Mengubah Cara Pandang

Beberapa waktu belakangan ini, di grup Facebook “Erasmus Mundus Indonesia”, banyak cerita-cerita seputar perjuangan, motivasi, dan tips-tips untuk apply beasiswa yang di-share oleh para awardee beasiswa Erasmus+.

fb

Sangat menyenangkan melihat satu sama lain saling berbagi kisah dan cerita inspiratif, sehingga bisa menjadi penyemangat bagi mereka yang sedang mencari beasiswa.

Hari ini, saya membaca salah satu thread yang sedang aktif di grup ini.

Jadi, ada seorang member yang posting demikian:

fb2

Lalu di salah satu komentar, ada yang menulis demikian:

diyan

Well, saya harus bilang, saya sangat setuju dengan komentar di atas.

Terkadang, ketika antara kenyataan tidak sesuai dengan impian atau ekspektasi, maka mencari alasan, menyalahkan kondisi, atau menyesali keadaan memang tindakan yang rasanya beralasan untuk dilakukan. Sayangnya, dengan melakukan hal-hal tersebut, fokus kita teralih pada kondisi yang ada dan kalau tidak diatasi dengan baik, maka bisa membuat makin terpuruk.

Di sisi lain, apalagi bila masih muda (masih bisa mengubah diri dan masih ada banyak waktu), mungkin bisa melihat dari perspektif lain.

Buat list impianmu, letakkan di 1 kotak.

Buat list kondisimu, letakkan di 1 kotak.

Coba hubungkan kedua kotak tersebut, dan identify, ada gap apa saja di antara kondisi dan impian.

Contoh sederhana:

Impian: Kuliah di Eropa

Kondisi: Bahasa Inggris belum lancar, nilai kuliah masih pas-pasan

Maka, dari gap yang ada, anda bisa menentukan langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi gap tersebut –> belajar Bahasa Inggris dan belajar lebih giat di kuliah. Teruslah bertanya “how” sampai anda menemukan solusi praktis bagaimana mengatasi gap tersebut.

Misalkan, belajar Bahasa Inggris –> bisa melalui buku, bisa melalui online, bisa melalui les.

  1. Hmm, mungkin yang cocok untuk saya adalah belajar melalui buku, sedangkan ekonomi pas-pasan –> bagaimana caranya?
    Hmm, mungkin bisa tanya2 teman yang pernah les Bahasa Inggris, atau pernah ikut tes TOEFL? Atau coba cari buku2 bagus di pasar loak (tidak perlu malu, saya pun pernah beli buku di toko loak) –> siapa ya kira-kira teman yang bisa dipinjami buku, dan pertanyaan2 lanjutannya (sampai anda menemukan solusi praktis yang bisa dilakukan).
  2. Lalu mungkin harus meluangkan waktu juga.. Mengurangi waktu2 yang dirasa tidak produktif, dan mengarahkannya kepada kegiatan-kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

Semoga tulisan di atas bisa dimengerti, dan anda menjadi orang yang semakin tangguh dalam mengatasi masalah.

Advertisements

Hasil Technical Meeting EHEF 2014 – European Union

stakeholder-meeting

Berhubung sudah jam 11 malam, jadi tanpa terlalu banyak intro ini itu, hasil technical meetingnya (yang sudah bisa di-share) sbb:

1. Untuk panggung alumni di EHEF Jakarta, panggung ini tidak dikhususkan bagi alumni Erasmus+ saja.

Lokasinya ada di sebelah kiri peta (lihat floor plan https://emundus.wordpress.com/2014/11/02/mark-your-destination-ehef-floor-plan/)

Jadi, nanti akan kita pakai bersama2, bersama dengan alumni dari beasiswa dan negara lainnya (kalau ada yang mau berpartisipasi).

Karena di sisi kanan peta ada presentasi2 yang sudah terjadwal (lihat https://emundus.wordpress.com/2014/10/29/jadwal-presentasi-ehef-jakarta/), maka pembahasan topik di panggung alumni akan bersifat lebih umum dan practical, tidak spesifik mengenai suatu beasiswa tertentu.

Topik2 yang sudah diusulkan adalah sbb:

  • Cara pembuatan motivation letter
  • Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris (tanpa les/kursus) untuk bisa mendapatkan skor tes yang bagus
  • Sharing mengenai pengalaman hidup, studi, dan adaptasi di Eropa
  • Sharing mengenai tips mendapatkan beasiswa

Keempat topik ini durasinya 1-2 jam, dan kalau tidak ada usulan lain dari exhibitor lainnya, maka keempat topik ini akan dilaksanakan selama dua hari, dengan pembicara yang berbeda-beda, supaya bisa dapat perspektif yang lebih luas.

Jadwal detil akan menyusul kemudian.

2. Quiz untuk menyambut EHEF 2014.

Mulai Senin besok, sampai Jumat, di grup FB, kami akan menyelenggarakan quiz dengan 10 hadiah setiap harinya.

Perlu diperhatikan, bahwa hadiah hanya bisa diambil di booth Uni Eropa, di lokasi penyelenggaraan EHEF (Jakarta / Surabaya / Makassar). Tidak ada pengiriman ke alamat peserta.

Caranya:

  • Pertanyaan bisa diumumkan sewaktu2 di grup FB.
  • Penjawab pertama yang benar adalah pemenangnya.
  • Pemenang akan dihubungi melalui inbox email FB-nya, setelah quiz pada hari tsb selesai.
  • Bila tidak ada konfirmasi dalam 1×24 jam, maka hadiahnya hangus.
  • Khusus untuk quiz hari Jumat, konfirmasi dari pemenang harus diberikan sebelum jam 23.59.

Untuk Senin besok, quiz akan dimulai antara pukul 7-9 malam.

Siap2 pantau grup FB !!

Mark your Destination (EHEF Floor Plan) !!

Tengok floor plan EHEF sebelum datang.

Supaya sesampainya disana, sudah tahu booth yang mau dituju dimana saja letaknya.

floorplan

Jakarta: http://ehef-indonesia.org/wp-content/uploads/2014/10/EHEF2014-FloorplanwithInstitutionsList-Jakarta1.jpg

Surabaya: http://ehef-indonesia.org/wp-content/uploads/2014/10/EHEF2014-FloorplanwithInstitutionsList-Surabaya1.jpg

Makassar: http://ehef-indonesia.org/wp-content/uploads/2014/10/EHEF2014-FloorplanwithInstitutionsList-Makassar1.jpg

Kalau ingin menghadiri presentasi, be prepared at least 15 menit sebelum jamnya, karena biasanya antriannya cukup panjang. Apalagi untuk beasiswa, institusi, atau negara tertentu.

————

Jangan lupa, ada panggung alumni juga.

Saat ini kami masih menyiapkan jadwalnya dan pembicaranya.

Akan diumumkan dalam minggu ini, sebelum EHEF.

Jadi, kalau di presentasi, materinya adalah seputar pengenalan beasiswa Erasmus+, kalau di panggung alumni, materinya adalah hal-hal yang lebih practical, semisal:

  • How to start your Erasmus+ application
  • How to make a good motivation letter
  • How to survive living and studying in other countries

Dll dll..

Sudah siapkah kita untuk Erasmus+? (refleksi dari artikel mengenai IKEA)

Minggu ini di Twitter, snapshot artikel di bawah ini sedang heboh dibahas oleh para netizen Indonesia.

Anyway, topik pembahasan saya bukan ke soal IKEAnya, bukan juga ke soal revolusi mental (seperti yang tertulis di artikel tsb). Intinya adalah mengenai “attitude” pengunjungnya.

Saya ingin mengkaitkan artikel ini dengan Erasmus+, sudah siapkah kita untuk Erasmus+? (yang intinya terkait “attitude” dari calon aplikannya)

—————-

Dalam acara Destination Europe yang saya hadiri minggu lalu, saya berada di kursi penonton.

Bagi yang belum baca liputannya, bisa cek di:

https://emundus.wordpress.com/2014/10/19/talkshow-beasiswa-di-destination-europe-2014/

https://emundus.wordpress.com/2014/10/20/talkshow-beasiswa-di-destination-europe-2014-bagian-2/

Nah, di depan saya,  ada seorang penonton lainnya yang dengan sangat serius dan bersemangat menyimak talkshow. Saking semangatnya, kadang dia bisa tiba2 gebrak meja dan berceloteh sendiri.

Misal saja ketika sang narasumber bercerita “kuliah di Eropa itu sangat menyenangkan karena …”, mendadak dia berteriak “yesss, I want thatttt”. Atau ketika sang narasumber bilang “disarankan belajar bahasa dulu …”, dia gebrak meja, lalu dengan tampang sedih berceloteh “ya gimana gue belajar bahasa, ini aja kuliah masih begini begitu …” (ngedumel).

Pada sesi pertanyaan juga, ada pengunjung yang bertanya “apa sih syaratnya supaya bisa dapat beasiswa, minimal IPK berapa, apply kemana, dll” – pertanyaan klasik yang sering sekali ditanyakan dari waktu ke waktu.

Saya berpikir, dari waktu ke waktu, pameran ke pameran, tahun ke tahun, EHEF pertama sampai EHEF kesekian di 2014 ini, bagaimana caranya bisa menggugah para calon aplikan beasiswa Erasmus+, supaya kita bisa “move on”.

“Move on” dalam artian (inginnya saya), mari kita sudahi pertanyaan-pertanyaan pemula (informasi ada di ujung jari anda, cuma butuh sedikit Googling), keluh kesah yang tidak membawa kita kemanapun, semangat semu menggebu2 yang muncul saat event lalu melempem setelahnya.. Instead, kita bergerak maju.. Letakkan angan-anganmu, mimpimu, visimu, tujuanmu, cita-citamu pada sesuatu yang lebih konkrit yang mungkin bisa membawamu meraih kuliah (dan tentunya jalan-jalan) di Eropa.

Sebab itu, di EHEF Jakarta 8-9 November nanti, yang tinggal 2 minggu lagi, selain ada presentasi dari berbagai lembaga pendidikan dan beasiswa di ruang presentasi, ada juga konsep baru yang disebut “panggung alumni”. Per saat ini, saya masih meminta dari pihak panitia untuk rancangan ruangan dan layout-nya seperti apa. Dengan harapan, panggung alumni ini bisa digunakan secara maksimal, untuk lebih berinteraksi antara calon aplikan dengan alumni, untuk hal-hal yang lebih konkrit, apakah itu pembahasan mengenai bagaimana menulis motivation letter, bagaimana survive di negeri orang, trik khusus untuk berkuliah di Eropa, maupun hal-hal lainnya.

Sebab itu, saran anda semua sangat penting supaya apa yang kami (para alumni) rancang untuk EHEF nanti bisa memenuhi kebutuhan anda.

https://emundus.wordpress.com/2014/10/20/ehef-2014-jakarta-panggung-alumni/

Selamat menikmati hari Minggu.

Follow me on twitter @emundusme

ikea

EHEF 2014 – Jakarta – Panggung Alumni

Sedikit bocoran, di EHEF 2014 mendatang, dari panitia merencanakan akan membuat yang namanya “panggung alumni”. Nah, kira2 topik apa sih yang kamu ingin untuk dibahas oleh para alumni Erasmus+?

Yang jelas, jangan introduksi mengenai Erasmus+ ya.

Infonya sudah banyak banget dimana2 (termasuk di blog ini), dan bisa dipersiapkan baca2 dari sekarang (kalau belum tahu apa itu Erasmus+).

Salah satu ide yang sudah diusulkan adalah mengenai coaching clinic untuk penulisan motivation letter.

Apa ada ide lain?

Silahkan dikomentari.

Kemana saja?

2329935244_cdc56c7689

Beberapa email masuk ke saya menanyakan kemana saja, sudah sekian lama tidak aktif menulis lagi.
Beberapa email lainnya bahkan langsung ke sasaran, dalam artian menyertakan motivation letter untuk direview.

Well, singkat cerita selama 3 bulan terakhir (Juli-September), hampir setengahnya saya gunakan untuk perjalanan sehubungan dengan pekerjaan. Dan karena perjalanannya melibatkan kunjungan ke 2 negara yang masih mengharuskan visa (dengan proses yang cukup berliku-liku) bagi pemegang paspor Indonesia, maka di bulan Juni itu, saya kejar-kejaran dengan kedutaan supaya bisa dapat visa tepat waktu (karena aplikasinya satu per satu, tidak bisa paralel).

Ada beberapa pengalaman menarik yang saya dapatkan sepanjang perjalanan tsb, dan nanti satu per satu akan di-share.

Belakangan ini saya juga berpikir untuk mengubah blog ini ke arah penggunaan domain pribadi.
Bagi anda para pembaca, seharusnya tidak berdampak.
Bagi saya, saya akan lebih punya akses dalam pengaturan blog ini.
Hal ini masih sedang dipikirkan.

Anyway, hari ini, saya hadir di acara Destination Europe 2014 yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta.
Acara yang meriah, menarik, dengan banyak kesempatan untuk mendapatkan suvenir dan hadiah dari negara-negara Eropa.

Dalam 2-3 minggu ke depan, juga akan ada EHEF yang kali ini akan diadakan di beberapa kota.
Dari tahun ke tahun, dari pihak alumni, kita selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas informasi yang bisa kita berikan pada saat pameran berlangsung. Tahun ini, semoga ada sesuatu yang baru yang bisa kami berikan.

Besok saya akan tulis liputan talkshow hari ini mengenai “Jalan-jalan ke Eropa secara gratis, dengan beasiswa”, dimana 6 orang penerima beasiswa berbagi cerita. Tidak hanya penerima beasiswa dari Erasmus+ (Erasmus Mundus), tetapi hadir juga penerima beasiswa dari Stuned, DAAD, Chevening, Kementerian, dan pemerintah Italia.

Bagi yang follow Facebook “Erasmus Mundus Indonesia” bisa baca 3 liputan singkat dari saya untuk Destination Europe 2014 hari ini.

Selamat malam dan selamat beristirahat.
Sekian dulu update dari saya.