EM 2010 Announcement and Schedules

PENGUMUMAN EM 2010

Untuk tahun ini dari Indonesia (per 19 Maret 2010), ada 36 orang yang masuk Main List, dan 107 orang masuk Reserve List. Jumlah ini masih mungkin berubah bila ada nama dari Reserve List yang masuk ke Main List.

Selamat untuk semua yang sudah berhasil.
Bagi yang belum berhasil, silahkan berjuang lagi :p

Untuk nama penerima, akan dirahasiakan (tidak akan dipublish di blog ini)..

MAIN LIST – PER EMMC

2 orang untuk SEFOTECH.NUT “EUROPEAN MSC IN FOOD SCIENCE, TECHNOLOGY AND NUTRITION”
1 orang untuk Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling
1 orang untuk NordSecMob – Master’s programme in Security and Mobile Computing
1 orang untuk European Education in Advanced Ship Design
1 orang untuk SUFONAMA – Sustainable Forest and Nature Management
1 orang untuk Computer Simulation For Science and engineering
1 orang untuk International Master in Quaternary and Prehistory Master International en Quaternaire et Préhistoire
1 orang untuk EMMEP – ERASMUS MUNDUS MINERALS AND ENVIRONMENTAL PROGRAMME
1 orang untuk International Master in Service Engineering
1 orang untuk European Master in International Health
1 orang untuk European Masters Course in Software Engineering
2 orang untuk Master of Bioethics
1 orang untuk GEMMA: Master’s Degree in Women’s and Gender Studies
1 orang untuk Erasmus mundus Master of Science in Photonics
1 orang untuk International Master in Advanced Clay Science
1 orang untuk Erasmus Mundus Master Programme in Evolutionary Biology – MEME
1 orang untuk CIMET – Color in Informatics and MEdia Technology
2 orang untuk GIM – MSc in Global Innovation Management
2 orang untuk LCT- European Masters Program in Language and Communication Technologies
1 orang untuk NOHA Mundus Joint Master’s Degree Program in International Humanitarian Action
1 orang untuk EU4M – European Union Master’s Course in Mechatronic and Micro-mechatronic Systems
1 orang untuk International Master in Early Childhood Education and Care
1 orang untuk Master of Science in Geospatial Technologies
2 orang untuk EMAE – European Master in Applied Ecology
1 orang untuk Common European Master’s course in Biomedical Engineering
1 orang untuk DMKM – Data Mining & Knowledge Management
2 orang untuk European Master in Distributed Computing
1 orang untuk EUROAQUAE – Euro Hydroinformatics and Water Management
1 orang untuk Comem Erasmus Mundus MSc – Coastal and Marine Engineering and Management
1 orang untuk EMARO – European Master on Advanced Robotics

STATISTIK INDONESIA DENGAN NEGARA ASEAN LAINNYA

Country / Main List / Reserve List / Percentage of Main List

  1. Indonesia / 36 / 107 / 25%
  2. Vietnam / 26 / 58 / 31%
  3. Phillipines / 24 / 61 / 28%
  4. Thailand / 20 / 62 / 24%
  5. Malaysia / 12 / 28 / 30%
  6. Singapore / 4 / 2 / 67%
  7. Myanmar / 2 / 7 / 22%
  8. Cambodia / 1 / 4 / 20%
  9. Brunei / 0 / 1 / 0%
  10. Laos / 0 / 1 / 0%

Di ASEAN, Indonesia adalah peringkat pertama dengan total potential awardees sebesar 143 orang.
Percentage of main list menunjukkan bahwa ada sekitar 75 % applicant asal Indonesia yang sangat potensial untuk mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus.

PERINGKAT INDONESIA SECARA GLOBAL

Main List

  1. Chinese – 133
  2. Indian – 89
  3. Turk – 70
  4. Russian – 69
  5. Mexican – 68
  6. American – 60
  7. Serb – 59
  8. Brazilian – 56
  9. Ethiopian – 52
  10. Bangladeshis – 51
  11. Colombian – 41
  12. Pakistani – 37
  13. Indonesian – 36
  14. Ukrainian – 28
  15. Canadian – 26
  16. Vietnamese – 26
  17. Philippine – 24
  18. Iranian – 21
  19. Argentinian – 20
  20. Croatian – 20

Reserve List

  1. Chinese – 466
  2. Ethiopian – 463
  3. Indian – 397
  4. Pakistani – 251
  5. Bangladeshis – 230
  6. Russian – 133
  7. Mexican – 123
  8. Iranian – 116
  9. Ghanaian – 109
  10. Indonesian – 107
  11. Nepalese – 99
  12. Colombian – 98
  13. Brazilian – 85
  14. Nigerian – 85
  15. American – 82
  16. Thai – 62
  17. Philippine – 61
  18. Ukrainian – 58
  19. Vietnamese – 58
  20. Cameroonian – 56

Peringkat dunia, Indonesia berada di peringkat 13 untuk main list, dan di peringkat 10 untuk reserve list. Ini membuktikan bahwa mahasiswa/i asal Indonesia tidak kalah bersaing dengan mahasiswa/i dari negara lainnya.

Bagi para calon pejuang EM 2011, mari targetkan supaya Indonesia bisa tembus peringkat 10 besar untuk Main List pada 2011.

MAIN LIST

Perhatian bagi Main List (anda seharusnya sudah menerima email ini di inbox anda, email dikirimkan ke alamat email yang anda gunakan untuk pendaftaran):

Berikut adalah surat dari perwakilan Delegation of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam:

Kami mendapatkan pemberitahuan dari kantor pusat kami di Brussels Belgia bahwa nama Bapak/Ibu/Saudara/i masuk dalam main list penerima beasiswa Erasmus Mundus. Jumlah total penerima beasiswa dari Indonesia tahun ini adalah 36 orang.
 
Sekian dulu berita dari saya saat ini. Selanjutnya akan kami kirimkan berita yang lebih detail.

RESERVE LIST

Perhatian bagi Reserve List (anda seharusnya sudah menerima email ini di inbox anda, email dikirimkan ke alamat email yang anda gunakan untuk pendaftaran):

Berikut adalah surat dari perwakilan Delegation of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam:

Kami menerima pemberitahuan dari kantor pusat kami di Brussels, Belgia, bahwa nama Ibu/Bapak/Saudara/i masuk dalam reserve list daftar penerima beasiswa Erasmus Mundus. Sebagai informasi, tahun ini jumlah penerima beasiswa EM dari Indonesia berjumlah 36 orang. Menurut pengalaman tahun-tahun sebelumnya ada beberapa penerima beasiswa dari Indonesia yang sebelumnya masuk dalam reserve list dan selanjutnya naik statusnya menjadi main list. Hal ini berlangsung sampai dengan periode sekitar bulan Juli/Agustus. Untuk itu, saya menyarankan agar Ibu/Bapak/Saudara/Saudari dapat mengecek emailnya secara berkala.

Bagi mereka yang namanya masuk dalam main list dipersilakan untuk menghubungi saya, supaya kami dapat membantu pembuatan surat pengantar ke kedutaaan besar yang dituju untuk pengurusan visa dan informasi lainnya.

Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Ibu/Bapak/Saudara/Saudari dalam mengikuti proses seleksi beasiswa Erasmus Mundus. Kami berharap semoga Ibu/Bapak/Saudara/Saudari dapat mewujudkan harapannya untuk mendapatkan beasiswa / menempuh pendidikan selanjutnya baik melalui Erasmus Mundus atau jalur beasiswa lainnya.

Atas perhatian Ibu/Bapak/Saudara/Saudari saya ucapkan terima kasih.

PRE DEPARTURE

Pre departure event adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Delegation of the European Union to Indonesia setiap tahunnya (sekitar bulan Juli) untuk membekali mahasiswa/i yang akan berangkat ke Eropa dengan practical tips, guidance, dan informasi bermanfaat lainnya.

Acara ini berfungsi juga untuk ramah tamah dan temu muka dengan student/alumni Erasmus Mundus dari tahun-tahun sebelumnya untuk berbagi pengalaman, contact person, dan informasi seputar kota/negara tujuan.

Informasi untuk pre-departure tahun 2010, akan disampaikan ke email mahasiswa/i yang termasuk dalam main list. Silahkan cek email anda secara rutin.

Tempat Ngobrol Applicant EM 2010

STOP PRESS – PENGUMUMAN EM 2010

Datanya baru saja diumumkan.
Silahkan baca di halaman utama https://emundus.wordpress.com/2010/03/19/em-2010-announcement-and-schedules/

Bagi anda yang sudah mendaftar untuk EM 2010, silahkan bersabar menunggu pengumuman Anda. Rajin-rajinlah mengecek email anda secara rutin. Jangan sampai tenggat waktu yang ditetapkan konsorsium terlewatkan oleh anda.

Hasil pengumuman bisa dua macam: main list atau reserve list. Keterangannya bisa dibaca di sini (main list) dan di sini (reserve list).

Bila anda termasuk “yang beruntung”, maka kita akan berjumpa di pre-departure EM 2010 sekitar bulan Juli/Agustus 2010 (tempat dan waktu akan diumumkan kemudian).

Berdasarkan permintaan salah satu pengunjung blog ini:

https://emundus.wordpress.com/#comment-1678

maka thread ini dikhususkan untuk ngobrol2 antar sesama applicant EM 2010..

Nanti bila ada yang sudah dapat berita/pengumuman dari EMMC nya, silahkan di-share dengan teman2 applicant lainnya..

Seni mencari beasiswa, persiapan mendaftar beasiswa & persiapan berangkat

By: Anggiet Ariefianto
Taken from: Milis beasiswa (beasiswa@yahoogroups.com)

Dear all,
Seorang teman saya minta saya membagikan filosofi saya seputar beasiswa. Berikut ini berapa poin yang sempat terpikir dan pernah saya terapkan.
Harap diingat, tidak semuanya aplikatif, ini adalah persepsi saya, jadi
sangat personal, bukan opini umum dan bukan kebenaran yang hakiki.

Seni Mencari Beasiswa

Memilih beasiswa bisa dilakukan dengan berbagai cara yang semuanya sah.
Idealnya mencari beasiswa itu mengacu kepada kebutuhan, keinginan,
kemampuan dan kemungkinan.

  1. Berdasarkan jurusan
    Sebagian orang memilih beasiswa karena ingin mendalami bidang tertentu yang super spesifik, misalnya nano biologi. Tidak masalah studinya di Negara mana. Jika demikian, yang harus dilakukan adalah  membuat data universitas yang memiliki program yang diingini, kemudian lihat kemungkinannya, adakah beasiswa yang bisa mendukung untuk ambil program itu di uni yang diinginkan.

    Harap diingat, meskipun namanya sama, belum tentu muatan materi ajarnya sama. Ambil contoh misalnya gender studies. Ternyata banyak mainstreamnya seperti women studies, gay studies, domestic violence, gender in development, dst.

    Pengamatan saya di Australia, banyak uni yang sama nama programnya tapi dari mata kuliahnya akan terlihat lebih berfokus ke mana. Ini yang seringkali tidak diantisipasi oleh pendaftar (termasuk saya sendiri). Survey yang akurat dan komprihensif diperlukan, pastikan kita tahu betul apa muatan jurusan yang dituju, karena biasanya pada saat wawancara kita juga harus bisa menjelaskan kenapa kita mau ambil bidang itu di universitas itu

  2. Berdasarkan Negara
    Sebagian orang terobsesi ingin sekolah di negara tertentu. Maka yang harus dilakukan adalah mencari beasiswa yang tersedia dari Negara yang bersangkutan. Seringkali sebuah Negara memberikan lebih dari satu skema beasiswa. Australia misalnya memberikan beasiswa melalui ADS, tetapi juga ada IAFTP. Selain itu universitas Australia juga memiliki skema beasiswanya sendiri.

    Alasan ini yang saya pakai waktu daftar ADS, karena kakak-kakak saya semua dapat ADS, ya saya tidak mau kalah, jadi karena ingin sekolah di Australia ya meriset bidang apa sich yang cocok untuk saya, di universitas mana, dst.

  3. Berdasarkan beasiswa yang ada
    Banyak orang mendaftar beasiswa berdasarkan tawaran yang ada. Ini biasanya terjadi kalau ada beasiswa besar yang memulai seleksi seperti ADS dan Stuned. Dalam hal ini kemampuan untuk memperoleh informasi sangat berperan. Banyak orang tertarik mendaftar karena memperoleh informasi beasiswa yang ternyata cocok untuk mereka. Metode ini saya pakai untuk mendaftar tiga beasiswa terakhir yang saya peroleh. Sering-sering saja mengikuti email-email yang muncul di milis beasiswa. Kalau ada yang kira-kira menarik, kita memenuhi syarat, iseng daftar.

    Harap disadari, biasanya informasi dating mepet atau sudah terlambat, jadi biasakan sedia payung sebelum hujan. Saya selalu punya ijasah IELTS/TOEFL yang masih valid dan referensi2 yang bisa saya sisipkan. Pernah mendaftar beasiswa hanya butuh waktu 2 hari untuk mengumpulkan dokumen, mengisi form dan mengirim. Triknya mudah saja, surat rekomendasi tidak ada tanggalnya, pada bagian akhir mengatakan, mendukung untuk studi lebih lanjut. Jadi semua tidak spesifik. Pada akhirnya hanya perlu modal fotokopi dan ongkos kirim.

  4. Berdasarkan jumlah nominal beasiswa
    Biaya hidup di luar negeri biasanya lebih tinggi dari di Indonesia dan banyak beasiswa hanyalah parsial atau mengikuti UMR  Negara setempat, jadi hidup pas-pasan. Beasiswa parsial biasanya hanya memberikan gratis uang sekolah, gratis uang sekolah dan uang saku tapi tidak mengganti tiket, gratis uang sekolah dan akomodasi tapi tidak memberi uang saku dst.

    Pelajari betul skema beasiswa yang diminati, apa saja yang tercover. Kalau memang mau nekat ambil beasiswa parsial, selidiki betul bagaimana menutup kekurangan beasiswanya. Apakah ada badan lain yang dapat membantu (termasuk orang tua, pasangan, jual property dst) ataukah universitas sendiri dapat membantu. Pengalaman teman2 saya yang menerima beasiswa AMINEF beasiswanya memang kurang, tapi universitas tujuan biasanya membantu dgn memberi pekerjaan sebagai asisten dst. Kalau saya pribadi saya punya prinsip saya tidak akan ambil beasiswa yang tidak mengcover penuh.

PERSIAPAN MENDAFTAR BEASISWA
Ketika memilih sebuah beasiswa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memperbesar kemungkinan kita untuk mendapatkan beasiswanya. Karena kesempatan beasiswa hanya datang setahun sekali, harus sangat berhati-hati memilih dan mendaftar beasiswa

  1. Lihat kemampuan dan kesiapan diri sendiri
    Kalau ada tawaran beasiswa, harus ada rekoleksi diri yang jujur. Apakah saya memenuhi syarat terutama dalam hal usia, pekerjaan, latar belakang pendidikan, pendanaan, kesehatan dst. Misalnya, kalau memang tidak punya cadangan dana hindari beasiswa yang parsial, kecuali kalau memang siap menghadapi resiko kesulitan financial di negara orang (meskipun biasanya akhirnya teratasi).

    Kalau memang punya bayi dan beasiswa yang didaftar tidak mengcover keluarga lalu merasa tidak siap meninggalkan keluarga ya jangan daftar dulu, mungkin ditunda sampai anak lebih besar. Pikirkan baik-baik, dapatkah saya meninggalkan keluarga, pekerjaan, kampong halaman dst.

    Selama saya study saya sering sekali jadi tempat curhat ibu-ibu yang harus meninggalkan anak dan suami dan juga suami-suami yang jadi kurang gizi karena jauh dari istri. Pindah ke suatu tempat yang tidak kita kenal, jauh dari keluarga tidak mudah, apalagi kalau kita tidak menguasai bahasa setempat. Pertimbangkan juga stress yang akan muncul kemudian, homesickness dst. Ketika sudah mengambil keputusan, ‘deal with it’, jangan cengeng di negeri orang yang akhirnya akan merepotkan komunitas Indonesia di sana.

    Ketika saya studi di Melbourne ada salah satu rekan saya minta pulang setelah 2 minggu sekolah karena tidak tahan hidup tanpa istri (manja amat sich? Hari gini?)

  2. Lihat posibilitas untuk mendaftar
    Hampir tidak mungkin mendaftar beasiswa tanpa restu dan ijin atasan. Sebelum mendaftar, yakinkan bahwa atasan (artinya bos, pasangan dan keluarga) itu mendukung. Salah satu dosen IALF pernah curhat ke saya karena salah satu kandidat beasiswa AUSAID yang tidak jadi berangkat karena suaminya tidak mengijinkan (lho waktu itu apa tidak pamit?). Saya juga banyak menemukan masalah dimana atasan tidak mengijinkan (alasannya bisa karena sirik, gak mau kehilangan staf, dst.)
  3. Pahami betul persyaratan beasiswa yang akan di daftar
    Setiap beasiswa ada peraturannya sendiri. Ada yang menetapkan batasan usia, hanya terbatas untuk bidang tertentu, hanya untuk kalangan tertentu (berdasarkan geografis, agama, etnis, status pekerjaan dst), harus punya pengalaman kerja minimal ….. tahun, dst. Pastikan bahwa kita memenuhi SEMUA kriteria yang diminta, karena seleksi awal adalah kelengkapan dokumen.
  4. Pahami betul aplikasi beasiswanya
    Mengisi formulir beasiswa juga gampang-gampang susah. Kebanyakan beasiswa menilai kualifikasi pendaftar dari motivation letter. Pengalaman saya membantu anggota milis beasiswa membuat motivation letter, kebanyakan motivation letter dari pendaftar beasiswa Indonesia itu isinya muter2, banyak pakai kata-kata yang berbunga-bunga, padahal kalau disaring tidak ada isinya.

    Biasakan mengisi motivation letter itu singkat dan padat, jadi yang membaca langsung mengerti apa yang mau disampaikan, kualifikasi pendaftar dst. Harap diingat bahwa penyeleksi beasiswa itu harus membaca ribuan aplikasi, jadi seleksi pertama biasanya kelengkapan dokumen, setelah itu baru motivation letter dibaca. Dalah satu hari seorang penyeleksi harus membaca puluhan motivation letter. Kalau motivation letter kita tidak jelas, kemungkinan langsung dicoret. Saya biasanya pakai system dot point dalam menulis yang diikuti penjelasan, karena itu sangat memudahkan pembaca untuk mengikuti isi tulisan saya

    Dalam mengisi formulir beasiswa sebaiknya berkonsultasi dengan orang2 yang pernah memperoleh beasiswa itu karena mereka mungkin punya jurus2 jitu yang tidak kita sadari. Pada waktu saya daftar Ausaid, boleh dibilang kakak saya yang mengisi formnya melalui beberapa tahap revisi. Jangan lupa memenuhi SEMUA persyaratan beasiswa. Kalau yang diminta international TOEFL, pastikan yang dikirimkan adalah international TOEFL, jangan yang institusional.

    Kalau diminta tiga referensi, pastikan memang menyertakan tiga referensi. Sebaiknya referensi itu minimal satu dari atasan. Pastikan aplikasi lengkap waktu dikirim dan dikirim sebelum deadline, dst.

  5. Persiapkan peralatan tempur
    Mencari beasiswa itu lebih dari sekedar cari bidang yang diingini dan isi formulir. Ketika kita sudah merasa siap mental untuk mendaftar dan ‘jalan menujur Roma’ sudah dibersihkan dari onak dan duri, persiapkan diri betul. Selidiki budaya dan kebiasaan masyarakat negara tempat tujuan, supaya kamu bisa mengantisipasi kondisi di sana. Dalam setiap wawancara, ada beberapa pertanyaan yang intinya ingin menguji kesiapan mental kita untuk tinggal di negara orang dan pengetahuan kita terhadap kehidupan sosial di sana.

    Setiap wawancara pertanyaannya standar, di sana mau kuliah apa, kenapa ambil kuliah itu, bagaimana nanti mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, dst. Lakukan persiapan yang matang sebelum maju wawancara

  6. Banyak berdoa
    Kalau aplikasi sudah dikirim, sambil menunggu panggilan, banyak-banyaklah berdoa, yang diatas juga perlu diyakinkan kenapa beasiswa itu penting buat kamu. Biasakan kalau sudah mendaftar beasiswa segera lupakan, khan belum tentu dapat. Kalau memang dipanggil baru berpanik-panik ria.

PERSIAPAN SETELAH MENERIMA BEASISWA
Ada dua hal penting yang harus dilakukan: persiapkan diri, dan persiapkan
orang lain.

  1. Persiapan diri yang matang
    Persiapan diri ini tidak hanya sebatas membuat data barang yang harus dimasukkan ke dalam koper, tapi juga harus paham bagaimana budaya dan kebiasaan masyarakat setempat, keberadaan masyarakat Indonesia di sana, penginapan hari-hari pertama dimana, iklim dst. Sebelum berangkat harus sudah punya daftar kegiatan yang akan dilakukan, alamat2 yg hrs dituju, mesti lapor diri di uni kapan, dst

    Sekolah di luar negeri itu bukan cuma untuk menambah ilmu, tetapi juga menyelami bagaimana kehidupan di negeri sana. Jadi kalau sekolah di luar, jangan cuma berkumpul dengan sesama orang Indonesia tapi berinteraksilah dengan masyarakat lokal, mengasah kemampuan berbahasa asing dan menyelami serba serbi masyarakat setempat. Itu adalah bagian dari pelajaran beasiswa, bagian dari proses pembelajaran. Dari banyak mengamati, diskusi dan berinteraksi, kita akan belajar banyak hal yang tidak akan kita dapat dari textbook. Jangan lupa banyak jalan-jalan, mumpung sudah sampai sana. Menabung memang perlu, tapi jangan kelewatan.

    Perhatikan betul budaya setempat. Salah satu kebiasaan mahasiswa Indonesiayang sangat mengganggu saya adalah kebiasaan ‘numpang makan’. Kalau ada acara kumpul-kumpul datang terlambat, makan langsung pulang. Etika tinggal di luar itu kalau ada acara makan, bawalah makanan untuk dimakan bersama dan karena di luar tidak ada yang punya pembantu, ikut beres-beres setelah acara selesai adalah wajib hukumnya. Acara makan-makan di luar negeri jangan dijadikan ajang perbaikan gizi tapi lebih ke arah silaturahmi.

  2. Persiapan keluarga yang akan dibawa/ditinggal
    Kalau mau bawa keluarga, persiapkan betul mental mereka juga. Saya banyak mengamati tingginya stress pada anak, baik jika anak dibawa bersekolah ataupun ditinggal di rumah. Anak ternyata banyak merasa tersisihkan dalam proses pindah, karena merasa tidak diajak kompromi, merasa terenggut dari dunia yang dia kenal dan ditempatkan di tempat asing, kemudian dia akan mengalami stress kedua saat harus kembali ke Indonesia. Ketika anak ditinggal, ia akan merasa terbuang, bahwa orang tuanya tidak mencintainya ketika mereka pergi sekolah. Memberikan pemahaman pada anak sering butuh waktu yang panjang (hal yang sama juga berlaku untuk orang tua). Jangankan manusia, anjing saya pun stress kalau lihat saya mulai mengisi koper karena artinya ia akan ditinggal dan jadi super manja, tidak mau makan, cari perhatian dst.

    Kalau mau bawa pasangan, ini juga tidak selalu pilihan yang tepat. Biasanya kalau suami yang membawa istri tidak masalah karena istri biasanya lebih pasrah dan mendukung suami. Biasanya suami-suami ini mengalami masalah makan karena banyak yang tidak bisa masak dan baru membaik saat istrinya tiba. Sayangnya kebalikannya tidak selalu sama. Saya banyak jadi tempat curhat istri-istri bete dengan suaminya yang mereka tenteng ke luar negeri. Sayangnya memang masyarakat kita masih sangat chauvinist. Ternyata suami-suami yang jadi pengangguran di luar negeri sering frustrasi karena bosan tidak melakukan apa-apa, banyak yang tidak bisa komunikasi dengan masyarakat luar. Banyak istri-istri mengeluh karena setelah suami tiba pekerjaan bertambah, capek sekolah seharian, sampai di rumah masih harus masak, beres-beres rumah dst. Meskipun banyak juga yang suaminya berubah jadi pinter urus anak, pinter masak dst.

    Saran saya kalau mau bawa pasangan, lihat baik-baik karakter pasangannya, kalau tipe yang bikin repot, lebih baik ditinggal saja di rumah. Atau ikuti yang saya lakukan: Jangan menikah kalau masih suka keluyuran keluar negeri.