide? Who can apply for what? How?

This is the subject of our next Facebook chat on 21 May from 11-12.00 CET.

Our expert panel will be ready to answer questions on the scholarships, degree programmes, capacity-building projects and more that will be available under the new programme.

RSVP now: https://www.facebook.com/events/453848164760068/

Other courses and scholarships in Europe (besides Erasmus Mundus)

Saya ambil kutipan berikut dari website Erasmus Mundus:
http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/funding/scholarships_students_academics_en.php

Europe offers a vast range of higher education courses, and scholarships from national, regional or other funds may also be available. You can explore these other scholarship and funding opportunities by consulting the “Study in Europe” website. This provides a range of useful information for students and links to courses, universities and national agencies. http://ec.europa.eu/education/study-in-europe/

You can also visit the following website that brings together information on scholarships offered by national and regional authorities, as well as private sources of financing: http://www.scholarshipportal.eu

Lalu saya coba buka websitenya, dan isinya benar2 sangat memudahkan, karena informasi beasiswa yang tersedia sudah terangkum dan disajikan dengan indah. Tinggal bagaimana informasi ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin 😉

scportal

Selamat mencoba.

Material Presentasi Erasmus Mundus dan LPDP (EU Scholarships Info Day – 3 Mei 2014)

Silahkan diunduh ..
Mohon diingat, kail dan umpan harus digunakan dengan baik supaya bisa mendapat “tangkapan”.

Jadi, bahan presentasi ini jangan cuma diunduh lalu didiamkan.
Tetapi, gunakan sebagai langkah awal untuk mencari informasi dan mempersiapkan diri untuk meraih beasiswa yang diimpikan.

Erasmus Mundus Presentation

LPDP – Awardee di Eropa tahun 2013 Erasmus Mundus Programme

LPDP – EU Scholarships Info Day

Presentation-Skills-Header

Erasmus Mundus Action 2 – Peluang apa saja yang tersedia

“Ask uncle Google”
uncle-same-google-wide1

Ya, dengan sedikit Google, anda bisa sampai ke link berikut ini.
http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/funding/scholarships_students_academics_en.php

Nah, di bagian atas, ada kotak untuk mengecek peluang apa saja yang tersedia, untuk setiap negara:
action2

Kalau anda pilih “Indonesia”, akan muncul peluang-peluang berikut:
action2a

Penjelasan:
Untuk nomor (1) Erasmus Mundus Joint Programmes –> ini adalah Action 1
Untuk nomor (2) Erasmus Mundus partnerships –> ini adalah Action 2

Saya coba browsing ke salah satu program Action 2, misal: SAT (Swap and Transfer).

SAT

Kalau anda rajin browsing dan membaca, anda bisa dapat banyak keterangan dari web ini, misalkan:

Selamat mencoba !!

Summary tips untuk motivation letter

Beberapa bulan lalu, saya menulis seri artikel seputar tips untuk motivation letter.
Karena masih banyak/sering ditanyakan maka berikut summary artikelnya.

Semoga menginspirasi.

Motivation Letter #1: Pertimbangkan perspektif pembacanya
Motivation Letter #2: Apakah harus 1 lembar?
Motivation Letter #3: Pertanggungjawabkan Tulisan Anda
Motivation Letter #4: How to Start
Motivation Letter #5: Buat Kerangka
Motivation Letter #6: Paragraf Pertama
Motivation Letter #7: Paragraf Pertama – Bagaimana Merangkainya
Motivation Letter #8: Berikan 1001 alasan
Motivation Letter #9: Belajar dari Tokyo Metro
Motivation Letter #10: Jangan takut “jual kecap”
Motivation Letter #11: Maksimalkan editormu
Motivation Letter #12: Sebutkan beasiswanya
Motivation Letter #13: Menjadi Seorang Pribadi yang Tangguh
Motivation Letter #14: Pro Kontra itu Wajar
Motivation Letter #15: Pengalaman Berorganisasi

Motivation