Menatap 2017

Tahun 2016 sudah berlalu.

Mari membuat resolusi baru untuk 2017.

Bagi yang sedang merencanakan untuk apply beasiswa, bulan ini mungkin adalah bulan terakhir untuk aplikasi Erasmus+ 2017 (mulai kuliah di Sep/Okt 2017).
Jangan sampai terlewat deadline-nya.

Bagi yang masih kuliah, tetap berjuang untuk menggapai ilmu yang terbaik, nilai yang terbaik, publikasi berkualitas, prestasi tinggi.
Akan jadi modal penting untuk apply beasiswa.

Bagi yang sudah lulus, tetapi belum dapat beasiswa, selama angan dan impian itu masih ada, terus berjuang, terus cari cara bagaimana bisa menjual kualifikasi diri ke pemberi beasiswa.
Saya juga dulu lulus di awal 2004, baru dapat beasiswa 2 tahun kemudian (pertengahan 2006).

Akhir kata, mari gunakan waktu dan tenaga untuk hal-hal positif di 2017.
Segala penghalang yang merintangi kita untuk meraih tujuan, singkirkan saja !!

May you all have a great year !!

Advertisements

Strategi Itu Penting

Sebagaimana sudah saya katakan di beberapa posting yang lalu, belakangan ini saya memang cukup sering menggunakan jasa layanan Uber untuk menunjang aktivitas saya. Besarnya biaya untuk layanan transportasi Uber, ditentukan oleh 2 komponen dasar: jarak dan waktu.

Misalkan saja (hanya untuk ilustrasi), harga per km adalah 3000 rupiah, dan harga per menit (waktu perjalanan) adalah 300 rupiah.
Maka, kalau perjalanan anda sepanjang 20 km, yang ditempuh dalam waktu 30 menit, biaya yang harus anda bayar adalah kurang lebih 69.000 rupiah.

Namun di kala jam-jam sibuk (misal: jam pulang kantor), dan ada banyak permintaan untuk suatu area tertentu (misal: area segitiga emas di Jakarta), maka Uber akan mengenakan yang namanya “surge price”. Ilustrasinya ada di gambar di bawah ini.

 

uber-surge

Surge price ini berfungsi sebagai faktor pengali dari tarif dasar.

Yang saya tahu, “surge price” ini adalah untuk menarik lebih banyak pengemudi Uber untuk masuk ke area yang sedang ramai ini, sehingga para pengguna Uber dapat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat. Lebih lengkapnya bisa dibaca di https://newsroom.uber.com/indonesia/informasi-mengenai-harga-ramai-surge-pricing/.

Jadi, menilik ulang contoh sebelumnya, kalau pemesanan anda itu kena surcharge 1,75x, maka jumlah yang harus dibayar menjadi sekitar 120.000 rupiah. Tentunya bagi pengemudi Uber, surge price ini merupakan peningkatan penghasilan yang signifikan (sehingga akan menarik lebih banyak pengemudi untuk masuk ke area yang sedang ramai).

Apa impact surge price bagi pengguna? 
Kebanyakan orang akan menunda perjalanannya, menunggu permintaan mereda (kembali ke tarif normal tanpa surge price atau mendekati tarif normal), baru melakukan pemesanan. Hal ini tentunya adalah perilaku yang wajar, karena pengguna menginginkan harga yang efisien. Namun, bagi Uber, perilaku seperti ini mengurangi jumlah pemesanan mereka.

Perubahan pada Uber minggu ini
Berdasarkan pengamatan saya pribadi, tampilan surge yang menakutkan itu sepertinya ditiadakan. Yang Uber lakukan adalah menampilkan hasil total estimasi biaya perjalanan (yang sudah memasukkan konsep surge, bila berlaku).

Dengan cara ini, pertimbangan pengguna adalah langsung ke hasil akhir, total estimasi biaya perjalanan. Misalkan dari titik A ke B, biasanya harganya 30.000. Namun, pada suatu waktu, harga yang muncul adalah 45.000 (bisa disimpulkan, bahwa surge 1,5x sedang berlaku). Namun, bagi pengguna yang tidak mau pusing, tinggal membuat keputusan apakah harga 45.000 ini memenuhi ekspektasi mereka (jadi pesan atau tidak).

Pertimbangan penggguna untuk membuat keputusan, disederhanakan oleh Uber, dengan harapan lebih banyak pengguna yang melakukan pemesanan (dibandingkan ketika masih menampilkan faktor pengali surge price).


Apa kaitannya dengan beasiswa?
Dari contoh di atas, kita melihat kekreatifan Uber dalam mengemas paket harganya. Dengan menghilangkan tampilan surge dan langsung menampilkan, bisa dibilang tidak ada perubahan konsep perhitungan biaya di sisi Uber. Namun, mereka memberikan nilai tambah bagi penggunanya (dan juga bagi Uber sendiri).

Bagi para pencari beasiswa, ada hal-hal yang mungkin sudah tidak bisa diubah (apalagi kalau sudah lulus), misal saja: nilai IPK, prestasi akademik yang sudah dicapai, kegiatan organisasi yang sudah diikuti. Namun, ada juga hal-hal yang masih bisa diusahakan, misalnya: nilai TOEFL/IELTS, motivation letter, recommendation letter.

Kembali ke contoh Uber di atas, intinya adalah bagaimana mengemas komponen-komponen dasar aplikasi beasiswa yang anda miliki, supaya menjadi suatu kemasan yang menarik bagi pemberi beasiswa. Dengan kata lain, bagaimana caranya menonjolkan diri di aplikasi beasiswa, sehingga menjadi kandidat serius yang bisa dipertimbangkan untuk diberikan beasiswa.

Tidak ada suatu ilmu atau konsep generik untuk hal ini. Perlu pemahaman mengenai apa yang anda punyai, dan apa yang beasiswa harapkan, supaya anda bisa merumuskan suatu konsep aplikasi yang diharapkan bisa “tembus” dan mendapatkan beasiswa.

Memang konsep pemikiran ini sepertinya agak abstrak dan tidak konkret (harus melihat case by case untuk merumuskan strategi yang tepat), tetapi ini adalah salah satu pekerjaan rumah anda sebagai pencari beasiswa (yang pada waktunya nanti, semoga status itu berubah menjadi penerima beasiswa).

Selamat berjuang !! 🙂

Kapan saatnya apply beasiswa? (SEKARANG)

Bagi anda yang sudah eligible, bulan-bulan ini adalah bulan yang tepat untuk mengajukan beasiswa Master degree Erasmus+.

Daftar lengkap programnya (ada 101 program yang ditawarkan untuk tahun ini) bisa ditemukan di:
https://eacea.ec.europa.eu/erasmus-plus/library/emjmd-catalogue_en


Bagaimana cara apply-nya?

  1. Dari daftar yang tersedia di atas, pilihlah program yang kira2 Anda minati
  2. Masuk ke websitenya, untuk membaca lebih dalam mengenai isi program tersebut secara lebih seksama

Supaya lebih relevan, langsung saja saya berikan contoh:

Misalkan saja, saya adalah seorang lulusan Ilmu Komputer, dan saya berminat untuk program “BDMA – Big Data Management and Analytics”.

Maka, langkah berikutnya, saya mengunjungi website BDMA, yaitu di http://bdma.univ-tours.fr/bdma/.

Di website ini, beragam informasi bisa ditemukan, misalnya:

  • Keunggulan BDMA (di sini)
  • Struktur mobilitas (akan kuliah dimana saja, selama menempuh program ini, di sini)
  • Gelar yang akan diperoleh, dan skema penilaian (di sini)
  • Kalender akademik (di sini)
  • Isi program (di sini)
  • Dan yang terpenting, prosedur pendaftaran (di sini)

Semoga cukup jelas sampai di sini. Intinya berbagai informasi penting mengenai beasiswa tersebut, ada di website program tersebut.

Jadi, segeralah bergegas, sebelum waktu pendaftaran berakhir !!

Semoga kita bisa ketemu di acara Pre-Departure 2017 !!

Bagi yang bisa hadir, jangan lupa ada rangkaian kegiatan EHEF, minggu depan (sudah dibahas di sini).

 

 

Semuanya adalah Pilihan

Erasmus Mundus (yang sekarang disebut Erasmus+), adalah salah satu beasiswa yang membebaskan penerimanya untuk menentukan masa depannya setelah lulus.

Beberapa pilihan teman-teman saya:

  • Lanjut S3 di Eropa (dengan beasiswa Erasmus+ ataupun lainnya)
  • Kerja di Eropa
  • Merajut hidup baru (menikah) dan tinggal di Eropa
  • Kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai PNS
  • Kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai akademisi
  • Kembali ke Indonesia dan bekerja di bidang swasta
  • Kembali ke Indonesia dan berwiraswasta
  • Kembali ke Indonesia dan terjun ke dunia politik

dan berbagai kemungkinan lainnya.


Dalam sebuah acara kumpul-kumpul dengan beberapa alumni Erasmus Mundus (EM) bulan lalu, baru terkuak bahwa salah satu di antara kami akan segera melanjutkan pendidikan lagi ke Jerman (per hari ini, dia sudah 1 minggu berada di sana), dengan pendanaan dari salah satu beasiswa lokal.

Keputusan yang agak mengejutkan, karena ternyata dia akan menempuh program S2 lagi (walaupun dengan jurusan yang berbeda 180 derajat dengan S2 sebelumnya). Yang lebih mengejutkan, jumlah beasiswa yang akan dia dapatkan hanyalah sekitar 50% dari yang dia peroleh 10 tahun lalu, sebagai penerima beasiswa EM. Terus terang, dengan jumlah segitu, rasanya akan sangat pas-pasan untuk biaya hidup di Jerman.

Anyway, keputusan dan keberanian teman saya ini patut dihargai.
It is his life, and as long he is happy with it, then there is nothing wrong in it.

Di sinilah menurut saya, ada yang namanya passion.
Harus diakui, ada orang-orang yang memang suka berkecimpung di dunia akademik, suka menimba ilmu, suka memperluas pengetahuan melalui berbagai mata kuliah. Dan juga sambil memperluas pengalaman melihat dunia tentunya.

Pengalaman saya pribadi, menjadi mahasiswa adalah salah satu kesempatan terbaik untuk bisa punya waktu luang yang banyak untuk traveling dan melihat sisi lain dunia (dibandingkan dengan kerjaan kantoran hehehe..).


Ada seorang teman lain lagi.
Kami dulu berjuang bersama-sama menempuh S2 di kota dan universitas yang sama di Eropa. Setelah lulus, dan kembali ke Indonesia, tidak lama kemudian dia kembali ke Eropa (Belgia) untuk melanjutkan studi S3. Menyusul kemudian, istri dan kedua anak balitanya. Anak ketiganya baru saja lahir beberapa bulan yang lalu.

Bisa dibilang, dalam 10 tahun terakhir, mungkin 7 tahun sudah dia habiskan di Eropa.
Namun, kondisi Eropa yang teratur, bersih, transportasi yang nyaman, ataupun fasilitas penunjang akademik yang luar biasa, tidak membuat dia untuk memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya di Eropa. Hatinya ada di Indonesia, kampung halamannya, keluarga besarnya, dan teman-teman masa lalunya.

Apakah ada yang salah? Sekali lagi, tidak.
Setiap orang memiliki pilihan, seperti apa dia ingin merajut masa depannya.


So, what I am trying to say?

  1. Waktu terus berjalan maju, usia terus bertambah (tidak bisa mengulang waktu yang sudah lalu)
  2. Pikirkan baik-baik masa depanmu, keputusanmu hari ini mungkin menentukan masa depan hidupmu
  3. Make good decision for your life, and don’t regret it !!
    Boleh saja mendengar saran dan minta pendapat dari orang lain, tetapi keputusan terakhir ada di tanganmu. It’s your life, by the way !!  😉

life

 

European Union Scholarships Fair, Medan (19 October 2016)

European Union Scholarships Fair

List of Exhibitors:

Embassy of Ireland | Study in Sweden – Swedish Embassy | Embassy of Poland | Campus France – IFI | DAAD Germany | Nuffic Neso Netherlands | Uni-Italia | European Union

More information:

http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/11109/european-union-visits-medan_en

EHEF 2016 is coming

Sebagaimana tahun2 sebelumnya, tahun ini, kembali akan diadakan European Higher Education Fair.

Ada 3 kota yang akan dituju tahun ini:

  • Yogyakarta (2 November 2016)
  • Jakarta (5-6 November 2016)
  • Surabaya (8 November 2016)

Book your schedule on those dates !!

Petunjuk lebih lengkap bisa cek di website http://ehef-indonesia.org/

EHEF visitors

Erasmus+ Bukber dan Baksos 2016

Pada Jumat, 1 Juli 2016, Erasmus+ (yang dikoordinasikan oleh Indonesia Country Representative, Eva Sulistiawaty dan Ira Yulianti) mengadakan acara bukber dan baksos di Panti Asuhan Muhammadiyah, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Acara ini diikuti oleh 52 anak penghuni panti asuhan tersebut dan sejumlah penggurus panti.

IMG-20160702-WA0011

20160701_152825

Dukungan donasi untuk acara ini diberikan oleh 45 donatur individu dan 1 donatur institusi (EU Delegation to Indonesia and Brunei).

Donasi diberikan dalam bentuk uang tunai serta dalam bentuk barang yang berupa minuman teh kotak, es bubur sumsum, tas backpack EU, kaos, dan pakaian layak pakai.

Donatur perseorangan berasal dari berbagai komunitas maupun tempat kerja, yang merupakan teman-teman ataupun alumni/student Erasmus+.
20160701_162214

IMG-20160702-WA0021

Acara bukber dan baksos ini, juga diisi oleh teman-teman dari alumni Erasmus Mundus yang mengadakan “kelas inspirasi” bagi para anak-anak di panti, dengan tujuan untuk memberikan inspirasi bagi mereka dalam menetapkan cita-cita setinggi-tingginya dan termotivasi untuk mencapainya walaupun dengan berbagai keterbatasan.

IMG-20160702-WA0022

IMG-20160702-WA0027

IMG-20160702-WA0029

IMG-20160702-WA0031

IMG-20160702-WA0030

IMG-20160702-WA0032
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu berbagai aspek dalam penyelenggaraan acara ini.

Selamat Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan dan selamat berlibur bagi teman-teman semua.

Sampai jumpa lagi dalam event2 Erasmus+ berikutnya.