Pengalaman Wawancara

Kemarin sore, saya berkesempatan untuk melakukan wawancara untuk beberapa kandidat pegawai baru untuk program Management Trainee di sebuah lembaga perbankan ternama.

Tiga CV dan hasil ulasan assessment sebelumnya sudah menanti di meja. Menarik mengetahui bahwa ketiga kandidat ini berasal dari universitas yang sama, range tahun lahir 1992-1993, dan kesemuanya berasal dari Teknik.

Dalam tulisan ini, saya bahas 1 aspek saja dari proses wawancara ini. Next time, aspek lainnya.

interview

 

CV mereka menarik, singkat padat, 1-2 lembar saja, dipenuhi berbagai prestasi dan pencapaian yang mengagumkan. Dari CV tersebut, saya memberikan peringkat mana yang nomor 1, 2, dan 3.

Tibalah saat wawancara. Tanya jawab, menguji kemampuan dan ketahanan para kandidat dalam menghadapi pertanyaan2 kritis dari pewawancara.

Tak disangka, kondisi berbalik. Kandidat yang CV-nya paling bagus, ternyata kurang bisa untuk mengkomunikasikan visi dan impiannya. Bahasa Inggrisnya yang kurang lancar juga menjadi halangan bagi dirinya untuk bisa mengekspresikan dirinya secara penuh.

Karena tidak ingin kehilangan kandidat yang baik hanya karena masalah bahasa (yang menurut saya bisa dipelajari dan dilatih), saya memberinya kesempatan untuk menjawab dalam bahasa Indonesia. Namun ternyata hasilnya tidak jauh berbeda. Jawabannya tetap mengawang-awang dan kurang konkret.

Pada akhirnya, saya memilih salah satu dari kedua kandidat lainnya.

Apa lessons learnt-nya, dihubungkan dengan konteks beasiswa?
1. CV yang baik merupakan pembuka jalan supaya calon pemberi beasiswa punya gambaran yang baik mengenai anda.
2. Tidak semua beasiswa membutuhkan sesi wawancara. Di Erasmus+, banyak program yang hanya application-based.
3. Kalau kebetulan beasiswa yang anda apply memerlukan wawancara, maka cara berkomunikasi harus dipelajari, supaya potensi diri anda bisa terlihat sepenuhnya.
4. Salah satu cara untuk menghadapi wawancara adalah: persiapkan list-list pertanyaan yang mungkin utk diajukan oleh pewawancara. Lalu anda siapkan jawaban yang tepat. Lebih bagus kalau bisa ada teman untuk berlatih tanya jawab, apalagi kalau wawancaranya menggunakan Bahasa Inggris.
5. Jawaban yang tepat tidak selalu harus panjang. Terlalu bertele-tele kadang menyebalkan juga.
6. Jawaban harus logis dan konkrit. Mulai dari jawaban utama, yang kemudian bisa dielaborate lebih detil kemudian.
7. Terkadang, jawaban tidak harus 100% benar, tetapi yang penting anda menjawabnya dengan keyakinan, tidak gugup, dan bisa mempertanggung jawabkannya bila ada pertanyaan lanjutan.

Semoga memberikan pencerahan

EM Coaching Consultation 2010

Pada 24 Juli 2010 kemarin, bersamaan dengan acara pelepasan dan pembekalan (yang lazim disebut sebagai acara pre-departure) Erasmus Mundus awardee 2010 yang segera akan berangkat untuk memulai studinya di Eropa, telah dilaksanakan juga sebuah acara bagi mereka yang juga mendaftar untuk EM 2010, tetapi masih berada di daftar cadangan (reserve list). Acara ini diberi nama EM Coaching Consultation (EMCC) dan diselenggarakan atas prakarsa student dan alumni Erasmus Mundus, bekerja sama dengan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Acara yang berlangsung selama setengah hari ini (13:00-17:00) diikuti oleh 32 dari 107 nama yang terdaftar di Reserve List 2010. Dari 32 orang yang mendaftar untuk ikut serta, 3 orang berpindah ke Main List beberapa hari sebelum EMCC dilaksanakan.

Format acara ini dibuat santai melalu diskusi bebas. Peserta diizinkan untuk bertanya berbagai hal kepada student/alumni yang hadir. Mengingat jumlah EMMC yang banyak, lebih dari 100 program, memang tidak semua EMMC memiliki perwakilan yang hadir pada acara ini. Kondisi ini disiasati dengan melakukan pengelompokkan berdasarkan bidang EMMC, yang membantu peserta untuk dapat bertemu dan berdiskusi dengan student/alumni dari bidang yang sama.

Pada acara ini, diadakan juga diskusi mengenai penulisan CV dan motivation letter dengan menggunakan contoh aktual dari CV dan motivation letter yang di-share oleh para penulisnya. Dengan berbicara dengan beberapa student/alumni, diharapkan para peserta mendapatkan masukan dari berbagai sudut pandang, baik dari mereka yang satu bidang, maupun mereka yang berasal dari bidang yang lain, untuk pada akhirnya merumuskan suatu bentuk kerangka motivation letter dan CV yang cocok untuk diterapkan pada kondisi mereka masing-masing.

Melihat antusias yang sangat besar dan feedback yang positif dari peserta yang hadir, ada kemungkinan bahwa acara serupa akan diselenggarakan dalam waktu-waktu mendatang, untuk kalangan yang lebih luas atau untuk kalangan umum. Nantikan pengumumannya, di halaman utama blog ini https://emundus.wordpress.com/.

Bila anda ingin tim Erasmus Mundus datang ke universitas/event anda untuk memberi informasi mengenai beasiswa Erasmus Mundus dan peluang apa saja yang ditawarkan, silahkan hubungi kami di indoem.contact (at) gmail.com. Tidak ada biaya apapun yang akan kami kenakan pada anda. Mohon pemberitahuannya diberitahukan sesegera mungkin (minimal 1 bulan di muka untuk acara di luar Pulau Jawa).

Informasi lain: Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia akan mengadakan The 2nd European Higher Education Fair di Jakarta pada 9-10 Oktober 2010. Pada event ini, anda dapat mengunjungi booth Uni Eropa dan bertemu dengan para student/alumni EM juga mendapatkan berbagai informasi, tips, dan suvenir menarik selama pameran. Info lebih lengkap akan diberikan di blog ini dalam waktu mendatang, atau anda juga bisa melihat di http://www.ehefjakarta.org/