Menatap 2017

Tahun 2016 sudah berlalu.

Mari membuat resolusi baru untuk 2017.

Bagi yang sedang merencanakan untuk apply beasiswa, bulan ini mungkin adalah bulan terakhir untuk aplikasi Erasmus+ 2017 (mulai kuliah di Sep/Okt 2017).
Jangan sampai terlewat deadline-nya.

Bagi yang masih kuliah, tetap berjuang untuk menggapai ilmu yang terbaik, nilai yang terbaik, publikasi berkualitas, prestasi tinggi.
Akan jadi modal penting untuk apply beasiswa.

Bagi yang sudah lulus, tetapi belum dapat beasiswa, selama angan dan impian itu masih ada, terus berjuang, terus cari cara bagaimana bisa menjual kualifikasi diri ke pemberi beasiswa.
Saya juga dulu lulus di awal 2004, baru dapat beasiswa 2 tahun kemudian (pertengahan 2006).

Akhir kata, mari gunakan waktu dan tenaga untuk hal-hal positif di 2017.
Segala penghalang yang merintangi kita untuk meraih tujuan, singkirkan saja !!

May you all have a great year !!

Strategi Itu Penting

Sebagaimana sudah saya katakan di beberapa posting yang lalu, belakangan ini saya memang cukup sering menggunakan jasa layanan Uber untuk menunjang aktivitas saya. Besarnya biaya untuk layanan transportasi Uber, ditentukan oleh 2 komponen dasar: jarak dan waktu.

Misalkan saja (hanya untuk ilustrasi), harga per km adalah 3000 rupiah, dan harga per menit (waktu perjalanan) adalah 300 rupiah.
Maka, kalau perjalanan anda sepanjang 20 km, yang ditempuh dalam waktu 30 menit, biaya yang harus anda bayar adalah kurang lebih 69.000 rupiah.

Namun di kala jam-jam sibuk (misal: jam pulang kantor), dan ada banyak permintaan untuk suatu area tertentu (misal: area segitiga emas di Jakarta), maka Uber akan mengenakan yang namanya “surge price”. Ilustrasinya ada di gambar di bawah ini.

 

uber-surge

Surge price ini berfungsi sebagai faktor pengali dari tarif dasar.

Yang saya tahu, “surge price” ini adalah untuk menarik lebih banyak pengemudi Uber untuk masuk ke area yang sedang ramai ini, sehingga para pengguna Uber dapat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat. Lebih lengkapnya bisa dibaca di https://newsroom.uber.com/indonesia/informasi-mengenai-harga-ramai-surge-pricing/.

Jadi, menilik ulang contoh sebelumnya, kalau pemesanan anda itu kena surcharge 1,75x, maka jumlah yang harus dibayar menjadi sekitar 120.000 rupiah. Tentunya bagi pengemudi Uber, surge price ini merupakan peningkatan penghasilan yang signifikan (sehingga akan menarik lebih banyak pengemudi untuk masuk ke area yang sedang ramai).

Apa impact surge price bagi pengguna? 
Kebanyakan orang akan menunda perjalanannya, menunggu permintaan mereda (kembali ke tarif normal tanpa surge price atau mendekati tarif normal), baru melakukan pemesanan. Hal ini tentunya adalah perilaku yang wajar, karena pengguna menginginkan harga yang efisien. Namun, bagi Uber, perilaku seperti ini mengurangi jumlah pemesanan mereka.

Perubahan pada Uber minggu ini
Berdasarkan pengamatan saya pribadi, tampilan surge yang menakutkan itu sepertinya ditiadakan. Yang Uber lakukan adalah menampilkan hasil total estimasi biaya perjalanan (yang sudah memasukkan konsep surge, bila berlaku).

Dengan cara ini, pertimbangan pengguna adalah langsung ke hasil akhir, total estimasi biaya perjalanan. Misalkan dari titik A ke B, biasanya harganya 30.000. Namun, pada suatu waktu, harga yang muncul adalah 45.000 (bisa disimpulkan, bahwa surge 1,5x sedang berlaku). Namun, bagi pengguna yang tidak mau pusing, tinggal membuat keputusan apakah harga 45.000 ini memenuhi ekspektasi mereka (jadi pesan atau tidak).

Pertimbangan penggguna untuk membuat keputusan, disederhanakan oleh Uber, dengan harapan lebih banyak pengguna yang melakukan pemesanan (dibandingkan ketika masih menampilkan faktor pengali surge price).


Apa kaitannya dengan beasiswa?
Dari contoh di atas, kita melihat kekreatifan Uber dalam mengemas paket harganya. Dengan menghilangkan tampilan surge dan langsung menampilkan, bisa dibilang tidak ada perubahan konsep perhitungan biaya di sisi Uber. Namun, mereka memberikan nilai tambah bagi penggunanya (dan juga bagi Uber sendiri).

Bagi para pencari beasiswa, ada hal-hal yang mungkin sudah tidak bisa diubah (apalagi kalau sudah lulus), misal saja: nilai IPK, prestasi akademik yang sudah dicapai, kegiatan organisasi yang sudah diikuti. Namun, ada juga hal-hal yang masih bisa diusahakan, misalnya: nilai TOEFL/IELTS, motivation letter, recommendation letter.

Kembali ke contoh Uber di atas, intinya adalah bagaimana mengemas komponen-komponen dasar aplikasi beasiswa yang anda miliki, supaya menjadi suatu kemasan yang menarik bagi pemberi beasiswa. Dengan kata lain, bagaimana caranya menonjolkan diri di aplikasi beasiswa, sehingga menjadi kandidat serius yang bisa dipertimbangkan untuk diberikan beasiswa.

Tidak ada suatu ilmu atau konsep generik untuk hal ini. Perlu pemahaman mengenai apa yang anda punyai, dan apa yang beasiswa harapkan, supaya anda bisa merumuskan suatu konsep aplikasi yang diharapkan bisa “tembus” dan mendapatkan beasiswa.

Memang konsep pemikiran ini sepertinya agak abstrak dan tidak konkret (harus melihat case by case untuk merumuskan strategi yang tepat), tetapi ini adalah salah satu pekerjaan rumah anda sebagai pencari beasiswa (yang pada waktunya nanti, semoga status itu berubah menjadi penerima beasiswa).

Selamat berjuang !! 🙂

Kapan saatnya apply beasiswa? (SEKARANG)

Bagi anda yang sudah eligible, bulan-bulan ini adalah bulan yang tepat untuk mengajukan beasiswa Master degree Erasmus+.

Daftar lengkap programnya (ada 101 program yang ditawarkan untuk tahun ini) bisa ditemukan di:
https://eacea.ec.europa.eu/erasmus-plus/library/emjmd-catalogue_en


Bagaimana cara apply-nya?

  1. Dari daftar yang tersedia di atas, pilihlah program yang kira2 Anda minati
  2. Masuk ke websitenya, untuk membaca lebih dalam mengenai isi program tersebut secara lebih seksama

Supaya lebih relevan, langsung saja saya berikan contoh:

Misalkan saja, saya adalah seorang lulusan Ilmu Komputer, dan saya berminat untuk program “BDMA – Big Data Management and Analytics”.

Maka, langkah berikutnya, saya mengunjungi website BDMA, yaitu di http://bdma.univ-tours.fr/bdma/.

Di website ini, beragam informasi bisa ditemukan, misalnya:

  • Keunggulan BDMA (di sini)
  • Struktur mobilitas (akan kuliah dimana saja, selama menempuh program ini, di sini)
  • Gelar yang akan diperoleh, dan skema penilaian (di sini)
  • Kalender akademik (di sini)
  • Isi program (di sini)
  • Dan yang terpenting, prosedur pendaftaran (di sini)

Semoga cukup jelas sampai di sini. Intinya berbagai informasi penting mengenai beasiswa tersebut, ada di website program tersebut.

Jadi, segeralah bergegas, sebelum waktu pendaftaran berakhir !!

Semoga kita bisa ketemu di acara Pre-Departure 2017 !!

Bagi yang bisa hadir, jangan lupa ada rangkaian kegiatan EHEF, minggu depan (sudah dibahas di sini).

 

 

Semuanya adalah Pilihan

Erasmus Mundus (yang sekarang disebut Erasmus+), adalah salah satu beasiswa yang membebaskan penerimanya untuk menentukan masa depannya setelah lulus.

Beberapa pilihan teman-teman saya:

  • Lanjut S3 di Eropa (dengan beasiswa Erasmus+ ataupun lainnya)
  • Kerja di Eropa
  • Merajut hidup baru (menikah) dan tinggal di Eropa
  • Kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai PNS
  • Kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai akademisi
  • Kembali ke Indonesia dan bekerja di bidang swasta
  • Kembali ke Indonesia dan berwiraswasta
  • Kembali ke Indonesia dan terjun ke dunia politik

dan berbagai kemungkinan lainnya.


Dalam sebuah acara kumpul-kumpul dengan beberapa alumni Erasmus Mundus (EM) bulan lalu, baru terkuak bahwa salah satu di antara kami akan segera melanjutkan pendidikan lagi ke Jerman (per hari ini, dia sudah 1 minggu berada di sana), dengan pendanaan dari salah satu beasiswa lokal.

Keputusan yang agak mengejutkan, karena ternyata dia akan menempuh program S2 lagi (walaupun dengan jurusan yang berbeda 180 derajat dengan S2 sebelumnya). Yang lebih mengejutkan, jumlah beasiswa yang akan dia dapatkan hanyalah sekitar 50% dari yang dia peroleh 10 tahun lalu, sebagai penerima beasiswa EM. Terus terang, dengan jumlah segitu, rasanya akan sangat pas-pasan untuk biaya hidup di Jerman.

Anyway, keputusan dan keberanian teman saya ini patut dihargai.
It is his life, and as long he is happy with it, then there is nothing wrong in it.

Di sinilah menurut saya, ada yang namanya passion.
Harus diakui, ada orang-orang yang memang suka berkecimpung di dunia akademik, suka menimba ilmu, suka memperluas pengetahuan melalui berbagai mata kuliah. Dan juga sambil memperluas pengalaman melihat dunia tentunya.

Pengalaman saya pribadi, menjadi mahasiswa adalah salah satu kesempatan terbaik untuk bisa punya waktu luang yang banyak untuk traveling dan melihat sisi lain dunia (dibandingkan dengan kerjaan kantoran hehehe..).


Ada seorang teman lain lagi.
Kami dulu berjuang bersama-sama menempuh S2 di kota dan universitas yang sama di Eropa. Setelah lulus, dan kembali ke Indonesia, tidak lama kemudian dia kembali ke Eropa (Belgia) untuk melanjutkan studi S3. Menyusul kemudian, istri dan kedua anak balitanya. Anak ketiganya baru saja lahir beberapa bulan yang lalu.

Bisa dibilang, dalam 10 tahun terakhir, mungkin 7 tahun sudah dia habiskan di Eropa.
Namun, kondisi Eropa yang teratur, bersih, transportasi yang nyaman, ataupun fasilitas penunjang akademik yang luar biasa, tidak membuat dia untuk memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya di Eropa. Hatinya ada di Indonesia, kampung halamannya, keluarga besarnya, dan teman-teman masa lalunya.

Apakah ada yang salah? Sekali lagi, tidak.
Setiap orang memiliki pilihan, seperti apa dia ingin merajut masa depannya.


So, what I am trying to say?

  1. Waktu terus berjalan maju, usia terus bertambah (tidak bisa mengulang waktu yang sudah lalu)
  2. Pikirkan baik-baik masa depanmu, keputusanmu hari ini mungkin menentukan masa depan hidupmu
  3. Make good decision for your life, and don’t regret it !!
    Boleh saja mendengar saran dan minta pendapat dari orang lain, tetapi keputusan terakhir ada di tanganmu. It’s your life, by the way !!  😉

life

 

European Union Scholarships Fair, Medan (19 October 2016)

European Union Scholarships Fair

List of Exhibitors:

Embassy of Ireland | Study in Sweden – Swedish Embassy | Embassy of Poland | Campus France – IFI | DAAD Germany | Nuffic Neso Netherlands | Uni-Italia | European Union

More information:

http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/11109/european-union-visits-medan_en

EHEF 2016 is coming

Sebagaimana tahun2 sebelumnya, tahun ini, kembali akan diadakan European Higher Education Fair.

Ada 3 kota yang akan dituju tahun ini:

  • Yogyakarta (2 November 2016)
  • Jakarta (5-6 November 2016)
  • Surabaya (8 November 2016)

Book your schedule on those dates !!

Petunjuk lebih lengkap bisa cek di website http://ehef-indonesia.org/

EHEF visitors

Erasmus+ Bukber dan Baksos 2016

Pada Jumat, 1 Juli 2016, Erasmus+ (yang dikoordinasikan oleh Indonesia Country Representative, Eva Sulistiawaty dan Ira Yulianti) mengadakan acara bukber dan baksos di Panti Asuhan Muhammadiyah, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Acara ini diikuti oleh 52 anak penghuni panti asuhan tersebut dan sejumlah penggurus panti.

IMG-20160702-WA0011

20160701_152825

Dukungan donasi untuk acara ini diberikan oleh 45 donatur individu dan 1 donatur institusi (EU Delegation to Indonesia and Brunei).

Donasi diberikan dalam bentuk uang tunai serta dalam bentuk barang yang berupa minuman teh kotak, es bubur sumsum, tas backpack EU, kaos, dan pakaian layak pakai.

Donatur perseorangan berasal dari berbagai komunitas maupun tempat kerja, yang merupakan teman-teman ataupun alumni/student Erasmus+.
20160701_162214

IMG-20160702-WA0021

Acara bukber dan baksos ini, juga diisi oleh teman-teman dari alumni Erasmus Mundus yang mengadakan “kelas inspirasi” bagi para anak-anak di panti, dengan tujuan untuk memberikan inspirasi bagi mereka dalam menetapkan cita-cita setinggi-tingginya dan termotivasi untuk mencapainya walaupun dengan berbagai keterbatasan.

IMG-20160702-WA0022

IMG-20160702-WA0027

IMG-20160702-WA0029

IMG-20160702-WA0031

IMG-20160702-WA0030

IMG-20160702-WA0032
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu berbagai aspek dalam penyelenggaraan acara ini.

Selamat Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan dan selamat berlibur bagi teman-teman semua.

Sampai jumpa lagi dalam event2 Erasmus+ berikutnya.

Tips Jitu Mendapatkan Beasiswa Itu….

Terus terang sebenarnya saya bukan orang yang paling tepat untuk membahas topik ini. Ada lebih banyak alumni Erasmus+ (dulu Erasmus Mundus) yang semangat untuk mengejar beasiswanya jauh lebih hebat dari saya. Kalau ditanya tentang bagaimana cara sukses mendapat beasiswa atau apa tips jitu untuk dapat beasiswa, saya akan jawab saya tidak tahu. I really have NO idea. (Terus ngapain bikin postingan ini?) Well, karena saya tahu bagaimana tips jitu untuk menghancurkan perjuangan tersebut. Ha ha ha ha. 😀

Dearest teman-teman yang ingin mendapatkan beasiswa (dengan alasan apapun, dengan motivasi apapun),

Ketahuilah, salah satu cara termudah untuk gagal mendapatkan beasiswa adalah dengan berhenti berusaha. You missed 100% chance of every shot you didn’t take. Berusaha dengan setengah hati? Buat saya, itu sama parahnya.

Tanpa kita sadari sebenarnya setiap hari, setiap waktu yang kita habiskan di sekolah, di ruang kuliah, atau di tempat kerja, akan berefek pada keberhasilan kita mendapatkan beasiswa, kalau memang salah satu tujuan hidup kita dapet beasiswa lho ya. (Ah moso’ sih?) Eh… beneran ini. 🙂

Kalau diingat-ingat, biasanya cari beasiswa itu syarat utama yang selalu diminta adalah CV (Curriculum Vitae atau Daftar Riwayat Hidup), Motivation Letter, dan Recommendation Letter. Bagaimana kita mau buat CV yang keren, kalau kita tidak pernah melakukan sesuatu? Bagaimana mau bikin motivation letter yang menarik, kalau bahkan besok pagi mau ngapain aja tidak terpikir? Bagaimana mau minta Recommendation Letter yang benar-benar menggambarkan kemampuan kita (atau bahkan lebih dari itu), kalau kita tidak pernah berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan orang yang akan kita mintai rekomendasi?

“Tapi tapi tapi tapi… CV saya keren, motivation letter saya luar biasa, pemberi rekomendasi saya adalah orang-orang hebat di bidangnya, dan saya masih gagal mendapatkan beasiswa. Hidupku hampa. Aku terjatuh dalam lautan luka dalam dan tak sanggup bangkit lagi. Toloooooong….”

*doeeeeng, sebentar, saya mau pingsan dulu*

Sampai dimana kita tadi ya? Ada banyak sekali kemungkinan kenapa beasiswa kita tidak dikabulkan (dan sebagian besarnya diluar kontrol kita). Mungkin pemberi beasiswa merasa  dengan kualifikasi dimiliki kita tidak perlu diberi beasiswa, bisa jadi pemberi beasiswa menganggap kita tidak memenuhi target group yang diinginkan, bisa juga karena alasan-alasan sepele seperti ‘kelewatan baca aplikasi kerennya, Bro’. Saya tahu yang terakhir itu nggak lucu, but it might happen, memangnya yang kirim aplikasi cuma 20 orang? Trus kenapa hidupmu jadi hampa? Katanya CVnya keren? Katanya motivation letternya luar biasa? Katanya pemberi rekomendasinya orang-orang hebat?

Saya ingat sekali, angkatan saya dulu dipenuhi dengan anak-anak fresh graduate. Bisa dibilang 80% fresh graduate dan 20% sisanya adalah orang-orang yang sudah memiliki karier dan ingin memperdalam pengetahuannya. Tahun berikutnya, isinya sebagian besar orang-orang yang sudah mapan kariernya dan sedikit sekali fresh graduate yang diberikan beasiswa program tersebut alias kebalikan dari angkatan saya. Coba bayangkan kalau saya tidak mendaftar di tahun awal dan memutuskan untuk menunda, apa nggak lebih kecil chance untuk mendapatkan beasiswa? Ini lho yang saya maksud dengan kita tidak memenuhi target group yang diinginkan. Pemberi beasiswa punya rencana mereka sendiri, punya kriteria sendiri dalam menentukan orang-orang yang akan diterima. Begitu aplikasi kita masuk, ya tinggal berdoa aja, itu sudah diluar kontrol kita. Kita hanya bisa mengontrol sampai, ‘apakah kualitas aplikasi yang kita kirim itu sudah terbaik dari yang bisa kita kirimkan?’

Memang, ada kalanya kegagalan itu menampar kita, bahkan mungkin kalau harapan kita tinggi, rasa gagal itu rasanya seperti ditinju sama Mike Tyson. Tapi kalau nggak move on-move on, kapan mau dapet beasiswanya? Kapaaaaaan? 😛 Kegagalan mendapatkan beasiswa itu bisa dibilang kesempatan untuk menyusun ulang logistik. Kesempatan untuk baca-baca lagi aplikasi yang sudah dikirim. Kesempatan untuk minta tolong rekan sejawat atau sahabat untuk membaca ulang motivation letter atau CV kita. Jangan-jangan ada typo parah disana? Jangan-jangan kalimat-kalimat yang kita susun bagai jajaran pulau dari Sabang sampai Merauke ternyata membingungkan dan tidak jelas maksudnya. Ada baiknya juga kita bicara dengan pemberi rekomendasi, menurut pemberi rekomendasi, dimana kelebihan yang bisa kita ‘jual’? Hal-hal apa yang perlu diperbaiki, hal-hal apa yang perlu ditingkatkan. See? Kegagalan itu bukan berarti pintunya tertutup semua. Kita aja yang belum tahu, setelah ini ada kesempatan yang lebih baik menunggu kita. Saya kok makin merasa ini postingannya bukan tentang beasiswa lagi ya? Pake move on-move on segala. Ha ha ha.

PS. Saya baru saja teringat obrolan santai dengan dosen beberapa waktu silam, “You know what? For me, all those scholarship applicants are all the same. What’s the different between having TOEFL 575, 600, 620? What’s the different of having 3,3, 3,5, or even 4 GPA? For me, once they pass the qualification, they are equal. What important for me was, since I have to do more jobs with administrative things once this batch arrived, I want those students who I can trust to be able to take care on themselves. Those who didn’t make me pick up the phone and hear that one of my students have troubles….” 

Nah kan, ada banyak hal tidak terduga yang mempengaruhi keberhasilan kita untuk dapat beasiswa. So, have no worries, keep on your best (if this is what you really want) dan jangan lupa minta doa restu orang tua. 😀 Selamat mempersiapkan aplikasi beasiswanya ya teman-teman… Ini sudah bulan Desember. Waktunya mempersiapkan aplikasi untuk yang mau daftar tahun depan, karena untuk daftar tahun ini sudah banyak yang memasuki waktu seleksi. 😛

Baca. Tunda, Tanya. :)

Halo,

saya penulis tamu di blog ini. Mungkin saya akan beberapa kali menulis disini, untuk selingan di musim ujian. 🙂

Kita mulai dari awal ya… Emundus dan saya kebetulan beberapa kali berbagi jaga stand di pameran-pameran pendidikan dan beasiswa, beberapa kali juga stand kami bersebelahan dengan stand-stand pemberi beasiswa yang lain. LPDP, Dikti, maupun beasiswa-beasiswa dari negara-negara Eropa lain seperti Chevening dari Inggris, Nuffic Neso dari Belanda, DAAD dari Jerman, dan beasiswa-beasiswa lainnya. Banyak lho kesempatan untuk beasiswa ke luar negeri itu. Kalau memang sudah berniat untuk melanjutkan studi ke luar negeri, jangan berhenti di satu kesempatan. Ibarat kata begitu layar terkembang, pantang surut ke belakang. GO! Ndak dapet beasiswa yang satu, ya cari yang lain, ndak perlu tuh tarik napas dulu, tunda beberapa bulan lagi. NO. Just. GO!

Kalau baca-baca postingnya emundus yang telah lalu, beberapa inti post-nya adalah jangan pake manja, jangan kebanyakan tanya. Baca yang banyak, kalau punya pertanyaan yang benar-benar mentok, baru tanya. Mungkin ini kebiasaan kita ya, tradisi kita cenderung lisan padahal di Eropa sini kebanyakan informasi tertulis (kecuali yang tidak). Kebiasaan kita di Indonesia itu mudah sekali bertanya bahkan untuk hal-hal yang sudah tertulis (mohon dibedakan antara menanyakan basic questions dan bertanya untuk konfirmasi ya.)

Ada sedikit cerita tentang kebiasaan ini, kebetulan pada saat terjadi tragedi di Paris beberapa minggu lalu saya baru saja sampai di Paris. Karena satu dan lain hal, saya memutuskan untuk meninggalkan Paris. Segera. Seharusnya saya masih tinggal di Paris beberapa waktu dan tiket sudah dipesan, maka saya berupaya untuk mengganti tiket. Sampai di Gare du Noord yang tiba-tiba penuh orang dan tentara bersenjata di Sabtu pagi, saya ke loket tiket, yang apesnya ditutup. Cek jadwal di papan, ternyata beberapa jadwal diubah karena pengetatan keamanan. Stasiun kereta yang saya tuju adalah stasiun antara, bukan stasiun tujuan akhir, bolak-balik saya cek papan pengumuman, nggak keluar-keluar juga tulisannya. Akhirnya saya putuskan untuk bertanya. Dan apa yang terjadi para pembaca yang budiman? Saya diomelin. Yes. Diomelin. Sama penjaga antrian loket. “See it with your eyes.” Dan dia masih mengomel panjang, yang saya langsung males dengernya. Mak nyos sekali bukan? Dikiranya saya ini nggak berusaha baca-baca di kerumuman yang berantakan itu? 🙂

Selama di sini apa-apa harus mandiri. “Saya tidak tahu,” itu berlaku apabila kita sedang diskusi keilmuan di kampus; tapi nggak ada harganya kalau kita ditanya Kondektur kereta/tram kenapa kita nggak nge-tap kartu di gate. “Saya tidak tahu,” tidak berlaku apabila kita buang sampah pakai kantong yang salah; yang ada sampah kita nggak diangkut sama tukang sampah. Ya selamat aja deh kalo sampai seperti itu 😛

Seperti yang selalu diingatkan, mendapat beasiswa itu bukan goal akhir, mendapatkan beasiswa itu artinya perjuangan baru-mau-akan dimulai. Jangan disangka berjauh-jauh dari keluarga dan teman itu selamanya menyenangkan, jangan dikira bisa pegang salju itu selalu jadi keren. Bergelut dengan musim dingin yang biasanya dilengkapi jackpot hujan dan angin itu tantangan. kalau kuliah pagi, berangkat ke kampus di musim dingin itu artinya ngampus ditemani cahaya bulan. Beberapa bulan kemudian, jam 3 pagi matahari sudah terbit dan mungkin baru tenggelam jam 8 malam. Pictures are indeed worth a thousand words, but pictures are only taken in seconds; yet we need to spend thousand seconds to get the moment. 

Sudah siapkah teman-teman untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri?

Happy weekend, I’ll see you next time. 🙂

Memahami Skema Mobilitas Erasmus+ Action 1

Mobility scheme (skema mobilitas).
Istilah ini seringkali membingungkan pencari beasiswa.

Di Erasmus+ Action 1, konsep mobiitas ini diterapkan, dalam artian bahwa mahasiswa/i akan belajar di lebih dari 1 universitas, selama masa periode kuliahnya.

Signature:050999879533325026d180984587a42aac2502eb44226bcdb5e73a04c11a613b

Supaya bisa lebih mengerti, mari kita lihat contoh langsungnya.
Misal saja, program COSI (Colour in Science and Industry) yang menawarkan studi di 4 universitas berbeda selama 4 semester, cek link berikut:
http://master-colourscience.eu/programme/cimet-master-degree/mobility-scheme-cimet/

Contoh lain, program ME3 (European Joint Masters in Management and Engineering of Environment and Energy), yang bahkan menawarkan beberapa skema mobilitas. Cek link berikut:
http://www.emn.fr/z-de/me3-site/index.php/study-tracks

Perlu diingat, bahwa semua universitas/institusi yang ditawarkan di skema mobilitas, perlu sudah tergabung atau punya perjanjian kerja sama dengan konsorsium penyelenggara program.

Jadi, jangan berpikiran seperti ini:
Saya tertarik untuk ambil Master di bidang lingkungan (environment), jadi ME3 cocok untuk saya. Saya pilih ME3, tapi saya mau universitasnya di A, B, C, D.
(Semoga ilustrasi di atas bisa dimengerti)

Untuk program2 lain yang ditawarkan untuk Action 1, Master degree, bisa dicek di http://bit.ly/EM-emmc.

Pengalaman Wawancara

Kemarin sore, saya berkesempatan untuk melakukan wawancara untuk beberapa kandidat pegawai baru untuk program Management Trainee di sebuah lembaga perbankan ternama.

Tiga CV dan hasil ulasan assessment sebelumnya sudah menanti di meja. Menarik mengetahui bahwa ketiga kandidat ini berasal dari universitas yang sama, range tahun lahir 1992-1993, dan kesemuanya berasal dari Teknik.

Dalam tulisan ini, saya bahas 1 aspek saja dari proses wawancara ini. Next time, aspek lainnya.

interview

 

CV mereka menarik, singkat padat, 1-2 lembar saja, dipenuhi berbagai prestasi dan pencapaian yang mengagumkan. Dari CV tersebut, saya memberikan peringkat mana yang nomor 1, 2, dan 3.

Tibalah saat wawancara. Tanya jawab, menguji kemampuan dan ketahanan para kandidat dalam menghadapi pertanyaan2 kritis dari pewawancara.

Tak disangka, kondisi berbalik. Kandidat yang CV-nya paling bagus, ternyata kurang bisa untuk mengkomunikasikan visi dan impiannya. Bahasa Inggrisnya yang kurang lancar juga menjadi halangan bagi dirinya untuk bisa mengekspresikan dirinya secara penuh.

Karena tidak ingin kehilangan kandidat yang baik hanya karena masalah bahasa (yang menurut saya bisa dipelajari dan dilatih), saya memberinya kesempatan untuk menjawab dalam bahasa Indonesia. Namun ternyata hasilnya tidak jauh berbeda. Jawabannya tetap mengawang-awang dan kurang konkret.

Pada akhirnya, saya memilih salah satu dari kedua kandidat lainnya.

Apa lessons learnt-nya, dihubungkan dengan konteks beasiswa?
1. CV yang baik merupakan pembuka jalan supaya calon pemberi beasiswa punya gambaran yang baik mengenai anda.
2. Tidak semua beasiswa membutuhkan sesi wawancara. Di Erasmus+, banyak program yang hanya application-based.
3. Kalau kebetulan beasiswa yang anda apply memerlukan wawancara, maka cara berkomunikasi harus dipelajari, supaya potensi diri anda bisa terlihat sepenuhnya.
4. Salah satu cara untuk menghadapi wawancara adalah: persiapkan list-list pertanyaan yang mungkin utk diajukan oleh pewawancara. Lalu anda siapkan jawaban yang tepat. Lebih bagus kalau bisa ada teman untuk berlatih tanya jawab, apalagi kalau wawancaranya menggunakan Bahasa Inggris.
5. Jawaban yang tepat tidak selalu harus panjang. Terlalu bertele-tele kadang menyebalkan juga.
6. Jawaban harus logis dan konkrit. Mulai dari jawaban utama, yang kemudian bisa dielaborate lebih detil kemudian.
7. Terkadang, jawaban tidak harus 100% benar, tetapi yang penting anda menjawabnya dengan keyakinan, tidak gugup, dan bisa mempertanggung jawabkannya bila ada pertanyaan lanjutan.

Semoga memberikan pencerahan

Celoteh tips mendapatkan beasiswa

Kadang bingung jawab kalau orang bertanya mengenai tips dapat beasiswa..

Secara generik, kalau sesuatu itu bagus dan bersinar, pasti akan cepet laku deh.. lihat aja di pasar, buah atau sayuran yang segar pasti lebih cepat dibeli orang daripada yang layu.

Nah jadi balik ke beasiswa, kalau anda punya nilai akademik yang bagus, bahasa Inggris yang bagus, visi yang jelas, perencanaan yang konkrit, dan cara berkomunikasi yang baik (sehingga bisa memyampaikan ide, gagasan, serta mempresentasikan diri anda di depan calon pemberi beasiswa), rasanya beasiswa sih tinggal tunggu waktu aja 😉

Apalagi peluang beasiswa sekarang ini banyak banget. Di kantor saya saja, tahun ini ada 5 orang yang bersamaan dapat LPDP, jumlah total LPDP 2015 mungkin ribuan. Erasmus+, tahun ini 97 orang dapat beasiswa.

Jadi, rintangan terbesar ya mungkin diri sendiri. Bagaimana mengalahkan godaan2 yang ada, dan lebih menekunkan diri untuk bisa menjadi seorang pribadi yang berkilau.

Note: Saya ga bilang bahwa harus belajar terus, mengurung diri, dan semacamnya. Kehidupan sosial juga penting utk membangun jaringan, melatih komunikasi, membuka perspektif. Work-life balance juga penting. So, do what makes you happy, but don’t forget your dreams. Go towards the right direction !! 🙂

Pengalaman naik GoJek

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba pilihan layanan transportasi baru yang sedang ramai diperbincangkan akhir2 ini, GoJek. Jarak yang saya tempuh sekitar 2 km saja.

gojek-2-800x438

 

 

 

 

Abang GoJek pertama ramah, ngajak ngobrol menerangkan mengenai servis GoJek, dan menjelaskan bahwa sedang ada promo. Kalau dia bisa dapat 10 order dalam 1 hari (terlepas dari jarak tempuh dan jumlah argo), maka dia akan dapat bonus tambahan 50rb rupiah. Namun dia mengatakan bahwa saat ini, dia tidak terlalu “ngoyo” karena sedang berpuasa. Saya adalah penumpang ketiganya di hari tsb, jam 11.30 siang.

Setelah menyelesaikan urusan, saya kembali order GoJek untuk kembali ke tempat asal. Abang GoJek yang kedua ini juga ramah dan sopan. Tetapi, dia lebih cenderung fokus pada jalanan dan lebih cepat mengendarai motornya.

Saya bertanya ke dia mengenai promo 10 order sehari tsb. Dengan bersemangat dia menjelaskan bahwa dia sangat senang dengan promo tsb, karena bisa bawa pulang uang lebih banyak untuk keluarganya. Dan ternyata, di jam 12.30 siang itu, saya adalah pelanggan ke-9-nya di hari tsb. One more to go.

Dia juga bercerita, dia berusaha untuk bisa mendapatkan 20 order, karena ada bonus tambahan lagi kalau bisa mencapainya. Tetapi sejauh ini dia baru berhasil maksimal 18 order per hari.

Apakah di hari tsb, si abang kedua berhasil mencapai 20 order? Saya tidak tahu.

Tetapi kalau lihat bahwa masih jam 12.30 siang, masih ada sekitar 8 jam tersisa untuk dia bekerja; lokasi dia di kawasan Sudirman (banyak permintaan short trip); peluang itu ada.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil?
1. Peluang itu ada.
2. Fasilitas sama (handphone + aplikasi + motor).
3. Strategi itu penting, untuk mencapai 10 order, mungkin tidak bisa mengambil orderan yang jauh2, lebih baik ambil orderan yang short trip saja.
4.  Merumuskan mimpi dan tujuan itu perlu. Abang pertama terlihat bahagia dan puas dengan apa yang didapatnya. Abang kedua mgkn puas kalau bisa dapat paling tidak 10 order sehari. Keduanya sepakat berkata bahwa rejeki sudah ada yang mengatur.
5. Pada akhirnya, kemauan dan niatan itulah  yang menentukan hasil yang kita dapat.

Mau beasiswa? Impian yang bagus.
Usahanya gimana?
Tinggal pilih mau seperti abang yang pertama atau yang kedua.

Awardee Action 2 untuk Erasmus+ 2015

Untuk tahun 2015, cukup banyak orang Indonesia yang juga mendapatkan beasiswa E+ dari Action 2.

Secara total (data sementara, dari yang sudah dikumpulkan s/d kemarin), ada 60 orang awardee yang terdaftar baik untuk Action 1 maupun Action 2.

Note: pengumuman Action 1 sudah di-post sebelumnya di https://emundus.wordpress.com/2015/06/03/pengumuman-em-2015-action-1/

Detail untuk awardee Action 2 adalah sbb:

INTACT – 3 orang (ITB)

LOTUS UNLIMITED – 2 orang Masters Exchange (UGM)

LOTUS+ – 10 orang Bachelor Exchange, 1 orang Master Degree, 1 orang Staff Exchange (UGM)

AREAS+ – 4 orang Bachelor Exchange (UGM)

EXPERT4ASIA – 3 orang Bachelor Exchange, 1 orang Staff Exchange (Universitas Syiah Kuala)

EXPERTS SUSTAIN – 11 orang Bachelor Exchange, 1 orang Master Exchange, 2 orang Academician Exchange (Universitas Syiah Kuala)

SMARTLINK – 3 orang Bachelor Exchange, 2 orang Administrative Staff (4 dari Binus, 1 dari Surya University)

Note: Untuk Action 2, keterangan mengenai setiap program di atas bisa dimulai baca2nya dari http://bit.ly/EM-Action2

European Union – Indonesia Scholarship Info Day, Jakarta, 9 Mei 2015

Datang dan kunjungi Pameran Beasiswa “European Union – Indonesia Scholarship Info Day”
di Puri Ratna, Hotel Grand Sahid Jaya,
Sabtu, 9 Mei 2015
08:30-16:30

Untuk hadir daftar on-line di http://bit.ly/eu-scholarships

Jadual presentasi:
08:30-09:00 pendaftaran
09:00-09:30 pidato pembukaan
09:30-10:30 LPDP
10:30-11:00 Italia
11:00-11:30 Perancis
11:30-12:00 Jerman
12:00-13:00 Istirahat
13:00:13:30 Belanda
13:30-14:00 Inggris
14:00-14:30 Swedia
14:30-15:00 Hungaria
15:00-15:30 Polandia
15:30-16:00 Spanyol
16:00-16:30 Uni Eropa – Erasmus+

POSTER SCHOLARSHIP INFO DAY #2

Acara presentasi dan talkshow (terkait Uni Eropa) di EHEF 2014

fotoprogram-talkshow

Update terakhir per semalam:

1. Panggung alumni –> talkshow (1 jam)

Topik: Scholarship 101, yang akan membahas kombinasi dari topik-topik berikut, dengan narasumber yang berbeda-beda setiap sesinya:

  • Cara pembuatan motivation letter
  • Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris (tanpa les/kursus) untuk bisa mendapatkan skor tes yang bagus
  • Sharing mengenai pengalaman hidup, studi, dan adaptasi di Eropa
  • Sharing mengenai tips mendapatkan beasiswa

Dari 6 sesi yang ada, kami berhasil “mengamankan” 3 sesi dengan jadwal sbb:

Sabtu, 8 November 2014 –> 13:00-14:00

Minggu, 9 November 2014 –> 13:00-14:00

Minggu, 9 November 2014 –> 14:30-15:30

 

2. Presentasi (25 menit) –> pengenalan mengenai Uni Eropa dan beasiswa Erasmus+

Sabtu, 8 November 2014 –> 16:40-17:05

Minggu, 9 November 2014 –> 11:15-11:40

Minggu, 9 November 2014 –> 16:40-17:05

 

Untuk jadwal talkshow lainnya:

Sabtu, 8 November 2014  –> 14:30-15:30 –> DAAD

Sabtu, 8 November 2014  –> 16:00-17:00 –> Campus France – IFI

Minggu, 9 November 2014  –> 16:00-17:00 –> Nuffic Neso

Untuk jadwal presentasi lainnya, bisa refer ke:

https://emundus.wordpress.com/2014/11/05/update-jadwal-presentasi-ehef-2014-jakarta/

atau http://ehef-indonesia.org/exhibitors/presentation-schedule/

 

Datang lebih awal lebih baik karena biasanya sangat penuh sekali.
IMG_8862

Hasil Technical Meeting EHEF 2014 – European Union

stakeholder-meeting

Berhubung sudah jam 11 malam, jadi tanpa terlalu banyak intro ini itu, hasil technical meetingnya (yang sudah bisa di-share) sbb:

1. Untuk panggung alumni di EHEF Jakarta, panggung ini tidak dikhususkan bagi alumni Erasmus+ saja.

Lokasinya ada di sebelah kiri peta (lihat floor plan https://emundus.wordpress.com/2014/11/02/mark-your-destination-ehef-floor-plan/)

Jadi, nanti akan kita pakai bersama2, bersama dengan alumni dari beasiswa dan negara lainnya (kalau ada yang mau berpartisipasi).

Karena di sisi kanan peta ada presentasi2 yang sudah terjadwal (lihat https://emundus.wordpress.com/2014/10/29/jadwal-presentasi-ehef-jakarta/), maka pembahasan topik di panggung alumni akan bersifat lebih umum dan practical, tidak spesifik mengenai suatu beasiswa tertentu.

Topik2 yang sudah diusulkan adalah sbb:

  • Cara pembuatan motivation letter
  • Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris (tanpa les/kursus) untuk bisa mendapatkan skor tes yang bagus
  • Sharing mengenai pengalaman hidup, studi, dan adaptasi di Eropa
  • Sharing mengenai tips mendapatkan beasiswa

Keempat topik ini durasinya 1-2 jam, dan kalau tidak ada usulan lain dari exhibitor lainnya, maka keempat topik ini akan dilaksanakan selama dua hari, dengan pembicara yang berbeda-beda, supaya bisa dapat perspektif yang lebih luas.

Jadwal detil akan menyusul kemudian.

2. Quiz untuk menyambut EHEF 2014.

Mulai Senin besok, sampai Jumat, di grup FB, kami akan menyelenggarakan quiz dengan 10 hadiah setiap harinya.

Perlu diperhatikan, bahwa hadiah hanya bisa diambil di booth Uni Eropa, di lokasi penyelenggaraan EHEF (Jakarta / Surabaya / Makassar). Tidak ada pengiriman ke alamat peserta.

Caranya:

  • Pertanyaan bisa diumumkan sewaktu2 di grup FB.
  • Penjawab pertama yang benar adalah pemenangnya.
  • Pemenang akan dihubungi melalui inbox email FB-nya, setelah quiz pada hari tsb selesai.
  • Bila tidak ada konfirmasi dalam 1×24 jam, maka hadiahnya hangus.
  • Khusus untuk quiz hari Jumat, konfirmasi dari pemenang harus diberikan sebelum jam 23.59.

Untuk Senin besok, quiz akan dimulai antara pukul 7-9 malam.

Siap2 pantau grup FB !!

Slide Baru untuk Malang

Berikut adalah cuplikan slide yang akan digunakan untuk sharing session di Malang.

siklus

(Refer ke slide di bawah)

Bagi yang sudah mendaftar, berhubung sekarang sudah akhir Mei, maka sebentar lagi nama-nama para awardee yang masuk ke main list sudah akan diumumkan secara resmi.

Bagi yang masuk reserve list, sambil terus berharap dan berdoa, bisa coba proaktif cari-cari kesempatan beasiswa lain yang bisa diapply. Darimana carinya?
1. Web universitas2 yang tergabung dalam konsorsium
2. Web lembaga pendidikan di negara letak universitas2 yang tergabung dalam konsorsium (misal: CampusFrance untuk Prancis, DAAD untuk Jerman, dll)
3. Cek peluang beasiswa lainnya yang pernah saya post di sini: https://emundus.wordpress.com/2014/05/15/other-courses-and-scholarships-in-europe-besides-erasmus-mundus/
4. Dan khusus untuk Indonesia, jangan lupa ada beasiswa LPDP !!

Tidak semua program baik hati memberikan “saran” bagi para reserve list-nya.
Salah satu yang baik adalah program FIPDes (saya attach screen capture-nya).

Sedangkan, bagi yang baru akan mendaftar, bulan ini adalah masa-masa persiapan untuk meningkatkan nilai Bahasa Inggris, mencicil translate dokumen dan legalisasi, mencoba mengarang motivation letter, menabung (misal: untuk kirim aplikasi, untuk biaya tes Bahasa Inggris)

mainlist

Sharing Session: Malang dan sekitarnya

Saya kebetulan akan ada di kota Batu, Malang pada Sabtu, 14 Juni Sabtu, 7 Juni.

malang_district_w400

Karena ada beberapa permintaan untuk sharing session Erasmus+ (Erasmus Mundus) di kota Malang, maka bagi yang berminat untuk hadir, mohon konfirmasinya dengan cara:

Menulis komentar di bawah artikel ini, dengan isi:
Nama, nama universitas, sudah lulus atau sedang semester berapa, beasiswa apa yang dicari (S2 atau S3)

Note:
Supaya adil, maka pendaftaran hanya diterima melalui jalur komentar di artikel WordPress ini. Tidak melalui email, FB, maupun media lainnya.

Pengumuman berikutnya akan disampaikan via email yang anda masukkan ketika mengisi komentar.
Pendaftaran dibuka untuk 20 orang pertama saja (kalau ternyata ada tempat yang lebih luas, akan saya update lagi).

Venue: to be decided (salah satu hotel di kota Batu –> nanti kita cari tempat kosong di sekitaran hotel)
Waktu: to be decided 4-6 sore

Note:
Bila ada yang berbaik hati mencarikan tempat yang lebih luas di kota Batu supaya yang hadir bisa lebih banyak, please mail me at emundus.wordpress (at) gmail.com

Update per 24 Mei, 15:22
Terima kasih kepada salah satu mahasiswa Unbraw, Ali Akbar Hakim dan Dharu, yang bersedia mengaturkan tempat di Unbraw dengan kapasitas 100 orang untuk acara sharing ini.

Bila ijin tempat bisa diperoleh, maka nanti kita pindah tempat ke Unbraw saja ya.
Untuk waktunya, saya akan landing di airport Malang sekitar jam 10.
Jadi mungkin kita akan mulai sekitar jam 11:30.

Pastinya nanti akan diupdate lagi ya.
(Saya pribadi juga masih mengatur ijin perjalanan dari sisi saya)

Terima kasih untuk antusiasmenya.

Banner promosional baru Erasmus+ (Erasmus Mundus)

Berikut adalah banner promosional baru, yang akan mulai digunakan untuk pertama kalinya di acara European Week 2014 – UGM, Yogyakarta besok.

Banner ini diharapkan bisa memberikan “informasi awal” bagi mereka yang sama sekali awam mengenai Erasmus+ (Erasmus Mundus).

Jadi, kalau anda akan datang besok, dan masih belum tahu apa itu Erasmus+ (Erasmus Mundus), bisa coba baca informasi di banner ini.

Untuk mendownload banner yang ukurannya lebih besar (800 KB), silahkan klik pada banner di bawah ini (akan muncul banner yang ukurannya lebih besar).

bannerEM-preview

Setelah membaca dan ingin informasi lebih banyak, baca juga artikel ini:
https://emundus.wordpress.com/2014/05/19/additional-information-for-erasmus-mundus/

Rundown European Week 2014 – UGM, Yogyakarta

Berikut adalah rundown acara untuk hari Sabtu, 24 Mei 2014.

Ada bintang tamu yang sangat populer, yang akan hadir di acara ini, yaitu Ibu Destriani Nugroho, Project Officer dari Delegation of the European Union to Indonesia, Brunei Darussalam and ASEAN.

Ada beberapa student/alumni EM yang akan hadir pula, membantu menyebarkan informasi EM.
Pastikan tidak datang dengan kepala kosong.

Ajukan pertanyaan yang jelas, konkrit, dan detil.
Jangan pertanyaan kosong seperti “apa sih EM?”, “gimana cara daftarnya”, “beasiswa apa saja yang ditawarkan?”, “tips dan triknya gimana biar bisa diterima”

09.00 – 09.05: Opening MC
09.05 – 09.15: Musik Akustik
09.15 – 09.20: Stand Promotion IIS UGM
09.20 – 09.25: Stand Promotion INKA UGM
09.25 – 09.30: Stand Promotion LIP Yogyakarta
09.30 – 09.35: Stand Promotion Scandianvia Community
09.35 – 09.40: Stand Promotion Gongsin
09.40 – 09.45: Stand Promotion AIESEC
09.45 – 09.50: Stand Promotion Via Via
09.50 – 09.55: Stand Promotion Polyglot
09.55 – 10.00: MC dan Games
10.00 – 11.00: Kelas Bahasa Singkat bersama Polyglot*
11.00 – 11.20: Stand Promotion Uni Eropa dan Erasmus Mundus
11.20 – 11.40: Stand Promotion Erasmus Mundus
11.40 – 12.00: Stand Promotion Nuffic Neso
12.00 – 13.00: Break
13.00 – 13.10: Re-opening by MC and Music
13.10 – 15.00: Talkshow ‘Mengejar Mimpi ke Benua Biru’ oleh Hanum Salsabila Rais dan Drs. Muhadi
15.00 – 16.00: Closing

Other courses and scholarships in Europe (besides Erasmus Mundus)

Saya ambil kutipan berikut dari website Erasmus Mundus:
http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/funding/scholarships_students_academics_en.php

Europe offers a vast range of higher education courses, and scholarships from national, regional or other funds may also be available. You can explore these other scholarship and funding opportunities by consulting the “Study in Europe” website. This provides a range of useful information for students and links to courses, universities and national agencies. http://ec.europa.eu/education/study-in-europe/

You can also visit the following website that brings together information on scholarships offered by national and regional authorities, as well as private sources of financing: http://www.scholarshipportal.eu

Lalu saya coba buka websitenya, dan isinya benar2 sangat memudahkan, karena informasi beasiswa yang tersedia sudah terangkum dan disajikan dengan indah. Tinggal bagaimana informasi ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin 😉

scportal

Selamat mencoba.

[Event] EHEF 2013

Hari ini adalah hari terakhir EHEF 2013.
Bagi anda yang berada di Jakarta dan sekitarnya, segera luangkan waktu untuk datang.
Jam 11-18 only !!

Lokasinya di Hotel Sahid Jaya, Puri Agung Ballroom.

Petunjuk arah:
Kendaraan pribadi: Kalau dari arah Semanggi menuju Bundaran HI, maka posisi hotel ada di sebelah kiri, setelah Hotel Le Meridien, tetapi sebelum Gedung Da Vinci.
Busway: Koridor 1, turun di halte busway Setiabudi. Setelah turun, jalan di jembatan penyeberangan yang ke arah gedung Midplaza/Da Vinci (pasti kelihatan gedungnya). Hotel Sahid persis di sebelah Da Vinci

Banyak kemeriahan, ada face painting, perwakilan dari universitas dan negara2 Eropa, diskusi beasiswa, presentasi, dll.

Visit us in European Union booth for more info about Erasmus Mundus.

EHEF1

EHEF2

EHEF3

EHEF4

Talkshow Erasmus Mundus (Plaza Senayan)

Tanggal 15-16 Mei 2010, bersamaan dengan perayaan Hari Eropa (Europe Day), kantor Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengadakan acara di Plaza Senayan dengan mengusung tema Dua Belas Bintang: Uni Eropa dan Anda.

Salah satu acaranya adalah talkshow Beasiswa Erasmus Mundus yang diadakan selama 1 jam, mulai pada jam 4 sore. Acara ini menampilkan 3 alumni Erasmus Mundus yang menceritakan pengalaman unik, menarik, serta tips-tips praktis seputar beasiswa Erasmus Mundus.

Bila anda tidak sempat hadir pada acara tsb, materinya bisa diunduh pada link di bawah ini (65 KB).

Kehidupan mahasiswa/i EM

Anda tertarik untuk tahu lebih banyak seputar kehidupan para mahasiswa/i Erasmus Mundus?

Bila ya, saya menyarankan anda untuk segera membaca majalah khusus untuk Erasmus Mundus Alumni & Students, EMAnate, Issue 02 (terbaru). Versi elektroniknya bisa didapatkan di:

http://www.em-a.eu/fileadmin/content/EMAnate_issue2.pdf (3.7 MB)

Versi cetaknya? Mohon maaf, saat ini majalah ini baru didistribusikan, khusus untuk anggota EMA saja.

Di halaman 8, anda bisa melihat laporan mengenai kegiatan pameran pendidikan tinggi Eropa / European Higher Education Fair (EHEF) dan kegiatan EMA networking event di Jakarta, November 2008 lalu.

Selamat membaca.

EMAnate issue 02, page 8
EMAnate issue 02, page 8

Three simple steps for applying EM

The Erasmus Mundus programme is a co-operation and mobility programme in the field of higher education which promotes the European Union as a centre of excellence in learning around the world. It supports European top-quality Masters Courses and enhances the visibility and attractiveness of European higher education in third countries. It also provides EU-funded scholarships for third country nationals participating in these Masters Courses.


Continue reading