Pameran Beasiswa – Manado (12 Agustus 2017)

Uni Eropa dan Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara untuk pertama kalinya mengadakan Pameran Beasiswa pada:

Sabtu, 12 Agustus 2017
08:00-17:00
Auditorium Universitas Sam Ratulangi
Manado, Sulawesi Utara

Menampilkan Beasiswa dari Uni Eropa (Erasmus+), Belanda, Irlandia, Perancis, Jerman, Polandia dan Swedia.

Terbuka untuk umum dan gratis

Pendaftaran pengunjung di:
http://bit.ly/infobeasiswaeu2017

Menatap 2017

Tahun 2016 sudah berlalu.

Mari membuat resolusi baru untuk 2017.

Bagi yang sedang merencanakan untuk apply beasiswa, bulan ini mungkin adalah bulan terakhir untuk aplikasi Erasmus+ 2017 (mulai kuliah di Sep/Okt 2017).
Jangan sampai terlewat deadline-nya.

Bagi yang masih kuliah, tetap berjuang untuk menggapai ilmu yang terbaik, nilai yang terbaik, publikasi berkualitas, prestasi tinggi.
Akan jadi modal penting untuk apply beasiswa.

Bagi yang sudah lulus, tetapi belum dapat beasiswa, selama angan dan impian itu masih ada, terus berjuang, terus cari cara bagaimana bisa menjual kualifikasi diri ke pemberi beasiswa.
Saya juga dulu lulus di awal 2004, baru dapat beasiswa 2 tahun kemudian (pertengahan 2006).

Akhir kata, mari gunakan waktu dan tenaga untuk hal-hal positif di 2017.
Segala penghalang yang merintangi kita untuk meraih tujuan, singkirkan saja !!

May you all have a great year !!

Strategi Itu Penting

Sebagaimana sudah saya katakan di beberapa posting yang lalu, belakangan ini saya memang cukup sering menggunakan jasa layanan Uber untuk menunjang aktivitas saya. Besarnya biaya untuk layanan transportasi Uber, ditentukan oleh 2 komponen dasar: jarak dan waktu.

Misalkan saja (hanya untuk ilustrasi), harga per km adalah 3000 rupiah, dan harga per menit (waktu perjalanan) adalah 300 rupiah.
Maka, kalau perjalanan anda sepanjang 20 km, yang ditempuh dalam waktu 30 menit, biaya yang harus anda bayar adalah kurang lebih 69.000 rupiah.

Namun di kala jam-jam sibuk (misal: jam pulang kantor), dan ada banyak permintaan untuk suatu area tertentu (misal: area segitiga emas di Jakarta), maka Uber akan mengenakan yang namanya “surge price”. Ilustrasinya ada di gambar di bawah ini.

 

uber-surge

Surge price ini berfungsi sebagai faktor pengali dari tarif dasar.

Yang saya tahu, “surge price” ini adalah untuk menarik lebih banyak pengemudi Uber untuk masuk ke area yang sedang ramai ini, sehingga para pengguna Uber dapat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat. Lebih lengkapnya bisa dibaca di https://newsroom.uber.com/indonesia/informasi-mengenai-harga-ramai-surge-pricing/.

Jadi, menilik ulang contoh sebelumnya, kalau pemesanan anda itu kena surcharge 1,75x, maka jumlah yang harus dibayar menjadi sekitar 120.000 rupiah. Tentunya bagi pengemudi Uber, surge price ini merupakan peningkatan penghasilan yang signifikan (sehingga akan menarik lebih banyak pengemudi untuk masuk ke area yang sedang ramai).

Apa impact surge price bagi pengguna? 
Kebanyakan orang akan menunda perjalanannya, menunggu permintaan mereda (kembali ke tarif normal tanpa surge price atau mendekati tarif normal), baru melakukan pemesanan. Hal ini tentunya adalah perilaku yang wajar, karena pengguna menginginkan harga yang efisien. Namun, bagi Uber, perilaku seperti ini mengurangi jumlah pemesanan mereka.

Perubahan pada Uber minggu ini
Berdasarkan pengamatan saya pribadi, tampilan surge yang menakutkan itu sepertinya ditiadakan. Yang Uber lakukan adalah menampilkan hasil total estimasi biaya perjalanan (yang sudah memasukkan konsep surge, bila berlaku).

Dengan cara ini, pertimbangan pengguna adalah langsung ke hasil akhir, total estimasi biaya perjalanan. Misalkan dari titik A ke B, biasanya harganya 30.000. Namun, pada suatu waktu, harga yang muncul adalah 45.000 (bisa disimpulkan, bahwa surge 1,5x sedang berlaku). Namun, bagi pengguna yang tidak mau pusing, tinggal membuat keputusan apakah harga 45.000 ini memenuhi ekspektasi mereka (jadi pesan atau tidak).

Pertimbangan penggguna untuk membuat keputusan, disederhanakan oleh Uber, dengan harapan lebih banyak pengguna yang melakukan pemesanan (dibandingkan ketika masih menampilkan faktor pengali surge price).


Apa kaitannya dengan beasiswa?
Dari contoh di atas, kita melihat kekreatifan Uber dalam mengemas paket harganya. Dengan menghilangkan tampilan surge dan langsung menampilkan, bisa dibilang tidak ada perubahan konsep perhitungan biaya di sisi Uber. Namun, mereka memberikan nilai tambah bagi penggunanya (dan juga bagi Uber sendiri).

Bagi para pencari beasiswa, ada hal-hal yang mungkin sudah tidak bisa diubah (apalagi kalau sudah lulus), misal saja: nilai IPK, prestasi akademik yang sudah dicapai, kegiatan organisasi yang sudah diikuti. Namun, ada juga hal-hal yang masih bisa diusahakan, misalnya: nilai TOEFL/IELTS, motivation letter, recommendation letter.

Kembali ke contoh Uber di atas, intinya adalah bagaimana mengemas komponen-komponen dasar aplikasi beasiswa yang anda miliki, supaya menjadi suatu kemasan yang menarik bagi pemberi beasiswa. Dengan kata lain, bagaimana caranya menonjolkan diri di aplikasi beasiswa, sehingga menjadi kandidat serius yang bisa dipertimbangkan untuk diberikan beasiswa.

Tidak ada suatu ilmu atau konsep generik untuk hal ini. Perlu pemahaman mengenai apa yang anda punyai, dan apa yang beasiswa harapkan, supaya anda bisa merumuskan suatu konsep aplikasi yang diharapkan bisa “tembus” dan mendapatkan beasiswa.

Memang konsep pemikiran ini sepertinya agak abstrak dan tidak konkret (harus melihat case by case untuk merumuskan strategi yang tepat), tetapi ini adalah salah satu pekerjaan rumah anda sebagai pencari beasiswa (yang pada waktunya nanti, semoga status itu berubah menjadi penerima beasiswa).

Selamat berjuang !! 🙂

Kapan saatnya apply beasiswa? (SEKARANG)

Bagi anda yang sudah eligible, bulan-bulan ini adalah bulan yang tepat untuk mengajukan beasiswa Master degree Erasmus+.

Daftar lengkap programnya (ada 101 program yang ditawarkan untuk tahun ini) bisa ditemukan di:
https://eacea.ec.europa.eu/erasmus-plus/library/emjmd-catalogue_en


Bagaimana cara apply-nya?

  1. Dari daftar yang tersedia di atas, pilihlah program yang kira2 Anda minati
  2. Masuk ke websitenya, untuk membaca lebih dalam mengenai isi program tersebut secara lebih seksama

Supaya lebih relevan, langsung saja saya berikan contoh:

Misalkan saja, saya adalah seorang lulusan Ilmu Komputer, dan saya berminat untuk program “BDMA – Big Data Management and Analytics”.

Maka, langkah berikutnya, saya mengunjungi website BDMA, yaitu di http://bdma.univ-tours.fr/bdma/.

Di website ini, beragam informasi bisa ditemukan, misalnya:

  • Keunggulan BDMA (di sini)
  • Struktur mobilitas (akan kuliah dimana saja, selama menempuh program ini, di sini)
  • Gelar yang akan diperoleh, dan skema penilaian (di sini)
  • Kalender akademik (di sini)
  • Isi program (di sini)
  • Dan yang terpenting, prosedur pendaftaran (di sini)

Semoga cukup jelas sampai di sini. Intinya berbagai informasi penting mengenai beasiswa tersebut, ada di website program tersebut.

Jadi, segeralah bergegas, sebelum waktu pendaftaran berakhir !!

Semoga kita bisa ketemu di acara Pre-Departure 2017 !!

Bagi yang bisa hadir, jangan lupa ada rangkaian kegiatan EHEF, minggu depan (sudah dibahas di sini).

 

 

Raihlah Kesempatan Terbaik

Selama 2 hari ini, 22 dan 23 Oktober 2016 (Sabtu dan Minggu), pengguna transportasi online Uber mobil (di Jakarta) mungkin tahu (dikirimi email atau notifikasi di aplikasi) kalau Uber mengadakan promo khusus diskon sebesar 35 ribu rupiah, untuk maksimal 5x perjalanan.

uberpromo

Jadi, kalau misalkan biaya perjalanannya 35 ribu atau kurang, maka pengguna jasa tidak usah bayar apa-apa (gratis).
Tetapi kalau lebih dari 35 ribu, tinggal membayar selisihnya saja.

Di tengah kondisi Jakarta yang hujan terus dari pagi, saya menggunakan promo ini.
Agak heran, ketika di jalan menjumpai ada orang2 yang masih ber-ojek ria (hujan-hujanan, tanpa jas hujan).

Ada beberapa kemungkinan:

  • Bukan pengguna Uber, jadi tidak tahu ada promo
  • Jarak tempuhnya jauh, jadi masih lebih murah naik ojek online, dibandingkan naik Uber mobil (walaupun bisa disiasati sih dengan memecah perjalanan menjadi beberapa bagian @ 35 ribu)

Anyway, tidak ada yang salah, pilihan transportasi adalah hak masing-masing orang.
Namun, kalau ada orang yang menempuh jarak dekat, sambil hujan-hujanan, seandainya dia tahu ada promo Uber ini, dia kira-kira akan kesal ga ya hehehe..
Kalau dia ambil promo dari Uber ini, kan selain gratis juga tidak basah-basahan.


Dalam hal beasiswa, kalau kita bisa membuka diri terhadap banyak informasi, akan sangat baik.

Karena, sekalipun kesempatan beasiswa yang cocok dengan profil kita ada, tetapi kalau kita tidak tahu (dan tidak apply), bagaimana bisa dapat beasiswanya.

Bagaimana caranya supaya bisa mendapat banyak informasi?

  • Gabung dengan komunitas pencari beasiswa (milis / grup Facebook / lainnya)
  • Daftarkan email di badan-badan pemberi beasiswa
  • Pro-aktif dalam mencari informasi beasiswa (bisa secara online, ataupun via menghadiri EHEF Indonesia yang akan dimulai dalam 2 minggu ke depan di 3 kota)

Dan semoga, usaha keras yang sudah dilakukan, suatu hari akan membawa hasil yang manis  🙂

Selamat berjuang.

Comfort Zone itu Memang Enak

Untuk menunjang kebutuhan berselancar di dunia maya, saya berlangganan jasa internet mobile dari salah satu provider. As usual, menjelang masa berlaku paket akan berakhir, maka si provider akan memberikan notifikasi, dan saya pun memperpanjang paket tersebut.

Rutinitas seperti ini sudah berlangsung cukup lama, sampai baru-baru ini saya tahu, kalau ternyata sudah ada paket baru yang lebih menarik yang sudah diluncurkan beberapa waktu.

Agak geregetan memang, karena paket yang baru ini lebih sesuai untuk kebutuhan saya. Biaya dan layanan yang ditawarkan lebih optimal.

Namun, dipikir-pikir, tidak bisa menyalahkan si provider karena tidak memberitahu kepada saya mengenai adanya paket baru ini. Lebih kepada dari sisi saya yang memang sudah nyaman dengan paket lama (comfort zone), dan tidak melihat-lihat tawaran baru yang tersedia.


Hal serupa bisa juga terjadi pada beasiswa.

Pada umumnya, fokus kita hanya tertuju pada beasiswa-beasiswa yang sudah “punya nama” dan sudah kita tahu. Satu hal yang pasti, semakin terkenal beasiswa tersebut, berarti semakin banyak aplikan-nya, dan otomatis tingkat persaingannya pun akan semakin ketat (analogi yang sama untuk tingkat persaingan masuk PTN, ada universitas dan jurusan tertentu yang sangat tinggi passing grade-nya).

Padahal ada kemungkinan, ada peluang beasiswa-beasiswa lain yang mungkin juga cocok dengan apa yang kita cari. Jadi, jangan tutup mata, dan teruslah menggali informasi yang ada (baik pasif maupun aktif) !!


Dulu saya lulus S1 di tahun 2004 dan langsung cari-cari beasiswa setelahnya.

Program Erasmus+ (yang dulu namanya masih Erasmus Mundus, disingkat EM) baru dimulai di tahun 2004, tetapi saya tidak tahu akan adanya peluang itu. Sedangkan, salah satu teman yang lulus bareng saya (universitas yang sama, tetapi fakultas yang berbeda), dia malah sudah apply dan dapat beasiswa EM di 2004 (karena fakultasnya punya kerja sama dengan salah satu konsorsium EM). Jadi, ada faktor keterbatasan informasi juga di sini.

Singkat cerita, saya baru dapat EM di tahun 2006 (mulai kuliah Oktober 2006, pengajuan aplikasinya sudah dari akhir 2005). Di kala itu, mungkin karena baru 2 tahun berjalan, sepertinya belum terlalu banyak yang tahu.

2006em

(Intermezzo dikit, foto di atas diambil Agustus lalu, dimana saya dan teman2 seangkatan 2006 baru saja merayakan peringatan 10 tahunan di acara Erasmus+ Pre Departure 2016 di hotel Pullman, Jakarta)

Baru di tahun-tahun selanjutnya, karena semakin banyak yang membicarakan mengenai EM, juga banyak informasi di internet (melalui blog ini salah satunya), maka EM menjadi makin populer sampai saat ini (dan tentunya persaingan menjadi semakin ketat, persyaratan seleksi menjadi semakin banyak).

Ibarat kata, kalau dulu itu, universitas yang butuh mahasiswa (untuk diberikan beasiswa), sekarang ini kebalikannya. Makanya dulu pendaftaran beasiswa EM begitu sederhana dan praktis, dibandingkan sekarang, beberapa pembaca bertanya mengenai biaya pendaftaran, dokumen ini itu yang harus disediakan.

Anyway, jangan putus asa dan jangan terpaku dengan beasiswa Erasmus+ (atau beasiswa terkenal lainnya). Tetap buka mata untuk peluang-peluang lainnya. Who knows, you will find the next “Erasmus+” !!

Selamat berjuang !!

 

European Union Scholarships Fair, Medan (19 October 2016)

European Union Scholarships Fair

List of Exhibitors:

Embassy of Ireland | Study in Sweden – Swedish Embassy | Embassy of Poland | Campus France – IFI | DAAD Germany | Nuffic Neso Netherlands | Uni-Italia | European Union

More information:

http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/11109/european-union-visits-medan_en

Erasmus+ Bukber dan Baksos 2016

Pada Jumat, 1 Juli 2016, Erasmus+ (yang dikoordinasikan oleh Indonesia Country Representative, Eva Sulistiawaty dan Ira Yulianti) mengadakan acara bukber dan baksos di Panti Asuhan Muhammadiyah, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Acara ini diikuti oleh 52 anak penghuni panti asuhan tersebut dan sejumlah penggurus panti.

IMG-20160702-WA0011

20160701_152825

Dukungan donasi untuk acara ini diberikan oleh 45 donatur individu dan 1 donatur institusi (EU Delegation to Indonesia and Brunei).

Donasi diberikan dalam bentuk uang tunai serta dalam bentuk barang yang berupa minuman teh kotak, es bubur sumsum, tas backpack EU, kaos, dan pakaian layak pakai.

Donatur perseorangan berasal dari berbagai komunitas maupun tempat kerja, yang merupakan teman-teman ataupun alumni/student Erasmus+.
20160701_162214

IMG-20160702-WA0021

Acara bukber dan baksos ini, juga diisi oleh teman-teman dari alumni Erasmus Mundus yang mengadakan “kelas inspirasi” bagi para anak-anak di panti, dengan tujuan untuk memberikan inspirasi bagi mereka dalam menetapkan cita-cita setinggi-tingginya dan termotivasi untuk mencapainya walaupun dengan berbagai keterbatasan.

IMG-20160702-WA0022

IMG-20160702-WA0027

IMG-20160702-WA0029

IMG-20160702-WA0031

IMG-20160702-WA0030

IMG-20160702-WA0032
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu berbagai aspek dalam penyelenggaraan acara ini.

Selamat Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan dan selamat berlibur bagi teman-teman semua.

Sampai jumpa lagi dalam event2 Erasmus+ berikutnya.

Berbagi Cerita – dari seorang Supir Uber

Beberapa waktu yang lalu, saya menggunakan jasa Uber untuk menembus kemacetan Jakarta di malam hari (sekitar jam 21:00). Berikut snapshot obrolan santai dengan supirnya.

Saya: Ini banyak banget ya taksi (dengan lampu menyala, tanda tidak ada penumpang) yang mangkal di deoan gedung2 perkantoran (bisa sampai 10 taksi yang berderet menunggu penumpang)

Pak Supir (dengan logat daerahnya yang kental): Iya, sekarang orang carinya Uber.

Supir2 taksi ini pada ga mau pindah sih. Alasannya ga punya mobil. Padahal bisa daftar pakai mobil rental.
Atau, kalau mau mobil sendiri, ada kok yang DP cuma 4 juta, cicilan juga 4 juta. Kalau sehari dapat 500rb, 8 hari selesai lah sudah cicilan bulan itu..

Saya: Emangnya bisa sehari dapat 500rb?

Pak Supir: Bisa lah, kalau dapat order yang jauh2.

Saya paling suka itu dari Bekasi ke airport. Itu pulang dari airport juga ga mungkin kosong (maksudnya, pasti ada penumpang yang akan pesan Uber dari airport). Apalagi kalau ada surcharge (ini tarif pengali, di saat banyak permintaan akan Uber di suatu area tertentu). Ga usah besar2 surchargenya, ga ada yang mau naik. 1,3x atau 1,5x saja sudah mantap kalau ke Bekasi.


Nah, dalam melakukan pencarian beasiswa, beranikah kita untuk mengatur cara pikir dan pola pandang kita untuk optimis seperti si Pak Supir ini?

Tantangan pasti ada.

Kerja keras diperlukan.

Komentar2 orang lain yang mungkin menekan (misalkan dalam konteks cerita di atas, mungkin saja ada yang akan berkomentar “supir Uber terus bertambah, pasti persaingan untuk mendapatkan penumpang semakin ketat”).

Pilihan kembali ke tangan anda, maju terus, atau tetap di tempat, atau memikirkan jalan lain.

quotes-about-change-and-moving-on-39-image

(Gambar diambil dari http://picturelava.com/)

EU visits Bandung

More info:

http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/more_info/eu_roadshow/index_en.htm

THE EU IS COMING TO YOUR CITY!

The EU is visiting the city of BANDUNG on 12 and 13 February 2016.
What’s on the agenda?

Panel Seminar on Smart Cities

euvisits-bandungseminar

Date/Time: Friday, 12 February 2016, 12:30-15:00
Venue: Aula Barat, Institut Teknologi Bandung, Jl Ganesha No 10, Bandung

Speakers at the seminar include the Ambassadors of the EU, Austria, Belgium, Slovakia and Sweden.

The event is open for public and free of charge.
Registration is required.
Please register by email to ertanti.rizki@gmail.com or sms 0812 1418 4058
Registration format: name_institution_phonenumber_email

Scholarships & Culture Fair

euvisits-bandungfair

Date: Saturday, 13 February 2016
Time: 09:30-12:00 or 13:00-16:00
Venue: Suagi Ballroom, The Papandayan Hotel, Jl Jend Gatot Subroto No 83, Bandung

Attend our info sessions and meet our representatives: the EU, France, Germany, Italy, the Netherlands, Spain, Sweden and the UK.

The event is open for public and free of charge.
Registration is required.
Please register online at http://bit.ly/EUscholarshipsfair

Tips Jitu Mendapatkan Beasiswa Itu….

Terus terang sebenarnya saya bukan orang yang paling tepat untuk membahas topik ini. Ada lebih banyak alumni Erasmus+ (dulu Erasmus Mundus) yang semangat untuk mengejar beasiswanya jauh lebih hebat dari saya. Kalau ditanya tentang bagaimana cara sukses mendapat beasiswa atau apa tips jitu untuk dapat beasiswa, saya akan jawab saya tidak tahu. I really have NO idea. (Terus ngapain bikin postingan ini?) Well, karena saya tahu bagaimana tips jitu untuk menghancurkan perjuangan tersebut. Ha ha ha ha. 😀

Dearest teman-teman yang ingin mendapatkan beasiswa (dengan alasan apapun, dengan motivasi apapun),

Ketahuilah, salah satu cara termudah untuk gagal mendapatkan beasiswa adalah dengan berhenti berusaha. You missed 100% chance of every shot you didn’t take. Berusaha dengan setengah hati? Buat saya, itu sama parahnya.

Tanpa kita sadari sebenarnya setiap hari, setiap waktu yang kita habiskan di sekolah, di ruang kuliah, atau di tempat kerja, akan berefek pada keberhasilan kita mendapatkan beasiswa, kalau memang salah satu tujuan hidup kita dapet beasiswa lho ya. (Ah moso’ sih?) Eh… beneran ini. 🙂

Kalau diingat-ingat, biasanya cari beasiswa itu syarat utama yang selalu diminta adalah CV (Curriculum Vitae atau Daftar Riwayat Hidup), Motivation Letter, dan Recommendation Letter. Bagaimana kita mau buat CV yang keren, kalau kita tidak pernah melakukan sesuatu? Bagaimana mau bikin motivation letter yang menarik, kalau bahkan besok pagi mau ngapain aja tidak terpikir? Bagaimana mau minta Recommendation Letter yang benar-benar menggambarkan kemampuan kita (atau bahkan lebih dari itu), kalau kita tidak pernah berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan orang yang akan kita mintai rekomendasi?

“Tapi tapi tapi tapi… CV saya keren, motivation letter saya luar biasa, pemberi rekomendasi saya adalah orang-orang hebat di bidangnya, dan saya masih gagal mendapatkan beasiswa. Hidupku hampa. Aku terjatuh dalam lautan luka dalam dan tak sanggup bangkit lagi. Toloooooong….”

*doeeeeng, sebentar, saya mau pingsan dulu*

Sampai dimana kita tadi ya? Ada banyak sekali kemungkinan kenapa beasiswa kita tidak dikabulkan (dan sebagian besarnya diluar kontrol kita). Mungkin pemberi beasiswa merasa  dengan kualifikasi dimiliki kita tidak perlu diberi beasiswa, bisa jadi pemberi beasiswa menganggap kita tidak memenuhi target group yang diinginkan, bisa juga karena alasan-alasan sepele seperti ‘kelewatan baca aplikasi kerennya, Bro’. Saya tahu yang terakhir itu nggak lucu, but it might happen, memangnya yang kirim aplikasi cuma 20 orang? Trus kenapa hidupmu jadi hampa? Katanya CVnya keren? Katanya motivation letternya luar biasa? Katanya pemberi rekomendasinya orang-orang hebat?

Saya ingat sekali, angkatan saya dulu dipenuhi dengan anak-anak fresh graduate. Bisa dibilang 80% fresh graduate dan 20% sisanya adalah orang-orang yang sudah memiliki karier dan ingin memperdalam pengetahuannya. Tahun berikutnya, isinya sebagian besar orang-orang yang sudah mapan kariernya dan sedikit sekali fresh graduate yang diberikan beasiswa program tersebut alias kebalikan dari angkatan saya. Coba bayangkan kalau saya tidak mendaftar di tahun awal dan memutuskan untuk menunda, apa nggak lebih kecil chance untuk mendapatkan beasiswa? Ini lho yang saya maksud dengan kita tidak memenuhi target group yang diinginkan. Pemberi beasiswa punya rencana mereka sendiri, punya kriteria sendiri dalam menentukan orang-orang yang akan diterima. Begitu aplikasi kita masuk, ya tinggal berdoa aja, itu sudah diluar kontrol kita. Kita hanya bisa mengontrol sampai, ‘apakah kualitas aplikasi yang kita kirim itu sudah terbaik dari yang bisa kita kirimkan?’

Memang, ada kalanya kegagalan itu menampar kita, bahkan mungkin kalau harapan kita tinggi, rasa gagal itu rasanya seperti ditinju sama Mike Tyson. Tapi kalau nggak move on-move on, kapan mau dapet beasiswanya? Kapaaaaaan? 😛 Kegagalan mendapatkan beasiswa itu bisa dibilang kesempatan untuk menyusun ulang logistik. Kesempatan untuk baca-baca lagi aplikasi yang sudah dikirim. Kesempatan untuk minta tolong rekan sejawat atau sahabat untuk membaca ulang motivation letter atau CV kita. Jangan-jangan ada typo parah disana? Jangan-jangan kalimat-kalimat yang kita susun bagai jajaran pulau dari Sabang sampai Merauke ternyata membingungkan dan tidak jelas maksudnya. Ada baiknya juga kita bicara dengan pemberi rekomendasi, menurut pemberi rekomendasi, dimana kelebihan yang bisa kita ‘jual’? Hal-hal apa yang perlu diperbaiki, hal-hal apa yang perlu ditingkatkan. See? Kegagalan itu bukan berarti pintunya tertutup semua. Kita aja yang belum tahu, setelah ini ada kesempatan yang lebih baik menunggu kita. Saya kok makin merasa ini postingannya bukan tentang beasiswa lagi ya? Pake move on-move on segala. Ha ha ha.

PS. Saya baru saja teringat obrolan santai dengan dosen beberapa waktu silam, “You know what? For me, all those scholarship applicants are all the same. What’s the different between having TOEFL 575, 600, 620? What’s the different of having 3,3, 3,5, or even 4 GPA? For me, once they pass the qualification, they are equal. What important for me was, since I have to do more jobs with administrative things once this batch arrived, I want those students who I can trust to be able to take care on themselves. Those who didn’t make me pick up the phone and hear that one of my students have troubles….” 

Nah kan, ada banyak hal tidak terduga yang mempengaruhi keberhasilan kita untuk dapat beasiswa. So, have no worries, keep on your best (if this is what you really want) dan jangan lupa minta doa restu orang tua. 😀 Selamat mempersiapkan aplikasi beasiswanya ya teman-teman… Ini sudah bulan Desember. Waktunya mempersiapkan aplikasi untuk yang mau daftar tahun depan, karena untuk daftar tahun ini sudah banyak yang memasuki waktu seleksi. 😛

Erasmus dan Jalan-jalan

Hello, it’s me… (jangan diterusin nyanyi lagunya mbak Adele ya 😛 )

Program beasiswa yang banyak dibahas di blog ini sekarang disebut Erasmus+. Duluuuuuu, disebutnya Erasmus Mundus (makanya nama blog ini emundus—ya siapa tahu ada yang mengira ‘e’-nya berarti ‘electronic’ 😛 ). Why Erasmus? Erasmus adalah seorang cendekiawan berkebangsaan Belanda yang belajar di berbagai negara di Eropa. Yang bersangkutan pernah hidup dan menuntut ilmu di Perancis, Belgia, Inggris, Itali, Jerman, dan Swiss. Tentunya kultur negara-negara tersebut berpengaruh pada perkembangan karakter Erasmus, tapi menurut Lord Acton (googling sendiri ya siapa Lord Acton ini) “none (of those countries-red) set its stamp upon him.” Erasmus adalah orang yang mempopulerkan kembali “Dulce bellum inexpertis”, judul buku yang diterbitkan tahun 1515 ini diambil dari syair Pindar, penyair jaman Yunani kuno. “War is sweet for those who have never experience it”. Okay. Cukup ya kita ngobrol sejarahnya.

Yang unik dari program Erasmus+ ini adalah kesempatan untuk berkelana, dulu memang hanya sebatas Eropa, sekarang sudah merambah ke Asia, Australia, dan Amerika. Why the travel? Kalau jaman Erasmus dulu, kita bisa paham lah, belum ada telepon apalagi email, mau bertanya sama Pak/Bu Guru, ya repot kalau harus kirim-kiriman surat, datengin aja langsung, minta diajarin, sampe pinter. Terus cari guru lain lagi, untuk subyek-subyek yang masih harus dipelajari. Ya gampangnya gitu sih. Kalau dipikir-pikir, ngapain ya taxpayer di Eropa spending their money for students dari negara ketiga? Jawaban gampangnya, ‘tak kenal maka tak sayang’. Komunikasi adalah salah satu masalah terbesar manusia. Selain adanya barrier bahasa, ada juga kegagalan menerjemahkan konteks, level tidak percaya yang tinggi (mistrust), dll.

Rumit ya? Iya, saya yang nulis aja sampe belibet. 😛 Suatu hari saya bertukar email yang cukup panjang dengan Sekretaris Program yang bertanggungjawab atas keberangkatan, kepulangan, ada segala urusan administrasi saya yang berkaitan dengan beasiswa. Berbalasan email ini disertai dengan emosi yang makin naik di setiap email yang terkirim, hanya karena perkara sepele: biaya transportasi. Kebetulan batas tertinggi transportasi saya adalah X Euro, ternyata karena peak season, biaya transportasi saya jadi 1,2X Euro. Dengan kondisi seperti ini, maunya saya: “Ya udah, beli aja tiket pesawatnya, geser dikit tanggalnya, ntar saya bisa cari tumpangan nginep atau hostel murah dan naik bus atau kereta ke kota tujuan, dengan dana pribadi saya. Kalau 0,2X + nginep hostel sehari mah saya masih hepi-hepi aja kok disuruh bayar sendiri.” Tapi maunya Bu Sekretaris, “Udah sih, kamu tinggal nurut aja. Pokoknya pakai yang ini.” Kondisi seperti ini nggak enak banget deh. Belum kenal, by email, malah diskusinya ngga selesai-selesai. Akhirnya, saya tulis, “Sorry, sepertinya kita ada misunderstanding. Saya nggak pengen merepotkan anda, jangan terlalu khawatir dengan tanggal, saya bisa mandiri kok.” Dan nggak lama ada balasan, “I only want what is best for you.” Terharu nggak sih kalau kayak gitu? Kami menginginkan hal yang sama, she wanted the best for me, I wanted the best for her. But we were fighting each other in the process. Good. Another lesson learnt! 🙂

Melanjutkan topik ‘tak kenal maka tak sayang’, dengan kehadiran kita di sini, kita mengenalkan sesuatu yang lain kepada penduduk sekitar. Buat orang-orang disini, mungkin saya kelihatan seperti minion. Kecil, pendek, bisa jalan, idup lagi *sarcasm_detected*. Bagi saya, mereka itu seperti raksasa, tinggi-tinggi. Kalau saya mau nonton pertunjukan dan terhalang oleh mereka, mau saya loncat-loncat kaya’ apa juga nggak bakal bisa keliatan. Akhirnya ya, “misi Bang, saya gak kliatan, geseran dikit boleh, aye mau liat lenong di depan.” Atau just as simple as, “Haaaaa? Dari Indonesia? Indonesia itu di sebelah mananya Turki?” *pingsan* “Jauh, Brooooo… itu baru separoh jalan. Kami ada di atasnya Australia.” *sambil nunjukin peta*.

Culture yang berbeda membuat adanya perbedaan pola pikir, kurang informasi bisa bikin interpretasi yang berbeda. Baru tadi siang kelas saya membahas tentang tumpukan sampah di lapangan terbuka, praktek yang biasa banget kan di Indonesia? Orang kita buang sampah aja kalo bisa di got depan rumah kita lempar ke sana. (Iya ngga? Ayo ngaku!! Alhamdulillah kalo enggak 🙂 ) Rekan sekelas yang orang Belanda dan Inggris bilang mereka nggak bisa membayangkan kondisi seperti itu. Dibilangnya, ‘ini seriusan ada kasus kaya’ gini? Bikin-bikin nih ya kasusnya? Masak ada sih orang mau hidup di tumpukan bahan busuk beracun kaya gitu?’ Well. Saya cuma bisa manggut-manggut aja, karena udah keduluan temen dari Brazil yang cerita tumpukan sampah kota juga mudah ditemui di dekat kawasan yang dilindungi di sekitar Hutan Amazon. (Sedih nggak sih dengernya?)

Anyway, salah satu hal yang membuat saya tidak berhenti bersyukur adalah kesempatan travelling dari beasiswa model seperti ini. Travel a lot, as much as possible, leave no trace except photographs and kindness. Menurut saya pribadi, nggak perlu lah jadi mahasiswa kutu/kuper (kuliah-pulang/kuliah-perpustakaan). Yang penting bertanggungjawab. Sudah diberi beasiswa, kewajibannya apa? Mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya sesuai dengan bidang yang diambil, selain itu, wawasan dan pengetahuan yang lain juga perlu ditingkatkan, toh? Sehingga kita jadi orang-orang yang lebih dewasa. Sehingga kita benar-benar siap untuk menjadi future leader. Sehingga kita tidak mudah berubah menjadi hakim untuk orang lain. Setuju nggak? After all, other people might have the same destination as us. Who knows, kan? 😀

PS. Walau saya sedang punya waktu luang, saya belum punya topik menarik untuk dibahas di postingan berikutnya. So kalau ada yang pengen dibahas, request aja ya. Kalau nggak ada, ya berarti suka-suka saya. 😀 I’ll see you next time.

Refleksi Diri – Bagi yang masih S1

Untuk refleksi diri saja.. Terutama mereka yang masih di bangku S1.

Belajar S1 dengan baik, raih nilai tinggi, buat publikasi2 penting, lalu dapat beasiswa Erasmus+..

Ketika lihat ke belakang, tidak ada yang perlu disesali karena kerja keras yang berbuah manis..

Maaf kata, buat apa terlalu sibuk ikut kegiatan ini itu kalau membuat kuliah tidak terpegang dan nilai jadi jeblok. Buat apa terlalu pusing ikut campur polemik ini itu kalau itu mengalihkan fokus dari tanggung jawab untuk belajar dengan baik.

Catatan tambahan:

Tidaklah salah ikut berorganisasi dan kegiatan2 kemahasiswaan selama kuliah karena akan membuka perspektif dan melatih nilai-nilai kerja sama, adaptasi, sosialiasi, dan nilai baik lainnya. Harus pintar-pintar bagi waktu supaya bisa seimbang antara mengikuti kuliah dengan kegiatan luar kuliah.

Kalau sudah meraih impian2 itu, silahkan untuk sibuk sana sini, komentar sana sini, ikut polemik ini itu.

Karena waktu tidak bisa berulang. Menit yang baru dilalui saja tidak bisa diulang. Apalagi nilai S1 ??

Padahal salah satu persyaratan utama beasiswa pada umumnya adalah nilai S1. Jadi kalau senjatamu tidak siap, bagaimana mau berkompetisi dengan aplikan lainnya?

retrospect

Pengalaman Wawancara

Kemarin sore, saya berkesempatan untuk melakukan wawancara untuk beberapa kandidat pegawai baru untuk program Management Trainee di sebuah lembaga perbankan ternama.

Tiga CV dan hasil ulasan assessment sebelumnya sudah menanti di meja. Menarik mengetahui bahwa ketiga kandidat ini berasal dari universitas yang sama, range tahun lahir 1992-1993, dan kesemuanya berasal dari Teknik.

Dalam tulisan ini, saya bahas 1 aspek saja dari proses wawancara ini. Next time, aspek lainnya.

interview

 

CV mereka menarik, singkat padat, 1-2 lembar saja, dipenuhi berbagai prestasi dan pencapaian yang mengagumkan. Dari CV tersebut, saya memberikan peringkat mana yang nomor 1, 2, dan 3.

Tibalah saat wawancara. Tanya jawab, menguji kemampuan dan ketahanan para kandidat dalam menghadapi pertanyaan2 kritis dari pewawancara.

Tak disangka, kondisi berbalik. Kandidat yang CV-nya paling bagus, ternyata kurang bisa untuk mengkomunikasikan visi dan impiannya. Bahasa Inggrisnya yang kurang lancar juga menjadi halangan bagi dirinya untuk bisa mengekspresikan dirinya secara penuh.

Karena tidak ingin kehilangan kandidat yang baik hanya karena masalah bahasa (yang menurut saya bisa dipelajari dan dilatih), saya memberinya kesempatan untuk menjawab dalam bahasa Indonesia. Namun ternyata hasilnya tidak jauh berbeda. Jawabannya tetap mengawang-awang dan kurang konkret.

Pada akhirnya, saya memilih salah satu dari kedua kandidat lainnya.

Apa lessons learnt-nya, dihubungkan dengan konteks beasiswa?
1. CV yang baik merupakan pembuka jalan supaya calon pemberi beasiswa punya gambaran yang baik mengenai anda.
2. Tidak semua beasiswa membutuhkan sesi wawancara. Di Erasmus+, banyak program yang hanya application-based.
3. Kalau kebetulan beasiswa yang anda apply memerlukan wawancara, maka cara berkomunikasi harus dipelajari, supaya potensi diri anda bisa terlihat sepenuhnya.
4. Salah satu cara untuk menghadapi wawancara adalah: persiapkan list-list pertanyaan yang mungkin utk diajukan oleh pewawancara. Lalu anda siapkan jawaban yang tepat. Lebih bagus kalau bisa ada teman untuk berlatih tanya jawab, apalagi kalau wawancaranya menggunakan Bahasa Inggris.
5. Jawaban yang tepat tidak selalu harus panjang. Terlalu bertele-tele kadang menyebalkan juga.
6. Jawaban harus logis dan konkrit. Mulai dari jawaban utama, yang kemudian bisa dielaborate lebih detil kemudian.
7. Terkadang, jawaban tidak harus 100% benar, tetapi yang penting anda menjawabnya dengan keyakinan, tidak gugup, dan bisa mempertanggung jawabkannya bila ada pertanyaan lanjutan.

Semoga memberikan pencerahan

Celoteh tips mendapatkan beasiswa

Kadang bingung jawab kalau orang bertanya mengenai tips dapat beasiswa..

Secara generik, kalau sesuatu itu bagus dan bersinar, pasti akan cepet laku deh.. lihat aja di pasar, buah atau sayuran yang segar pasti lebih cepat dibeli orang daripada yang layu.

Nah jadi balik ke beasiswa, kalau anda punya nilai akademik yang bagus, bahasa Inggris yang bagus, visi yang jelas, perencanaan yang konkrit, dan cara berkomunikasi yang baik (sehingga bisa memyampaikan ide, gagasan, serta mempresentasikan diri anda di depan calon pemberi beasiswa), rasanya beasiswa sih tinggal tunggu waktu aja 😉

Apalagi peluang beasiswa sekarang ini banyak banget. Di kantor saya saja, tahun ini ada 5 orang yang bersamaan dapat LPDP, jumlah total LPDP 2015 mungkin ribuan. Erasmus+, tahun ini 97 orang dapat beasiswa.

Jadi, rintangan terbesar ya mungkin diri sendiri. Bagaimana mengalahkan godaan2 yang ada, dan lebih menekunkan diri untuk bisa menjadi seorang pribadi yang berkilau.

Note: Saya ga bilang bahwa harus belajar terus, mengurung diri, dan semacamnya. Kehidupan sosial juga penting utk membangun jaringan, melatih komunikasi, membuka perspektif. Work-life balance juga penting. So, do what makes you happy, but don’t forget your dreams. Go towards the right direction !! 🙂

Pengalaman naik GoJek

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba pilihan layanan transportasi baru yang sedang ramai diperbincangkan akhir2 ini, GoJek. Jarak yang saya tempuh sekitar 2 km saja.

gojek-2-800x438

 

 

 

 

Abang GoJek pertama ramah, ngajak ngobrol menerangkan mengenai servis GoJek, dan menjelaskan bahwa sedang ada promo. Kalau dia bisa dapat 10 order dalam 1 hari (terlepas dari jarak tempuh dan jumlah argo), maka dia akan dapat bonus tambahan 50rb rupiah. Namun dia mengatakan bahwa saat ini, dia tidak terlalu “ngoyo” karena sedang berpuasa. Saya adalah penumpang ketiganya di hari tsb, jam 11.30 siang.

Setelah menyelesaikan urusan, saya kembali order GoJek untuk kembali ke tempat asal. Abang GoJek yang kedua ini juga ramah dan sopan. Tetapi, dia lebih cenderung fokus pada jalanan dan lebih cepat mengendarai motornya.

Saya bertanya ke dia mengenai promo 10 order sehari tsb. Dengan bersemangat dia menjelaskan bahwa dia sangat senang dengan promo tsb, karena bisa bawa pulang uang lebih banyak untuk keluarganya. Dan ternyata, di jam 12.30 siang itu, saya adalah pelanggan ke-9-nya di hari tsb. One more to go.

Dia juga bercerita, dia berusaha untuk bisa mendapatkan 20 order, karena ada bonus tambahan lagi kalau bisa mencapainya. Tetapi sejauh ini dia baru berhasil maksimal 18 order per hari.

Apakah di hari tsb, si abang kedua berhasil mencapai 20 order? Saya tidak tahu.

Tetapi kalau lihat bahwa masih jam 12.30 siang, masih ada sekitar 8 jam tersisa untuk dia bekerja; lokasi dia di kawasan Sudirman (banyak permintaan short trip); peluang itu ada.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil?
1. Peluang itu ada.
2. Fasilitas sama (handphone + aplikasi + motor).
3. Strategi itu penting, untuk mencapai 10 order, mungkin tidak bisa mengambil orderan yang jauh2, lebih baik ambil orderan yang short trip saja.
4.  Merumuskan mimpi dan tujuan itu perlu. Abang pertama terlihat bahagia dan puas dengan apa yang didapatnya. Abang kedua mgkn puas kalau bisa dapat paling tidak 10 order sehari. Keduanya sepakat berkata bahwa rejeki sudah ada yang mengatur.
5. Pada akhirnya, kemauan dan niatan itulah  yang menentukan hasil yang kita dapat.

Mau beasiswa? Impian yang bagus.
Usahanya gimana?
Tinggal pilih mau seperti abang yang pertama atau yang kedua.

Awardee Action 2 untuk Erasmus+ 2015

Untuk tahun 2015, cukup banyak orang Indonesia yang juga mendapatkan beasiswa E+ dari Action 2.

Secara total (data sementara, dari yang sudah dikumpulkan s/d kemarin), ada 60 orang awardee yang terdaftar baik untuk Action 1 maupun Action 2.

Note: pengumuman Action 1 sudah di-post sebelumnya di https://emundus.wordpress.com/2015/06/03/pengumuman-em-2015-action-1/

Detail untuk awardee Action 2 adalah sbb:

INTACT – 3 orang (ITB)

LOTUS UNLIMITED – 2 orang Masters Exchange (UGM)

LOTUS+ – 10 orang Bachelor Exchange, 1 orang Master Degree, 1 orang Staff Exchange (UGM)

AREAS+ – 4 orang Bachelor Exchange (UGM)

EXPERT4ASIA – 3 orang Bachelor Exchange, 1 orang Staff Exchange (Universitas Syiah Kuala)

EXPERTS SUSTAIN – 11 orang Bachelor Exchange, 1 orang Master Exchange, 2 orang Academician Exchange (Universitas Syiah Kuala)

SMARTLINK – 3 orang Bachelor Exchange, 2 orang Administrative Staff (4 dari Binus, 1 dari Surya University)

Note: Untuk Action 2, keterangan mengenai setiap program di atas bisa dimulai baca2nya dari http://bit.ly/EM-Action2

Erasmus+ Pre-Departure 2015

Tahun ini, Pre-Departure akan diadakan pada Sabtu, 1 Agustus 2015, di Jakarta.

Hari ini (1 Juli 2015), pihak Delegasi Uni Eropa sudah mengirimkan broadcast email ke seluruh nama yang sudah terdaftar sebagai Main List.

Namun, kami juga menyadari bahwa dalam 2 minggu terakhir ini, ada beberapa orang yang mengabari kami kalau mereka sudah naik tingkat dari reserve list ke main list. Semoga gelombang perpindahan ke main list ini bisa terus berlanjut.

Jadi, bila anda merasa anda adalah main list (apakah itu dengan beasiswa E+, LPDP, beasiswa konsorsium, dan beragam skema lainnya), tetapi anda belum mendapatkan undangan untuk datang ke acara pre-departure ini, segera kabari kami di emundus.wordpress (at) gmail.com !!

 

Perbandingan Statistik Awardees Action 1 (ASEAN), 2014 vs 2015

Berdasarkan data yang saya miliki dari Delegasi untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, statistiknya adalah sebagai berikut:

statistikem

Untuk Main List, Indonesia turun drastis, dari 30 awardees tahun 2014, menjadi 15 awardees di tahun 2015.
Demikian pula untuk Reserve List, dari 223 orang ke 138 orang.

Hal sebaliknya terjadi untuk Vietnam dan Thailand.
Jumlah Main List mereka meningkat (untuk Thailand, hampir) 2x lipat di tahun 2015.

Yang aneh, jumlah main list Indonesia dan Vietnam di 2014 dan 2015 kok angkanya persis sama yah ?? (seperti tukar guling) hehehe.. Aneh tapi nyata !!

increase-decrease

Semoga di 2016, jumlah awardees asal Indonesia bisa kembali pulih dan makin banyak yang diterima beasiswanya yah !!

Pengumuman EM 2015 Action 1

Berikut adalah para penerima EM 2015 (main list) untuk Action 1.

Here is your winner !

Untuk alasan privasi, hanya inisial nama yang diberikan.

Contoh ([first name] / [last name] yang tercatat di konsorsium):

Irfan / Eka–> IE

Irfan / Eka Putra –> IEP

Irfan Eka / Putra –> IEP

Irfan Bachdim / Eka Putra –> IBEP

Selamat bagi kalian, dan selamat menghadiri Pre Departure 2015 (undangan menyusul ke email masing-masing).

————

EPMC = Erasmus Plus Masters Course
EPJD = Erasmus Plus Joint Doctorates

Master / Doctor Inisial Year of Birth Program Name
EPMC TPF 1992 European Master in Comparative Morphology
EPMC AT 1993 Master in Materials for Energy Storage and Conversion
EPMC ET 1991 Functionalized Advanced Materials and Engineering
EPMC JK 1993 Erasmus Mundus MSc in Dependable Software Systems
EPMC YP 1991 Food Innovation and Product Design
EPMC YBA 1992 Molecular Nano- and Biophotonics
EPMC RT 1992 Erasmus mundus Master in Membrane Engineering
EPJD AR 1988 European Doctor in Industrial Management
EPMC ARM 1989 ERASMUS MUNDUS MASTER IN SUSTAINABLE TERRITORIAL DEVELOPMENT
EPMC KP 1989 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering
EPMC AAM 1989 Erasmus Mundus Master in Quality in Analytical Laboratories
EPMC TFNM 1987 Master in Forensic Science
EPMC MPD 1984 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT
EPMC AP 1989 Master of Science in Computational Mechanics
EPMC AS 1989 Masters in Strategic Project Management (European)

Catatan:

  1. List di atas adalah versi original dari Brussels yang sudah diinformasikan ke masing-masing konsorsium beberapa waktu yang lalu.
  2. Untuk RESERVE LIST, tahun ini rankingnya tidak dicantumkan. Jadi, tidak bisa saya informasikan.
  3. Bagi yang merasa masuk ke main list, tetapi inisialnya tidak terdaftar pada list di atas, mohon menghubungi saya di emundus.wordpress (at) gmail.com dengan menyertakan LOA/email konfirmasi dari konsorsium supaya bisa mendapatkan undangan pre-departure.

European Union – Indonesia Scholarship Info Day, Jakarta, 9 Mei 2015

Datang dan kunjungi Pameran Beasiswa “European Union – Indonesia Scholarship Info Day”
di Puri Ratna, Hotel Grand Sahid Jaya,
Sabtu, 9 Mei 2015
08:30-16:30

Untuk hadir daftar on-line di http://bit.ly/eu-scholarships

Jadual presentasi:
08:30-09:00 pendaftaran
09:00-09:30 pidato pembukaan
09:30-10:30 LPDP
10:30-11:00 Italia
11:00-11:30 Perancis
11:30-12:00 Jerman
12:00-13:00 Istirahat
13:00:13:30 Belanda
13:30-14:00 Inggris
14:00-14:30 Swedia
14:30-15:00 Hungaria
15:00-15:30 Polandia
15:30-16:00 Spanyol
16:00-16:30 Uni Eropa – Erasmus+

POSTER SCHOLARSHIP INFO DAY #2

Bisakah menempuh program EM Action 1 dengan beasiswa EM Action 2 ?

aku-pasti-bisa

Gara-gara hari ini ada pertanyaan mengenai reserve list, saya jadi teringat kisah seorang teman saya (awardee E+ tahun 2014).

Tahun lalu dia diterima di salah satu program EM action 1 (yang listnya bisa dilihat di http://bit.ly/EM-emmc), dimana di program tersebut, salah satu anggota konsorsiumnya adalah TU Dresden, Jerman.

Nah, ternyata TU Dresden (secara institusi) juga tergabung dalam program EM Action 2 yang bernama “Swap and Transfer”.

Kalau dilihat di webnya “Swap and Transfer” http://www.swap-transfer.eu/partners.html, universitas asal S1 teman saya ini, tidak tergabung di partnerships ini.

Tetapi somehow, teman saya ini pada akhirnya bisa menempuh program EM tsb dengan berbekal beasiswa EM Action 2 “Swap and Transfer”. Sepertinya dia menggunakan “celah” target group 2.. (kalau penasaran, baca baik2 http://www.swap-transfer.eu/instructions.html).

Jadi, mungkin bagi teman2 yang sudah terima “kabar” dari konsorsium yang menyatakan diterima programnya, tetapi tidak diterima beasiswanya, coba cek univ2 konsorsium program tsb. Siapa tahu ada yang tergabung di Action 2, dan bisa memanfaatkan “celah” seperti teman saya tsb.

Another book ?

CRC-New-books-banner

Beberapa bulan yang lalu, dari hasil kumpul-kumpul dengan beberapa alumni Erasmus Mundus, ada wacana untuk menuangkan cerita dan pengalaman selama masa kuliah di Eropa ke dalam sebuah buku.

Konsepnya mungkin akan agak berbeda dari buku yang pernah diluncurkan sebelumnya (bisa refer ke https://emundus.wordpress.com/2011/07/18/beasiswa-erasmus-mundus-the-stories-behind/).

Namun, karena masih wacana, dan belum tahu akan diwujudkan atau tidak, maka berikut adalah salah satu kisah yang ingin saya share di dalam buku. Kisah berikut ini adalah salah satu cerita adalah mengenai peristiwa-peristiwa yang saya rasakan “ajaib” selama kuliah di Eropa.

Judul: Secangkir kopi untuk nilai A?

Your attitude, not your aptitude, determines your altitude (Zig Ziglar)

Di universitas saya di Italia, setiap pengajar memiliki preferensi masing-masing bagaimana mereka akan memberikan penilaian.

Bisa berdasarkan nilai absolut (misalkan nilai ujian di atas 90 dapat A, antara 80-90 dapat B, dst).
Bisa juga berdasarkan statistik kelas (misalkan 2% nilai terbaik di kelas dapat A, atau nilai rata-rata ditambah sekian deviasi dapat A).
Bisa juga gabungan keduanya, misalkan 2% nilai terbaik di kelas akan dapat A, asalkan nilai tersebut tidak kurang dari 80.

Ada salah satu mata kuliah yang materinya kurang saya sukai (kurang bisa saya pahami), menggunakan penilaian berbasis statistik.

Tantangan di kuliah ini bertambah, dengan adanya seseorang mahasiswa lokal di kelas, yang sangat pintar, cerdas, brilian, dan sering menanyakan pertanyaan yang sangat-sangat susah (susah dimengerti dan susah dijawab). Dia berpotensi merusak statistik nilai di kelas.

Namun, persaingan itu wajar dan alami, kita tidak bisa selalu menganggap diri kita yang paling hebat. Kalau orang lain memang lebih hebat, harus diakui dengan jujur, he/she deserves the credit.

Nah, menjelang akhir perkuliahan, entah bagaimana, si teman yang sangat pintar ini, yang biasanya akrab dengan para dosen, malah bertengkar dan adu mulut dengan dosen kuliah tersebut, hanya karena masalah absen. Diawali dengan beberapa kali datang telat ke kelas, teguran dari dosen yang tidak bisa dia terima, dan berakhir dengan adu mulut di antara keduanya di dalam kelas, yang menyebabkan teman saya itu diusir dari kelas.

Persis di sesi kuliah terakhir sebelum ujian, di saat kelas sedang break, tak disangka saya disapa oleh dosen ini. Entah bagaimana, beliau ingin membeli kopi di vending machine, tetapi tidak membawa kartu miliknya (catatan: seluruh pembayaran di universitas menggunakan kartu identitas yang berfungsi juga sebagai kartu prabayar). Jadi, dia meminjam kartu saya untuk membeli kopinya.

Dalam perjalanan kembali ke ruang kuliah, seorang teman bertanya, mengapa dosen tsb menghampiri saya. Sambil bercanda, saya mengatakan “Perhaps it’s a good sign, a coffee for an A”.

Dan siapa yang sangka, perkataan itu menjadi kenyataan.
Saat nilai diumumkan, saya bukan hanya dapat A, tetapi malah A+, satu-satunya di kelas.
(Sedikit bocoran, yang nantinya akan saya ceritakan lebih lengkap di buku, nilai A+ dari kuliah ini menjadi salah satu penentu di akhir masa kuliah, dimana saya bisa lulus dengan predikat “distinction“)

Apa lessons learnt dari kisah ini?

  1. Sepintar-pintarnya anda, kalau anda tidak menjaga attitude anda, maka bisa jadi anda tidak akan sampai ke altitude yang seharusnya menjadi hak anda.
  2. Tetaplah berusaha (belajar) sebaik-baiknya. Kopi mungkin merupakan faktor penolong (who knows?). Tetapi kalau jawaban ujian anda tidak tepat, rasanya tidak mungkin juga dapat nilai yang baik ya.
  3. Expect good things. Kalau saya menyerah di awal (dan belajar santai2 saja untuk kuliah ini) karena minder terhadap teman saya yang pintar itu, mungkin saya tidak akan bisa melalui ujian dengan baik.
  4. Selalu sediakan saldo yang cukup di kartu prabayar 😉

Mengubah Cara Pandang

Beberapa waktu belakangan ini, di grup Facebook “Erasmus Mundus Indonesia”, banyak cerita-cerita seputar perjuangan, motivasi, dan tips-tips untuk apply beasiswa yang di-share oleh para awardee beasiswa Erasmus+.

fb

Sangat menyenangkan melihat satu sama lain saling berbagi kisah dan cerita inspiratif, sehingga bisa menjadi penyemangat bagi mereka yang sedang mencari beasiswa.

Hari ini, saya membaca salah satu thread yang sedang aktif di grup ini.

Jadi, ada seorang member yang posting demikian:

fb2

Lalu di salah satu komentar, ada yang menulis demikian:

diyan

Well, saya harus bilang, saya sangat setuju dengan komentar di atas.

Terkadang, ketika antara kenyataan tidak sesuai dengan impian atau ekspektasi, maka mencari alasan, menyalahkan kondisi, atau menyesali keadaan memang tindakan yang rasanya beralasan untuk dilakukan. Sayangnya, dengan melakukan hal-hal tersebut, fokus kita teralih pada kondisi yang ada dan kalau tidak diatasi dengan baik, maka bisa membuat makin terpuruk.

Di sisi lain, apalagi bila masih muda (masih bisa mengubah diri dan masih ada banyak waktu), mungkin bisa melihat dari perspektif lain.

Buat list impianmu, letakkan di 1 kotak.

Buat list kondisimu, letakkan di 1 kotak.

Coba hubungkan kedua kotak tersebut, dan identify, ada gap apa saja di antara kondisi dan impian.

Contoh sederhana:

Impian: Kuliah di Eropa

Kondisi: Bahasa Inggris belum lancar, nilai kuliah masih pas-pasan

Maka, dari gap yang ada, anda bisa menentukan langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi gap tersebut –> belajar Bahasa Inggris dan belajar lebih giat di kuliah. Teruslah bertanya “how” sampai anda menemukan solusi praktis bagaimana mengatasi gap tersebut.

Misalkan, belajar Bahasa Inggris –> bisa melalui buku, bisa melalui online, bisa melalui les.

  1. Hmm, mungkin yang cocok untuk saya adalah belajar melalui buku, sedangkan ekonomi pas-pasan –> bagaimana caranya?
    Hmm, mungkin bisa tanya2 teman yang pernah les Bahasa Inggris, atau pernah ikut tes TOEFL? Atau coba cari buku2 bagus di pasar loak (tidak perlu malu, saya pun pernah beli buku di toko loak) –> siapa ya kira-kira teman yang bisa dipinjami buku, dan pertanyaan2 lanjutannya (sampai anda menemukan solusi praktis yang bisa dilakukan).
  2. Lalu mungkin harus meluangkan waktu juga.. Mengurangi waktu2 yang dirasa tidak produktif, dan mengarahkannya kepada kegiatan-kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

Semoga tulisan di atas bisa dimengerti, dan anda menjadi orang yang semakin tangguh dalam mengatasi masalah.

Erasmus Mundus scholarships for biology students – TROPIMUNDO – Deadline 30 November 2014

Email dari koordinator TROPIMUNDO (program Master, Action 1) ke Delegasi Uni Eropa.

***

Dear EU Delegation,

The Université libre de Bruxelles is coordinating the Erasmus Mundus TROPIMUNDO Master programme, for which the European Commission offers a certain number of scholarships for EU and non-EU students.

As we are still looking for good candidates, would it be possible for you to disseminate the information below among your contacts.

This information is of particular importance for BIOLOGY students seeking a scholarship to study abroad.

TROPIMUNDO is the first International Master in Tropical Biodiversity and Ecosystems (2 years, 120 ECTS) that allows students to delve into the interlinked ecosystems under threat by spending an entire semester in the field : tropical rainforests and woodlands, wetlands, both terrestrial and coastal such as mangrove forests, seagrass beds and coral reefs.

The European Commission provides a certain number of full Erasmus Mundus scholarships for EU and non-EU students.

Applications for 2014-2015 are now opened and the deadline for applications is 30 November 2014.

Please do not hesitate to forward the information to your colleagues, students or any other potentially interested person.

Further information on the TROPIMUNDO programme and the application procedure can be found at www.tropimundo.eu.

Very many thanks for your help and best wishes,

Prof. Dr. Farid DAHDOUH-GUEBAS

Laboratory of Systems Ecology and Resource Management
Département de Biologie des Organismes
Faculté des Sciences
Université Libre de Bruxelles – ULB
Campus de la Plaine, CPI 264/1,
Avenue F.D. Roosevelt 50, B-1050 Bruxelles, Belgium.
Tel. ++ 32 2 6502137 (Bureau O.3.204)
E-mail : fdahdouh@ulb.ac.be
URL : http://www.ulb.ac.be/sciences/biocomplexity/

*******************************************************************
Laboratory of Plant Biology and Nature Management
Department of Biology – Faculteit Wetenschappen en Bio-ingenieurswetenschappen
Vrije Universiteit Brussel – VUB
Pleinlaan 2, B-1050 Brussels, Belgium.
Tel. ++ 32 2 6293422 (Office 7F406)
Tel. ++ 32 2 6293416 (Laboratory, messages)
URL : http://www.vub.ac.be/APNA/staff/FDG/

Acara presentasi dan talkshow (terkait Uni Eropa) di EHEF 2014

fotoprogram-talkshow

Update terakhir per semalam:

1. Panggung alumni –> talkshow (1 jam)

Topik: Scholarship 101, yang akan membahas kombinasi dari topik-topik berikut, dengan narasumber yang berbeda-beda setiap sesinya:

  • Cara pembuatan motivation letter
  • Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris (tanpa les/kursus) untuk bisa mendapatkan skor tes yang bagus
  • Sharing mengenai pengalaman hidup, studi, dan adaptasi di Eropa
  • Sharing mengenai tips mendapatkan beasiswa

Dari 6 sesi yang ada, kami berhasil “mengamankan” 3 sesi dengan jadwal sbb:

Sabtu, 8 November 2014 –> 13:00-14:00

Minggu, 9 November 2014 –> 13:00-14:00

Minggu, 9 November 2014 –> 14:30-15:30

 

2. Presentasi (25 menit) –> pengenalan mengenai Uni Eropa dan beasiswa Erasmus+

Sabtu, 8 November 2014 –> 16:40-17:05

Minggu, 9 November 2014 –> 11:15-11:40

Minggu, 9 November 2014 –> 16:40-17:05

 

Untuk jadwal talkshow lainnya:

Sabtu, 8 November 2014  –> 14:30-15:30 –> DAAD

Sabtu, 8 November 2014  –> 16:00-17:00 –> Campus France – IFI

Minggu, 9 November 2014  –> 16:00-17:00 –> Nuffic Neso

Untuk jadwal presentasi lainnya, bisa refer ke:

https://emundus.wordpress.com/2014/11/05/update-jadwal-presentasi-ehef-2014-jakarta/

atau http://ehef-indonesia.org/exhibitors/presentation-schedule/

 

Datang lebih awal lebih baik karena biasanya sangat penuh sekali.
IMG_8862

Hasil Technical Meeting EHEF 2014 – European Union

stakeholder-meeting

Berhubung sudah jam 11 malam, jadi tanpa terlalu banyak intro ini itu, hasil technical meetingnya (yang sudah bisa di-share) sbb:

1. Untuk panggung alumni di EHEF Jakarta, panggung ini tidak dikhususkan bagi alumni Erasmus+ saja.

Lokasinya ada di sebelah kiri peta (lihat floor plan https://emundus.wordpress.com/2014/11/02/mark-your-destination-ehef-floor-plan/)

Jadi, nanti akan kita pakai bersama2, bersama dengan alumni dari beasiswa dan negara lainnya (kalau ada yang mau berpartisipasi).

Karena di sisi kanan peta ada presentasi2 yang sudah terjadwal (lihat https://emundus.wordpress.com/2014/10/29/jadwal-presentasi-ehef-jakarta/), maka pembahasan topik di panggung alumni akan bersifat lebih umum dan practical, tidak spesifik mengenai suatu beasiswa tertentu.

Topik2 yang sudah diusulkan adalah sbb:

  • Cara pembuatan motivation letter
  • Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris (tanpa les/kursus) untuk bisa mendapatkan skor tes yang bagus
  • Sharing mengenai pengalaman hidup, studi, dan adaptasi di Eropa
  • Sharing mengenai tips mendapatkan beasiswa

Keempat topik ini durasinya 1-2 jam, dan kalau tidak ada usulan lain dari exhibitor lainnya, maka keempat topik ini akan dilaksanakan selama dua hari, dengan pembicara yang berbeda-beda, supaya bisa dapat perspektif yang lebih luas.

Jadwal detil akan menyusul kemudian.

2. Quiz untuk menyambut EHEF 2014.

Mulai Senin besok, sampai Jumat, di grup FB, kami akan menyelenggarakan quiz dengan 10 hadiah setiap harinya.

Perlu diperhatikan, bahwa hadiah hanya bisa diambil di booth Uni Eropa, di lokasi penyelenggaraan EHEF (Jakarta / Surabaya / Makassar). Tidak ada pengiriman ke alamat peserta.

Caranya:

  • Pertanyaan bisa diumumkan sewaktu2 di grup FB.
  • Penjawab pertama yang benar adalah pemenangnya.
  • Pemenang akan dihubungi melalui inbox email FB-nya, setelah quiz pada hari tsb selesai.
  • Bila tidak ada konfirmasi dalam 1×24 jam, maka hadiahnya hangus.
  • Khusus untuk quiz hari Jumat, konfirmasi dari pemenang harus diberikan sebelum jam 23.59.

Untuk Senin besok, quiz akan dimulai antara pukul 7-9 malam.

Siap2 pantau grup FB !!

Mark your Destination (EHEF Floor Plan) !!

Tengok floor plan EHEF sebelum datang.

Supaya sesampainya disana, sudah tahu booth yang mau dituju dimana saja letaknya.

floorplan

Jakarta: http://ehef-indonesia.org/wp-content/uploads/2014/10/EHEF2014-FloorplanwithInstitutionsList-Jakarta1.jpg

Surabaya: http://ehef-indonesia.org/wp-content/uploads/2014/10/EHEF2014-FloorplanwithInstitutionsList-Surabaya1.jpg

Makassar: http://ehef-indonesia.org/wp-content/uploads/2014/10/EHEF2014-FloorplanwithInstitutionsList-Makassar1.jpg

Kalau ingin menghadiri presentasi, be prepared at least 15 menit sebelum jamnya, karena biasanya antriannya cukup panjang. Apalagi untuk beasiswa, institusi, atau negara tertentu.

————

Jangan lupa, ada panggung alumni juga.

Saat ini kami masih menyiapkan jadwalnya dan pembicaranya.

Akan diumumkan dalam minggu ini, sebelum EHEF.

Jadi, kalau di presentasi, materinya adalah seputar pengenalan beasiswa Erasmus+, kalau di panggung alumni, materinya adalah hal-hal yang lebih practical, semisal:

  • How to start your Erasmus+ application
  • How to make a good motivation letter
  • How to survive living and studying in other countries

Dll dll..

EM Programme Representatives

Tertarik akan program EM, tetapi bingung mau cari spesifik informasinya darimana?

Gunakan fitur yang sangat bermanfaat ini !!

iStock_000009311779Small_t640

Diambil dari:

http://www.em-a.eu/en/about-ema/programme-representatives.html

EM Programme Representatives

The representatives of Erasmus Mundus Master and PhD Courses advocate for the students and alumni of their Erasmus Mundus programme. Their aims are to:

•    Seek knowledge as to the current problems, wishes and needs of the students and alumni of their course, and to communicate these to EMA.
•    Be the contact person between his/her course and EMA.
•    Be familiar with EMA activities and disseminate information to their fellows as necessary.
•    Provide overall support to the on-going projects of EMA and take active part in its activities.

Kalau anda buka link di atas, akan muncul nama2 representative dari tiap program.

Bila anda “hover” mouse anda di atas nama yang bersangkutan, akan kelihatan email address mereka.

Atau bagi anda yang menggunakan MS Outlook, bisa langsung klik saja di nama yang bersangkutan.

Mayoritas representative memang orang asing, hitung2 sekalian melatih kemampuan berbahasa Inggris kan?

Satu saran ya, karena mereka ini representative dari program Erasmus Mundus, mohon pertanyaannya yang relevan ya (alias terkait program yang dituju). Jangan bertanya, misalnya: saya mau kuliahnya di Univ X, kira2 beasiswa apa yang bisa saya apply?

Silahkan dicoba.

 

Mohon klarifikasi dari panitia FTIP Peduli 2014 Unpad

Tanggal 13 Oktober 2014 yang lalu, kami mendapatkan undangan dari BEM FTIP Unpad seperti terlampir di bawah ini.

surat undangan expo_NEW

Sebagaimana terlihat di undangan, lokasi yang tertera adalah “Gedung Pos Indonesia, Jalan Banda No. 30 Bandung”.

Namun, pagi ini ketika tim dari Erasmus Mundus datang ke lokasi, mereka tidak menjumpai acara yang dimaksud.

Setelah di-google, kami menemukan bahwa panitia memiliki akun Twitter, dan acara yang dimaksud ternyata diadakan di tempat lainnya, “Bale Santika UNPAD”. Lihat potongan snapshot screen Twitter berikut ini:

ftip

Karena setiap acara promosi dan undangan beasiswa Erasmus Mundus (Erasmus+) selalu kami koordinasikan dengan:

(1) Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN

(2) Erasmus Mundus Students & Alumni Association

maka kejadian ini pun akan kami tembuskan ke pihak-pihak tersebut.

Sebab itu, kami mengundang pihak panitia acara ini untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi. Semoga kami dapat menerima klarifikasi yang baik dalam jangka waktu 1 x 24 jam.

Athens – Day 1

Melanjutkan posting sebelumnya tentang jalan-jalan di Athena, https://emundus.wordpress.com/2014/10/29/jalan-jalan-ke-athena/.

Akhirnya tibalah hari keberangkatan kami, Minggu, 9 Maret 2008.

Perjalanan dari Vienna ke Athena dengan nomor flight NE 3312 ditempuh selama 2 jam 15 menit, dimana terdapat perbedaan waktu 1 jam antara Vienna dan Athena. Penerbangan berjalan dengan mulus, dan kami mendarat dengan aman di bandara Eleftherios Venizelos.

Di masa sekolah, apalagi bagi yang mengambil jurusan IPA, pastinya tidak asing dengan istilah alpha, beta, theta, gamma, dan sebagainya. Dan, alfabet-alfabet inilah yang pasti akan banyak dijumpai di Athena dan kota-kota Yunani lainnya. Misalnya saja di Airport:

DSCF3420

Sebagaimana kebiasaan pelajar, yang selalu mencari alternatif terbaik (alias termurah), kami pun merencanakan segala pengeluaran kami dengan baik untuk perjalanan ini. Bila untuk tiket pesawat pp kami hanya membayar 63 EUR, maka untuk penginapan kami memilih alternatif termurah yaitu hostel (bukan hotel !!). Walaupun lokasinya terletak agak di pinggir kota, tetapi di hostel ini kami cukup membayar 17 EUR per orang per malam (1 kamar berempat, hanya rombongan kami saja).

Dari airport menuju ke hostel Neos Olympos, kami menggunakan airport bus X95 menuju Syntagma yang memberikan diskon 50% bagi pelajar (dengan menunjukkan student ID yang masih berlaku). Berikut adalah foto suasana bus dan pemandangan di perjalanan.

Oya, jangan heran kalau busnya agak sesak karena harganya memang ekonomis (5 EUR saja).

DSCF3427

Ada yang bisa baca nama restoran ini?DSCF3428

Catatan:

Dalam perjalanan kami di hari-hari berikutnya di Yunani, beberapa tempat menggratiskan tiket masuk bagi student (jadi, kalau jalan-jalan, jangan ditinggal ya student ID-nya, siapa tahu berguna hehe..).

Namun, peraturannya terkadang tidak standar, ada yang hanya menerima student ID dari universitas di Yunani, ada yang menerima student ID dari universitas di negara2 Uni Eropa, ada juga yang menerima student ID dari universitas di negara2 Uni Eropa dengan syarat umur studentnya belum melebihi 26 tahun.

Agak melantur sedikit, ada untungnya kalau anda bisa dapat beasiswa di usia muda (sebelum usia 26 tahun), misal saja, untuk pembuatan ISIC (International Student Identity Card) dimana ada diskon untuk pembelian tiket pesawat di STA Travel (bisa cek http://www.statravel.com), diskon di merchant-merchant tertentu di berbagai negara, dan benefit2 lainnya (lengkapnya bisa baca di http://www.isic.org/)

isic-card

Sesampainya di Syntagma, kami lalu melanjutkan dengan metro ke hostel kami.

DSCF3432

Ada untungnya kami membawa peta berbahasa Inggris. Karena setelah kami turun dari metro, petunjuk jalannya (locality map) ternyata menggunakan Greek alphabet.

DSCF3435

greek

Di hari pertama ini, tidak banyak petualangan yang kami lakukan, sekembalinya di hostel, istirahat sebentar, lalu kami keluar mencari makan malam. Ini makanan pertama saya di Yunani, Calamari (yang harganya sangat mahal kalau dijual di Vienna) !!

DSCF3452

Orang-orang Yunani bisa dibilang ramah pada pendatang. Terlebih lagi, mungkin muka-muka Asia kami yang “lugu” dan “asing”, mengundang pertanyaan dari orang-orang setempat. “Kok bisa nyasar ke Athena?”, mungkin begitu kali ya kasarnya hehe..

Anyway, setelah kami jelaskan bahwa kami adalah mahasiswa Asia yang beruntung dapat beasiswa Erasmus Mundus sehingga bisa menempuh studi di Vienna, yang saat ini sedang masa liburan, mereka malah sepertinya “amazed”. Di beberapa souvenir shop, kami bahkan diberi diskon atau bonus tambahan (catatan: di Athena memang sepertinya tawar menawar adalah bagian dari keramahan kota).

Ketika kami merencanakan perjalanan ini, kami memang menyiapkan beberapa kemungkinan rute. Jadi, dalam perjalanan kembali ke hostel, tidak lupa kami mengunjungi stasiun kereta api “Larissa station” yang terletak dekat dengan hotel, untuk mengecek jadwal kereta ke kota-kota lain di Yunani, dan menentukan rute mana yang bisa kami ambil untuk hari-hari berikutnya.

Malam berlalu dengan cepat, dan dengan badan yang penat, kami segera kembali ke hostel untuk bebersih dan beristirahat. Walaupun kamar agak sempit berdesak2an, tetapi at least 1 orang 1 ranjang, jadi punya kapling tidur masing-masing.

Keesokan paginya, suasana pagi yang cerah menyapa kami dari jendela kamar. Selamat pagi Athena !!

DSCF3433

Nanti dilanjut ya ke Day 2..

Follow me on Twitter @emundusme

Sudah siapkah kita untuk Erasmus+? (refleksi dari artikel mengenai IKEA)

Minggu ini di Twitter, snapshot artikel di bawah ini sedang heboh dibahas oleh para netizen Indonesia.

Anyway, topik pembahasan saya bukan ke soal IKEAnya, bukan juga ke soal revolusi mental (seperti yang tertulis di artikel tsb). Intinya adalah mengenai “attitude” pengunjungnya.

Saya ingin mengkaitkan artikel ini dengan Erasmus+, sudah siapkah kita untuk Erasmus+? (yang intinya terkait “attitude” dari calon aplikannya)

—————-

Dalam acara Destination Europe yang saya hadiri minggu lalu, saya berada di kursi penonton.

Bagi yang belum baca liputannya, bisa cek di:

https://emundus.wordpress.com/2014/10/19/talkshow-beasiswa-di-destination-europe-2014/

https://emundus.wordpress.com/2014/10/20/talkshow-beasiswa-di-destination-europe-2014-bagian-2/

Nah, di depan saya,  ada seorang penonton lainnya yang dengan sangat serius dan bersemangat menyimak talkshow. Saking semangatnya, kadang dia bisa tiba2 gebrak meja dan berceloteh sendiri.

Misal saja ketika sang narasumber bercerita “kuliah di Eropa itu sangat menyenangkan karena …”, mendadak dia berteriak “yesss, I want thatttt”. Atau ketika sang narasumber bilang “disarankan belajar bahasa dulu …”, dia gebrak meja, lalu dengan tampang sedih berceloteh “ya gimana gue belajar bahasa, ini aja kuliah masih begini begitu …” (ngedumel).

Pada sesi pertanyaan juga, ada pengunjung yang bertanya “apa sih syaratnya supaya bisa dapat beasiswa, minimal IPK berapa, apply kemana, dll” – pertanyaan klasik yang sering sekali ditanyakan dari waktu ke waktu.

Saya berpikir, dari waktu ke waktu, pameran ke pameran, tahun ke tahun, EHEF pertama sampai EHEF kesekian di 2014 ini, bagaimana caranya bisa menggugah para calon aplikan beasiswa Erasmus+, supaya kita bisa “move on”.

“Move on” dalam artian (inginnya saya), mari kita sudahi pertanyaan-pertanyaan pemula (informasi ada di ujung jari anda, cuma butuh sedikit Googling), keluh kesah yang tidak membawa kita kemanapun, semangat semu menggebu2 yang muncul saat event lalu melempem setelahnya.. Instead, kita bergerak maju.. Letakkan angan-anganmu, mimpimu, visimu, tujuanmu, cita-citamu pada sesuatu yang lebih konkrit yang mungkin bisa membawamu meraih kuliah (dan tentunya jalan-jalan) di Eropa.

Sebab itu, di EHEF Jakarta 8-9 November nanti, yang tinggal 2 minggu lagi, selain ada presentasi dari berbagai lembaga pendidikan dan beasiswa di ruang presentasi, ada juga konsep baru yang disebut “panggung alumni”. Per saat ini, saya masih meminta dari pihak panitia untuk rancangan ruangan dan layout-nya seperti apa. Dengan harapan, panggung alumni ini bisa digunakan secara maksimal, untuk lebih berinteraksi antara calon aplikan dengan alumni, untuk hal-hal yang lebih konkrit, apakah itu pembahasan mengenai bagaimana menulis motivation letter, bagaimana survive di negeri orang, trik khusus untuk berkuliah di Eropa, maupun hal-hal lainnya.

Sebab itu, saran anda semua sangat penting supaya apa yang kami (para alumni) rancang untuk EHEF nanti bisa memenuhi kebutuhan anda.

https://emundus.wordpress.com/2014/10/20/ehef-2014-jakarta-panggung-alumni/

Selamat menikmati hari Minggu.

Follow me on twitter @emundusme

ikea

EMJMD Catalogue

Diambil dari web berikut:

https://eacea.ec.europa.eu/erasmus-plus/library/scholarships-catalogue_en

Below are listed all the Erasmus Mundus Joint Master Degrees (EMJMDs) that will be offering EU-funded scholarships for courses taking place in the academic year 2015-2016.

Students at Masters level and potential scholars/guest lecturers should contact the relevant Consortium for more information on courses and application procedures. 

A filter by categories is also available. Project descriptions have been drafted by the projects and the Agency is not responsible for their content.

Title of Masters Course Project Description Course Website
4CITIES – UNICA Euromaster in Urban Studies English Website
ACES – Joint Masters Degree in Aquaculture, Environment and Society English to be published
ADVANCES – MA Advanced Development in Social Work English Website
AGRIS MUNDUS – MSc in Sustainable Development in Agriculture English Website
AMASE – Joint European Master Programme on Advanced Materials Science and Engineering English Website
ARCHMAT – European Master in ARCHaeological MATerials Science English Website
ASTROMUNDUS – Astrophysics (*) English Website
ATOSIM – Atomic Scale Modelling of Physical, Chemical and Bio-molecular Systems English Website
bhealth – BioHealth Computing EM English Website
CARTO – E+ JMD Cartography English to be published
ChIR – Erasmus Mundus Master in Chemical Innovation and Regulation English Website
CHOREOMUNDUS – International Master in Dance Knowledge, Practice and Heritage English Website
CoDe – Joint European Master in Comparative Local Development English Website
CoMEM – Erasmus Mundus MSC Coastal and Marine Engineering and Management English Website
COSI – Colour in Science and Industry English to be published
COSSE – Computer Simulation For Science and engineering (*) English Website
CWCN – Crossways in Cultural Narratives English Website
DESEM – Erasmus Mundus MSc in Dependable Software Systems English Website
Dyclam – Dynamics of cultural landscapes and heritage management English Website
EACH – Excellence in Analytical Chemistry English Website
EDAMUS – Sustainable Management of Food Quality English Website
EM HRPP – Erasmus Mundus Masters in Human Rights Policy and Practice English Website
EM SIE – Erasmus Mundus Masters in Special and Inclusive Education English Website
EM3E – Erasmus Mundus Master in Membrane Engineering English Website
EMARO+ – European Master on Advanced Robotics + English Website
EMCL – European Masters in Clinical Linguistics English Website
EMPCL – European Master’s Program in Computational Logic English Website
EMECC NURSING – Emergency and Critical Care Nursing English Website
EMECS – European Master Embedded Computing Systems English Website
EMERALD – Master Course in Georesources Engineering English Website
EMGS – Global Studies – A European Perspective (*) English Website
EMIN – Erasmus Mundus Joint Master in Economics and Management of Network Industries English Website
EMLE – European Master in Law and Economics (*) English Website
EMMCMSP – Erasmus Mundus Master Course on Maritime Spatial Planning English Website
EMMIR – European Master in Migration and Intercultural Reations English Website
EMM-Nano – Erasmus Mundus Master in Nanoscience and Nanotechnology (*) English Website
EMQAL – European Joint Master in Quality in Analytical Laboratories English Website
EMPHID – Public Health in Disasters English Website
EM-SANF – Erasmus Mundus Master Course Sustainable Animal Nutrition and Feeding English Website
EMSD – European Master programme in Systems Dynamics (*) English Website
EMSHIP – European Education in Advanced Ship Design (*) English Website
Website
EMTM – European Master in Tourism Management (*) English Website
EPOG – Master’s Course – Economic Policies in the age of Globalisation : knowledge, finance and development English Website
EUCOMOR – European Master in Comparative Morphology English Website
EUROCULTURE – Europe in the Wider World English Website
EUROPHILOSOPHIE – Philosophies allemande et française dans l’espace européen English Website
EUROPHOTONICS – Master in Photonics Engineering, Nanophotonics and Biophotonics (*) English Website
EUROPUBHEALTH – European Public Health Master English Website
EWEM – European Wind Energy Master English Website
FAME – Functionalised Advanced Materials and Engineering English Website
FIPDes – Food Innovation and Product Design English Website
FloodR – Flood Risk Management (FloodRisk) English Website
Food ID – European Master Food Identity English Website
FUSION-EP – European Master in Nuclear Fusion Science and Engineering Physics English Website
GEM – Master of Science course in Geo-Information Science and
Earth Observation for Environmental Modelling and Management
English Website
GEMMA – Master’s Degree in Women’s and Gender Studies English Website
GeoTech – Master of Science in Geospatial Technologies English Website
GLITEMA – German Literature in the European Middle Ages (*) English Website
GLOBED – Education Policies for Global Development English to be published
IMAE – International Master in Applied Ecology English Website
IMETE – International Master of Science in Environmental Technology and Engineering English Website
IMFSE – International Master of Science in Fire Safety Engineering (*) English Website
IMIM – International Master in Industrial Management English Website
IMQP – International Master in Quaternary and Prehistory Master International en Quaternaire et Préhistoire (*) English Website
IMRCEES – International Masters in Russian, Central and East European Studies English Website
IMRD – International Master of Science in Rural Development (*) English Website
IT4BI – Information Technologies for Business Intelligence English Website
JEMES – Joint European Master Programme in Environmental Studies English Website
KEM – Kino Eyes –The European Movie Masters – Erasmus Plus Joint Master English Website
LCT – European Masters Program in Language and Communication Technologies English Website
M.E.S.C. – Master in Materials for Energy Storage and Conversion English  Website
MA LLL – European Masters in Lifelong Learning: Policy and Management English Website
MAMASELF – Master in material science exploring European large scale facilities (*) English Website
MARIHE – Research and Innovation in Higher Education English Website
MATHMODS – Mathematical Modelling in Engineering: Theory, Numerics, Applications English Website
MBIO – Erasmus Mundus Master of Bioethics English Website
MCM – Master of Science in Computational Mechanics English Website
ME3 – European Joint Masters in Management and Engineering of Environment and Energy English Website
MEDfOR – Mediterranean Forestry and Natural Resources Management English Website
Media AC – Media Arts Cultures English Website
MEEES – Masters in Earthquake Engineering and Engineering Seismology (*) English Website
MEGEI – MA Economics of Globalisation and European Integration English Website
MEME – Erasmus Mundus Master Programme in Evolutionary Biology (*) English Website
MEREMMC – EUROPEAN MSc in MARINE ENVIRONMENT AND RESOURCES English Website
MFAMILY – European Master in Social Work with Families and Children English Website
MFSc – Master in Forensic Science English Website
MIND – Erasmus Mundus Master’s programme in Industrial Ecology English Website
MITRA – Médiation interculturelle : identités, mobilités, conflits English Website
MONABIP – Molecular Nano- and Biophotonics English Website
MSPME – Masters in Strategic Project Management (European) English Website
MUNDUS JOURNALISM – Erasmus Mundus Masters Journalism, Media and Globalisation English Website
MUNDUS MAPP – Erasmus Mundus Master’s in Public Policy English Website
MUNDUS URBANO – Master of Science in International Cooperation and Urban Development English Website
NEURASMUS – A European Master in Neuroscience: Advanced Courses and Research Training English Website
NOMADS EMMC – exploring without borders-documentary filmdirecting English Website
NORDSECMOB – Master’s programme in Security and Mobile Computing English Website
PERCCOM – PERvasive Computing & COMmunications for sustainable development English Website
PLANET Europe – Joint Masters Programme on European Spatial Planning, Environmental Policies and Regional Development English Website
QEM – Models and Methods of Quantitative Economics English Website
SAHC – Advanced Masters in Structural Analysis of Monuments and Historical Constructions English Website
SERP-Chem – International Master in Surface, Electro, Radiation, Photo – Chemistry English Website
SPACEMASTER – EMMC in Space Science and Technology (*) English Website
SSI – Joint International Master in Smart Systems Integration English Website
STeDe – Erasmus Mundus Master in Sustainable Territorial Development English Website
STEPS – Erasmus Mundus Master Course in Sustainable Transportation and Electrical Power Systems English Website
SUFONAMA – Sustainable Forest and Nature Management English Website
SUSCOS – Sustainable Constructions under Natural Hazards and Catastrophic Events English Website
SUTROFOR – Erasmus Mundus Masters Course in Sustainable Tropical Forestry English Website
TCCM – Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling (*) English Website
TEMA – European territories (civilisation, nation, region, city): identity and development English Website
TEOS – Transcultural European Outdoor Studies English Website
TPTI – Techniques, Patrimoine, Territoires de l’Industrie English Website
TRIBOS – Joint European master in tribology of surfaces and interfaces English Website
TROPIMUNDO – Erasmus Mundus Masters Course in Tropical Biodiversity and Ecosystems English Website
VIBOT – Erasmus Mundus Masters in VIsion and roBOTics English Website
VINIFERA EuroMaster – European Master of Science of Viticulture and Enology (*) English Website
WACOMA – Erasmus Mundus Master in Water and Coastal Management English Website
WOP-P – Master in Work, Organizational and Personnel Psychology English Website

* Award of scholarships is subject to completion of Quality Review

Talkshow beasiswa di Destination Europe 2014 – Bagian 2

Tulisan ini adalah bagian kedua, melanjutkan posting sebelumnya di https://emundus.wordpress.com/2014/10/19/talkshow-beasiswa-di-destination-europe-2014/

3. Persiapan apa saja yang dilakukan sebelum ke Eropa, dan bagaimana rasanya saat pertama kali menginjak Eropa?
Idfi: “Sebelum ke Eropa, saya mengambil kursus bahasa Italia dulu di IIC (Istituto Italiano di Cultura). Kursusnya ada beberapa level, dan bisa dipilih sesuai kebutuhan.”

Eva: “Saya tidak mengambil kursus bahasa sebelum berangkat. Kota tujuan pertama saya adalah Bologna. Tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Bologna. Jadi, yang saya lakukan adalah terbang ke kota Milan, lalu melanjutkan dengan kereta ke kota Bologna.”

“Nah, karena kebanyakan orang Italia tidak berbahasa Inggris, maka setibanya saya di airport Milano Malpensa, saya kebingungan bagaimana saya pergi ke stasiun kereta Milano Centrale. Nah, terjebaklah saya akan saran seseorang yang menyarankan untuk mengambil taksi. Di kemudian hari, barulah saya tahu kalau ternyata ada airport bus (ulang alik antara Malpensa dan Centrale) yang harganya 6.5 euro. Untuk taksi, saya menghabiskan 42 euro !!”

4. Apa pesan dari para alumni beasiswa kepada pejuang beasiswa?

Rama: “Luangkan waktu yang cukup untuk persiapan. Bikin perencanaan yang baik. Kalau mau apply beasiswa tahun depan, dari tahun ini sudah persiapan, misalnya untuk tes bahasa.”

Dita: “Peluang itu banyak, tetapi kalau tidak ada yang mempergunakan, semudah apapun peluang tsb, menjadi tidak ada gunanya. Terkadang bukan beasiswanya yang tidak ada, tetapi kita yang tidak mencarinya.”

Eva: “Persiapkan mental untuk apply beasiswa. Selalu ada kemungkinan gagal, ditolak, dsb. Kalau istilah sekarang ‘sakitnya tuh di sini’. Namun, jangan cepat menyerah, coba terus sampai suatu saat ada beasiswa yang nyantol.”

6698003_20140517080212

Yuanita: “Jaman sekarang, apa sih yang ga ada? Motivation letter, banyak contoh dan tipsnya (misal: https://emundus.wordpress.com/2014/05/04/summary-tips-untuk-motivation-letter1/). Surat rekomendasi, syukur2 ada template dari program yang mau di-apply. Kalaupun tidak ada, sudah banyak juga template2 yang bertebaran, tinggal mencari siapa yang bonafid untuk memberi rekomendasi.”

Helena: “Belajar, belajar, dan persiapkan diri. Saya sempat 1.5 tahun kursus bahasa Jerman. Setelah itu juga sempat kursus bahasa Spanyol. Namun karena peluang dan bidang yang diminati di kedua negara tersebut tidak saya dapati, malah akhirnya saya mendapat beasiswa Stuned untuk Belanda.”

“Nah, ketika saya mau apply lagi untuk Chevening, banyak orang bilang mana mungkin, sudah pernah S2 masa S2 lagi. Namun, saya tetap apply dan ternyata saya bisa lolos. Jadi, kalau saya yang sudah pernah S2 dengan beasiswa, bisa dapat beasiswa lagi, apalagi kamu-kamu yang masih belum pernah S2, pasti peluangnya lebih besar !!”

Idfi: “Mendapatkan beasiswa adalah satu hal. Tetapi what’s next is more important.”

“Saya cuma dapat beasiswa kursus 3 bulan. Tetapi dari situ saya membangun network saya dan kemampuan lainnya. Walaupun saya cuma mengunjungi 3 negara Eropa selama masa tersebut, tetapi saat ini saya sudah menjadi freelance tour guide dengan pengalaman keliling ke 5 benua. Banyak order, dan bisa dibilang non-stop traveling. Sudah jalan-jalan, menikmati pemandangan, dibayar pula !!”

(Akhir diskusi)

Talkshow beasiswa di Destination Europe 2014 – Bagian 1

Sehubungan dengan acara Destination Europe 2014, pada hari pertama penyelenggaraannya, 18 Oktober 2014, diadakan ada talkshow mengenai “Jalan-jalan ke Eropa secara gratis, dengan beasiswa”, dimana 6 orang penerima beasiswa berbagi cerita.

Sebagai nara sumber, dihadirkan para “jejawa” penerima beasiswa dari Erasmus Mundus (yang saat ini namanya berubah menjadi Erasmus+), Stuned, DAAD, Chevening, Kementerian, dan pemerintah Italia.

IMG_6389

(Dari kiri ke kanan)

Kedua orang berbaju kuning gonjreng tersebut adalah Yuanita dan Anggara yang menjadi MC untuk talkshow ini. Keduanya pernah mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus. Selama masa studinya, Anggara sudah berkeliling ke 12 negara Eropa !! Kalau penasaran, silahkan lihat temukan foto jalan2nya di Facebook Anggara.

Selanjutnya ada Mbak Helena yang adalah perwakilan beasiswa Chevening. Namun ternyata sebelum Chevening, beliau juga pernah mendapatkan beasiswa dari Stuned !!

Selanjutnya, ada Rama (DAAD), dilanjutkan dengan dua orang mas-mas: Idfi dan Garry, masing-masing dari beasiswa Pemerintah Italia dan STUNED. Lalu di ujung, ada Eva (Erasmus Mundus) dan Dita (Kementerian). Rekor Anggara yang mengunjungi 12 negara ternyata dikalahkan oleh Eva yang sudah mengunjungi 22 negara !!

Berikut adalah key points dari talkshow kemarin yang dibagi per topik.

Pembahasaannya ditulis ulang, tidak persis dengan apa yang mereka katakan, tetapi maknanya tidak diubah (sesuai penangkapan saya).

——————-

1. Apply beasiswa itu susah ga sih?

Eva: “Point pentingnya adalah bagaimana “menjual” kualifikasi kita ke pihak pemberi beasiswa. IPK bisa sama, tetapi motivation letter bisa menjadi penentu.”

Dita: “Untuk beasiswa Kementerian, salah satu syaratnya adalah membuat jurnal ilmiah.”

Helena: “Untuk kuliah di UK, level bahasa Inggris yang diperlukan cenderung tinggi dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Namun, untuk mendapatkan skor TOEFL/IELTS yang tinggi, bisa kita usahakan.”

“Rintangannya biasanya berasal dari dalam diri. Menentukan pilihan bidang mana yang mau diambil, fokus mempelajari bidang yang diminati, membuat motivation letter/personal statement (butuh ketekunan, proofread berulang kali, dll), minta surat rekomendasi (harus hubungi dosen, balik ke kampus, dll) bisa menjadi barrier untuk mengajukan aplikasi beasiswa.”

“Kebanyakan orang biasanya terpacu ketika pameran pendidikan, ambil flyer banyak, brosur banyak, tanya sana sini. Tetapi setelah beberapa waktu, motivasinya mulai kendor, dan akhirnya tidak meneruskan mimpinya.”

Rama: “Apply beasiswa itu tidak sulit. Jadikan rintangan sebagai tantangan” (bahasa motivator nih hehe..).

“Terdapat berbagai kualifikasi beasiswa, ada yang syaratnya tinggi, menengah, maupun tidak begitu tinggi. Pada intinya butuh kemauan untuk mencari informasi dan peluang yang tersedia.”

——————-

2. Pengalaman menarik apa yang didapat selama masa studi di Eropa? Dan bagaimana mengenai masalah bahasa selama di Eropa?

Idfi: “Saya memperoleh beasiswa untuk kursus bahasa Italia di kota Siena. Dari Internet, Siena itu adalah kota yang sangat indah. Namun, ketika saya tiba di kota Siena, hari sudah malam, gelap, dan keindahan kota tidak terlihat. Setelah menginap semalam menggunakan jaringan couchsurfing, keesokan paginya ketika saya membuka jendela, saya melihat kabut yang menutupi kota Siena yang indah seperti di foto-foto, mencium bau khas espresso Italia, dan melihat bangunan-bangunan jaman medieval yang melambungkan pikiran saya.”

Helena: “Saya kuliah di kota Cardiff, yang dekat dengan Wales. Di sana, orang2 setempat memiliki bahasa lokal yang sangat berbeda dari Bahasa Inggris.”

“Suatu hari saya berjalan-jalan di pasar setempat dan tertarik untuk membeli pancake strawberry. Si ibu penjual menyapa saya dengan ramah dan menanyakan (dalam Bahasa Inggris) apa yang saya ingin beli. Woww, pikir saya, saya aman karena ibu ini menggunakan Bahasa Inggris. Lalu, dengan hati-hati mengatakan ‘I want to have the strawberry pancake’. Namun, si ibu tidak mengerti apa yang saya ucapkan. Saya coba ulang lagi dengan pelafalan yang lebih hati-hati, sambil menunjuk-nunjuk ke kue yang saya maksud. Barulah si ibu mengerti dan berkata ‘Ooo, you want strawberry pancake’ dengan aksen ‘Brit’-nya  yang sangat kental (untuk aksen ‘Brit’, bayangkan saja kalau anda nonton film Harry Potter). Ternyata, miskomunikasi ini hanya gara-gara aksen saya yang American English !!”

Garry: “Untuk Belanda, 90% penduduknya bisa berbahasa Inggris. Program kuliah pun banyak yang berbahasa Inggris. Bahkan, bila berkunjung ke kota Rotterdam atau Eindhoven, kita bisa mendengar orang berbicara Bahasa Indonesia di tempat umum. Untuk makanan, merk2 mie instan, kecap, saos yang terkenal di Indonesia, bisa didapatkan di toko setempat.”

Rama: “Untuk Jerman, disarankan mencari program kuliah yang berbahasa Inggris. Karena, untuk memahami bahasa Jerman saja sudah sulit, apalagi kalau harus disambi kuliah. Mengambil kursus basic bahasa Jerman sebelum berangkat, sangat disarankan.”

“Kebanyakan orang Jerman tidak mau spontan berbicara Bahasa Inggris. Namun, ada triknya. Cobalah keluarkan kemampuan Bahasa Jerman anda sebaik2nya, walaupun cuma 1-2 kalimat. Nantinya ketika sudah mentok, baru katakan “Entschuldigung” (excuse me), nah biasanya nanti mereka akan coba berbicara dalam Bahasa Inggris.

Kemana saja?

2329935244_cdc56c7689

Beberapa email masuk ke saya menanyakan kemana saja, sudah sekian lama tidak aktif menulis lagi.
Beberapa email lainnya bahkan langsung ke sasaran, dalam artian menyertakan motivation letter untuk direview.

Well, singkat cerita selama 3 bulan terakhir (Juli-September), hampir setengahnya saya gunakan untuk perjalanan sehubungan dengan pekerjaan. Dan karena perjalanannya melibatkan kunjungan ke 2 negara yang masih mengharuskan visa (dengan proses yang cukup berliku-liku) bagi pemegang paspor Indonesia, maka di bulan Juni itu, saya kejar-kejaran dengan kedutaan supaya bisa dapat visa tepat waktu (karena aplikasinya satu per satu, tidak bisa paralel).

Ada beberapa pengalaman menarik yang saya dapatkan sepanjang perjalanan tsb, dan nanti satu per satu akan di-share.

Belakangan ini saya juga berpikir untuk mengubah blog ini ke arah penggunaan domain pribadi.
Bagi anda para pembaca, seharusnya tidak berdampak.
Bagi saya, saya akan lebih punya akses dalam pengaturan blog ini.
Hal ini masih sedang dipikirkan.

Anyway, hari ini, saya hadir di acara Destination Europe 2014 yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta.
Acara yang meriah, menarik, dengan banyak kesempatan untuk mendapatkan suvenir dan hadiah dari negara-negara Eropa.

Dalam 2-3 minggu ke depan, juga akan ada EHEF yang kali ini akan diadakan di beberapa kota.
Dari tahun ke tahun, dari pihak alumni, kita selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas informasi yang bisa kita berikan pada saat pameran berlangsung. Tahun ini, semoga ada sesuatu yang baru yang bisa kami berikan.

Besok saya akan tulis liputan talkshow hari ini mengenai “Jalan-jalan ke Eropa secara gratis, dengan beasiswa”, dimana 6 orang penerima beasiswa berbagi cerita. Tidak hanya penerima beasiswa dari Erasmus+ (Erasmus Mundus), tetapi hadir juga penerima beasiswa dari Stuned, DAAD, Chevening, Kementerian, dan pemerintah Italia.

Bagi yang follow Facebook “Erasmus Mundus Indonesia” bisa baca 3 liputan singkat dari saya untuk Destination Europe 2014 hari ini.

Selamat malam dan selamat beristirahat.
Sekian dulu update dari saya.

Terima kasih Malang

UB

Terima kasih bagi teman-teman di Malang yang sudah hadir dalam sesi sharing dan presentasi Erasmus+ di kampus UB yang megah, Sabtu kemarin.

Dari pertanyaan2nya, kelihatan kalau teman-teman ini sudah mempersiapkan diri sebelum datang ke acara ini.
Banyak pertanyaan2 unik yang diajukan, tidak sekedar “apa sih Erasmus+ ?”

Semoga ini adalah awal dari sebuah langkah kesuksesan untuk mendapatkan beasiswa (Erasmus+ ataupun beasiswa lainnya) di masa yang akan datang.

Terima kasih secara khusus untuk 2 orang mahasiswa UB: Ali Akbar Hakim yang menyediakan transportasi selama perjalanan di Malang sampai Batu, dan Dharu Feby Smaradhana yang menyediakan ruangan besar lengkap dengan semua kelengkapan yang dibutuhkan untuk acara.

Bagi yang tidak bisa hadir, berikut saya share-kan beberapa pertanyaan yang muncul dalam sesi ini.

(1) Bagaimana sistem evaluasi di EM, apakah ada target (nilai atau kredit) yang harus dicapai, dan apakah ada sanksi yang diberikan bila tidak mencapai target tsb?
Jawab:

  • Per saat ini, beberapa program memang menerapkan semacam “kontrak” kepada mahasiswa/i-nya, bahwa ada target tertentu yang harus dicapai dalam periode tertentu.
  • Hal ini dikarenakan pihak konsorsium pun harus bertanggung jawab mengenai penggunaan dana hibah yang sudah diberikan oleh Uni Eropa (jangan sampai beasiswa diberikan kepada mereka yang tidak niat kuliah atau malas-malasan).
  • Namun, harus dipahami bahwa karena mahasiswa/i-nya berasal dari berbagai negara dengan atar belakang “kecukupan” ilmu yang berbeda-beda pula, terkadang tidak mudah bagi mereka yang berasal dari negara dengan standar ilmu yang di bawah yang diharapkan, untuk mencapai target yang ditetapkan.
  • Pada akhirnya, apakah sanksi tersebut akan diterapkan/tidak, biasanya di-review secara case by case.

(2) Apakah ada kuota beasiswa untuk setiap negara?
Jawab:

  • Untuk kuota secara negara, Indonesia sayangnya tidak memiliki kuota khusus seperti Western Balkan
  • Sebab itu, aplikan asal Indonesia harus berjuang “keras” untuk bisa menang dalam kompetisi dengan aplikan dari negara lain.
  • Untuk kuota per program, dibatasi maksimal 2 orang dari negara yang sama per programnya. Dengan kata lain, kalau saat ini ada 132 program, maka jumlah maksimum mahasiswa/i Indonesia yang bisa diterima adalah 264 orang.
  • Informasi tambahan bisa refer ke penjelasan salah satu EMMC: http://postgrad.pe.uth.gr/emsep/index.php?option=com_content&view=article&id=83&Itemid=186&lang=en

(3) Terkait mobilitas, bagaimana kalau setelah kuliah di negara/universitas X, kita menginginkan supaya tidak pindah ke univ/negara lainnya (hanya studi di X saja)?
Jawab:

  • Mobilitas adalah sebuah konsep dasar EM (kuliah di minimal 2 negara/universitas).
  • Skema mobilitas sudah diutarakan di awal sejak pendaftaran (transparan).
  • Sebagai awardee beasiswa, yang sudah mendapatkan kesempatan untuk pendidikan yang lebih baik, rasanya sepantasnya kita mencoba untuk mengikuti semua aturan yang berlaku, apalagi yang memang sudah dinyatakan dari awal.
  • Dalam prakteknya, memang kasus seperti ini terjadi, terutama bila universitas tujuan berikutnya tidak “seindah” universitas sebelumnya. Jadi, bila memang hal ini terjadi, cobalah untuk sesegera mungkin bicara dengan koordinator program di univ tsb, untuk dicari solusi bersama yang baiknya seperti apa.

(4) Bagaimana langkah2 yang harus ditempuh supaya bisa masuk main list?
Jawab:

  • Lulus seleksi administrasi (ikuti semua petunjuk pendaftaran, jangan ada yang terlewat atau melanggar aturan)
  • Perhatikan kriteria seleksi penilaian (bila dinyatakan di website program). Misal: kalau mereka menekankan pengalaman riset, titik beratkan kualifikasi di situ.
  • Perhatikan penilaian kualitatif dan kuantitatif.
  • Kuantitatif adalah yang bersifat angka (misal: Indeks Prestasi, nilai TOEFL, ranking universitas asal), yang bisa dengan mudah dibadingkan antara satu aplikan dengan yang lainnya (misal: aplikan yang nilai TOEFLnya 600 tentunya lebih baik daripada yang nilainya hanya 500).
  • Kualitatif adalah aspek penilaian lainnya, misalkan: motivation letter, recommendation/reference letter, pengalaman riset, organisasi, dll; yang penilaiannya subjektif (tergantung apakah informasi yang diberikan, misal dalam motivation letter, bisa meyakinkan konsorsium bahwa anda adalah kandidat yang tepat).
  • Sebisa mungkin, baik kualitatif maupun kuantitatif harus sebaik2nya. Dalam artian, kalau saat ini anda masih di semester2 awal, belajarlah dengan baik supaya nilai kuantitatif anda juga baik. Banyak orang yang sudah di semester akhir, baru menyesal kenapa tidak belajar lebih giat dari dulu.

(5) Terkait reserve list, beasiswa lain apa yang bisa di-apply? (ditanyakan oleh salah satu peserta yang merupakan reserve list untuk IT4BI tahun ini)
Jawab:

(6) Apakah kalau tahun ini reserve list, status “acceptance”-nya bisa dibawa ke tahun berikutnya?
Jawab:

  • Coba konsultasikan dengan konsorsium, karena syarat diterima di EMMC itu lebih mudah dibandingkan mendapatkan beasiswa EM.
  • Secara administratif, ada kemungkinan akan disuruh apply lagi tahun depan.
  • Bila apply lagi, jangan menggunakan aplikasi yang sama. Pada aplikasi berikutnya, harus ada perubahan dan nilai tambah yang diberikan.

(7) Bagaimana dengan uang beasiswanya, apakah lancar?
Jawab:

  • So far sih lancar-lancar saja, hanya saja biasanya baru diberikan setelah kita buka rekening di negara EU (supaya mempermudah proses transfer, dan juga biaya transfer yang lebih kecila dibandingkan transfer internasional.)
  • Ada kemungkinan, untuk persiapan keberangkatan awal, harus ada modal awal dulu. Namun, bila hal ini dirasa akan membawa kesulitan, nanti bisa dinegosiasikan case by case. Point pentingnya adalah dapatkan dulu beasiswanya ya !!

(8) Seberapa berpengaruh essay/motivation letter dan recommendation/reference letter dalam mensukseskan aplikasi beasiswa?
Jawab:

  • Lihat lagi pembahasan di atas menjadi kualitatif dan kuantitatif.
  • Bila ada 2 aplikasi yang nilai kuantitatifnya sama, maka penentunya adalah aspek kualitatif ini.
  • Jadi, supaya aplikasi kita bisa “outstanding”, buatlah semua faktor kuantitatif dan kualitatif itu sebaik mungkin.

(9) Bila ada 10 pemberi rekomendasi, apakah akan membuat nilai sebuah aplikasi menjadi lebih bagus dibandingkan aplikasi lain yang pemberi rekomendasinya hanya 2?
Jawab:

  • Belum tentu, kalau konsorsium hanya minta 2 rekomendasi, tetapi anda kasih 10, bisa jadi malah tidak lolos syarat administrasi (saat pendaftaran saja sudah tidak tertib aturan, ada kemungkinan kalau diberi beasiswa nanti malah bisa menimbulkan masalah dalam perkuliahan)
  • Bila memang ada 10 orang pemberi rekomendasi, pilih 2 yang paling bagus. Sisanya bisa anda “simpan” untuk apply beasiswa lainnya (jadi, punya stok pemberi rekomendasi).

(10) Bagaimana mengenai tugas akhir, apakah ada tugas akhir di tiap universitas?
Jawab:

  • Jawabannya ada di course structure, di program yang anda minati (baca baik2).
  • Pada umumnya tugas akhir/thesis cuma 1, tetapi disupervisi oleh beberapa akademisi dari universitas yang pernah dikunjungi.

(11) Bila diterima EM, apakah ada birokrasi tertentu yang harus dijalani (lapor ke siapa, daftar diri kemana, dll)?
Jawab:

  • Tidak ada.
  • Setiap tahun, Delegasi EU akan menyelenggarakan pre-departure. Untuk tahun ini akan diadakan pada 21 Juni 2014 di Jakarta. Acara ini pun sifatnya tidak mandatory, cuma sayang saja kalau tidak hadir 😉

(12) Bagaimana peran PPI dalam membantu mahasiswa EM yang akan datang ke Eropa?
Jawab:

  • PPI membantu mahasiswa/pelajar secara umum, tidak khusus untuk mahasiswa EM saja.
  • Tidak semua negara punya PPI yang aktif, tidak semua kota ada PPI-nya.
  • Dalam hal anda akan studi di tempat terpencil yang tidak ada PPI-nya, coba cari kontak orang Indonesia di sana, banyak2 bertanya dengan pihak “International Relations” dari univ yang dituju.
  • Beberapa univ menyadari akan kesulitan mahasiswa asing untuk “settling-in”, maka mereka bisa saja menugaskan mahasiswa lokal untuk membantu anda selama masa studi.

(13) Bagaimana bila masa studi leih dari periode normal (misal: harusnya 2 tahun, menjadi 3 tahun)?
Jawab:

  • Telat lulus adalah hal yang bisa saja terjadi.
  • Dalam hal beasiswa, tidak ada perpanjangan/tambahan.
  • Banyak mahasiswa yang hidup hemat untuk persiapan diri, kalau2 perlu perpanjangan di akhir masa studi.
  • Untuk tuition fee, biasanya ada kebijakan dari univ untuk memberi keringanan selama masa perpanjangan ini.

Ranking Reserve List EM 2014 Action 1

Berikut adalah ranking reserve list EM 2014, untuk Action 1.

strong_bench

Untuk alasan privasi, hanya inisial nama yang diberikan.

Contoh ([first name] / [last name] yang tercatat di konsorsium):

Irfan / Eka–> IE

Irfan / Eka Putra –> IE

Irfan Eka / Putra –> IP

Irfan Bachdim / Eka Putra –> IE

Apa yang bisa dilakukan reserve list?
https://emundus.wordpress.com/2014/05/31/slide-baru-untuk-malang/

————

EPMC = Erasmus Plus Masters Course
EPJD = Erasmus Plus Joint Doctorates

Master / Doctor Inisial Year of Birth Program Name Rank
EPJD RM 1989 algebra, Geometry and Number Theory Joint Doctorate 5
EPJD KP 1988 Environomical Pathways for Sustainable Energy Services 9
EPJD AL 1984 Environomical Pathways for Sustainable Energy Services 9
EPJD CK 1988 Erasmus Mundus Doctorate in Membrane Engineering 8
EPJD MS 1980 Erasmus Mundus Joint Doctorate in Fetal and Perinatal Medicine Fetalmed- PHD 15
EPJD NK 1981 European Doctorate in Economics Erasmus Mundus 5
EPJD S 1986 Extreme-ultraviolet and X-ray Training in Advanced Technologies for Interdisciplinary Cooperation 34
EPJD RH 1986 International Doctoral School in Functional Materials for Energy, Information Technology, and Health 5
EPJD BH 1991 NanoFar – European Doctorate in nanomedicine and pharmaceutical innovation 15
EPJD KL 1990 NanoFar – European Doctorate in nanomedicine and pharmaceutical innovation 18
EPJD BD 1979 Phoenix JDP Dynamics of Health and Welfare 8
EPMC FR 1989 Advanced Masters in Structural Analysis of Monuments and Historical Constructions 33
EPMC MB 1992 Advanced Masters in Structural Analysis of Monuments and Historical Constructions 91
EPMC OH 1990 Astrophysics 40
EPMC YS 1986 Astrophysics 43
EPMC UU 1988 BioHealth Computing EM 26
EPMC AU 1987 Choreomundus – International Master in Dance Knowledge, Practice and Heritage 33
EPMC DR 1991 Common European Master’s course in Biomedical Engineering 51
EPMC CC 1989 Computer Simulation For Science and engineering 18
EPMC KD 1987 Computer Simulation For Science and engineering 37
EPMC PW 1991 Data Mining & Knowledge Management 22
EPMC SM 1991 Data Mining & Knowledge Management 32
EPMC SS 1986 DOC NOMADS EMMC – exploring without borders-documentary filmdirecting LISBON-BUDAPEST-BRUSSELS 28
EPMC EN 1990 DOC NOMADS EMMC – exploring without borders-documentary filmdirecting LISBON-BUDAPEST-BRUSSELS 51
EPMC SE 1988 EMECC NURSING – Emergency and Critical Care Nursing 27
EPMC KT 1983 EMECC NURSING – Emergency and Critical Care Nursing 29
EPMC TT 1988 EMMC STEPS – Erasmus Mundus Master Course in Sustainable Transportation and Electrical Power Systems 35
EPMC LH 1985 Environomical Pathways for Sustainable Energy Systems 16
EPMC RB 1989 Environomical Pathways for Sustainable Energy Systems 25
EPMC NM 1990 Environomical Pathways for Sustainable Energy Systems 39
EPMC LS 1991 ERASMUS MUNDUS MASTER COURSE on MARITIME SPATIAL PLANNING 11
EPMC FN 1989 Erasmus Mundus Master in Chemical Innovation and Regulation 82
EPMC DP 1991 Erasmus mundus Master in Membrane Engineering 20
EPMC TA 1991 Erasmus Mundus Master in Nanoscience and Nanotechnology 24
EPMC ID 1990 Erasmus Mundus Master in Nanoscience and Nanotechnology 25
EPMC RB 1989 Erasmus Mundus Master in Nanoscience and Nanotechnology 27
EPMC NK 1994 Erasmus Mundus Master in Nanoscience and Nanotechnology 48
EPMC WW 1986 Erasmus Mundus Master in Quality in Analytical Laboratories 55
EPMC T 1991 ERASMUS MUNDUS MASTER OF SCIENCES ECODHYDROLOGY 8
EPMC KP 1988 Erasmus Mundus Master’s Course in TurbomacHinery aeRomechanic UniverSity Training 10
EPMC RA 1986 Erasmus Mundus Master’s Course in TurbomacHinery aeRomechanic UniverSity Training 20
EPMC LS 1981 Erasmus Mundus Masters in Special and Inclusive Education 9
EPMC AD 1988 Erasmus Mundus Masters in Special and Inclusive Education 56
EPMC CC 1992 Erasmus Mundus Masters in VIsion and roBOTics 46
EPMC GY 1989 Erasmus Mundus Masters Journalism, Media and Globalisation 30
EPMC JW 1981 Erasmus Mundus Masters Journalism, Media and Globalisation 44
EPMC TK 1980 Erasmus Mundus Masters Journalism, Media and Globalisation 57
EPMC MS 1984 Erasmus Mundus Masters Journalism, Media and Globalisation 129
EPMC SR 1988 Erasmus Mundus Masters Journalism, Media and Globalisation 148
EPMC TS 1985 Erasmus Mundus Masters Journalism, Media and Globalisation 163
EPMC VY 1989 Erasmus Mundus Masters Journalism, Media and Globalisation 164
EPMC GW 1981 Erasmus Mundus Masters Journalism, Media and Globalisation 184
EPMC NS 1989 ERASMUS MUNDUS Master’s programme in Industrial Ecology 22
EPMC MI 1992 Erasmus Mundus MSC Coastal and Marine Engineering and Management 9
EPMC AA 1991 Erasmus Mundus MSC Coastal and Marine Engineering and Management 18
EPMC JM 1990 Erasmus Mundus MSC Coastal and Marine Engineering and Management 19
EPMC YA 1989 Erasmus Mundus MSc in Dependable Software Systems 19
EPMC RF 1984 Erasmus Mundus MSc in Dependable Software Systems 33
EPMC UM 1988 Euro Hydroinformatics and Water Management 14
EPMC AN 1990 Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling 9
EPMC HK 1992 Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling 18
EPMC DN 1989 Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling 35
EPMC WS 1990 Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling 36
EPMC T 1985 European Education in Advanced Ship Design 39
EPMC HZ 1991 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 11
EPMC NG 1991 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 14
EPMC AT 1988 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 16
EPMC NS 1989 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 17
EPMC SP 1989 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 26
EPMC AE 1990 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 34
EPMC WK 1992 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 53
EPMC NS 1989 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 71
EPMC TM 1987 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 102
EPMC II 1990 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 116
EPMC SN 1988 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 127
EPMC RN 1990 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 133
EPMC GM 1986 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy 138
EPMC AT 1992 European Master Embedded Computing Systems 18
EPMC IH 1992 European Master Embedded Computing Systems 48
EPMC RP 1993 European Master Food Identity 37
EPMC RW 1985 European Master in International Health 35
EPMC MC 1980 European Master in International Health 53
EPMC DK 1990 European Master in Law and Economics 112
EPMC MY 1982 European Master in Social Work with Families and Children 36
EPMC YC 1989 EUROPEAN MASTER IN TOURISM MANAGEMENT 15
EPMC RR 1983 EUROPEAN MASTER IN TOURISM MANAGEMENT 18
EPMC DH 1990 EUROPEAN MASTER IN TOURISM MANAGEMENT 34
EPMC IG 1974 EUROPEAN MASTER IN TOURISM MANAGEMENT 36
EPMC SS 1990 EUROPEAN MASTER IN TOURISM MANAGEMENT 44
EPMC PW 1988 EUROPEAN MASTER IN TOURISM MANAGEMENT 49
EPMC MS 1986 EUROPEAN MASTER IN TOURISM MANAGEMENT 59
EPMC AN 1991 European Master of Science of Viticulture and Enology 11
EPMC SS 1990 European Master programme in System Dynamics 29
EPMC LS 1981 European Masters in Lifelong Learning: Policy and Management 17
EPMC AR 1985 European Masters in Lifelong Learning: Policy and Management 28
EPMC SF 1991 European Masters in Lifelong Learning: Policy and Management 33
EPMC FS 1990 European Master’s Program in Computational Logic 4
EPMC AN 1992 European Master’s Program in Computational Logic 16
EPMC IH 1990 European Master’s Program in Computational Logic 31
EPMC PE 1988 European Master’s Program in Computational Logic 34
EPMC iM 1991 European Master’s Program in Computational Logic 35
EPMC SR 1988 EUROPUBHEALTH – European Public Health Master 18
EPMC SC 1992 Food Innovation and Product Design 8
EPMC ES 1990 Food Innovation and Product Design 9
EPMC CL 1990 Food Innovation and Product Design 12
EPMC nF 1988 Food Innovation and Product Design 20
EPMC IS 1992 Food Innovation and Product Design 50
EPMC TA 1990 Food of Life 10
EPMC SK 1988 Food of Life 27
EPMC MY 1982 GEMMA: Master´s Degree in Women´s and Gender Studies 49
EPMC CM 1992 German Literature in the European Middle Ages 9
EPMC AW 1990 German Literature in the European Middle Ages 15
EPMC AK 1982 Information Technologies for Business Intelligence 10
EPMC PW 1991 Information Technologies for Business Intelligence 12
EPMC M- 1991 Information Technologies for Business Intelligence 27
EPMC TA 1989 Information Technologies for Business Intelligence 39
EPMC PS 1991 International Master in Advanced Clay Science 13
EPMC DS 1990 International Master in Advanced Clay Science 16
EPMC JJ 1980 International Master in Early Childhood Education and Care 13
EPMC CP 1986 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT 8
EPMC NS 1989 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT 66
EPMC TA 1989 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT 67
EPMC AD 1988 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT 95
EPMC PS 1990 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT 111
EPMC ZM 1989 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT 112
EPMC FA 1990 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT 127
EPMC IR 1985 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT 145
EPMC RP 1991 INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT 158
EPMC HS 1980 International Master in Quaternary and Prehistory Master International en Quaternaire et Préhistoire 6
EPMC MR 1985 International Master in Quaternary and Prehistory Master International en Quaternaire et Préhistoire 8
EPMC IS 1988 International Master in Service Engineering 20
EPMC HZ 1991 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering 21
EPMC NI 1987 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering 33
EPMC RE 2013 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering 43
EPMC RA 1988 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering 45
EPMC SP 1989 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering 49
EPMC sN 1988 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering 77
EPMC AT 2013 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering 78
EPMC TA 1990 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering 108
EPMC DA 1990 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering 118
EPMC SS 1990 International Master of Science in Environmental Technology and Engineering 137
EPMC DC 1989 INTERNATIONAL MASTER OF SCIENCE IN RURAL DEVELOPMENT 128
EPMC WP 1981 INTERNATIONAL MASTER OF SCIENCE IN RURAL DEVELOPMENT 131
EPMC DA 1992 INTERNATIONAL MASTER OF SCIENCE IN RURAL DEVELOPMENT 137
EPMC MA 1981 INTERNATIONAL MASTER OF SCIENCE IN RURAL DEVELOPMENT 164
EPMC GH 1991 JEMES (Joint European Master in Environmental Studies – Cities & Sustainability) 7
EPMC YM 1982 Joint European Master in Comparative Local Development 11
EPMC WR 1988 Joint European Master Programme on Advanced Materials Science and Engineering 46
EPMC PD 1988 Joint International Master in Smart Systems Integration 97
EPMC SP 1990 Master Course in Georesources Engineering 23
EPMC AG 1984 Master in Forensic Science 12
EPMC RP 1990 Master in Forensic Science 22
EPMC TM 1987 Master in Forensic Science 23
EPMC MS 1988 Master in Forensic Science 25
EPMC ML 1985 Master in Forensic Science 44
EPMC BT 1988 Master in Forensic Science 99
EPMC R 1988 MASTER IN MATERIAL SCIENCE EXPLORING EUROPEAN LARGE SCALE FACILITIES 41
EPMC GD 1989 MASTER IN MATERIAL SCIENCE EXPLORING EUROPEAN LARGE SCALE FACILITIES 64
EPMC NR 1991 MASTER IN MATERIAL SCIENCE EXPLORING EUROPEAN LARGE SCALE FACILITIES 71
EPMC RW 1990 MASTER IN MATERIAL SCIENCE EXPLORING EUROPEAN LARGE SCALE FACILITIES 72
EPMC DD 199 MASTER IN MATERIAL SCIENCE EXPLORING EUROPEAN LARGE SCALE FACILITIES 108
EPMC AR 1989 MASTER IN MATERIAL SCIENCE EXPLORING EUROPEAN LARGE SCALE FACILITIES 135
EPMC RM 1992 MASTER IN MATERIAL SCIENCE EXPLORING EUROPEAN LARGE SCALE FACILITIES 136
EPMC GA 1989 Master in Materials for Energy Storage and Conversion 31
EPMC ET 1989 Master in Photonics Engineering, Nanophotonics and Biophotonics 17
EPMC ET 1989 Master in Photonics Engineering, Nanophotonics and Biophotonics 18
EPMC MM 1991 Master in Photonics Engineering, Nanophotonics and Biophotonics 83
EPMC BT 1990 Master in Work, Organizational and Personnel Psychology 11
EPMC AJ 1989 Master in Work, Organizational and Personnel Psychology 27
EPMC DW 1986 Master in Work, Organizational and Personnel Psychology 28
EPMC AS 1992 Master in Work, Organizational and Personnel Psychology 40
EPMC VI 1988 Master in Work, Organizational and Personnel Psychology 48
EPMC MA 1992 Master in Work, Organizational and Personnel Psychology 50
EPMC MA 1989 Master in Work, Organizational and Personnel Psychology 70
EPMC WA 1991 Master of Science in European Forestry 10
EPMC MW 1981 Master of Science in European Forestry 11
EPMC KR 1989 Master of Science in Research on Information and
Communication Technologies
11
EPMC IA 1988 Master of Science in Research on Information and
Communication Technologies
54
EPMC MA 1988 Master of Science in Research on Information and
Communication Technologies
66
EPMC BA 1992 Master’s Course – Economic Policies in the age of Globalisation : knowledge, finance and development 59
EPMC TI 1989 Masters in Earthquake Engineering and Engineering Seismology 34
EPMC BY 1990 Masters in Earthquake Engineering and Engineering Seismology 44
EPMC DH 1988 Masters in Strategic Project Management (European) 47
EPMC CL 1990 MathMods – Mathematical Modelling in Engineering: Theory, Numerics, Applications 10
EPMC MF 1990 MathMods – Mathematical Modelling in Engineering: Theory, Numerics, Applications 27
EPMC TT 1988 MathMods – Mathematical Modelling in Engineering: Theory, Numerics, Applications 34
EPMC YY 1990 MathMods – Mathematical Modelling in Engineering: Theory, Numerics, Applications 36
EPMC AW 1990 MathMods – Mathematical Modelling in Engineering: Theory, Numerics, Applications 37
EPMC RY 1986 MathMods – Mathematical Modelling in Engineering: Theory, Numerics, Applications 60
EPMC MA 1987 Mundus MAPP – Erasmus Mundus Masters Program in Public Policy 81
EPMC RP 1986 Mundus MAPP – Erasmus Mundus Masters Program in Public Policy 94
EPMC RT 1985 Mundus MAPP – Erasmus Mundus Masters Program in Public Policy 122
EPMC MS 1977 Mundus MAPP – Erasmus Mundus Masters Program in Public Policy 182
EPMC AW 1986 MUNDUS URBANO Master of Science in International Cooperation and Urban Development 20
EPMC RK 1990 MUNDUS URBANO Master of Science in International Cooperation and Urban Development 69
EPMC RW 1985 MUNDUS URBANO Master of Science in International Cooperation and Urban Development 72
EPMC AZ 1989 MUNDUS URBANO Master of Science in International Cooperation and Urban Development 98
EPMC FR 1989 MUNDUS URBANO Master of Science in International Cooperation and Urban Development 110
EPMC RD 1988 MUNDUS URBANO Master of Science in International Cooperation and Urban Development 123
EPMC FR 1990 MUNDUS URBANO Master of Science in International Cooperation and Urban Development 129
EPMC YR 1990 NORDSECMOB-Master’s programme in Security and Mobile Computing 14
EPMC DS 1989 NORDSECMOB-Master’s programme in Security and Mobile Computing 28
EPMC PW 1990 PERvasive Computing & COMmunications for sustainable development 20
EPMC GA 1988 Public Health in Disasters 52
EPMC MA 1981 SEFOTECH.NUT EUROPEAN MSC IN FOOD SCIENCE, TECHNOLOGY AND NUTRITION 7
EPMC N- 1991 SEFOTECH.NUT EUROPEAN MSC IN FOOD SCIENCE, TECHNOLOGY AND NUTRITION 20
EPMC AF 1990 SEFOTECH.NUT EUROPEAN MSC IN FOOD SCIENCE, TECHNOLOGY AND NUTRITION 30
EPMC IN 1985 SEFOTECH.NUT EUROPEAN MSC IN FOOD SCIENCE, TECHNOLOGY AND NUTRITION 31
EPMC WS 1989 SERP-Chem : International Master in Surface, Electro, Radiation, Photo – Chemistry 25
EPMC HW 1993 SpaceMaster-Joint European Master in Science and Technology 6
EPMC GW 1986 SpaceMaster-Joint European Master in Science and Technology 51
EPMC MR 1989 Sustainable Constructions under Natural Hazards and Catastrophic Events 26
EPMC AA 1991 Sustainable Constructions under Natural Hazards and Catastrophic Events 39
EPMC GG 1981 Sustainable Constructions under Natural Hazards and Catastrophic Events 50
EPMC RF 1986 Sustainable Constructions under Natural Hazards and Catastrophic Events 56
EPMC RU 1990 Sustainable Constructions under Natural Hazards and Catastrophic Events 71
EPMC PD 1991 Sustainable Constructions under Natural Hazards and Catastrophic Events 75
EPMC RK 1984 TRANSCULTURAL EUROPEAN OUTDOOR STUDIES 17
EPMC HM 1992 TROPIMUNDO – Erasmus Mundus Masters Course in Tropical Biodiversity and Ecosystems 118
EPMC ZM 1978 TROPIMUNDO – Erasmus Mundus Masters Course in Tropical Biodiversity and Ecosystems 146
EPMC TS 1980 TROPIMUNDO – Erasmus Mundus Masters Course in Tropical Biodiversity and Ecosystems 167
EPMC AM 1987 TROPIMUNDO – Erasmus Mundus Masters Course in Tropical Biodiversity and Ecosystems 172

Catatan:

  1. List di atas adalah versi original dari Brussels yang sudah diinformasikan ke masing-masing konsorsium beberapa waktu yang lalu
  2. Setelah konsorsium mengkonfirmasi ke main list-nya, ada yang mengundurkan diri, sehingga ada aplikan yang tadinya ada di reserve list, per sekarang sudah ada di main list (paling tidak, ada 2 orang Indonesia yang tadinya di reserve list, per sekarang sudah confirm ke kami bahwa mereka sekarang di main list)
  3. Bagi yang merasa sudah masuk ke main list, mohon menghubungi saya di emundus.wordpress (at) gmail.com dengan menyertakan LOA/email konfirmasi dari konsorsium supaya bisa mendapatkan undangan pre-departure

Pengumuman EM 2014 Action 1

Berikut adalah para penerima EM 2014 (main list) untuk Action 1.

Here is your winner !

Untuk alasan privasi, hanya inisial nama yang diberikan.

Contoh ([first name] / [last name] yang tercatat di konsorsium):

Irfan / Eka–> IE

Irfan / Eka Putra –> IEP

Irfan Eka / Putra –> IEP

Irfan Bachdim / Eka Putra –> IBEP

Selamat bagi kalian, dan selamat menghadiri Pre Departure 2014 (undangan menyusul ke email masing-masing).

https://emundus.wordpress.com/2014/05/31/pre-departure-jakarta-21-juni-2014-jangan-kelewatan/

————

EPMC = Erasmus Plus Masters Course
EPJD = Erasmus Plus Joint Doctorates

Master / Doctor Inisial Year of Birth Program Name
EPJD AHR 1982 Forest and Nature for Society
EPJD BAJJ 1991 International Doctorate in Experimental Approaches to Language And Brain
EPJD MMA 1982 International doctorate in Quaternary and Prehistory
EPJD APP 1985 JOINT INTERNATIONAL DOCTORAL (PH.D) DEGREE IN LAW, SCIENCE AND TECHNOLOGY
EPMC HFF 1990 BioHealth Computing EM
EPMC SS 1988 Choreomundus – International Master in Dance Knowledge, Practice and Heritage
EPMC ZM 1992 Common European Master’s course in Biomedical Engineering
EPMC CE 1986 Erasmus Mundus Master in Quality in Analytical Laboratories
EPMC PW 1990 Erasmus Mundus Masters in VIsion and roBOTics
EPMC NG 1991 ERASMUS MUNDUS Master’s programme in Industrial Ecology
EPMC RA 1988 ERASMUS MUNDUS Master’s programme in Industrial Ecology
EPMC TH 1991 Euro Hydroinformatics and Water Management
EPMC RVL 1991 Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling
EPMC RS 1990 Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling
EPMC MPW 1990 European Education in Advanced Ship Design
EPMC DP 1991 European joint masters in Management and Engineering of Environment and Energy
EPMC AS 1989 European Master in Agricultural, Food and Environmental Policy Analysis
EPMC II 1986 European Master in Distributed Computing
EPMC ST 1991 European Master’s Program in Computational Logic
EPMC MAS 1994 EUROPEAN MSc in MARINE ENVIRONMENT AND RESOURCES
EPMC DAS 1990 Flood Risk Management
EPMC SM 1991 Information Technologies for Business Intelligence
EPMC RD 1986 International Masters in Russian, Central and East European Studies
EPMC PCM 1991 Master in Forensic Science
EPMC VK 1989 Master in Forensic Science
EPMC HMA 1985 Master of Science in Computational Mechanics
EPMC RI 1993 Master of Science in Research on Information and
Communication Technologies
EPMC SU 1986 Mundus MAPP – Erasmus Mundus Masters Program in Public Policy
EPMC MGH 1990 Research and Innovation in Higher Education
EPMC MR 1991 TROPIMUNDO – Erasmus Mundus Masters Course in Tropical Biodiversity and Ecosystems

Catatan:

  1. List di atas adalah versi original dari Brussels yang sudah diinformasikan ke masing-masing konsorsium beberapa waktu yang lalu
  2. Setelah konsorsium mengkonfirmasi ke main list-nya, ada yang mengundurkan diri, sehingga ada aplikan yang tadinya ada di reserve list, per sekarang sudah ada di main list (paling tidak, ada 2 orang Indonesia yang tadinya di reserve list, per sekarang sudah confirm ke kami bahwa mereka sekarang di main list)
  3. Bagi yang merasa masuk ke main list, tetapi inisialnya tidak terdaftar pada list di atas, mohon menghubungi saya di emundus.wordpress (at) gmail.com dengan menyertakan LOA/email konfirmasi dari konsorsium supaya bisa mendapatkan undangan pre-departure

Venue untuk acara Malang

venue

Refer ke:
https://emundus.wordpress.com/2014/05/31/sharing-session-malang-berubah-tanggalnya-ke-7-juni/

Akhirnya kita sudah mendapatkan tempat untuk acara ini:

Studio Gambar (SGB)
Gedung Teknik Mesin II, Lt 2
Universitas Brawijaya

Kapasitas: 50 orang ++

Terima kasih kepada Dharu dan Ali Akbar yang sudah bekerja sama untuk perijinan tempat ini.

Pre Departure –> Jakarta, 21 Juni 2014 (jangan kelewatan)

Bagi para awardee Action 1 maupun Action 2, pre-departure tahun ini akan diadakan tanggal 21 Juni 2014 di Jakarta.
Catat di agenda masing-masing.
This is a lifetime event that you don’t want to miss.

predep

Venue-nya akan berada di salah satu hotel yang terletak di pusat kota (bisa dicapai dengan banyak kendaraan umum, dan terletak di tepi jalur busway).

Pengumuman resmi akan dikirimkan segera oleh panitia acara pre-departure.

Bila sampai dengan 14 Juni, anda belum mendapatkan email undangan, bisa diberitahukan dengan berkomentar di bawah post ini.

Slide Baru untuk Malang

Berikut adalah cuplikan slide yang akan digunakan untuk sharing session di Malang.

siklus

(Refer ke slide di bawah)

Bagi yang sudah mendaftar, berhubung sekarang sudah akhir Mei, maka sebentar lagi nama-nama para awardee yang masuk ke main list sudah akan diumumkan secara resmi.

Bagi yang masuk reserve list, sambil terus berharap dan berdoa, bisa coba proaktif cari-cari kesempatan beasiswa lain yang bisa diapply. Darimana carinya?
1. Web universitas2 yang tergabung dalam konsorsium
2. Web lembaga pendidikan di negara letak universitas2 yang tergabung dalam konsorsium (misal: CampusFrance untuk Prancis, DAAD untuk Jerman, dll)
3. Cek peluang beasiswa lainnya yang pernah saya post di sini: https://emundus.wordpress.com/2014/05/15/other-courses-and-scholarships-in-europe-besides-erasmus-mundus/
4. Dan khusus untuk Indonesia, jangan lupa ada beasiswa LPDP !!

Tidak semua program baik hati memberikan “saran” bagi para reserve list-nya.
Salah satu yang baik adalah program FIPDes (saya attach screen capture-nya).

Sedangkan, bagi yang baru akan mendaftar, bulan ini adalah masa-masa persiapan untuk meningkatkan nilai Bahasa Inggris, mencicil translate dokumen dan legalisasi, mencoba mengarang motivation letter, menabung (misal: untuk kirim aplikasi, untuk biaya tes Bahasa Inggris)

mainlist

Sharing Session Malang –> berubah tanggalnya ke 7 Juni

plane

Refer ke posting ini: https://emundus.wordpress.com/2014/05/24/sharing-session-malang-dan-sekitarnya/
Perjalanan saya dimajukan tanggalnya ke 7 Juni (Sabtu depan).

—————
Mengenai tempat, masih dalam proses pengurusan perijinan di Universitas Brawijaya (UB).

Mengenai waktu, sesi sharing akan diadakan 11:30-13:00.
(Saya dijadwalkan landing jam 10:05, semoga tidak delay dan tidak macet ya dari airport ke UB).

Acaranya santai saja, diskusi, tanya jawab.
Sekitar 20-30 menit untuk presentasi, sisanya interaktif saja (semoga 1 jam cukup ya).

Supaya waktunya bisa efektif, sangat disarankan anda membaca dulu materi-materi yang tersedia di http://bit.ly/infoEM supaya tidak “blank” pada saat acara.

Catat pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal, dan ajukan saat sesi tanya jawab (semoga saya bisa jawab).
Catatan: Background saya adalah beasiswa untuk EMMC (Action 1).

Mengenai brosur, sudah saya mintakan ke Delegasi EU, tetapi stok terakhir mereka terpakai habis di acara UGM minggu lalu. Anyway, semua materi ada di http://bit.ly/infoEM. Sekali-sekali kita mendukung “go green” yah.

—————

Bila ada info tambahan, akan saya infokan via WordPress ini.
Pastikan anda sudah subscribe (baca: https://emundus.wordpress.com/2014/05/03/email-subscription-jangan-ketinggalan-berita/)

Sampai ketemu di Malang !!

Sharing Session: Malang dan sekitarnya

Saya kebetulan akan ada di kota Batu, Malang pada Sabtu, 14 Juni Sabtu, 7 Juni.

malang_district_w400

Karena ada beberapa permintaan untuk sharing session Erasmus+ (Erasmus Mundus) di kota Malang, maka bagi yang berminat untuk hadir, mohon konfirmasinya dengan cara:

Menulis komentar di bawah artikel ini, dengan isi:
Nama, nama universitas, sudah lulus atau sedang semester berapa, beasiswa apa yang dicari (S2 atau S3)

Note:
Supaya adil, maka pendaftaran hanya diterima melalui jalur komentar di artikel WordPress ini. Tidak melalui email, FB, maupun media lainnya.

Pengumuman berikutnya akan disampaikan via email yang anda masukkan ketika mengisi komentar.
Pendaftaran dibuka untuk 20 orang pertama saja (kalau ternyata ada tempat yang lebih luas, akan saya update lagi).

Venue: to be decided (salah satu hotel di kota Batu –> nanti kita cari tempat kosong di sekitaran hotel)
Waktu: to be decided 4-6 sore

Note:
Bila ada yang berbaik hati mencarikan tempat yang lebih luas di kota Batu supaya yang hadir bisa lebih banyak, please mail me at emundus.wordpress (at) gmail.com

Update per 24 Mei, 15:22
Terima kasih kepada salah satu mahasiswa Unbraw, Ali Akbar Hakim dan Dharu, yang bersedia mengaturkan tempat di Unbraw dengan kapasitas 100 orang untuk acara sharing ini.

Bila ijin tempat bisa diperoleh, maka nanti kita pindah tempat ke Unbraw saja ya.
Untuk waktunya, saya akan landing di airport Malang sekitar jam 10.
Jadi mungkin kita akan mulai sekitar jam 11:30.

Pastinya nanti akan diupdate lagi ya.
(Saya pribadi juga masih mengatur ijin perjalanan dari sisi saya)

Terima kasih untuk antusiasmenya.

Released: Awardee Action 2 – LOTUS Unlimited

lotus

Selamat bagi mereka yang “inisialnya” tercantum di bawah ini

BA – 1 academic semester

HPK University of Göttingen
RPP University of Göttingen
NP University of Groningen
PSW University of Groningen
TAI University of Groningen
AA University of Limerick
AHP University of Limerick
MIP University of Limerick
RCA University of Limerick
CAS University of Porto

Degree MA – 2 academic years

DP University of Groningen
MS University of Groningen

Exchange Post-doc 6 months

NR Uppsala University

MA – 1 academic semester

DPT University of Groningen
INR University of Limerick
DYS University of Porto

MA – 2 academic semesters

NK University of Toulouse – Paul Sabatier III
FH Uppsala University

Staff 1 month

MM University of Groningen
NR University of Groningen
WR University of Groningen
HF University of Kent
SESL University of Limerick

 

Per kemarin, seharusnya anda sudah menerima email dari Ibu Destriani Nugroho.
Silahkan cek email anda.