Tips Jitu Mendapatkan Beasiswa Itu
.

Terus terang sebenarnya saya bukan orang yang paling tepat untuk membahas topik ini. Ada lebih banyak alumni Erasmus+ (dulu Erasmus Mundus) yang semangat untuk mengejar beasiswanya jauh lebih hebat dari saya. Kalau ditanya tentang bagaimana cara sukses mendapat beasiswa atau apa tips jitu untuk dapat beasiswa, saya akan jawab saya tidak tahu. I really have NO idea. (Terus ngapain bikin postingan ini?) Well, karena saya tahu bagaimana tips jitu untuk menghancurkan perjuangan tersebut. Ha ha ha ha. 😀

Dearest teman-teman yang ingin mendapatkan beasiswa (dengan alasan apapun, dengan motivasi apapun),

Ketahuilah, salah satu cara termudah untuk gagal mendapatkan beasiswa adalah dengan berhenti berusaha. You missed 100% chance of every shot you didn’t take. Berusaha dengan setengah hati? Buat saya, itu sama parahnya.

Tanpa kita sadari sebenarnya setiap hari, setiap waktu yang kita habiskan di sekolah, di ruang kuliah, atau di tempat kerja, akan berefek pada keberhasilan kita mendapatkan beasiswa, kalau memang salah satu tujuan hidup kita dapet beasiswa lho ya. (Ah moso’ sih?) Eh
 beneran ini. 🙂

Kalau diingat-ingat, biasanya cari beasiswa itu syarat utama yang selalu diminta adalah CV (Curriculum Vitae atau Daftar Riwayat Hidup), Motivation Letter, dan Recommendation Letter. Bagaimana kita mau buat CV yang keren, kalau kita tidak pernah melakukan sesuatu? Bagaimana mau bikin motivation letter yang menarik, kalau bahkan besok pagi mau ngapain aja tidak terpikir? Bagaimana mau minta Recommendation Letter yang benar-benar menggambarkan kemampuan kita (atau bahkan lebih dari itu), kalau kita tidak pernah berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan orang yang akan kita mintai rekomendasi?

“Tapi tapi tapi tapi
 CV saya keren, motivation letter saya luar biasa, pemberi rekomendasi saya adalah orang-orang hebat di bidangnya, dan saya masih gagal mendapatkan beasiswa. Hidupku hampa. Aku terjatuh dalam lautan luka dalam dan tak sanggup bangkit lagi. Toloooooong
.”

*doeeeeng, sebentar, saya mau pingsan dulu*

Sampai dimana kita tadi ya? Ada banyak sekali kemungkinan kenapa beasiswa kita tidak dikabulkan (dan sebagian besarnya diluar kontrol kita). Mungkin pemberi beasiswa merasa  dengan kualifikasi dimiliki kita tidak perlu diberi beasiswa, bisa jadi pemberi beasiswa menganggap kita tidak memenuhi target group yang diinginkan, bisa juga karena alasan-alasan sepele seperti ‘kelewatan baca aplikasi kerennya, Bro’. Saya tahu yang terakhir itu nggak lucu, but it might happen, memangnya yang kirim aplikasi cuma 20 orang? Trus kenapa hidupmu jadi hampa? Katanya CVnya keren? Katanya motivation letternya luar biasa? Katanya pemberi rekomendasinya orang-orang hebat?

Saya ingat sekali, angkatan saya dulu dipenuhi dengan anak-anak fresh graduate. Bisa dibilang 80% fresh graduate dan 20% sisanya adalah orang-orang yang sudah memiliki karier dan ingin memperdalam pengetahuannya. Tahun berikutnya, isinya sebagian besar orang-orang yang sudah mapan kariernya dan sedikit sekali fresh graduate yang diberikan beasiswa program tersebut alias kebalikan dari angkatan saya. Coba bayangkan kalau saya tidak mendaftar di tahun awal dan memutuskan untuk menunda, apa nggak lebih kecil chance untuk mendapatkan beasiswa? Ini lho yang saya maksud dengan kita tidak memenuhi target group yang diinginkan. Pemberi beasiswa punya rencana mereka sendiri, punya kriteria sendiri dalam menentukan orang-orang yang akan diterima. Begitu aplikasi kita masuk, ya tinggal berdoa aja, itu sudah diluar kontrol kita. Kita hanya bisa mengontrol sampai, ‘apakah kualitas aplikasi yang kita kirim itu sudah terbaik dari yang bisa kita kirimkan?’

Memang, ada kalanya kegagalan itu menampar kita, bahkan mungkin kalau harapan kita tinggi, rasa gagal itu rasanya seperti ditinju sama Mike Tyson. Tapi kalau nggak move on-move on, kapan mau dapet beasiswanya? Kapaaaaaan? 😛 Kegagalan mendapatkan beasiswa itu bisa dibilang kesempatan untuk menyusun ulang logistik. Kesempatan untuk baca-baca lagi aplikasi yang sudah dikirim. Kesempatan untuk minta tolong rekan sejawat atau sahabat untuk membaca ulang motivation letter atau CV kita. Jangan-jangan ada typo parah disana? Jangan-jangan kalimat-kalimat yang kita susun bagai jajaran pulau dari Sabang sampai Merauke ternyata membingungkan dan tidak jelas maksudnya. Ada baiknya juga kita bicara dengan pemberi rekomendasi, menurut pemberi rekomendasi, dimana kelebihan yang bisa kita ‘jual’? Hal-hal apa yang perlu diperbaiki, hal-hal apa yang perlu ditingkatkan. See? Kegagalan itu bukan berarti pintunya tertutup semua. Kita aja yang belum tahu, setelah ini ada kesempatan yang lebih baik menunggu kita. Saya kok makin merasa ini postingannya bukan tentang beasiswa lagi ya? Pake move on-move on segala. Ha ha ha.

PS. Saya baru saja teringat obrolan santai dengan dosen beberapa waktu silam, “You know what? For me, all those scholarship applicants are all the same. What’s the different between having TOEFL 575, 600, 620? What’s the different of having 3,3, 3,5, or even 4 GPA? For me, once they pass the qualification, they are equal. What important for me was, since I have to do more jobs with administrative things once this batch arrived, I want those students who I can trust to be able to take care on themselves. Those who didn’t make me pick up the phone and hear that one of my students have troubles
.” 

Nah kan, ada banyak hal tidak terduga yang mempengaruhi keberhasilan kita untuk dapat beasiswa. So, have no worries, keep on your best (if this is what you really want) dan jangan lupa minta doa restu orang tua. 😀 Selamat mempersiapkan aplikasi beasiswanya ya teman-teman… Ini sudah bulan Desember. Waktunya mempersiapkan aplikasi untuk yang mau daftar tahun depan, karena untuk daftar tahun ini sudah banyak yang memasuki waktu seleksi. 😛

Update dan Klarifikasi dari Panitia FTIP Peduli 2014 di Unpad

18xpyusca2cwpjpg

Sebagai update dari artikel kami kemarin di https://emundus.wordpress.com/2014/11/01/mohon-klarifikasi-dari-panitia-ftip-peduli-2014-unpad/ terkait penyelenggaraan acara FTIP Peduli 2014 di Unpad, per kemarin malam dan hari ini, kami sudah mendapatkan klarifikasi dari pihak panitia mengenai kesalahpahaman dan miskomunikasi yang terjadi.

Kami berterima kasih kepada panitia FTIP Peduli 2014 Unpad yang sigap dan responsif dalam melakukan klarifikasi dengan disertai bukti-bukti yang runut.

Kami berterima kasih pula kepada tim Erasmus Mundus yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk mencoba hadir pada acara ini, tetapi menjadi tidak terlaksana karena ada perubahan tempat acara.

Selalu ada pelajaran dari setiap peristiwa. Dari kejadian ini pun, kami akan melakukan evaluasi internal untuk penyelenggaraan event2 serupa berikutnya.

Terima kasih kepada semua pihak yang terus menerus membantu penyebaran informasi beasiswa Erasmus+ bagi para calon aplikan asal Indonesia.

Action II: Lotus Unlimited Project

Berikut ini informasi mengenai Erasmus Mundus Action II: Lotus Unlimited Project.

Image

Second Call for Applications was launched on October 4th and will be closed on February 17th, 2014. Currently, students from Cambodia, China, Indonesia, Myanmar, Thailand and Vietnam  can now apply for a scholarship in the framework of this project on all 5 levels (Bachelor, Master, PhD, Post-doctorate and Staff except PhD; 36 months).

More information about the Lotus Unlimited project is published on the Lotus website: www.lotus.ugent.be

Basic information about Lotus Unlimited:

  • Budget: € 3.049.425
  • Two-way mobility: From Southeast Asia to Europe and from Europe to Southeast Asia
  • 199 scholarships: 46 for EU nationals and 153 for SEA nationals
  • Joint Coordinator: Sichuan University
  • Eligibility period project: 15 July 2013 – 14 July 2017

Liputan EM Pre-Departure Event 2010

Penasaran seperti apa acara EM Pre-Departure 2010?
Berikut adalah liputan dari beberapa media yang bisa diakses secara online.

Press Release:

PENGUMUMAN:

Bila anda ingin tim Erasmus Mundus datang ke universitas/event anda untuk memberi informasi mengenai beasiswa Erasmus Mundus dan peluang apa saja yang ditawarkan, silahkan hubungi kami di indoem.contact (at) gmail.com. Tidak ada biaya apapun yang akan kami kenakan pada anda. Mohon pemberitahuannya diberitahukan sesegera mungkin (minimal 1 bulan di muka untuk acara di luar Pulau Jawa).

EUROPEAN HIGHER EDUCATION FAIR (JAKARTA, OKTOBER 2010):

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia akan mengadakan The 2nd European Higher Education Fair di Jakarta pada 9-10 Oktober 2010. Pada event ini, anda dapat mengunjungi booth Uni Eropa dan bertemu dengan para student/alumni EM juga mendapatkan berbagai informasi, tips, dan suvenir menarik selama pameran. Info lebih lengkap akan diberikan di blog ini dalam waktu mendatang, atau anda juga bisa melihat di http://www.ehefjakarta.org/

ARTIKEL TERKAIT:

Get ready for Erasmus Mundus 2011

Bila anda belum tahu apa itu beasiswa Erasmus Mundus, apa kriteria umumnya, seperti apa konsepnya, berapa besar grant yang diberikan, bagaimana cara apply-nya, silahkan baca dahulu sejenak artikel yang ada di halaman utama blog ini, yaitu di https://emundus.wordpress.com/.

Gentlemen, start your engine!! Bagi anda para penggemar game balapan mobil mungkin sering mendengar istilah ini diucapkan di saat-saat menjelang start. Topik di artikel ini adalah mengenai beasiswa Erasmus Mundus (EM) 2011 dimana beberapa program sudah membuka pendaftaran / meng-update website mereka untuk pendaftaran tahun akademik 2011/2012, di antaranya disebutkan di bawah ini.

Start your engine and be prepared for EM 2011 !!

  • EMFOL – Food of Life (website)
    For the academic year 2011/2012 the application deadlines are 1 December 2010 for Category A applicants
  • MESPOM – Master of Science in Environmental Sciences, Policy and Management (website)
    Application deadlines for the 2011-2013 study period are December 10, 2010 for the applicants seeking Erasmus Mundus scholarships type A
  • Erasmus Mundus Masters Course on Flood Risk Management (website)
    Deadline has not been set

Secara total, saat ini ada lebih dari 100 program/jurusan (disebut dengan Erasmus Mundus Masters Courses/EMMC) yang ditawarkan setiap tahunnya. Untuk daftar program-program lainnya, anda dapat me-refer ke link berikut ini >> daftar EMMC yang ditawarkan.

Untuk EM 2011, secara umum, pendaftaran akan dibuka sekitar bulan September/Oktober 2010 dan ditutup antara November 2010-Januari 2011. Pastikan anda membaca baik2 tenggat waktu untuk aplikasi EMMC yang anda minati.

Bagaimana bila program yang saya minati belum meng-update websitenya atau belum membuka pendaftaran?

Silahkan kunjungi website tersebut secara rutin, misal 1-2 minggu sekali untuk memastikan anda tidak “ketinggalan” berita.

Apa saja yang bisa saya persiapkan selama dalam masa penantian?

  1. Coba lihat syarat2 program tsb untuk pendaftaran tahun 2010, biasanya tidak jauh berbeda.
  2. Memperbaiki kemampuan bahasa Inggris (hampir semua program membutuhkan sertifikat TOEFL atau IELTS – internasional).
  3. Persiapkan terjemahan2 ijazah dan transkrip nilai ke Bahasa Inggris
  4. Mulai approach orang2 yang anda rasa tepat untuk memberikan surat rekomendasi bagi diri anda
  5. Mulai baca2 mengenai deskripsi program, dan hubungkan diri anda (baik latar belakang pendidikan, aktivitas, pengalaman, dll) dengan apa yang ditawarkan program tsb, sehingga ketika anda akan membuat motivation letter, anda punya banyak bahan untuk “dijual”
  6. Kenali diri anda, coba ingat2 prestasi apa yang anda punya, penghargaan apa yang pernah didapat, breakthrough apa yang pernah anda lakukan, dll

Bagaimana bila saya “baru” akan lulus?

Anda bisa mendaftar, selama anda akan lulus sebelum periode perkuliahan dimulai. Untuk tahun 2010 ini, ada 1 orang awardee (sudah diterima di main list) yang bahkan baru akan sidang bulan Agustus 2010.

Bagaimana bila saya belum akan lulus dalam waktu dekat?

Anda bisa mempersiapkan diri dengan baik dari sekarang, perbaiki IPK, perbaiki/perbanyak keahlian di bidang anda, perbanyak prestasi anda, sehingga ketika saatnya untuk mendaftar, anda punya senjata yang komplit untuk memastikan anda menjadi salah satu EM awardee yang akan belajar dan menikmati masa-masa indah di Eropa.

PENGUMUMAN:

Bila anda ingin tim Erasmus Mundus datang ke universitas/event anda untuk memberi informasi mengenai beasiswa Erasmus Mundus dan peluang apa saja yang ditawarkan, silahkan hubungi kami di indoem.contact (at) gmail.com. Tidak ada biaya apapun yang akan kami kenakan pada anda. Mohon pemberitahuannya diberitahukan sesegera mungkin (minimal 1 bulan di muka untuk acara di luar Pulau Jawa).

EUROPEAN HIGHER EDUCATION FAIR (JAKARTA, OKTOBER 2010):

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia akan mengadakan The 2nd European Higher Education Fair di Jakarta pada 9-10 Oktober 2010. Pada event ini, anda dapat mengunjungi booth Uni Eropa dan bertemu dengan para student/alumni EM juga mendapatkan berbagai informasi, tips, dan suvenir menarik selama pameran. Info lebih lengkap akan diberikan di blog ini dalam waktu mendatang, atau anda juga bisa melihat di http://www.ehefjakarta.org/

ARTIKEL TERKAIT:

EM Coaching Consultation 2010

Pada 24 Juli 2010 kemarin, bersamaan dengan acara pelepasan dan pembekalan (yang lazim disebut sebagai acara pre-departure) Erasmus Mundus awardee 2010 yang segera akan berangkat untuk memulai studinya di Eropa, telah dilaksanakan juga sebuah acara bagi mereka yang juga mendaftar untuk EM 2010, tetapi masih berada di daftar cadangan (reserve list). Acara ini diberi nama EM Coaching Consultation (EMCC) dan diselenggarakan atas prakarsa student dan alumni Erasmus Mundus, bekerja sama dengan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Acara yang berlangsung selama setengah hari ini (13:00-17:00) diikuti oleh 32 dari 107 nama yang terdaftar di Reserve List 2010. Dari 32 orang yang mendaftar untuk ikut serta, 3 orang berpindah ke Main List beberapa hari sebelum EMCC dilaksanakan.

Format acara ini dibuat santai melalu diskusi bebas. Peserta diizinkan untuk bertanya berbagai hal kepada student/alumni yang hadir. Mengingat jumlah EMMC yang banyak, lebih dari 100 program, memang tidak semua EMMC memiliki perwakilan yang hadir pada acara ini. Kondisi ini disiasati dengan melakukan pengelompokkan berdasarkan bidang EMMC, yang membantu peserta untuk dapat bertemu dan berdiskusi dengan student/alumni dari bidang yang sama.

Pada acara ini, diadakan juga diskusi mengenai penulisan CV dan motivation letter dengan menggunakan contoh aktual dari CV dan motivation letter yang di-share oleh para penulisnya. Dengan berbicara dengan beberapa student/alumni, diharapkan para peserta mendapatkan masukan dari berbagai sudut pandang, baik dari mereka yang satu bidang, maupun mereka yang berasal dari bidang yang lain, untuk pada akhirnya merumuskan suatu bentuk kerangka motivation letter dan CV yang cocok untuk diterapkan pada kondisi mereka masing-masing.

Melihat antusias yang sangat besar dan feedback yang positif dari peserta yang hadir, ada kemungkinan bahwa acara serupa akan diselenggarakan dalam waktu-waktu mendatang, untuk kalangan yang lebih luas atau untuk kalangan umum. Nantikan pengumumannya, di halaman utama blog ini https://emundus.wordpress.com/.

Bila anda ingin tim Erasmus Mundus datang ke universitas/event anda untuk memberi informasi mengenai beasiswa Erasmus Mundus dan peluang apa saja yang ditawarkan, silahkan hubungi kami di indoem.contact (at) gmail.com. Tidak ada biaya apapun yang akan kami kenakan pada anda. Mohon pemberitahuannya diberitahukan sesegera mungkin (minimal 1 bulan di muka untuk acara di luar Pulau Jawa).

Informasi lain: Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia akan mengadakan The 2nd European Higher Education Fair di Jakarta pada 9-10 Oktober 2010. Pada event ini, anda dapat mengunjungi booth Uni Eropa dan bertemu dengan para student/alumni EM juga mendapatkan berbagai informasi, tips, dan suvenir menarik selama pameran. Info lebih lengkap akan diberikan di blog ini dalam waktu mendatang, atau anda juga bisa melihat di http://www.ehefjakarta.org/

Talkshow Erasmus Mundus (Plaza Senayan)

Tanggal 15-16 Mei 2010, bersamaan dengan perayaan Hari Eropa (Europe Day), kantor Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengadakan acara di Plaza Senayan dengan mengusung tema Dua Belas Bintang: Uni Eropa dan Anda.

Salah satu acaranya adalah talkshow Beasiswa Erasmus Mundus yang diadakan selama 1 jam, mulai pada jam 4 sore. Acara ini menampilkan 3 alumni Erasmus Mundus yang menceritakan pengalaman unik, menarik, serta tips-tips praktis seputar beasiswa Erasmus Mundus.

Bila anda tidak sempat hadir pada acara tsb, materinya bisa diunduh pada link di bawah ini (65 KB).

Erasmus Mundus Society Care III

The last week-end in April 2010 became one of the most exhilarating week for Indonesian EMA members when they hold their networking event, titled Erasmus Mundus Society Care III: Giving back to the environment.

The idea of Erasmus Mundus Society Care (EMSC) dated back to January 2010, when several Indonesian EM alumni took initiative to organize two social events for orphanage community in Bandung and Jakarta. Both events ran smoothly and attained support from The Delegation of European Union to Indonesia and various donors coming from the professional network of the alumni.

EMA Networking Event (EMANE) is a scheme provided by EMA to to enhance communication among EMA members from different Erasmus Mundus Master Courses (EMMCs), including students and alumni from different years of the same EMMC.

Erasmus Mundus Society Care III: Giving back to the environment was organized by using EMANE scheme. It was scheduled for two days: 24-25 April 2010 at Pramuka island which is located approximately one and a half hour boat trip from Jakarta harbor. There were 16 alumni from 2005-2008 year of entry that joined this event.

On the first day, the alumni went for snorkeling to observe the coral reef community around Pramuka island as the basis for the coral reef restoration activity that would be done the next day. As home of the third world’s total corals, Indonesian archipelago has suffered extremely from fishing and bleaching due to climate change.

At night, the alumni gathered for the networking event. Various topics were discussed, among them were: the relation between the country and SEA chapter, EM promotional events to remote/rural areas, cooperation with other scholarships’ alumni, idea of doing coaching-clinic sometime in the second half of 2010, etc.

On the second day, the alumni went for the main activity of the theme “giving back to the environment”. The first one was sea turtles conservation where they release 3-month old baby turtles to their natural habitat. The second one was mangrove plantation. The re-plantation of mangrove can conserve the ecology and resume the initial function on mangrove forest in the ecology. The third one was coral reef restoration which provides shelter for most of the marine species yielding tons of resources for fishery.

This kind of networking event combined with real-life activities such as environment restoration gave unforgettable experiences for the alumni. In addition, the bond and network between the participants became much stronger which will benefit Erasmus Mundus, EMA, and the alumni itself for future cooperation.

EM alumni on MTV Insomnia

Indonesian EMA community (the so-called IndoEM) has succeeded promoting Erasmus Mundus in various ways, in close cooperation with the Jakarta Delegation of European Union.

Some means of the promotion are:

  • direct presentations in the universities
  • attending numerous education fairs
  • electronic articles through blogs
  • on-air shows (radio)

On early morning of 24 April (3-5 AM) IndoEM appeared in live show of MTV Insomnia as one of the most exciting ways to target young and dynamic audience of potential Erasmus Mundus students from Indonesia. The alumni networking with the media is considered as the key point to be able to promote EM scholarship in a national scale.

The first on-air show (a joint-effort with Jakarta Delegation of European Union) is at Green Radio 89.2 FM which was broadcasted all over Indonesia. The second one is at Radio Republik Indonesia (the National Indonesian Radio Network) broadcasted all over Indonesia and abroad.

Moving forward to the television network, IndoEM not only promoting the scholarship but also the European cultures to the nation. Targeting to young-adult viewers, IndoEM community participated in MTV Insomnia program – a live TV show broadcasted by MTV Indonesia, which is a part of MTV Asia.

The show was aired on April 24, hosted by VJ Jemima and VJ Sarah. Four EM alumni took part in the show: Dyan Garneta (SEFOTECH.nut 2007), Irfan Mujahid (MEITEI 2007), Ayu Putri (QEM 2006), and Iqbal Akbar (FUSION 2006 – also the President of EMA SEA Chapter). They shared their extraordinary and challenging experiences learning and living in several countries in Europe.

The alumni also invited the MTV viewers to attend the upcoming Europe Day celebration (at Atrium Plasa Senayan, 15-16 May 2010) organized by Jakarta Delegation of European Union for more questions around Erasmus Mundus of which the alumni will participate in the public talk show event. In the last segment, the VJs asked all the alumni who were in the studio watching the live show to appear in the show and greet the MTV viewers.

To know more about Erasmus Mundus promotional events in Indonesia, please follow our twitter account @indoem.


EM 2010 Announcement and Schedules

PENGUMUMAN EM 2010

Untuk tahun ini dari Indonesia (per 19 Maret 2010), ada 36 orang yang masuk Main List, dan 107 orang masuk Reserve List. Jumlah ini masih mungkin berubah bila ada nama dari Reserve List yang masuk ke Main List.

Selamat untuk semua yang sudah berhasil.
Bagi yang belum berhasil, silahkan berjuang lagi :p

Untuk nama penerima, akan dirahasiakan (tidak akan dipublish di blog ini)..

MAIN LIST – PER EMMC

2 orang untuk SEFOTECH.NUT “EUROPEAN MSC IN FOOD SCIENCE, TECHNOLOGY AND NUTRITION”
1 orang untuk Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling
1 orang untuk NordSecMob – Master’s programme in Security and Mobile Computing
1 orang untuk European Education in Advanced Ship Design
1 orang untuk SUFONAMA – Sustainable Forest and Nature Management
1 orang untuk Computer Simulation For Science and engineering
1 orang untuk International Master in Quaternary and Prehistory Master International en Quaternaire et Préhistoire
1 orang untuk EMMEP – ERASMUS MUNDUS MINERALS AND ENVIRONMENTAL PROGRAMME
1 orang untuk International Master in Service Engineering
1 orang untuk European Master in International Health
1 orang untuk European Masters Course in Software Engineering
2 orang untuk Master of Bioethics
1 orang untuk GEMMA: Master’s Degree in Women’s and Gender Studies
1 orang untuk Erasmus mundus Master of Science in Photonics
1 orang untuk International Master in Advanced Clay Science
1 orang untuk Erasmus Mundus Master Programme in Evolutionary Biology – MEME
1 orang untuk CIMET – Color in Informatics and MEdia Technology
2 orang untuk GIM – MSc in Global Innovation Management
2 orang untuk LCT- European Masters Program in Language and Communication Technologies
1 orang untuk NOHA Mundus Joint Master’s Degree Program in International Humanitarian Action
1 orang untuk EU4M – European Union Master’s Course in Mechatronic and Micro-mechatronic Systems
1 orang untuk International Master in Early Childhood Education and Care
1 orang untuk Master of Science in Geospatial Technologies
2 orang untuk EMAE – European Master in Applied Ecology
1 orang untuk Common European Master’s course in Biomedical Engineering
1 orang untuk DMKM – Data Mining & Knowledge Management
2 orang untuk European Master in Distributed Computing
1 orang untuk EUROAQUAE – Euro Hydroinformatics and Water Management
1 orang untuk Comem Erasmus Mundus MSc – Coastal and Marine Engineering and Management
1 orang untuk EMARO – European Master on Advanced Robotics

STATISTIK INDONESIA DENGAN NEGARA ASEAN LAINNYA

Country / Main List / Reserve List / Percentage of Main List

  1. Indonesia / 36 / 107 / 25%
  2. Vietnam / 26 / 58 / 31%
  3. Phillipines / 24 / 61 / 28%
  4. Thailand / 20 / 62 / 24%
  5. Malaysia / 12 / 28 / 30%
  6. Singapore / 4 / 2 / 67%
  7. Myanmar / 2 / 7 / 22%
  8. Cambodia / 1 / 4 / 20%
  9. Brunei / 0 / 1 / 0%
  10. Laos / 0 / 1 / 0%

Di ASEAN, Indonesia adalah peringkat pertama dengan total potential awardees sebesar 143 orang.
Percentage of main list menunjukkan bahwa ada sekitar 75 % applicant asal Indonesia yang sangat potensial untuk mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus.

PERINGKAT INDONESIA SECARA GLOBAL

Main List

  1. Chinese – 133
  2. Indian – 89
  3. Turk – 70
  4. Russian – 69
  5. Mexican – 68
  6. American – 60
  7. Serb – 59
  8. Brazilian – 56
  9. Ethiopian – 52
  10. Bangladeshis – 51
  11. Colombian – 41
  12. Pakistani – 37
  13. Indonesian – 36
  14. Ukrainian – 28
  15. Canadian – 26
  16. Vietnamese – 26
  17. Philippine – 24
  18. Iranian – 21
  19. Argentinian – 20
  20. Croatian – 20

Reserve List

  1. Chinese – 466
  2. Ethiopian – 463
  3. Indian – 397
  4. Pakistani – 251
  5. Bangladeshis – 230
  6. Russian – 133
  7. Mexican – 123
  8. Iranian – 116
  9. Ghanaian – 109
  10. Indonesian – 107
  11. Nepalese – 99
  12. Colombian – 98
  13. Brazilian – 85
  14. Nigerian – 85
  15. American – 82
  16. Thai – 62
  17. Philippine – 61
  18. Ukrainian – 58
  19. Vietnamese – 58
  20. Cameroonian – 56

Peringkat dunia, Indonesia berada di peringkat 13 untuk main list, dan di peringkat 10 untuk reserve list. Ini membuktikan bahwa mahasiswa/i asal Indonesia tidak kalah bersaing dengan mahasiswa/i dari negara lainnya.

Bagi para calon pejuang EM 2011, mari targetkan supaya Indonesia bisa tembus peringkat 10 besar untuk Main List pada 2011.

MAIN LIST

Perhatian bagi Main List (anda seharusnya sudah menerima email ini di inbox anda, email dikirimkan ke alamat email yang anda gunakan untuk pendaftaran):

Berikut adalah surat dari perwakilan Delegation of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam:

Kami mendapatkan pemberitahuan dari kantor pusat kami di Brussels Belgia bahwa nama Bapak/Ibu/Saudara/i masuk dalam main list penerima beasiswa Erasmus Mundus. Jumlah total penerima beasiswa dari Indonesia tahun ini adalah 36 orang.
 
Sekian dulu berita dari saya saat ini. Selanjutnya akan kami kirimkan berita yang lebih detail.

RESERVE LIST

Perhatian bagi Reserve List (anda seharusnya sudah menerima email ini di inbox anda, email dikirimkan ke alamat email yang anda gunakan untuk pendaftaran):

Berikut adalah surat dari perwakilan Delegation of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam:

Kami menerima pemberitahuan dari kantor pusat kami di Brussels, Belgia, bahwa nama Ibu/Bapak/Saudara/i masuk dalam reserve list daftar penerima beasiswa Erasmus Mundus. Sebagai informasi, tahun ini jumlah penerima beasiswa EM dari Indonesia berjumlah 36 orang. Menurut pengalaman tahun-tahun sebelumnya ada beberapa penerima beasiswa dari Indonesia yang sebelumnya masuk dalam reserve list dan selanjutnya naik statusnya menjadi main list. Hal ini berlangsung sampai dengan periode sekitar bulan Juli/Agustus. Untuk itu, saya menyarankan agar Ibu/Bapak/Saudara/Saudari dapat mengecek emailnya secara berkala.

Bagi mereka yang namanya masuk dalam main list dipersilakan untuk menghubungi saya, supaya kami dapat membantu pembuatan surat pengantar ke kedutaaan besar yang dituju untuk pengurusan visa dan informasi lainnya.

Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Ibu/Bapak/Saudara/Saudari dalam mengikuti proses seleksi beasiswa Erasmus Mundus. Kami berharap semoga Ibu/Bapak/Saudara/Saudari dapat mewujudkan harapannya untuk mendapatkan beasiswa / menempuh pendidikan selanjutnya baik melalui Erasmus Mundus atau jalur beasiswa lainnya.

Atas perhatian Ibu/Bapak/Saudara/Saudari saya ucapkan terima kasih.

PRE DEPARTURE

Pre departure event adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Delegation of the European Union to Indonesia setiap tahunnya (sekitar bulan Juli) untuk membekali mahasiswa/i yang akan berangkat ke Eropa dengan practical tips, guidance, dan informasi bermanfaat lainnya.

Acara ini berfungsi juga untuk ramah tamah dan temu muka dengan student/alumni Erasmus Mundus dari tahun-tahun sebelumnya untuk berbagi pengalaman, contact person, dan informasi seputar kota/negara tujuan.

Informasi untuk pre-departure tahun 2010, akan disampaikan ke email mahasiswa/i yang termasuk dalam main list. Silahkan cek email anda secara rutin.

Alumni Sharing Session: Indonesian EM Alumni Inviting Other Fellow Alumni Scholars

Following Erasmus Mundus Society Care activities in Jakarta and Bandung, the Indonesian EM alumni co-organized an “Alumni Sharing Session” with Center of Leadership Counseling for Strategic Human Resources (PPSDMS) Nurul Fikri. The event was held in Jakarta, last Saturday, aiming for the undergraduate students who are interested in pursuing their study further.

In order to present wider range of available opportunities, Indonesian EM alumni invited fellow alumni from other scholarships. On that Saturday morning session, five EM alumni with alumni from Baden-Wuttenberg, Stuned, NFP, and from University of Virginia came and sat together with one shared spirit, passion for sharing.

A presentation on activities and achievements of PPSDMS Nurul Fikri remarked the beginning of the event. Since 2002, PPSDMS has been consistently preparing their grantee students to be future leaders through their programs, which in this occasion is discussion on after-graduation activities.

This Alumni Sharing Session stands as a forum for dialogue between nine alumni and a group of potential students. Indonesian EM Alumni representatives (Mr. Efrian, alumnus of MScEF, 2006; Ms. Anggita, alumna of QEM, 2006; Ms. Rythia, alumna of QEM, 2007; Ms. Carroline, alumna of EMCL, 2007; and Ms. Irmanda, alumna of ME3, 2007) presented the Erasmus Mundus scheme and the application procedures for admission on 2011. The crowd’s enthusiast could be seen from the many questions raised during the Q&A session afterwards.

The other alumni also had the chance to tell their stories on the panel discussion led by Ms. Rythia. Ms. Vika started with her story on how her professor has recommended Baden-Wuttenberg Scholarship as a source of finance for her study in Stuttgart University, Germany. Another story comes from Mr. Aldy who was admitted to the University of Virginia, in the U.S. and awarded the scholarship right after graduation. A different story from Ms. Rani, an alumna from the Netherlands Fellowship Program (NFP), saying that the she made her way to Netherlands after showing solid link between her background and the program she was interested in. Thereafter, Mr. Nuri explained that his scholarship, Stuned, comes from different source of funding than NFP, even though both are for the Netherlands.

In between their stories, the alumni implicitly recommended several actions which could boost their prospects. Responding to the questions from the floor, all the nine alumni offered handy tips from their very own experiences, in particular on the right timeline for application, the keys to a powerful motivation letter, and the strategy to approach the professors. It was also advised to link tightly the former academic background with the intended master program so that the gap is less, particularly, in the case of cross-disciplinary.

Furthermore, the crowd was continuously encouraged to creatively improve their English and any other languages not only from the book but also from daily practices. More importantly, it is important to be persistent in exploring all the opportunities. In the end of the session, executing a request from one of the audiences, each alumnus shared their personal motivation to attain the scholarship and what they believe as their personal strength to be finally selected for the scholarship.

The alumni are grateful for the opportunity to have shared their savoir-faire to the crowd seeking for scholarship opportunities and to, at the same time, have learnt from others.

Although Erasmus Mundus is one of the youngest education excellence nameplates, this pioneering activity has formed the first steps moving towards the big dream of contributing to the community for a better nation.

PPSDMS: www.ppsdms.org

Tempat Ngobrol Applicant EM 2010

STOP PRESS – PENGUMUMAN EM 2010

Datanya baru saja diumumkan.
Silahkan baca di halaman utama https://emundus.wordpress.com/2010/03/19/em-2010-announcement-and-schedules/

Bagi anda yang sudah mendaftar untuk EM 2010, silahkan bersabar menunggu pengumuman Anda. Rajin-rajinlah mengecek email anda secara rutin. Jangan sampai tenggat waktu yang ditetapkan konsorsium terlewatkan oleh anda.

Hasil pengumuman bisa dua macam: main list atau reserve list. Keterangannya bisa dibaca di sini (main list) dan di sini (reserve list).

Bila anda termasuk “yang beruntung”, maka kita akan berjumpa di pre-departure EM 2010 sekitar bulan Juli/Agustus 2010 (tempat dan waktu akan diumumkan kemudian).

Berdasarkan permintaan salah satu pengunjung blog ini:

https://emundus.wordpress.com/#comment-1678

maka thread ini dikhususkan untuk ngobrol2 antar sesama applicant EM 2010..

Nanti bila ada yang sudah dapat berita/pengumuman dari EMMC nya, silahkan di-share dengan teman2 applicant lainnya..

Motivation Letter / Statement of Purpose

Banyak pertanyaan yang muncul di Holland Education Fair kemarin seputar tips & trik serta contoh motivation letter milik student/alumni Erasmus Mundus (EM).

Seleksi beasiswa EM yang pada umumnya (beberapa program menyelenggarakan interview) hanya berbasiskan pada aplikasi membuat kehadiran motivation letter ini menjadi salah satu elemen penting bagi konsorsium untuk menilai:

  • Kualitas, bobot, kemampuan, dan pengalaman applicant
  • Seberapa jauh research yang telah dilakukan applicant untuk program yang dituju
  • Apakah tujuan applicant untuk mengambil program ini sesuai dengan tujuan program

Berikut adalah beberapa rangkuman tips & trik dari student/alumni EM pada HEF Jakarta (14-15 November 2009):

  1. Buat benang merah baik dari latar belakang pendidikan / pekerjaan ke program yang akan diambil.
  2. Dalam menulis, pikirkan kalau anda ada di posisi konsorsium, mengapa saya harus menerima “A”, bukan “B”. Kualifikasi apa yang dimiliki “A” yang membuatnya bisa unggul dari kandidat lainnya.
  3. Jangan buru-buru menulis. Ambil waktu untuk memikirkan apa sih keunikan anda yang bisa membedakan anda dari kandidat lainnya, misal: keaktifan di aktivitas lingkungan, partisipasi dalam event nasional, dll. Jangan buat motivation letter yang biasa-biasa saja (yang semua orang bisa bikin).
  4. Bila memang IPK anda tidak terlalu menonjol, sertakan alasan yang tepat mengapa terjadi demikian. Hindari menyalahkan kesibukan di organisasi, kesibukan di bisnis karena akan mengesankan anda tidak bertanggung jawab pada kegiatan utama anda.
  5. Bila jurusan S1 anda “tidak nyambung” dengan EMMC yang mau di-apply, adalah tugas anda untuk membantu konsorsium menemukan alasan untuk menerima anda.
  6. Sertakan tujuan anda dalam mengikuti program (tentunya tidak sekedar untuk mendapatkan gelar S2), apakah untuk memajukan bangsa, mengabdi pada bangsa, menjadi expert di bidang tertentu, dll.
  7. Hindari keluh kesah, jangan terlalu banyak bercerita tentang masa lalu anda (misal: kesulitan ekonomi, fasilitas tidak mendukung) sebaliknya ceritakan tentang cita-cita, harapan dan tujuan yang ingin anda capai.

Just write things that have made you who you are now.

Why do you want to continue your education/training to a Master level degree.

What motivate you to do such thing, to do another hard work.

What motivate you to choose EMMC, why ‘that’ EMMC.

What motivate you to study in Europe, with that ‘mobility’.

Et cetera…

That’s why it’s called motivation letter.

Write less bullshit, more some things reached by your own hands.

Berikut adalah contoh motivation letter milik student/alumni EM (mohon tidak di-plagiat !!!), untuk menjawab pertanyaan “Motivation Letter seperti apa sih yang bisa tembus beasiswa EM?“. Beberapa bagian mungkin telah di-edit oleh penulisnya.

  • Carroline, European Master in Computational Logic, 2007 – PDF
  • Efrian, Master of Science in European Forestry, 2006 – PDF
  • Dina Mardiana, Master CLE – Culture Letterarie Europee, 2008 – PDF

Link motivation letter lainnya:

  • A Sample of MOTIVATION STATEMENT for Master Scholarship
  •  

    Apply Erasmus Mundus Sebelum Lulus

    Banyak pengunjung blog ini yang bertanya bagaimana caranya untuk apply Erasmus Mundus sebelum lulus.

    Di bawah ini adalah cerita dari beberapa student dan alumni yang memiliki pengalaman yang sama. Semoga dapat menginspirasi Anda semua.

    Cassie, EM awardee 2009 untuk program Marine Biodiversity and Conservation

    Pada Desember 2008 saya mengajukan beasiswa EM ketika masih belum lulus S1, walaupun sebenarnya tidak ada kejadian yang spesial karena untuk saya semua urusan terhitung mulus…

    Di website program saya memang sudah dikatakan bahwa tidak masalah bila pendaftar masih belum lulus kuliah. Namun, kita memang harus menjelaskan secara tertulis bahwa kita memang mahasiswa tingkat akhir yang akan lulus sebelum perkuliahan master dimulai. Saya sendiri mengatakan bahwa saya akan lulus pada bulan Juni 2009 (walaupun akhirnya diwisuda pada bulan Juli 2009). Ijazah saya kirim setelahnya dan tidak ada masalah dan saya sendiri berangkat akhir bulan Agustus 2009.

    Mengenai apa yang harus dipersiapkan, menurut saya, penuhi saja semua syarat yang diminta di website dengan sebaik-baiknya. Apabila ada kasus khusus, seperti belum lulus S1 (yang artinya tidak bisa menyerahkan ijazah S1) maka jelaskan secara tertulis. Yang mungkin harus diperhatikan adalah kita harus ‘memasang’ target kelulusan yang masuk akal dan harus berusaha memenuhinya (kan ga lucu kalau kita diterima EM, tapi ga jadi berangkat gara-gara belum lulus. Harusnya setelah tahu diterima, kita jadi lebih semangat untuk lulus!) 🙂

     

    Nay, EM awardee 2005, MESPOM

    menilik umur, koq bisa aku belum lulus S1 pas daftar mespom? hehe…ceritanya, dulu kuliahnya D3, lulus trus kerja dulu. Nyambung S1 tahun 2003, selesai pertengahan 2005 (kira-kira 1.5 tahun). sementara kira-kira pertengahan 2004 sudah mulai cari-cari beassiwa, jadi pengisian formulir pendaftaran dll dilakukan pada saat masih aktif kuliah S1 semester ke-2 (karena nyambung dari D3, jadi hanya perlu 3 semester untuk lulus).
    Karena proses aplikasinya sendiri memakan waktu hampir 1 tahunan (agust 2004-agust 2005), jadi waktu itu seluruh proses seleksi berjalan berbarengan dengan masa kuliah sambungan S1 semester 2 dan 3 (akhir).

    ada beberapa kolom di form aplikasi yg jadinya tidak bisa terisi, tapi kebetulan program mespom (waktu itu) ada menyebutkan bagaimana harus mengisi form jika statusnya belum lulus (kurang tahu apakah hal ini juga ada di program yg lain). jadi secara persyaratannya, memang dibolehkan. karena kelulusan S1 dulu akan berbarengan dg waktu keberangkatan ke eropa, jaminannya waktu itu hanya transkrip D3 dan transkrip sementara semester 1 S1 (yg 2 semester belum keluar waktu awal pendaftaran). konsorsium merasa ini cukup (setelah beberapa kali korespondensi), dan mereka setuju bahwa sertifikat yg lain-lain (yg belum ada) akan menyusul sesegera mungkin, sehingga aplikasi diproses terlebih dulu tanpa sertifikat kelulusan S1.

    untunglah aku diterima, dan bersamaan dg pengurusan visa dll, aku juga sibuk ujian S1, nulis thesis akhir, pendadaran, dan tentu saja, masih kerja full-time senin-jumat 🙂 waktu aku daftar beasiswa dan mulai melewati tahapan step by step dan selalu lolos, aku mulai melakukan pendekatan ke pihak universitas tempat aku belajar S1 sabtu minggu, menerangkan apa yg akan kutempuh setelah lulus S1, bahkan salah satu dosen memberikan surat rekomendasi untuk mendaftar beassiwa, sehingga pihak universitas juga mendukung penuh. Ini penting karena di akhir semester, pas sudah mau berangkat ke eropa, seharusnya ijasah S1 belum resmi keluar, tapi universitas memutuskan untuk mengurus ijasah asliku untuk diproses lebih dulu, jadi bisa dibawa terbang ke eropa.

    sampai di sana, urusan pertama yg harus dilakukan begitu mendarat, yaitu menyerahkan seluruh sisa kelengkapan dokumen yg waktu proses penerimaan dijanjikan akan diberikan. untunglah semua lancar dan tepat waktu, jadi semua pihak lega. nego ke konsorsium mungkin tidak perlu dalam kasusku karena memang konsorsium sudah menyebutkan bahwa untuk yg BELUM lulus S1…boleh daftar…dg ketentuan tersendiri seperti yg sudah aku alami di atas. deg-degannya waktu itu cuman bisa ga ya universitas keluarin ijasah sementara yg lain belum terima. dg pendekatan ke beberapa pihak dan dg niat baik, serta dg membawa nama baik almamamter juga, justru malah mereka dg senang hati membantu dan bangga, karena alumninya ada yg langsung keterima S2 di eropa.

    mudah-mudahan sharing ini membantu buat mereka yg senasib dg-ku, atau di situasi yg mirip-mirip. mungkin memang intinya tergantung dr kebijakan pihak konsosrsium masing-masing program yg bisa jadi berbeda-beda. akupun kurang tahu apakah kebijakan yg sama masih juga berlaku di MESPOM sekarang, karena pastinya tiap tahun mereka merevisi persyaratan dan apa yg boleh dan tidak bolehnya. kebetulan aku angkatan pertama di MESPOM. yg penting sih komunikasi dg pihak konsorsium terus menerus (via email) dan aktif membaca detil-detil persyaratan dg seksama (tolong dicatat waktu itu 2005 belum ada semacam forum yg saling bantu seperti sekarang, belum ada tempat bertanya, belum ada yg berpengalaman untuk dimintai saran/pendapat, semua dikerjakan sendiri dan benar-benar mandiri, sampe berangkat ke eropa sendiri, tanpa pelepasan resmi dll). mudah-mudahan sedikit cerita ini membantu bagi yg membutuhkan.

    The story of EHEF 2009, Bangkok

    Written by: Netta (SEFOTECH.NUT, 2007 EM awardee)

    She will be the presenter of Erasmus Mundus in Holland Education Fair in Yogyakarta, 10 November 2009 –> check this link

    Friday (30 October 2009)

    Iqbal and I were flying from Jakarta on Friday morning. We arrived at Suvarnabhumi International Airport. Since the immigration queue were quite long, it took us sometime before we cleared the immigration and went to our hotel. PeWe, Danang, and Yansen’s flight were later that day.

    I met my old classmate during my EM days, Palm, so after checked in our rooms, the three of us went to have dinner. Well, actually it was a late lunch, none of us were having lunch. On our way, we met Ton, another Thai EM-ers. He then guide us to Siam Paragon, the venue where the EHEF 2009 will be held. All of us walked to Asoke BTS (Bangkok Transit System) Station and took the BTS to Siam Station. The Mall has connecting bridge with the BTS station. There we were, had dinner, sipped the greentea and walked around the mall.

    When we came back, it turn out that PeWe, Danang, and Yansen were already arrived. Since they haven’t had dinner, we all agreed to go out again and find some food. Nobody had an idea where we would go to get dinner. “Why don’t we go to Suan Lum Night Bazaar?” said I. That’s the only place I know. We took taxi there (yeah, the taxi were expensive, coz none of us know the market price). PeWe, Danang, and Yansen had dinner, while me and Iqbal were drooling. OK, that’s too much 😛

    Since Iqbal and I already had dinner we only order some juices. After dinner we walked around the Night Bazaar and do some souvenirs hunting. It turns out the guys (except Danang) had better ability on bargaining things. Lesson’s learned. Next time, let those guys do the bargaining. 😛

    Finished with shopping, we realized that all of us still want to do some adventurous journey. We took Tuk-tuk back to the hotel. (I hope the reader will stop their imagination at this point! Five of us in 1 Tuk-tuk). To be honest, none of us considering having small size. So yeah… there we go. Ho ho ho.

    Saturday (31 October 2009)

    Saturday morning, D-Day, all of the EMA-SEAers wearing blue EU T-shirts. After breakfast we all met at the hotel lobby. New friends, old friends, all together. Lots of kisses on the cheeks, hugs, and stuffs. After that all of us went to the EHEF venue. It turned out that the event was delayed a bit. So most of us still chit chatting with each others, swapping news, etc.

    We had EMers from Thailand, Malaysia, Indonesia, and Vietnam. It’s the first time that we had Vietnam’s delegation in the EMA SEA meeting. Yeaaaay. More members of the big family! When the EHEF officially started, the members were busy explaining Erasmus Mundus and experiencing European life to those who came to our booth.

    At the same time, the Directive Boards (Iqbal, Jum, Rebecca, Dee, Fiat, Yansen, and Danang) had their meeting in a secret room (well.. I exaggerated on this part). Thai people enthusiasm was great. Although we got some language barrier problems, still, it turned out great.

    After lunch, all of us, including the Directive Boards went to do some sightseeing. We went to Wat Srakesa Rajavaramahavihara (The Golden Mount Temple), then to Wat Pho where we saw the HUGE reclining Budha statue, and the last trip was to a museum. Wow, to honest, the museum had a great presentation. Lots of interactive stuffs, we had a lot of fun!

    After visiting the museum, it turned out that we still had 1 hour before our dinner. Then the sightseeing committee brought us to a park near Chao Phraya River. There we were, experiencing the Saturday Nite beside the river. The view of Rama VIII Bridge was great. (Hmm.. Rama VIII bridge is kinda like the mix between Monas and Pasopati Bridge, but in bigger scale). The park was crowded, because people were already started to celebrate Loy Krathong Festival. A lot of shows, mostly theater shows, played in the park.

    Dinner was held in a restaurant near a palace which looks like Capitol Hill to me. (Sorry, I forgot the name of the Palace).

    Sunday (1 November 2009)

    Sunday morning, most of us already checked out, and then went to Vie Hotel where our EMA SEA chapter meeting were held. There, all the directive boards presented their programs and members can choose which team they want to participate in. (Further on minutes and result of the meeting will be the official version by the DB). Be patient people!! ^_^

    After lunch, some people flew back to their countries and some who had later flight went back to EHEF event, supporting the Thai EM on explaining EM. The event were closed at 7pm. And until the last minute, I was still there talking with a prospective Thai EM-ers.

    All in all, thank you very much for the Thai committee for the great enthusiasm and hospitality. This event will not be this great without their hard work.

    Holland Education Fair 2009 (+ Erasmus Mundus)

    Netherland Education Support Office (NESO) akan mengadakan road show ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Makassar dengan jadwal sebagai berikut:

    Yogyakarta, Hotel Novotel, 10 Nov, 13.00 – 19.00
    Bandung, Hotel Hilton, 12 Nov, 13.00 – 19.00
    Jakarta, Hotel Mulia, 14-15 Nov, 11.00 – 18.00
    Makassar, Hotel Clarion, 17 Nov, 12.00 – 18.00

    Pada acara tersebut, NESO merencanakan akan ada sesi presentasi tentang beasiswa Erasmus Mundus.


    Update per 5 November 2009:
    Yogyakarta:

     

    dyan

    Bandung:

    irfan
    • Presentation of Erasmus Mundus by Irfan Mujahid (Erasmus Mundus awardee 2007)
    • Q & A session
    • Session 1: 12.30-13.15 *updated*
    • Session 2: 14.45-15.30 *updated*

    Jakarta:

    trio

    • Presentation of Erasmus Mundus by Ibu Destriani Nugroho (Project Officer, Development Section,  Delegation of the European Commission to Indonesia, Brunei Darussalam and East Timor)
    • Meet and greet with Danang Ari, Carroline D Puspa, and Irmanda Handayani (Erasmus Mundus awardee 2007)
    • Q & A session
    • Session 1: 14.00-14.45 *updated*
    • Session 2: 16.00-16.45 *updated*

    Makassar:

    • Presentation of Erasmus Mundus by Dianing Galih (Erasmus Mundus awardee 2007 – European Masters in Informatics)
    • Q & A session
    • Session 1: 12.30-13.15 *updated*
    • Session 2: 14.45-15.30 *updated*

    Artikel KOMPAS, 20 Oktober 2009:

     

    http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/10/20/11220942/yuk.ke.holland.education.fair.2009.

    kompetisi essay FSAI dengan judul “Cronobacter Sakazakii”

    Erasmus Mundus 2010

    This is the electronic version of the advertisement, published on 25 October 2009 at the following newspapers:

    • Kompas
    • Kedaulatan Rakyat – Jawa Tengah
    • Pontianak Pos
    • Kaltim Pos
    • Banjarmasin Post
    • Serambi Indonesia – Aceh
    • Analisa – Sumut
    • Padang Express
    • Radar Lampung
    • Fajar – Sulsel
    • Lombok Post
    • Pos Kupang – NTT
    • Cendrawasih Post – Papua

    The Erasmus Mundus scholarship programme, funded by the European Commission (EC), has awarded over 7000 scholarships for students and scholars from all over the world since 2004.

    Through this scholarship programme, 204 Indonesians have studied Masters Courses and 16 Indonesian Scholars carried out teaching and research in universities across the European Union (EU).

    The scholarship for the Erasmus Mundus Master Course (EMMC) is now open for application for academic year 2010. The scholarships are offered to:

    • Graduate students to undertake EMMC in at least two or more universities in two or more EU countries.
    • Scholars/ Academicians/ Researchers to conduct teaching and research periods of three months at two or more universities in two or more EU countries.

    The Erasmus Mundus scholarship is a full scholarship programme – covering tuition fees, living costs and return airfares.

    General information on application procedures can be obtained from:

    http://www.delidn.ec.europa.eu/en/special/erasmusmundus.htm

    (khusus untuk web ini, disarankan menggunakan Internet Explorer)

    or a blog maintained by Erasmus Mundus Alumni in Indonesia:

    https://emundus.wordpress.com

    Individuals interested in an Erasmus Mundus scholarship must apply directly to the selected Erasmus Mundus Master Courses which are available at:

    http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/results_compendia/selected_projects_action_1_master_courses_en.php

    The EC also provides fellowships for Doctoral candidates for an Erasmus Mundus Joint Doctorate (EMJD) degree. These doctoral-level training and research programmes will offer fellowships covering up to three years of doctoral activities.

    The available EMJD and further information can be obtained from:

    http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/results_compendia/selected_projects_action_1_joint_doctorates_en.php

    The European Union comprises 27 Member States i.e. Belgium, Bulgaria, Czech Republic, Denmark, Germany, Estonia, Greece, Spain, France, Ireland, Italy, Cyprus, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Hungary, Malta, the Netherlands, Austria, Poland, Portugal, Romania, Slovenia, Slovakia, Finland, Sweden and the United Kingdom. The European Commission is the executive arm of the European Union.

    EHEF Bangkok (31 Oct-1 Nov 2009)

    Setelah tahun lalu mencapai sukses dalam penyelenggaraan EHEF (European Higher Education Fair) di Jakarta (liputannya ada di sini), maka tahun ini EHEF kembali diselenggarakan di negara Asia lainnya, yaitu di Thailand.

    Keterangan lebih lanjut bisa dilihat di website resmi:

    http://www.ehef-bangkok09.org/web/

    Setelah terbentuknya EMA SEA Chapter, yaitu suatu organisasi regional di Asia Pasifik yang mengurusi hal-hal terkait beasiswa Erasmus Mundus, student dan alumninya, maka beberapa student/alumni EM asal Indonesia akan hadir di event ini sebagai nara sumber untuk berbagi pengalaman.

    Bagaimana bagi Anda yang berada di Indonesia? Walaupun EHEF tahun ini tidak diselenggarakan di Jakarta, tunggu saja event-event lokal untuk EM yang (mungkin) akan diadakan oleh Komisi Eropa perwakilan Indonesia.

    Selain itu, seluruh informasi tersedia di web (silakan baca Welcome page), sehingga tanpa hadir di EHEF pun, anda tetap bisa up-to-date dan apply untuk beasiswa EM 2010.

    Nantikan liputan EHEF Bangkok ini di awal November.

    Erasmus Mundus Masters & Doctorates – updated list

    You will now find on the EACEA website an up-to-date list of all Erasmus Mundus Masters Courses and Joint Doctorates that will be offering scholarships in the academic year 2010-2011. This includes all Masters and Doctorates selected under the 2009 Call.

    http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/results_compendia/selected_projects_en.php

    The list (which is also sub-divided into lists per discipline) features the project title, and a link to an information fiche and a project website (where this is operational) .

    You will also find a pdf of the one-volume compendium of all the project fiches on the Compendium page
    http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/results_compendia/compendia_en.php

    Scholarship Applications that Win!

    This article is mainly taken from the following website. Some modifications are made to adjust with the local condition.

    Tip #1 ATTENTION TO DEADLINES

    • Have your application arrive EARLY as possible, absolutely not after the deadline date!
    • This behavior also conveys a positive characteristic about you.

    Tip #2 START YOUR APPLICATION WITH A (“THANK YOU”) COVER LETTER

    • Explain what documents that you send, and how to classify them (perhaps you numbered the documents, or how you list the documents in the application).
    • Explain a bit about your interest and passion. Don’t sell your self here! You sell your self in your application, not in cover letter.
    • Make it short (one-page) and not too crowded (don’t use small fonts and less line space).

    Sample Packet Cover Letter

    1111 WinOne Street
    Pensacola, Fl 32503
    9 September 1999

    Mary Smith, President
    Whatever Scholarship Committee
    Orlando Central Parkway
    Orlando, Florida (zip code)

    Dear Ms. Smith,

    This letter is an introduction of myself, (your name), and my desire to participate in the (whatever it is called) Scholarship Program. I have been accepted to (Name of your College) for the 1999 fall term.

    I would like to thank you and the (whatever) Scholarship Committee for supporting college bound students with an opportunity for financial assistance through your scholarship program. Enclosed you will find my application form, high school transcript, ACT results, letters of recommendation, and other pertinent information. Again, thank you for your interest on my behalf and for the youth of our state.

    Respectfully,

    (your name)

    Tip #3 ANSWER THE “MAIL”

    • Construct your application to make it EASY for the committee to see that you have provided every thing that was required
    • If possible, provide items in the order that they are listed in the application.
    • If possible, do not mix items on the same page.
    • Add extra items that were not requested to give your application that something extra. However, DO NOT add extra items if you are specifically told not to add anything extra. Just follow the given directions.

    Tip #4 ADD EXTRA ITEMS TO YOUR APPLICATION (if not forbidden)

    This is where you get to be creative to find ways and things that present you in a positive light to the selection committee. Here are a few ideas to get you started:

    1. Write a short essay on MY EDUCATION/CAREER GOALS. Try to keep to one page but no more than two.
    2. Write a paragraph or two on how this scholarship award will help you reach your education/career goals.
    3. Certificate of achievements/awards to show that your performance and hard work was recognizable.

    Be creative to find things that make you look good and share them with the committee.

    Tip #5 PERSONALIZE LETTERS OF RECOMMENDATION

    • When you have a letter of recommendation addressed to the specific organization or person that is administering the application process, it’s the best since the letter is “Special” for them.
    • If all you have is a letter that starts “To Whom It May Concern”, it is still better than nothing. But if you can personalize the letter it says you cared to send the very best.

    TIP #6 – PROOF READ ALL MATERIALS and NEATNESS IS A MUST

    • Use correct grammar and spelling.
    • Ask someone with ample English skill to help you with proofreading your essay, cover letter, extra items you have included, and even letters of recommendation prepared by others.
    • When there are hundreds/thousands of applications to review, correctness and neatness become the first screen out factor.

    TIP # 7 – SUBMIT YOUR APPLICATION IN A CLEAR PLASTIC FOLDER

    • Not only the content of your application that you need to care of, but also its presentation.
    • Group a multiple-page document with stapler or paper clips.
    • Place all of your items in a clear plastic folder, with a slide locking binder (it also protects the document from water).
    • Your application packet is a great looking presentation of YOU, don’t mess it up by folding it to fit a small envelope. Use a big enough  envelope so that your application arrives looking great.

    Reserve List

    Bagi mereka yang masuk dalam reserve list, masih ada peluang untuk mendapatkan beasiswa apabila ada calon penerima beasiswa dari main list yang mengundurkan diri. Dalam keadaan tersebut, konsorsium/universitas yang akan memilih, siapa yang akan diambil dari reserve list, tidak selalu mengacu kepada urutan nomor dalam reserve list. Yang terpenting adalah dalam setiap kelas pasca sarjana, maksimum 20% peserta berasal dari negara yang sama dan tidak boleh lebih dari 2 peserta berasal dari universitas/institusi yang sama. Misalnya satu kelas terdiri dari 25 pelajar, maka maksimum 5 orang berasal dari negara yang sama, misalnya Indonesia, dan maksimum 2 orang dari mereka berasal dari unviersitas/insitusi yang sama di Indonesia.

    Peserta reserve list disarankan untuk secara rutin mengecek emailnya, karena perubahan dari reserve list menjadi main list biasanya dilakukan dalam waktu yang cepat / mendesak.

    Tahun 2008 ada sekitar 10 orang dari 80 orang Indonesia yang masuk dari reserve list menjadi main list. Waktu pemberitahuannya berkisar antara bulan Mei sampai dengan Agustus.

    Apabila belum berhasil masuk dalam main list tahun ini, coba kirim aplikasi lagi untuk tahun berikutnya dengan menyertakan bukti email dari konsorsium yang menyatakan Anda masuk dalam reserve list tahun 2009.

    Semoga berhasil.

    Salam,
    Destriani NUGROHO
    Project Officer
    Development Section
    Delegation of the European Commission
    to Indonesia and Brunei Darussalam
    Intiland Tower, 16th floor (ex-Wisma Dharmala Sakti)

    Masuk main list, apakah pasti diterima?

    Pertanyaan ini adalah pertanyaan besar bagi sebagian besar calon EM awardees yang sudah mendapatkan konfirmasi dari EMMCnya bahwa mereka dinyatakan masuk ke main list, tetapi masih harus menunggu konfirmasi akhir dari Brussels.

    Berikut adalah jawaban dari Ibu Destriani Nugroho, Project Officer dari Delegasi Komisi Eropa untuk Indonesia, yang dari tahun ke tahun telah membantu EM awardees dari Indonesia pada khususnya mulai dari persiapan keberangkatan, pertanyaan-pertanyaan umum, sampai urusan visa.

    Bagi yang sudah masuk main list, kemungkinan besar akan diterima.  EC di Brussels hanya memastikan bahwa:

    • Tidak lebih dari 20% penerima beasiswa dalam satu EMMC berasal dari negara yang sama.
    • Diantara 20% tersebut, tidak lebih dari 2 orang berasal dari universitas yang sama.

    Ada beberapa kasus sebelumnya kalau penyelenggara EMMC tidak memahami aturan tersebut di atas.  Sehingga walaupun sudah diterima oleh EMMC akhirnya salah satu terpaksa di drop.

    Keputusan akhir EC di Brussels sekitar bulan April/May, applicant diharapkan mengecek emailnya setiap hari untuk jaga-jaga kalau ada persyaratan tambahan / perbaikan dokumen yang diperlukan.

    Pada saat konfirmasi diterima, pastikan tidak ada “conditional acceptance”  misalnya diterima tetapi harus menyerahkan hasil TOEFL international misalnya.  Kalau ada segera balas email tersebut dan penuhi persyaratannya secepat mungkin.

    Destriani Nugroho (Mrs.)
    Project Officer
    Development Section
    Delegation of the European Commission
    to Indonesia, Brunei Darussalam and East Timor
    Wisma Dharmala Sakti – 16th Floor
    Jl. Sudirman 32 – JAKARTA 10220
    Tel: (+62 21) 2554 6200 (central) ext. 245
    Tel.: (+62 21) 2554 6245 (direct)

    Kehidupan mahasiswa/i EM

    Anda tertarik untuk tahu lebih banyak seputar kehidupan para mahasiswa/i Erasmus Mundus?

    Bila ya, saya menyarankan anda untuk segera membaca majalah khusus untuk Erasmus Mundus Alumni & Students, EMAnate, Issue 02 (terbaru). Versi elektroniknya bisa didapatkan di:

    http://www.em-a.eu/fileadmin/content/EMAnate_issue2.pdf (3.7 MB)

    Versi cetaknya? Mohon maaf, saat ini majalah ini baru didistribusikan, khusus untuk anggota EMA saja.

    Di halaman 8, anda bisa melihat laporan mengenai kegiatan pameran pendidikan tinggi Eropa / European Higher Education Fair (EHEF) dan kegiatan EMA networking event di Jakarta, November 2008 lalu.

    Selamat membaca.

    EMAnate issue 02, page 8
    EMAnate issue 02, page 8

    Erasmus Mundus Student Handbook

    http://www.em-a.eu/fileadmin/content/Student_Handbook_Final.pdf (2.2 MB – link updated 15 Oct)

    http://www.em-a.eu/fileadmin/content/Student_Handbook_2009.pdf (link updated 7 September 2009)

    The new Erasmus Mundus Student Handbook is now available to download! It is an information tool for Erasmus Mundus applicants, as well as for current students. The Student Handbook was composed based on the telephone interviews with students and coordinators, data from the European Commission and expertise of the programme graduates. It will be updated regularly, and your feedback is very welcome.

    This handbook is an information tool for Erasmus Mundus applicants as well as for current students covering topics such as preparation of the study (application procedures, obtaining visas) and living in Europe (administrative issues, free-time activities and internship advice).

    The Student Handbook was composed based on the telephone interviews with students and coordinators, data from the European Commission and expertise of programme graduates. It will be updated regularly, and your feedback is very welcome.

    Three simple steps for applying EM

    The Erasmus Mundus programme is a co-operation and mobility programme in the field of higher education which promotes the European Union as a centre of excellence in learning around the world. It supports European top-quality Masters Courses and enhances the visibility and attractiveness of European higher education in third countries. It also provides EU-funded scholarships for third country nationals participating in these Masters Courses.


    Continue reading