Erasmus Mundus scholarship

Quality and Excellence in European Higher Education

Archive for the ‘Articles’ Category

Penipuan berkedok beasiswa

Posted by emundus on February 8, 2014

Ini reminder saja bagi semua aplikan beasiswa.

https://emundus.wordpress.com/2013/04/03/penipuan-terkait-beasiswa-em/

Card-Fraud

Di saat sudah submit aplikasi, dan per saat ini sudah ada beberapa program yang mulai “mengabari” atau membuat jadwal interview, terkadang, ketika kita yang “dihubungi“, kita terlalu “euforia” dan melupakan akal sehat.

Pokoknya, kalau ada permintaan uang atau transfer atau permintaan lain yang dirasa janggal, silahkan dikonsultasikan dulu (paling baik sih kontak ke konsorsium/koordinator program). Tetapi kalau “enggan”, you can drop me email: emundus (dot) wordpress (at) gmail.com

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Erasmus+: the new EU programme for Education, Training, Youth, and Sport for 2014-2020

Posted by emundus on January 31, 2014

Hallo semuanyaaa.

Kami informasikan bahwa nama beasiswa Erasmus Mundus mulai Januari 2014 telah berubah menjadi Erasmus+ (Erasmus plus). Uni Eropa menggabungkan semua program beasiswanya yang tadinya memiliki nama yang berbeda-beda menjadi satu nama yaitu Erasmus +.

Program beasiswa S-2 dan S-3 yang sebelumnya bernama Erasmus Mundus tetap berjalan seperti biasa dan sekarang ada di bawah nama baru Erasmus + bersama dengan program2 beasiswa lainnnya dan situsnya juga masih sama seperti sebelumnya (lihat pinned post di artikel paling atas wall ini).

Informasi tentang Erasmus + bisa dilihat di situs berikut ini. Admin juga masih belajar program Erasmus + yang baru ini. Informasi selanjutnya menyusul ya.

http://ec.europa.eu/programmes/erasmus-plus/index_en.htm

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: | 5 Comments »

Diploma Supplement

Posted by emundus on January 7, 2014

Belum lama ini, ada seseorang yang email ke saya, meminta format Diploma Supplement, karena program EM yang mau dia apply, mengharuskan ada Diploma Supplement sebagai salah satu syarat dokumennya.

Saya cari-cari Diploma Supplement milik saya, lalu saya ketik ulang.
Ternyata hari ini saya ketemu template dari Uni Eropa (tau gitu ga usah ketik ulang hehe).

Bisa diunduh di sini:

http://europass.cedefop.europa.eu/en/documents/european-skills-passport/diploma-supplement/examples

Kalau ingin baca-baca lebih jauh mengenai Diploma Supplement, bisa Google, atau lihat 2 link berikut:

http://www.unibz.it/en/students/studycareer/graduation/diplomasupplement.html

dipl1suppl

Pertanyaan berikutnya mungkin:
Kalau dari Indonesia, apakah kita harus buat Diploma Supplement sendiri? Tanpa cap universitas? (tidak sah dong?)

Jawabannya sepertinya “iya”.
Karena kalau mau ngotot-ngototan, ga akan ketemu jalan tengah juga sih.
- Anda butuh Diploma Supplement
- Universitas tidak merasa mereka punya dokumen tsb, jadi mana mau mereka cap untuk dokumen yang bukan berasal dari mereka
- Tanpa Diploma Supplement, pihak konsorsium EMMC bisa jadi tidak mengerti level kualifikasi anda

Yang penting dikomunikasikan saja dengan konsorsium mengenai kenapa tidak ada ap universitasnya.
Toh memang kondisinya demikian kan?

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , | 4 Comments »

Update per 7 Desember: Thread Baru

Posted by emundus on December 7, 2013

Berhubung saat ini sebagian besar para pembaca blog ini sudah atau sedang mempersiapkan aplikasinya, maka saya tidak akan terlalu “getol” lagi memberikan tips seputar Motivation Letter.
Bukan berarti berhenti lho.
Kalau ada inspirasi baru, akan terus saya sambung tips-nya.

new-sign

Mulai post ini, saya akan buat sebuah “thread” seri baru berjudul “sharing”.
Ke depannya, saya merencanakan akan ada thread-thread berseri lainnya, misal: “challenge”, “excitement”, “moments”, dll, yang akan menggambarkan hal-hal yang saya alami selama proses studi Erasmus Mundus.

Harapannya, bisa memberikan gambaran yang lebih komplit mengenai beasiswa dan proses studi, sehingga para pembaca punya sudut pandang yang lebih luas, yang diharapkan bisa semakin memperkaya diri masing-masing, untuk menjadi orang yang berhasil mendapatkan beasiswa dan tangguh menghadapi tantangan.

Nantikan posting saya berikutnya.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Keep Dreaming, Keep Believing

Posted by emundus on December 6, 2013

Pagi ini, saya mendapatkan email notifikasi dari blog ini, yang membuat saya agak “merinding” membacanya.
Anyway, isi email ini adalah sesuatu yang menceriakan hari Jumat, 6 Desember ini.

Capture

Jadi, bagi anda yang terus berusaha, menempuh segala jalan, beasiswa tidak hanya Erasmus Mundus saja kok.
Tips2 yang ada di blog ini, bisa applicable juga untuk beasiswa lainnya.
Hal ini pernah saya tulis di https://emundus.wordpress.com/2013/02/08/beasiswa-tidak-cuma-erasmus-mundus/

Banyak sumber lain di luar sana, tidak cuma milis beasiswa.
Teruslah mengexplore kemungkinan2 yang ada, dan raihlah beasiswamu.

Screenshot_2013-12-06-07-00-50

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 12 Comments »

Alumni universitas swasta yang tidak terkenalpun bisa dapat beasiswa ke luar negeri

Posted by emundus on December 2, 2013

Pandangan Cilla soal informasi ini membuat saya merenung. Di tengah limpahan informasi di internet dewasa ini, ternyata masih banyak orang yang merasa sulit mendapatkan informasi. Ternyata, kuncinya bukanlah ketersediaan tetapi kemauan dan ketekunan mencari informasi.

Bagi Cilla dan teman-temannya di NTT yang bahkan belum pernah mendengar perihal beasiswa luar negeri, kehadiran seorang pemandu mejadi penting. Di sinilah diperlukan kehadiran seseorang yang berbaik hati membuka wawasan anak-anak muda itu, tidak dengan menyuapinya dengan informasi tetapi dengan membuka dan memantik rasa penasaran mereka.

via Alumni universitas swasta yang tidak terkenalpun bisa dapat beasiswa ke luar negeri.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | 1 Comment »

Bala Bantuan Datang

Posted by emundus on December 1, 2013

Setelah saya menyatakan diri “overload” karena banyaknya email yang masuk untuk proofread (refer to https://emundus.wordpress.com/2013/11/30/proofread-update-per-30-november-2/), selain mencoba menyelesaikan sebanyak mungkin, saya juga mencoba mencari alternatif lain.

Sebagai applicant, anda tentunya berharap proofread bisa selesai dalam hari yang sama, atau maksimal 2-3 hari. Tetapi kalau antriannya ada 20 email, dan saya cuma sanggup proofread 4-5 email per hari, maka butuh 4-5 hari sampai antriannya selesai.

To be noted here, seluruh kegiatan per-Erasmus Mundus-an ini dilakukan atas dasar voluntary basis. Sehari-hari, saya juga punya pekerjaan utama, yang menyita waktu sekitar 10-12 jam, belum termasuk kalau ada pekerjaan yang harus dibawa pulang.

Dan, dalam kehidupan nyata, tidaklah semudah dalam permainan/game. Dalam beberapa game, kalau anda kekurangan resource, tinggal rekrut saja orang2 tambahan untuk membantu anda. baik orang tambahan itu adalah pemain game lainnya (manusia), atau bot (mesin).

url

Pernah dengar quote “A friend in need is a friend indeed”?

Nah, terinspirasi quote tsb, saya berpikir untuk minta bantuan dari beberapa teman alumni EM yang saya kenal karena (pada masanya) kita sering sama-sama hadir meramaikan kegiatan EM.
Note: Pada masa sekarang, mereka juga sama dengan saya, sibuk dengan pekerjaan utamanya.

Anyway, per hari ini, saya sudah dapat konfirmasi dari 2 orang yang akan membantu proofread:
1. Mbak Manda (alumni ME3) untuk program ME3
2. Mbak Netta (alumni SEFOTECH nut) untuk program terkait “Food” (FIPDes, Food ID, SEFOTECH nut, EDAMUS, dan EMFOL) –> tolong yang mau minta tolong di proofread motivation letternya, agar diberi keterangan tentang persyaratan motivation letter dari EMMC ya, misal limit jumlah kata/halaman, hal-hal yang harus diceritakan dalam motivation letter, etc.

Very very grateful to have friends like them.

Jadi, kalau anda kirim proofread sehubungan program di atas, ada kemungkinan saya akan minta Mbak Manda/Mbak Netta untuk membantu proofread. Saya akan coba bantu proofread juga, kalau sudah sempat.

Menyatakan nama program yang mau di-apply dalam body email, sangat penting, karena saya bisa langsung forward-kan emailnya ke mereka.

6860880-256-k885875

Kalau ada student/alumni EM yang kebetulan membaca artikel ini, dan merasa “terpanggil”, pls inform me.

edited by ema-id Dec 15, 2013

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , | 2 Comments »

Motivation Letter #13: Menjadi Seorang Pribadi yang Tangguh

Posted by emundus on November 30, 2013

Lama kelamaan, saya merasa hasil proofread ini sangat baik lho..
Menginspirasi saya untuk meberikan tips-tips tambahan, yang semoga bermanfaat bagi seluruh pembaca blog, untuk artikel seri Motivation Letter ini.

Chalkboard texture background with copy space
(Gambar diambil dari http://www.smoothjazznetwork.com)

Nah dalam artikel kali ini, pembahasannya mengenai menjadi pribadi yang tangguh.
Saya mengangkat topik ini karena dalam beberapa motivation letter, saya menjumpai semacam keraguan dari kalimat yang ditulis.

Supaya lebih jelas, saya akan berikan beberapa contoh di bawah ini.

“If it’s possible, I will pursue my doctorate program after finishing my master’s programme”

Saya merasa ada ketidak yakinan di kalimat ini. Saya tidak mengingkari prinsip-prinsip lain misal: pasrah, lihat kondisi, atau manusia berusaha Tuhan yang menentukan, dll. Tetapi, dalam hal menulis motivation letter, anda harus menunjukkan bahwa anda lah yang pegang kendali atas hidup anda, dalam artian anda tahu persis arah mana yang mau dituju, dan kalau hal tersebut tidak tercapai, maka anda sudah punya plan lainnya.

Jadi, untuk perbaikannya, mungkin ada 2 opsi:
1. Di-remove saja statement tsb –> saat ini kita ga usah jauh-jauh ngomong PhD, mending fokus dapetin Master saja dulu
2. Kalimatnya di-retouch sedikit untuk menghilangkan kata “possible”

“I would like to learn and apply the technology used there, because I assume that the methods used in Indonesia are not advanced enough”

Kata “assume” di sini sangat buruk. Ini salah satu kata yang harus dihindari dalam konteks kalimat seperti di atas. Assume di sini berarti anda masih belum pasti juga, yang bisa lead to the confusion bagi pembaca motivation letter (yang juga orang awam yang tidak kenal anda).

Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul di benak pembaca adalah, apakah anda menguasai dan tahu detail mengenai bidang anda?

“I want to study in the field of XXX due to my interest and passion on it in Europe especially that links with AAA, BBB, CCC and other related courses”

Ada banyak pertanyaan yang bisa muncul di benak pembaca.
- Kenapa Eropa? (bukan Amerika atau Australia atau Singapura)
- Apakah topik AAA, BBB, CCC, hanya ada di XXX? (bukankah itu topik umum MSc bidang YYY yang juga ada di program2 lainnya?)
- Other related courses atau etc adalah kata2 yang harus dihindari dalam motivation letter, karena menandakan anda tidak tahu persis scope yang anda bicarakan

“I have read the description of the program and it is to my excitement that the courses offered in the program are simply the ones that will fulfill my need”

Nah kalimat ini kesannya high-level banget. Kalau anda ngomong, misalnya dengan bos (di pekerjaan), high-level perhaps works karena mereka memang si bos tidak perlu tahu secara detail, cukup garis besarnya saja. Namun, kalau anda ngomong “high-level” sama orang yang ngerti detail, sebaiknya jangan deh.

Sebaiknya disebutkan, nama coursenya apa, dan kenapa cocok bagi anda.

“I believe its surrounded with top quality lecturers and potential students”

Believe = percaya (seakan2 kondisinya belum nyata).
Nah sekarang, kalau anda lihat daftar pengajar program tsb, secara fakta, apakah mereka “sudah” luar biasa?
Ataukah mereka saat ini masih biasa2 saja (sehingga anda baru sampai tahap “believe”, bahwa mereka akan menjadi top quality lecturers)? (Semoga maksud kalimat saya bisa dimengerti)

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , | 2 Comments »

Proofread: Update per 30 November

Posted by emundus on November 30, 2013

pile-of-paper
(Gambar diambil dari http://asmarterplanet.com)

Berhubung jumlah proofread yang saya terima dalam 3 hari ini membludak sekali (saat ini ada sekitar 20 email yang belum dibalas), maka saya tidak menjamin bisa me-reply semua email pada hari yang sama.

Worst case, anda mungkin harus menunggu sampai 6-7 hari sebelum saya reply.

 

Reference post terdahulu:

https://emundus.wordpress.com/2013/11/26/proofread-terima-kasih-untuk-antusiasme-yang-besar/

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 3 Comments »

Motivation Letter #12: Sebutkan beasiswanya

Posted by emundus on November 30, 2013

Lagi-lagi dari hasil proofread, saya menemukan kecenderungan, bahwa orang cerita banyak mengenai latar belakang hidupnya (ada yang cerita dari dia SD, SMP, dst), pendidikannya (beberapa sangat2 mengagumkan), pengalaman kerjanya, minatnya, kecocokan dengan program yang mau diapply, dll. Pokoknya motivation letter yang mereka kirim itu sudah sangat lengkap, menjual, jelas, dan siap kirim. Namun ada 1 hal yang sering terlupakan, yaitu mengenai aplikasi beasiswanya, dan mengapa butuh beasiswa tersebut.

scholarships

Perlu diingat, bahwa program2 studi yang ditawarkan oleh EM, bisa juga ditempuh melalui beasiswa lain (misal: LPDP, beasiswa spesifik universitas, beasiswa pemerintah, dan lainnya).

Hasil dari seleksi EM juga bisa 3 macam:
1. Diterima di program, dengan beasiswa EM (istilahnya “main list”)
2. Diterima di program, tanpa beasiswa EM (istilahnya “reserve list”)
3. Tidak diterima

Nah, walaupun di form pendaftaran terkadang ada kolom khusus yang harus di-tick kalau anda mau apply beasiswa EM, tetapi alangkah baiknya kalau hal ini di-mention juga di motlet, untuk memperkuat argumen/justifikasi, mengapa anda apply beasiswanya juga (tidak cuma apply programnya).

Alasan klasik yang digunakan oleh 99% aplikan tentunya adalah karena alasan ekonomi. Tidak ada salahnya menggunakan alasan ini, karena sangat reasonable. Hanya saja, anda perlu ingat, mayoritas kandidat lain pun (mungkin) akan menggunakan alasan yang sama. Jadi, kalau anda bisa menemukan cara bagaimana anda bisa menjadi unggul di point ini, that’s a good point for you.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , | 2 Comments »

Motivation Letter #11: Maksimalkan editormu

Posted by emundus on November 26, 2013

Masih banyak motivation letter proofread yang saya terima, yang kalau dibuka dengan menggunakan MS Word, masih kelihatan garis2 merah dan hijau, tanda ada sesuatu yang tidak beres.

Optimalkan fungsi word editor anda sebagai pertolongan pertama, untuk mendeteksi kesalahan penulisan di motivation letter anda.

Capture

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Proofread: Terima kasih untuk antusiasme yang besar

Posted by emundus on November 26, 2013

Sehubungan dengan tawaran saya untuk proofread motivation letter para applicant EM 2014, antusiasmenya cukup besar, dan saya cukup kewalahan belakangan ini. Mungkin karena deadline pendaftaran yang semakin mendekat, volume email yang masuk cukup deras belakangan ini.

Refer to:

https://emundus.wordpress.com/2013/10/17/proofread-motivation-letter/

https://emundus.wordpress.com/2013/11/18/proofread-motivation-letter-butuh-hati-yang-besar/

Belum semuanya sempat saya review dan balas.
Mohon sabar menunggu.
Sebisa mungkin saya luangkan waktu setiap hari untuk bisa membantu proofread.

proofreadmotlet

Bagi beberapa orang, kalau kebetulan saya ada kenalan di program yang dituju, biasanya saya forwardkan supaya dibantu review langsung oleh alumni program tsb (dengan harapan semoga lebih tepat sasaran arahan motivation letternya).

Akhir kata, silahkan bagi yang masih mau mengirimkan proofreadnya.
Pastikan sudah baca tips2 motivation letter di blog ini sebelumnya, supaya sudah isi motivation letternya sudah lebih terarah dan lebih dekat ke sasaran.

Rekap artikel untuk motivation letter:

https://emundus.wordpress.com/2013/07/25/motivation-letter-1-pertimbangkan-perspektif-pembacanya/

https://emundus.wordpress.com/2013/07/27/motivation-letter-2-apakah-harus-1-lembar/

https://emundus.wordpress.com/2013/08/03/motivation-letter-3-pertanggungjawabkan-tulisan-anda/

https://emundus.wordpress.com/2013/08/10/motivation-letter-4-how-to-start/

https://emundus.wordpress.com/2013/11/02/motivation-letter-5-buat-kerangka/

https://emundus.wordpress.com/2013/11/02/motivation-letter-6-paragraf-pertama/

https://emundus.wordpress.com/2013/11/03/motivation-letter-7-paragraf-pertama-bagaimana-merangkainya/

https://emundus.wordpress.com/2013/11/09/motivation-letter-8-berikan-1001alasan/

https://emundus.wordpress.com/2013/11/10/motivation-letter-9-belajardari-tokyo-metro/

https://emundus.wordpress.com/2013/11/20/motivation-letter-10-jangan-takut-jual-kecap/

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , | 1 Comment »

Erasmus Mundus, bisa apply sebelum lulus?

Posted by emundus on November 20, 2013

Ada kemungkinan bisa.

Baca baik2 syarat program yang anda minati, siapa tahu tercantum seperti ini:

gemma

Kalau tidak tercantum gimana?
Coba email ke koordinator program tsb, dan jelaskan kondisinya bahwa anda akan lulus sebelum perkuliahan di program tsb dimulai (biasanya mulai sekitar Sep/Okt tahun berikutnya). Minta ijin supaya anda boleh ikut “bersaing” memperebutkan beasiswa EM.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Motivation Letter #10: Jangan takut “jual kecap”

Posted by emundus on November 20, 2013

kecap-no-1
(Gambar diambil dari http://ridertua.com/)

Pernah dengar “jualan kecap nomor 1“?
Kalau belum, coba google deh.
Kalau dari hasil google saya sih, kebanyakan ngomongin tentang janji politik baik dari parpol ataupun calon pemimpin.
Secara garis besar, mungkin bisa diartikan janji-janji yang bombastis, yang sangat menyenangkan kalau bisa terwujud (pertanyaannya, bisa diwujudkan atau tidak?). Misalkan saja janji salah satu mantan cagub DKI Jakarta di sini.

Tanpa bermaksud meng-generalisir seluruh orang Indonesia, saya mengerti, sebagai orang Indonesia, adat kita sebagai orang “timur” cenderung introvert, sungkan, dan malu-malu.
Misalnya saja, kalau di kelas, biasanya mahasiswa/i Indonesia akan cenderung diam, tidak terbiasa untuk mengungkapkan ide atau menanyakan pertanyaan yang (kita anggap) sepele kepada guru/dosen. Hal ini sangat berbeda dengan mahasiswa/i dari negara “barat” yang begitu bebas berekspresi dan bertanya banyak hal. Bagi mereka, salah tidak menjadi soal, namanya juga toh pembelajaran.

Nah, dari sekian banyak motivation letter yang minta di-proofread, saya menemukan beberapa orang cenderung malu-malu untuk mengungkapkan kualifikasi dan nilai lebihnya. Mereka menulis hal-hal yang biasa-biasa saja. Nah, yang begini harus dihindari. Ketika anda punya banyak nilai lebih, bersyukurlah. Tidak semua orang seberuntung anda. Justru anda harus berani memaksimalkan nilai lebih tsb, dengan menonjolkannya pada motivation letter.

Supaya lebih jelas, berikut saya beri beberapa contoh before (kalimat semula) dan after (kalimat yang dianjurkan). Semua kalimat di bawah ini hanya untuk ilustrasi saja.
Before: I am a graduate from ITB, with GPA 3.65
After: I am a graduate from ITB (one of the best university in Indonesia, ranked 10th based on Webometrics), with cum laude predicate (GPA 3.65 from scale of 4). In my class, I am one among 3 students that got cum laude predicate with normal study time of 8 semesters.

Before: I was assigned as team leader in my final graduation project
After: I was assigned as team leader (with 5 members, including me) in my final graduation project, where I take important role in ensuring each team member to move in the same direction to achieve our common goal.

Pada intinya, selama bisa dipertanggungjawabkan dan dibuktikan, jangan ragu-ragu untuk menjual “kecap” anda. Agak bombastis sedikit tidak apa-apa, toh nothing to lose juga kan?

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , | 1 Comment »

Deadlines for EM 2014 is getting closer

Posted by emundus on November 17, 2013

Perhatikan baik2 deadline program yang akan anda apply.
Jangan sampai kelewatan.

(Saya tidak cek deadline semua program, cuma ambil 2 contoh random untuk ilustrasi)

Nordsecmob
nordsecmob

SEFOTECH.nut
sefotech

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

17 November

Posted by emundus on November 17, 2013

As I remember, I never wrote my personal story in this blog.
It’s because I don’t want to mix between my personal life with my activity in this blog.
However, some people were sending me emails, asking why I haven’t posted any article in this week (after the blasts of posting during last week).

posts

I understand that the deadlines are getting closer.
However, this week has been a very busy week for me, especially at the office.
There is one big project that just started (well perhaps, not that big in terms of size, but in terms of complexity), so I must give a lot of focus in managing this project.

————-
Also, this week, there are quite many emails requesting “proofread for motivation letter”, as announced here:

https://emundus.wordpress.com/2013/10/17/proofread-motivation-letter/

Some candidates did a very very good job in creating their motivation letter.
I’m so amazed by their work, and almost did no modification, only giving some advices.

Sadly, there were also some others who do canvassing (such as using translator program).
For these persons, I won’t reply to their email.
However, if you feel you aren’t canvassing, but I haven’t replied for more than 1 week, please resend your email.
Perhaps it ended in my junk folder (never really check that folder).

————-
Next week, I hope the condition will be better, and some articles can be written.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , | Leave a Comment »

Grup Facebook “Erasmus Mundus Indonesia”

Posted by emundus on November 17, 2013

Sudah ada 6000 lebih members di grup ini.
Silahkan join untuk bisa berinteraksi langsung dengan berbagai kalangan seputar beasiswa.

Grup FB

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Motivation Letter #9: Belajar dari Tokyo Metro

Posted by emundus on November 10, 2013

TokyoSubwayMap3
Gambar diambil dari Google (lupa link persisnya dimana)

Dalam membuat motivation letter, seringkali dijumpai constraint atau pembatasan seperti: maksimal 1 halaman, maksimal 700 kata, dsb. Pembatasan seperti ini sebenarnya adalah kesempatan anda untuk menunjukkan apakah anda orang yang bisa membuat prioritas dari semua kelebihan anda.

Minggu lalu, dalam beberapa hari perjalanan dinas di Tokyo, saya melihat inspirasi baru untuk mengilustrasikan konsep limited space, unlimited creativity ini. Cek gambar berikut:

315x500_ac
Gambar diambil dari http://snapguide.com/

Gambar di atas ditempel di dinding2 Tokyo Metro subway (kereta bawah tanah).
Seorang kolega saya yang berkebangsaan Jepang berkata demikian “now you see Japan, so many information to be packed in such size of paper”.
Coba perhatikan, ada informasi apa saja dalam poster tersebut:

  • Di sisi kiri, dari atas ke bawah, ada nama stasiun yang akan dilalui
  • Di paling kiri (fotonya terpotong), ada informasi berapa menit mencapai stasiun tsb
  • Kotak2 bernomor 1 sampai 6 adalah nomor gerbong
  • Di setiap stasiun, diinformasikan letak pintu keluar, pintu transfer ke “line” lain, terhadap posisi gerbong –> jadi, sebelum naik, penumpang bisa memutuskan, gerbong nomor berapa yang lebih efisien untuk dia naiki
  • Ada color codes berwarna merah muda, hijau, dan biru yang saya belum tahu maknanya (saya sedang tanyakan ke kolega saya)

Anyway, dari contoh ini, bisa kita lihat, bukan saja informasinya yang lengkap dan bermanfaat, tetapi penyajiannya pun mudah dimengerti, bahkan bagi first-timer seperti saya (improvement pointnya adalah: harus ada versi Bahasa Inggrisnya ;)).

Kalau anda bisa buat motivation letter anda seperti demikian, singkat padat, dengan penyajian yang jelas, you make your way closer to Erasmus Mundus scholarship.

Semoga menambah inspirasi.

———————-

Informasi tambahan tentang Tokyo Metro (hanya bagi yang tertarik saja):

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

Motivation Letter #8: Berikan 1001 alasan

Posted by emundus on November 9, 2013

Love-Couple-Photography-HD-Wallpaper-1080x675

Gambar diambil dari http://hdwallpaper2013.com

Bagi anda yang sudah punya pasangan, bisakah anda memberikan alasan/jawaban ketika ada orang yang bertanya, misalnya:

  • Mengapa anda memilih pasangan anda?
  • Apa saja kelebihan dia?
  • Apa hal-hal yang membuat anda jatuh cinta dengan dia?
  • Petualangan apa yang anda ingin lakukan bersama dengan dia?
  • Mengapa dia, dan bukan teman sekelas anda yang lebih tampan/cantik?
  • Dan sebagainya.

Pada intinya, secara hiperbola, anda punya 1001 alasan untuk membela dan memberikan penjelasan/argumen mengenai pasangan anda.

Hal demikian pula lah yang harus anda lakukan kalau anda benar2 “jatuh cinta” pada program yang anda tuju.
Anda harus melakukan riset, misalnya:

  • Di program ini saya akan belajar apa saja sih?
    Jangan puas pada high-level detail, tetapi coba browsing sampai level deskripsi mata kuliahnya (sebisa mungkin).
  • Siapa saja sih pengajarnya?
    Apakah mereka qualified enough?
  • Bentuk kuliahnya gimana ya?
    Apakah lebih ke arah classroom, coursework, atau research?
  • Mobilitynya gimana ya?
    Saya akan kuliah dimana saja sih?
    Apakah kombinasi negara, universitas, dan modulnya cocok untuk saya dan sesuai minat?
  • Apakah kalau ambil program ini, tujuan saya bisa tercapai?
    Apa nilai tambah program ini bagi diri saya?
  • Mata kuliah X, sepertinya sama nih sama S1 saya?
    Apa hal berbeda yang bisa saya pelajari, sekalipun materi kuliahnya hampir sama?

Semakin banyak anda menemukan alasan untuk “jatuh cinta” pada program tsb, semakin mudah merangkai motivation letter. Dan sangat disarankan anda riset banyak dulu sebelum memulai menulis motivation letter. Otherwise, you may get stuck in the middle. Lalu perasaan malas mengedit motivation letter karena “stuck” akan semakin menghinggapi (I’ve been there).

Jangan lupa, motivation letter seharusnya berisi mengenai motivasi mengapa anda tertarik akan program tsb. Bukan ringkasan CV, bukan curhatan kegagalan di masa lalu. Kalaupun hal2 tsb perlu dimasukkan sebagai “bumbu” atau “side dish”, maka ingatlah, bahan pelengkap tidak boleh lebih banyak dari main coursenya.

Selamat mencoba.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 1 Comment »

Terjemahan Dokumen

Posted by emundus on November 5, 2013

Hal ini seringkali ditanyakan.
Sebab itu, saya tulis saja artikel ini, jadi kalau ada pertanyaan yang muncul, bisa di-refer ke sini.

url
(Gambar diambil dari http://www.scps.nyu.edu/academics/departments/foreign-languages.html)

Secara general, beberapa opsi yang memungkinkan adalah sbb:
Opsi 1: very ideal
Si institusi yang mengeluarkan dokumen tsb, juga menyediakan versi bahasa Inggrisnya. Sebagai contoh, beberapa universitas menyediakan ijazah dan transkrip dalam bahasa Inggris.

Opsi 2: translate sendiri, minta dicap oleh institusi
Dalam hal institusi tidak menyediakan versi bahasa Inggris, maka kalau institusinya setuju, bisa saja, kita sebagai applicant yang translate sendiri, lalu minta dicap oleh si institusi.

Suatu ketika, saya pernah membutuhkan raport SMP dan SMU untuk apply beasiswa. Ketika saya menanyakan hal ini kepada SMP saya, mereka bilang “translate saja sendiri, si X juga tahun lalu melakukan hal yang sama untuk apply di NTU (univ di Singapore)”. Jadilah saya mencoba contact si X, dan meminta templatenya.

Kalau pada kondisi anda, anda tidak ada template yang bisa dicontoh gimana? Ya buat saja sendiri yang serupa dengan dokumen yang anda butuhkan. Berkreasilah dengan MS Word, MS Excel dan program sejenis lainnya. Yang penting adalah contentnya, bukan layoutnya.

Perlu diingat ya, untuk opsi ini, harus ada persetujuan institusi terlebih dahulu. Artikel ini tidak bisa dijadikan acuan/referensi untuk “memaksa” institusi anda menyetujui hal ini.

Opsi 3: translate oleh sworn translator
Misal: akte lahir.
Opsi ini adalah yang paling resmi, karena sworn translator adalah jabatan resmi, dan standar ini berlaku di berbagai negara. Namun, drawbacknya adalah ada harga yang harus dibayar. Biasanya per lembar/dokumen.

Kalau mau hemat, coba nego supaya dihitungnya per dokumen saja. Misal, anda butuh 5 terjemahan akte lahir. Maka harga yang dihitung adalah harga terjemahan 1 akte lahir (misal: IDR 50rb), ditambah harga “legalisasi” 4 akte lahir lainnya (misal: IDR 10rb per copy akte lahir).

Opsi 4: translate oleh sworn translator, lalu di-certified as true copies oleh notaris
Anyway, kalau nego di opsi 3 gagal, masih ada cara lain. Anda terjemahkan 1 akte lahir saja di sworn translator, lalu cari kantor notaris yang mempunyai cap “certified as true copies” (pastikan capnya dalam bahasa Inggris). Biasanya, harga “certified as true copies” lebih murah dari harga terjemahan.

FYI, mengenai list “sworn translator” dan “notaris”, bisa dicari di arsip milis beasiswa (di yahoogroups).

Opsi 5: opsi paling repot
Kalau persyaratan mengharuskan dokumen diterjemahkan/dilegalisasi oleh Kedubes atau Kementerian tertentu (misal: Depkumham, Depdagri, Depdiknas), maka luangkan waktu yang cukup untuk mengurus dokumen2 tsb, karena menurut mereka yang sudah merasakan, prosesnya cukup panjang. Silahkan dipertimbangkan apakah worth it untuk melakukan terjemahan, atau better cari program lain ;) The call is yours..

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , , | 4 Comments »

Motivation Letter #7: Paragraf Pertama – Bagaimana Merangkainya

Posted by emundus on November 3, 2013

Orchestrate-Facilitate
(Gambar diambil dari http://blog.mwpreston.net/)

How to orchestrate your writing?
Di bagian akhir posting terdahulu (refer to: https://emundus.wordpress.com/2013/11/02/motivation-letter-6-paragraf-pertama/), saya mengatakan mengenai ada 2 kemungkinan kapan motivation letter itu dibaca.

Ada 2 kemungkinan:
1) Motivation letter adalah dokumen yang dibaca pertama
2) Motivation letter adalah dokumen yang dibaca kemudian (misal: setelah baca CV)

Untuk kemungkinan pertama, maka akan sangat baik kalau paragraf pertama bisa memberikan sedikit gambaran “inti” mengenai semua hal yang dicantumkan pada paragraf2 berikutnya. Ingat, gambaran inti berarti hal yang penting-penting saja. Kalaupun anda juara nasional matematika di SD, tetapi kalau di motivation letter anda lebih cerita mengenai pengalaman riset, pengalaman kerja, maka tidak usah cantumkan pernah jadi juara nasional. Prestasi tersebut dicantumkan di CV saja.

Untuk kemungkinan kedua, anda sebenarnya lebih enak, bisa langsung menyoroti ke hal-hal yang mau anda jual. Ruang untuk “menjual” diri akan lebih luas (note: seringkali jumlah kata/halaman dibatasi).

Masalahnya, kita tidak pernah tahu apakah kita akan dapat kondisi pertama atau kedua. Bisa saja, sekalipun kita sering komunikasi dengan profesor A di universitas A1 (sehingga kita kirim motivation letter dengan cara penulisan kedua), tetapi yang me-review adalah profesor lainnya di univ tsb, atau malah profesor lainnya di univ lain (ingat, dalam penyelenggaraan EM, ada konsorsium, yang terdiri dari perwakilan bbrp universitas, minimal 3 universitas).

Sebab itu, cara paling aman adalah dengan cara penulisan pertama. Kalau orang yang me-review sudah membaca CV kita, sudah tahu siapa kita (karena sering korespondensi), at least paragraf pertama ini bisa menjadi refreshment untuk dia, supaya memorinya tidak ketukar dengan orang lain (siapa tahu dia korespondensi dengan banyak orang).
————-

Next issue, bagaimana pemilihan kata/kalimat untuk paragraf pertama.
Untuk mudahnya, saya berikan dua contoh ilustrasi di bawah ini:

Classic:
My name is XXX, I’m a Bachelor of XXX, graduating from university of XXX in Indonesia, with GPA XXX in the scale of XXX. During my study, I learn about X1, X2, X3, where I’m so much interested in learning X1 in a higher level since … In relation to my interest, I have attended important trainings and certifications such as … I was surprised when knowing that this year Erasmus Mundus had a Master Course program for XXX which is very matched to my interest. Therefore, I would like to apply for this XXX program.

Starting with quotation:
A famous philosopher said “what doesn’t kill you makes you stronger”. This statement strengthened me when I faced difficult moment in my study few years ago. My parents’ business was suddenly bankrupt and we had much debt to the bank. I was in the middle of college at that time and I had to fight to work while study, to be able to self-funding. However, it’s through those difficult moments, here I am standing now as a Bachelor of XXX, graduating from university of XXX in Indonesia, with GPA XXX in the scale of XXX (cum laude). Now that I know that Erasmus Mundus has a program in XXX, I am interested to apply because …

Yang mana yang lebih bagus?
Itu penilaian masing2 orang.
Baik si penulis, maupun si pembaca.
Yang penting adalah perangkaian kalimat yang tepat, pemilihan kata, dan aliran ide yang menyambung satu dengan lainnya.

Selamat mencoba !!

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 2 Comments »

Motivation Letter #6: Paragraf Pertama

Posted by emundus on November 2, 2013

Bayangkan anda pergi ke toko buku, ingin mencari bahan bacaan yang menarik, kira2 apa yang anda lakukan?

Kalau saya, saya akan pergi ke toko buku, cari bagian mengenai topik yang saya minati, misalnya “perjalanan wisata”, lalu lihat-lihat buku yang ditawarkan. Namun, tidak semua toko buku menyediakan buku sample. Kebanyakan buku-buku yang dijual akan diplastik rapat.

Kalau demikian kondisinya, dan merobek si plastik bukanlah suatu opsi, maka sinopsis di bagian belakang buku adalah kuncinya. Kalau sinopsisnya menarik, ada kemungkinan bukunya akan dibeli. Namun, kalau tidak menarik, besar kemungkinan tidak akan dibeli.

————–
Menarik atau tidak menarik adalah 1 isu.
Isu lainnya adalah, apakah anda akan membaca seluruh sinopsis tsb, sebelum membuat keputusan menarik atau tidak menarik?

Beberapa kali, saya mendapat rekomendasi bagus mengenai sebuah film. Ketika saya coba tonton, dari pembukaannya saja, saya sudah bingung memahami ceritanya. Jadi saya memutuskan untuk tidak melanjutkan nonton. Sebagai akibatnya saya tidak pernah tahu mengapa teman yang merekomendasikan film tsb mengatakan bahwa film tersebut adalah suatu masterpiece.

Ada quote populer, “don’t judge the book by it’s cover”.
Namun, di dalam dunia yang serba instan dan cepat ini, cover adalah faktor judgement pertama untuk buku tsb.

BTW, menurut anda, sinopsis buku EM ini, menjual ga sih? (klik untuk gambar yang lebih besar)

————–
Anyway, dari intermezzo yang cukup panjang ini, saya mencoba mengatakan bahwa membuat motivation letter yang menarik dan “menjual” adalah 1 isu, dan memastikan si pembaca akan membaca keseluruhan isi motivation letter adalah isu lainnya.

paragraph
(Gambar diambil dari http://connectere.files.wordpress.com/2011/01/paragraph.gif)

Sebab itu, paragraf pertama adalah sangat krusial menurut saya, karena paragraf tsb adalah pembukaan. Walaupun setiap orang punya gaya masing-masing dalam penulisan motivation letter, saya lebih suka kalau ada sedikit perkenalan mengenai calon applicant di paragraf pertama. Apakah anda mengenalkan diri berdasarkan universitas anda, tempat kerja anda, pengalaman anda, itu terserah. Tetapi yang pasti, paragraf pertama ini harus menjadi dasar bagi si pembaca, untuk bisa memahami paragraf-paragraf berikutnya.

Ada 2 kemungkinan:
1) Motivation letter adalah dokumen yang dibaca pertama
2) Motivation letter adalah dokumen yang dibaca kemudian (misal: setelah baca CV)

Berhubung saya baru kembali dari perjalanan panjang overnight yang melelahkan, maka besok/lusa saja ya saya coba lanjutkan pembahasan mengenai 2 kemungkinan ini. Saya mau memulihkan tenaga dulu malam ini.

————–

Bagi yang minggu ini sudah kirim motivation letternya untuk di-proofread (refer to: https://emundus.wordpress.com/2013/10/17/proofread-motivation-letter/), mohon sabar dulu ya. Belum semuanya saya balas hari ini. Akan saya balas secepatnya.
Lumayan banyak yang masuk dalam minggu ini.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , | 2 Comments »

Motivation Letter #5: Buat Kerangka

Posted by emundus on November 2, 2013

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia (di jaman saya sekolah – ga tahu ya kurikulum sekarang), kalau ada tugas mengarang, Bapak/Ibu guru selalu mengajarkan untuk mulai dahulu dari kerangka karangan. Dari kerangka, baru dikembangkan ide-ide bagaimana mengisi setiap paragraf dengan kalimat-kalimat pendukung, sesuai dengan topik paragraf tsb.

Terkait dengan tulisan saya sebelumnya di:

https://emundus.wordpress.com/2013/08/10/motivation-letter-4-how-to-start/

kalau anda sudah mencoba mempraktekkannya, maka anda sudah punya bahan2 dasar untuk motivation letter.

writing if i can think it chant
(Gambar diambil dari: http://firstgradewow.blogspot.com/2012/06/writers-tool-box.html)

Bagaimana untuk EM?
Salah satu contoh kerangka yang mungkin adalah sbb (ini cuma contoh, silahkan disesuaikan sendiri):
Paragraf 1: Perkenalan siapa saya (lulusan mana, major apa, achievement, kondisi ekonomi mengapa apply beasiswa)
Paragraf 2: Minat terhadap EM, program apa, mengapa, apa yang mau dipelajari
Paragraf 3: Tujuan yang mau dicapai (diri sendiri, komunitas, Indonesia)
Paragraf 4: Hal-hal tambahan
Paragraf 5: Kesimpulan

Bagaimana merangkai tulisannya/mengembangkan paragrafnya?
Ikuti tips berikutnya.. (akan saya tulis segera)
Dan ingat, let’s not make this complicated.
Maksudnya apa? Yang mau kita tulis adalah motivation letter yang “menjual”. Bukan motivation letter yang 100% mengikuti kaidah bahasa dan penulisan formal yang terkadang terlalu kaku.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Berapa kuota Erasmus Mundus untuk Indonesia?

Posted by emundus on October 20, 2013

Per saat ini, belum ada kuota khusus yang ditujukan bagi applicant dari Indonesia.
Applicant dari Indonesia harus bersaing dengan applicant dari negara2 lainnya untuk memperebutkan beasiswa EM.
Worst case, kalau kalah bersaing, bisa saja applicant dari Indonesia tidak ada yang diterima sama sekali.

statistics-graphs

Namun, kalau dilihat dari sisi optimisnya, per program EM boleh menerima sampai dengan 2 applicant dari negara yang sama. Dalam artian, kalau program tsb punya jatah 15 beasiswa, dia bisa kasih ke 15 orang dari 15 negara berbeda, atau 15 orang dari 8 negara (2 orang x 7 negara + 1 orang x 1 negara), atau kombinasi (misal: 2 orang x 3 negara + 9 orang x 1 negara).

Untuk tahun akademik 2014 (yang pendaftarannya sudah dibuka saat ini, dan kuliahnya mulai Sep/Okt 2014), ada 138 program EMMC yang membuka pendaftaran (refer to: http://bit.ly/EM-emmc).

Jadi, peluang maksimal applicant Indonesia 138 x 2 orang = 276 orang.
Per tahun lalu, baru sekitar 40 applicant Indonesia yang beruntung mendapatkan beasiswa EM.
Jadi, masih cukup banyak kuota yang bisa diraih, dengan catatan, siap untuk berkompetisi dengan applicant dari negara2 lain.

Are you ready?

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | 1 Comment »

Video testimoni Erasmus Mundus

Posted by emundus on October 18, 2013

Sudah pernah lihat/nonton video-video ini?
Mungkin bisa menggugah semangat apply beasiswa.

Caranya:
1) Go to youtube.com
2) Search “erasmus mundus indonesia”

youtube-em

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Proofread motivation letter?

Posted by emundus on October 17, 2013

Anda mau apply EM 2014?
Butuh bantuan untuk proofread motivation letter?

blog-writing-service1

Kalau memang anda serius untuk apply, open-minded, dan berbesar hati untuk terima kritik dan koreksi, send your motivation letter to:
emundus (dot) wordpress (at) gmail.com

Sertakan detil berikut:
- Program yang mau di-apply dan link ke website program tsb
- CV anda (optional)
- Tanggal deadline pendaftaran (atau kapan anda mau submit aplikasinya)

Tolong jangan canvassing ya.

Kalau anda takut dengan saya, boleh coba alumni lainnya:

https://emundus.wordpress.com/2012/11/15/berkomunikasi-dengan-penerima-beasiswa-erasmus-mundus/comment-page-1/#comment-8979

(semoga dia masih bersedia membantu, coba diapproach saja baik2 hehe..)

Kalau anda butuh panduan untuk membuat motivation letter, lihat sebelah kiri halaman ini (kalau anda buka blog ini dari PC/laptop, atau buka dari tablet/smartphone dengan browser versi desktop), ada beberapa artikel tips untuk motivation letter.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , , | 14 Comments »

Re-election untuk EM Country Representative

Posted by emundus on October 17, 2013

Kalau anda pernah baca post saya di https://emundus.wordpress.com/2013/07/13/em-country-representative/ maka anda sudah tahu ada yang namanya EM Country Representative. Untuk Indonesia, saat ini ada 2 orang.

Nah baru saja saya dapat email dari salah satu pejabat EMA (EM Students & Alumni Association) yang memberitahukan bahwa akan ada re-election untuk periode jabatan berikutnya.

tips-graphic

Berhubung 2 country rep saat ini (kalau penasaran siapa, lihat posting liputan EHEF saya, ada foto mereka sedang presentasi di ruang seminar, dan sedang dikerumuni di booth) sudah cukup “uzur” karena dari angkatan EM 06 dan EM 07 (diterima EM-nya tahun 2006 dan 2007), maka semoga ada generasi baru yang akan muncul ke permukaan, dan membuat komunitas EM di Indonesia menjadi lebih aktif dan terasa kembali gaungnya.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Tips untuk dapat beasiswa

Posted by emundus on October 14, 2013

tips-graphic

Judul artikel ini sepertinya klise banget.
Tetapi sepertinya pertanyaan inilah yang cukup jadi trending topic, sepengamatan saya di EHEF kemarin.

Bisa dimengerti, bahwa dengan segala ke-menarik-annya, banyak orang yang ingin dapat beasiswa.
Seandainya saja saya adalah pihak yang melakukan seleksi atau memberikan penilaian terhadap aplikasi yang masuk, maka saya bisa kasih kunci2nya..
Tetapi berhubung seleksi untuk EM saat ini adalah dilakukan oleh konsorsiumnya langsung, dan bukan oleh alumninya, mari kita mereka-reka saja, kira2 gimana sih untuk membuat aplikasi yang menarik dan “menjual”.

Jawabn standar saya ketika ditanya “Kak, gimana tips2 kakak untuk bisa dapat beasiswa?” adalah sbb:
1. Scopenya harus jelas dulu, bahwa kita ngomongin beasiswa EM
Untuk EM, majority of the programs are application-based.
Maksudnya application-based, ada daftar2 dokumen apa saja yang harus disubmit, dengan prosedur tertentu, baik itu secara online (softcopy) dan/atau secara surat-menyurat (hardcopy/paper-based).

2. Karena list dokumen apa saja yang harus disubmit sudah jelas, maka do your best effort to submit the best documents.
Maksudnya gimana? (nah point ini yang ga mungkin saya bahas panjang lebar di EHEF.. bayangin aja kalau ada 50 penanya dan harus ngulang 50x hehe.. semoga orang2 yang nanya ini ke saya during EHEF kemarin, baca juga artikel ini, kan blog ini sudah dipromosikan juga di brosur EM-nya)

  • Kalau transkrip nilai, nilai TOEFL/IELTS, dokumen2 tsb adalah hitam-putih, nilai kuantitatifnya bisa terukur, dan bisa ada parameter penyetaraannya..
  • Tetapi kalau motivation letter, CV, nah ini kualitatif, dan penilaiannya pastilah secara subjektif. Apa yang bagus menurut anda (atau reviewer anda) belum tentu bagus untuk konsorsium. Jadi, menurut saya, karena ini aplikasi anda, buatlah sesuai kata hati anda, supaya tidak menyesal. Sangat boleh untuk minta bantuan orang lain untuk proofread dan review, tetapi keputusan terakhir ada di tangan anda.
  • Bagaimana dengan recommendation letter?
    Nah ini emang tergantung kebaikan hati si pemberi rekomendasi. Tantangan utama adalah kalau ada bagian mengarang atau kasih pendapat. Pemberi rekomendasi yang baik biasanya mau elaborate dengan detail mengenai kelebihan si aplikan

3. Gimana dengan program yang mensyaratkan ada interview (biasanya via Skype)?
Ya hadapi saja.. Toh itu bagian dari proses kan..
Lalu gimana kalau kita ngomongnya grogi? Jangankan interview pakai bahasa Inggris, pakai Bahasa Indonesia saja masih ga lancar?
My answer: prepare from now.. Kalau applynya bulan ini, interview mungkin Desember/Januari.. Ga usah mikir, aplikasi saya diterima/tidak ya.. kalau tidak diterima, kan ga diinterview, buat apa prepare cape2.. ya kalau anda sudah pesimis dari awal, mending ga usah apply sekalian hehe..

Semoga artikel ini bisa menginspirasi..
Selamat berjuang !!

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 5 Comments »

EHEF sudah berlalu, mari bertindak

Posted by emundus on October 14, 2013

Dua hari rangkaian EHEF di Jakarta (12-13 Oktober 2013) sudah berlalu.
Kini tinggal bagaimana kita memanfaatkan seluruh informasi yang didapatkan dari EHEF sebaik2nya untuk mencapai tujuan dan cita-cita masing-masing.

Selamat berjuang.

kolase2

kolase3

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Motivation Letter #4: How to Start

Posted by emundus on August 10, 2013

plateful

Anggaplah/ilustrasikanlah bahwa menulis motivation letter seperti mengisi sebuah mangkuk dengan bahan makanan.

Anda sebagai chef-nya, bahan makanan adalah kisah-kisah anda, dan pemberi beasiswa adalah konsumen anda.

Oya, mangkuk adalah batasan jumlah halaman/jumlah kata untuk motivation letter.

Dengan demikian, tentunya anda akan berusaha membuat sajian yang sebaik mungkin (dari sisi/sudut pandang anda).

——————

Bagi pada pemula, memulai membuat motivation letter bukanlah hal yang mudah (I’ve been there).

Beberapa tips/langkah yang bisa saya sarankan:

Pertama, ambil waktu dan tempat dimana anda bisa relax. Jernihkan pikiran anda dari hal-hal lain, dan mulailah membayangkan, misal: hal-hal hebat yang pernah anda lakukan, nilai-nilai personal yang memotivasi anda, aktivitas anda yang mempunyai impact besar, cita2 anda yang sangat ingin anda capai, visi anda beberapa tahun ke depan, dsb. Jangan lupa, sediakan alat tulis dan catatan (cara manual konvensional ini buat saya lebih efektif dibandingkan menggunakan laptop/tablet).

Kedua, anggap saja anda punya mangkuk yang super besar. Jadi, apa pun yang muncul di benak anda (pada tahapan ini, jangan filter idenya, tuliskan saja), segera tulis di catatan (kalau bisa gunakan 1 lembar kertas saja supaya kelihatan semua topiknya dan bagaimana hubungannya satu dengan yang lain). Tidak perlu rapi-rapi menulisnya. Buat coretan sesuai ide anda, hubungkan satu topik dengan yang lain. Hal ini nantinya akan mempermudah anda dalam meng-organisasi-kan ide2 tersebut.

Kalau anda pernah dengar mengenai “mind map”, metode ini cukup efektif untuk mengorganisasikan ide2 anda.

Salah satu contohnya (catatan, gambar di bawah ini hanya untuk ilustrasi saja, bukan mind map untuk motivation letter):

lit_review_1_0

 

(diambil dari http://emedia.rmit.edu.au/learninglab/sites/emedia.rmit.edu.au.learninglab/files/lit_review_1_0.png)

 

 

Contoh lain: http://www.mindmapinspiration.com/wp-content/uploads/2009/06/motivation-mindmap.jpg

 

Ketiga, setelah anda kira2 punya cukup materi, atau pikiran anda sudah lelah (istirahat dulu, tidak usah dipaksa), maka barulah tengok ke  mangkuk yang sebenarnya. Kalau mangkuk tsb lebih kecil, barulah anda filter supaya bahan2 terbaik saja yang masuk. Kalau mangkuk tsb lebih besar, maka luangkan waktu di masa depan, untuk melakukan brainstorming lagi.

——————

Nah, pertanyaan berikutnya mungkin adalah, kalau sudah ada bahan2nya, lalu bagaimana peng-organisasi-an tulisannya?

Hal ini akan saya bahas di artikel berikutnya.

Sementara ini, anda siapkan saja dulu “bahan” anda.

Semoga bermanfaat.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , | 6 Comments »

Lotus Unlimited: Erasmus Mundus Action 2 scholarships

Posted by emundus on August 10, 2013

Berikut adalah email yang baru kami terima dari Lotus Unlimited Team, Ghent University, Belgium:

I would like to refer to the previous email contact we have had in the previous years with regard to the Lotus I, II and III projects. After the success of these three projects, Ghent University has applied for a fourth Erasmus Mundus Action 2 project with South-East Asia under the 2013 Call for proposals (EACEA/38/12).

It is with great pleasure that the Lotus Team announces the selection of Lotus Unlimited. The project is a continuation of the three earlier Lotus projects in which the duration is again 4 years: from July 15, 2013 until July 14, 2016.

The project enables mobility for all categories of students (Bachelor, Master, PhD and Postdoc) and for academic and administrative staff, open to all fields of study. The main difference with previous Lotus projects, is that Lotus Unlimited enables mobility from South-East Asia to Europe as well as from Europe to South-East Asia.

Please find the project sheet, a promotion poster and brochure of the Lotus Unlimited project herewith-attached.

Lotus Unlimited Folder (PDF)

Lotus Unlimited to Europe (PDF)

We are very happy to draw your attention to the fact that not only students from our partner universities in Indonesia, Institut Teknologi Bandung and Universitas Gadjah Mada, can apply for a scholarship in the framework of this project but also students from other universities in Indonesia are welcome to apply for a scholarship under this project as Indonesia is part of the geographical lot of the Lotus project, together with China, Cambodia, Myanmar, Thailand and Vietnam.

I would therefore be very grateful if you could consider helping us in informing possible candidates about this project once again, thus enabling more Indonesian students/researchers/staff to apply under this project.

The first call for applications was launched on August 6, 2013 and will be closed on September 30, 2013. This call is only open for PhD 36 months applications. A second call for Bachelor, Master, exchange PhD, post doc and staff will be opened in the beginning of October 2013.

The applications should be submitted online via the Lotus Unlimited website. Students from universities other than our partner universities, can submit an application as a Target Group 2 or Target Group 3 candidate. More information about the Lotus Unlimited project and about the three different Target Groups is available on the following website: http://www.lotus.ugent.be/index.asp?p=873&a=1361

Furthermore, there are Guidelines for Applicants available on the website to guide the applicants through the application procedure (click on the section Lotus Unlimited: APPLY HERE on the website to find the link to the guidelines.)

Ghent University and the entire partnership would be very grateful if you can consider our request to help us promote this Erasmus Mundus Action 2 project called Lotus Unlimited.

Should you need any further information or have any questions, please do not hesitate to contact the Lotus Unlimited Team via email on lotus@ugent.be or via our project website: www.lotus.ugent.be.

Yours sincerely,

The Lotus Unlimited Team,

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , | 5 Comments »

Coaching Clinic, apakah masih perlu?

Posted by emundus on August 7, 2013

Di tahun 2010 (3 tahun lalu), kami (student dan alumni EM) pernah mengadakan acara Coaching Clinic setengah hari yang disponsori oleh Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Kira2 kalau sekarang ini, apakah animo untuk menghadiri acara tsb masih tinggi?

Please let us know your comments. Juga mengenai materi/hal apa yang di-expect untuk didapatkan dari acara tsb.

coachingclinic

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , | 7 Comments »

Event: EHEF 2013, Jakarta dan Surabaya

Posted by emundus on August 3, 2013

Open for public.

Free Entry.

More info: http://ehef-indonesia.org/

ehef2013

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | 3 Comments »

Motivation Letter #3: Pertanggungjawabkan Tulisan Anda

Posted by emundus on August 3, 2013

responsibilityaheadBenar bahwa motivation letter adalah salah satu sarana untuk “menjual” diri, untuk meyakinkan si pemberi beasiswa kenapa Anda harus dipilih.

Kalau berbicara soal “jualan”, pernahkah anda mendengar bahwa pedagang2 itu selalu punya “kecap” nomor satu? Walaupun  barang yang mereka jual biasa-biasa saja, namun mereka menjualnya seakan2 barang mereka adalah kualitas nomor 1.

Kalau berbicara soal” kecap”, saya juga teringat di masa2 sekolah dan kuliah dulu, ada pelajaran tertentu yang selalu dibercandakan sebagai pelajaran untuk “ngecap”. Jadi, sekalipun kita tidak ngerti2 amat, tetapi kalau ulangan/ujian, yang penting bisa “ngecap” panjang saja. Karena nilainya diukur pakai penggaris, seberapa panjang jawaban anda, bukan seberapa tepat jawaban anda.

—————–

Anyway, dalam motivation letter, hindari kebiasaan menjual “kecap”. Beranilah untuk mempertanggung jawabkan apa yang anda tulis. Misalnya gimana? Katakan anda punya pengalaman sebagai asisten lab. Tetapi di motivation letter, anda menulis sebagai koordinator asisten lab. Ada kemungkinan, bisa ditanya balik during interview (kalau kebetulan program tsb ada interviewnya), apa saja sih kewajiban anda sebagai koordinator? Berapa asisten lab yang anda monitor? Reporting anda kemana?

Bagus kalau kebetulan anda bisa jawab.
Kalau tidak?
Reputasi anda akan ternoda.
Berhati-hatilah.

7eac9a100e794293a774fbc102c3bc74

—————–

Belum lama ini, dalam korespondensi internal di sebuah organisasi dimana saya jadi membernya, ada sebuah email yang menerangkan bahwa fiscal year sudah hampir berakhir, dan masih ada sisa budget yang belum diutilize (note: ini bukan organisasi pemerintah ya). Bagi anggota yang memiliki ide atau rencana kegiatan yang bisa dieksekusi dalam waktu cepat, dipersilahkan untuk segera mengajukan proposalnya supaya bisa dipertimbangkan apakah diberikan dana/tidak.

Seorang teman saya, dengan cepat langsung reply bahwa dia ingin mengadakan acara kumpul2, seminar, dan ramah tamah dengan biaya 100% dari budget tersisa tsb. Ketika saya tanya (note: saya bertanya sebagai seorang teman, bukan sebagai pihak yang memutuskan penggunaan dana), apa saja sih rincian biayanya, berapa orangnya, bagaimana plannya, dia tidak bisa memberikan jawaban secara rinci. Dia bilang, yang penting diapprove saja dulu, kalau sudah diapprove, baru dia akan susun rencana yang detail.

Dalam contoh ini, keadaannya memang nothing to lose.
Dapat dana syukur, ga juga gpp.

Namun, kalau beasiswa, apakah anda juga mau nothing to lose?
Kalau saya sih pastinya expect to win :)

Semoga artikel  ini memberi pencerahan.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H bagi yang merayakan.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 2 Comments »

Motivation Letter #2: Apakah harus 1 lembar?

Posted by emundus on July 27, 2013

writing

 

 

Salah satu pengunjung blog ini menanyakan hal demikian “motivation letter yang baik itu apakah mesti berlembar-lembar? atau 1 lembar tapi to the point?”.

Kalau menurut saya pribadi, secara dasar, motivation letter yang baik adalah motivation letter yang memenuhi kriteria yang diharapkan oleh konsorsiumnya.

Ada bbrp contoh sbb (saya coba random pick saja dari bbrp program EMMC).

 

1. ASTROMUNDUS

astroDi sini, konsorsium ASTROMUNDUS hanya memberi 1 kriteria, yaitu jumlah halaman.

Jadi, apapun isi motivation letter itu, pastikan jangan lewat 1 halaman.

Dan tolong diingat juga:

* Jangan “memaksakan” diri (karena cuma boleh 1 halaman, sedangkan yang mau ditulis banyak, maka font dibuat ukuran kecil, margin halaman ditarik sampai pojok).

* Jangan memburu/memaksa konsorsium dengan pertanyaan yang terlalu “njelimet” mengenai berapa sih margin halamannya, ukuran fontnya, jenis fontnya, spacingnya, dll. Bukannya tidak boleh klarifikasi, tetapi lihat2 situasi saja, kalau kira2 konsorsium tidak terlalu “se-njelimet” itu, tidak usah paksa mereka untuk menjawab. Gunakan common sense saja, misal: margin standar MS Word (atau program pengolah kata lainnya), kertas A4, font TNR atau Arial, ukuran 11 atau 12.

 

2. EMSD

EMSD

 

Di EMSD, disebutkan apa isi motivation letter yang di-expect oleh konsorsium, tetapi jumlah halamannya tidak disebutkan.

Nah kalau yang seperti ini, jangan kebablasan juga buat sampai 10 halaman. Common sense sih menurut saya pribadi, sekitar 1-1.5 halaman. Kenapa sih banyak yang bilang lebih baik 1 halaman? Pertimbangannya sbb:

* Konsorsium itu terima banyak sekali aplikasi, bayangkan kalau motivation letternya panjang2, akan sangat melelahkan pembacanya

* Detail mengenai diri anda kan sebenarnya sudah tergambar di dokumen2 lainnya (CV, transkrip, ijazah, dll). Jadi motivation letter ini jangan disalah gunakan. Menurut saya, tujuan utama motivation letter bukanlah untuk men-summary kualifikasi anda (walaupun boleh juga disertakan), tetapi untuk memberikan hal2 yang tidak terlihat di dokumen lainnya.

* Misalnya apa? Salah satu teman saya, bilang begini di motivation letternya, dia ada motivasi tambahan tertarik mengambil program tsb karena almarhum ayahnya punya cita-cita kuliah di Eropa tetapi tidak pernah kesampaian sampai akhir hayatnya. Nah, sebagai anak tertua, dia punya keinginan luhur untuk mewujudkan cita-cita ayahnya. Motivasi seperti ini mungkin tidak  terkait ke akademik, tetapi kalau perangkaian kata2nya tepat, bisa jadi anda dapat beasiswa EM seperti teman saya ini.

 

3. EMM NANO

nano

Di EMM NANO malah tidak ada kriteria sama sekali.

Kalau yang seperti ini, anda memang harus akrobatik sendiri mencari2 kira2 apa sih yang dicari konsorsium dari motivation letter.

Coba gabungkan saja saran2 dari contoh 1 dan 2 di atas.

 

Semoga berguna dan selamat mencoba.

 

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , | 2 Comments »

Motivation Letter #1: Pertimbangkan perspektif pembacanya

Posted by emundus on July 25, 2013

Mulai hari ini, saya mau coba menulis mengenai aspek2 motivation letter.

Supaya ga kepanjangan, dan supaya lebih mudah dipahami, akan dibuat artikel2 pendek saja.

Hopefully kali ini bisa lebih rutin meng-update-nya.

Anyway, secara kebetulan, hari ini salah satu langganan majalah saya baru saja mengirimkan edisi terbarunya.

Nah, ketika melihat salah satu halaman advertorialnya, agak2 heran sih.

Kenapa demikian? I’ll try to describe it below.

 

Pernah lihat gambar ini? Ada di mana kira2?

rambu

Lalu bandingkan dengan advertorial di bawah ini (“check in di minimal 6 tempat”).

IMAG0254

Apakah anda menemukan keanehan atau ketidak-sinkronan?

Kalau ya, selamat bagi anda, you have keen eyes.

 

Apa hubungannya dengan motivation letter?

Terkadang dalam motivation letter, kita terlalu terfokus tentang diri kita, bagaimana menjual diri sehebat2nya, sampai kita melupakan perspektif dari orang yang akan membaca, mencoba memahami, dan mencoba menilai diri anda dari secarik motivation letter tersebut.

Memang tidak mungkin untuk menebak 100% jalan pikiran si penilai (dalam hal ini adalah konsorsium yang menerima aplikasi anda). Apalagi dalam kasus EM, sangat mungkin anda bahkan tidak pernah bertemu dengan sang penilai sebelumnya.

Jadi apa yang bisa dilakukan? Walaupun klise, dan mungkin sudah sering disebutkan di berbagai  tips lainnya, gunakan proofread dari orang lain. Bila orang itu tidak banyak mengenal anda, malah mungkin lebih baik, karena dia bisa memberikan penilaian yang jujur mengenai apakah isi motivation letter itu cukup jelas dibaca bagi “orang awam”.

Kalau benar2 tidak ada channel yang bisa digunakan untuk proofread?? Cobalah cari kumpulan laskar beasiswa di dunia maya, Siapa tahu, ada yang berbaik hati mau membantu.

Yang perlu diingat adalah satu, jangan cepat panas membaca feedback hasil proofread tersebut. Kalau memang feedbacknya tidak menyenangkan, at least anggap saja itu sebagai warning, dan masih ada ruang untuk koreksi.

Selamat mencoba.

 

Intermezzo, sirkuit balapnya ada dimana?

Saya juga ga tahu..

Mungkin di sini? Miripkah?

suzukaGambar diambil dari www.formula1.com

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , | 4 Comments »

Bukan kerjaan 1-2 hari

Posted by emundus on July 15, 2013

Menurut saya, pribadi, mendapatkan beasiswa itu bukan kerjaan 1-2 hari..

Artinya apa? Kalau sekarang anda masih di bangku kuliah S1, belajarlah sebaik mungkin, raihlah nilai sebaik2nya.

Karena, pada akhirnya, salah satu point seleksi beasiswa adalah nilai juga.

Bagaikan bibit yang dipupuk, setelah besar, anda juga yang akan menuai hasilnya.

bibitSaya tidak memungkiri, bahwa pada kenyataannya ada juga orang yang “biasa-biasa” saja, tetapi bisa dapat beasiswa juga.

There is no problem with that.

Ada juga anggapan lain yang berkata, itu mah rejeki orang kalo dapat beasiswa.

There is also no problem with that.

—————–

Tinggal tergantung anda.

Apakah mau mengembangkan bibit anda menjadi sesuatu yang besar, kuat, dan diminati orang (para pemberi beasiswa).

Atau anda percaya, kalau memang itu rejeki anda, sekalipun bibitnya tidak menarik, tetap akan diminati orang juga.

That’s your call..

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , | 4 Comments »

Pokoknya tetap ingin studi di Paris!! (ngotot version)

Posted by emundus on July 15, 2013

Artikel ini sih lanjutan dari posting sebelumnya di:

https://emundus.wordpress.com/2013/07/14/saya-ingin-studi-di-paris-beasiswanya-apa-ya/

french-contemporary-studies-paris-main

Jadi, terkadang, memang kalau sudah punya impian dan harapan akan kota/negara tertentu, susah untuk berpaling ke tempat lainnya.

That’s fine, hidup memang harus punya visi.

Jadi, kalau kasusnya yang “ngotot version” seperti ini, disarankan bisa mempertimbangkan langkah2 berikut:

Langkah 1: Lihat web http://www.studyineurope.eu

Web ini cukup powerful, dimana ada university finder, per negara.

Untuk Prancis: http://www.studyineurope.eu/study-in-france/higher-education-institutions

Setelah dapat uni yang diminati, bisa browse ke uni tsb, dan lihat skema pembiayaan yang ditawarkan

Langkah 2: Coba join dan tanya2 di milis beasiswa

Sebisa mungkin agak spesifik bertanyanya.

Jangan cuma, “halo, saya mahasiswa X, lulusan Y, ingin kuliah di Paris. tolong kabari ya kalau ada info beasiswa.”

Langkah 3: Coba main2 atau email2 ke perwakilan lembaga pendidikan negara tsb, dan tanya2..

Untuk Prancis, ada perwakilan Campus France di Indonesia.

Langkah 4: Coba cari kumpulan pelajar Indonesia dalam bentuk PPI lokal (per kota atau negara).

Mereka biasanya berasal dari berbagai latar belakang, dan mungkin lebih tahu mengenai skema beasiswa lainnya yang ada di uni/kota/negara tsb

Silahkan dicoba.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Saya ingin studi di Paris!! Beasiswanya apa ya?

Posted by emundus on July 14, 2013

Bulan Juli biasanya bulan lulus2an S1.
Lalu, sebagian tentunya berpikir untuk lanjut S2, dengan beasiswa.
It’s a good idea.
Dan kadangkala, banyak orang sudah menentukan kota/negara impian lanjutan studinya, misal saja Paris (ini cuma contoh lho ya, Anda bebas punya impian tempat lainnya).

sorbonne
(ini contoh salah satu universitas di Paris, yaitu Paris-Sorbonne University)

Nah, sekalipun Erasmus Mundus (EM) menawarkan beasiswa untuk S2, tetapi konsepnya adalah program/jurusan.
Maksudnya gimana?
Di EM itu, anda tidak pilih negara/kota, melainkan pilih program.

Supaya ilustrasinya lebih jelas, kita coba sambil praktek ya.
Coba buka list lengkap program EM, untuk Master degree, yang bisa ditengok di sini:

http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/results_compendia/selected_projects_action_1_master_courses_en.php

Nah, misalkan saja anda lulusan Matematika, dan ingin melanjutkan S2 di bidang serupa.
Setelah lihat2 daftar di atas, baca deskripsi PDFnya, mungkin tertarik ke program yang namanya ALGANT.
Nah coba buka website ALGANT –> linknya ada di sebelah nama programnya

Tidak semua program punya website seperti ALGANT (silahkan kreatif mencari informasi di web tsb).
Anyway, untuk ALGANT, diterangkan bahwa:
ALGANT consortium now consists of eight universities on four continents, namely the universities of Bordeaux (France), Chennai (India), Leiden (Netherlands), Milano (Italy), Concordia (Montréal, Canada), Padova (Italy), Paris-Sud (France) and Stellenbosch (South Africa).

Nah, dari contoh di atas, jelas, bahwa di setiap program EM, universitas-nya sudah ditentukan.
Jadi, kalau anda pilih program X, anda cuma bisa memilih dari universitas2 yang ada di konsorsiumnya.

Selamat mencoba !!

—————–

Additional note:

Mengenai penjelasan lebih lengkap kuliahnya, pasti ada di web setiap program bersangkutan.
Bahkan, untuk program tertentu, bisa lihat thesis dari mahasiswa/i-nya lho..
Misal:

http://www.algant.eu/algant_theses.php

http://www.emcl-study.eu/graduates.html

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 7 Comments »

EM Country Representative

Posted by emundus on July 13, 2013

Tidak semua orang tahu, ada yang namanya EM Country Representative.
Apa tugasnya?

Berdasarkan http://www.em-a.eu/en/ema/country-representatives.html

Country reps are ambassadors of EMA and Erasmus Mundus. Their aims are:

  • to serve as contact points for EMA at the national level
  • to help potential students in providing support and information to applicants for Erasmus Mundus
  • to promote Erasmus Mundus and European higher education in their countries
  • to support job placement and professional development of the Erasmus Mundus graduates in their countries
  • to work together with the EMA Regional Chapter

Untuk Indonesia:
emcr indonesia

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , | 6 Comments »

Press Clipings – EM Pre Departure 2013

Posted by emundus on July 9, 2013

http://www.bisnis.com/m/120-mahasiswa-indonesia-terima-beasiswa-erasmus-mundus

http://www.antarasumbar.com/berita/nasional/d/0/298676/120-mahasiswa-indonesia-peroleh-beasiswa-erasmus-mundus.html

http://www.tribunnews.com/2013/07/06/120-mahasiswa-dapat-beasiswa-ke-eropa

http://kampus.okezone.com/read/2013/07/06/373/832978/wow-umur-21-sudah-s-3

http://kampus.okezone.com/read/2013/07/06/368/832976/wih-erasmus-mundus-sudah-sebar-700-beasiswa

http://kampus.okezone.com/read/2013/07/06/368/832876/120-mahasiswa-kuliah-di-eropa-dengan-beasiswa-erasmus-mundus

http://www.beritasatu.com/nasional/124112-uni-eropa-tawari-mahasiswa-indonesia-beasiswa.html

dan masih banyak di situs berita lainnya..

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , | Leave a Comment »

Erasmus Mundus (2004-2013), akankah berlanjut?

Posted by emundus on June 23, 2013

Image

 

Gambar diambil dari http://www.lifelonglearningprogramme.org.uk/erasmus-for-all

———————-

Keterangan mengenai Erasmus for All bisa dibaca di link2 berikut:

http://ec.europa.eu/education/erasmus-for-all/

http://www.em-a.eu/en/erasmus-mundus/erasmus-for-all.html

———————-

Dan tentunya andalkan Google untuk perkembangan terbaru.

Keyword: “Erasmus for All”

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: | 2 Comments »

Informasi Mengenai Reserve List

Posted by emundus on June 1, 2013

Sebagai informasi, berikut adalah prosedur perpindahan dari reserve list ke main list secara umum.

Namun demikian dapat saja setiap konsorsium universitas memiliki kebijakan masing2 yang berbeda dari informasi di bawah ini:

  • Mengapa perlu ada reserve list? Karena setiap applicant dapat mendaftar maksimal di 3 program pasca sarjana Erasmus Mundus yaitu Erasmus Mundus Masters Course-EMMC atau Erasmus Mundus Joint Doctorate-EMJD. Apabila seorang applicant diterima di lebih dari satu EMMC /EMJD , maka ybs harus mengundurkan diri dari salah satu program tersebut.
  • Pengalaman sebelumnya untuk EM di Indonesia, ada sekitar 3-5 peserta yang mengundurkan diri dari main list setiap tahunnya karena diterima di program beasiswa lain (non-EM) ataupun alasan2 pribadi lainnya.
  • Setiap tahunnya sekitar 5-10 reserve list applicants dari Indonesia masuk ke dalam main list.
  • Bagaimana prosedur pindah dari reserve list masuk dalam main list? Ketika ada applicant yang berasal dari negara manapun mengundurkan diri dari main list, maka koordinator EMMC /EMJD akan melihat daftar urutan reserve list yang telah dibuatnya dan diserahkan ke Uni Eropa, kemudian menawarkan peluang main list ini kepada reserve list nomor 1 di daftarnya.
  • Dalam setiap program EMMC/EMJD terdapat quota maksimal 2 Awardees dari kebangsaan yang sama di dalam satu program. Apabila sudah ada 2 nationality / kebangsaan yang sama di dalam main list, maka coordinator akan mengambil reserve list yang berasal dari negara lain. Misalnya nomor 1-22 adalah applicant dari negara2 yang sudah terwakili sebanyak 2 orang di dalam main list, maka koordinator akan ambil reserve list no. 23.
  • Bila yang mundur dari main list wanita, maka koordinator kemungkinan akan mengambil reserve list yang wanita. Bila reserve list nomor 1-12 adalah pria, maka reserve list wanita nomor 13 yang akan masuk dalam main list. Tetapi hal ini tidak mutlak . Yang terpenting bahwa terdapat gender balance di daftar main list.
  • Kapan batas terakhir konfirmasi reserve list menjadi main list? Kira2 hingga bulan July. Dalam kasus khusus ada juga yang lewat dari bulan July.
  • Apabila seseorang pindah dari reserve list ke main list, maka koordinator EMMC /EMJD harus melapor ke Uni Eropa di Brussels untuk konfirmasi. Di sana kantor Uni Eropa akan memastikan bahwa koordinator sudah mengikuti aturan yang disebutkan di atas dan sesuai dengan daftar reserve list yang telah diberikan sebelumnya.

Tulisan ini disadur dari notifikasi email kepada Reserve List EM 2013.

Posted in Articles | Tagged: , , | Leave a Comment »

Pengumuman EM 2013 Action 1

Posted by emundus on May 20, 2013

Berikut adalah para penerima EM 2013 (main list).

Here is your winner !

Untuk alasan privasi, hanya inisial nama yang diberikan.

Contoh ([first name] / [last name] yang tercatat di konsorsium):

Irfan / Eka–> IE

Irfan / Eka Putra –> IE

Irfan Eka / Putra –> IP

Irfan Bachdim / Eka Putra –> IE

Selamat bagi kalian, dan sampai bertemu di Pre Departure 2013 (undangan menyusul ke email masing-masing).

https://emundus.wordpress.com/2013/05/13/pre-departure-2013/

EMJD:

TA Sustainable INdustrial CHEMistry

EMMC:

EV Master in Work, Organizational and Personnel Psychology
BN SEFOTECH.NUT “EUROPEAN MSC IN FOOD SCIENCE, TECHNOLOGY AND NUTRITION”
FB European Masters Program in Language and Communication Technologies
AF PERvasive Computing & COMmunications for sustainable development
UZ EUROPUBHEALTH – European Public Health Master
RH Sustainable Constructions under Natural Hazards and Catastrophic Events
DA European Master in Agricultural, Food and Environmental Policy Analysis
KK International Master of Science in Fire Safety Engineering
FH Erasmus Mundus MSc in Dependable Software Systems
FN European Master in Comparative Morphology
CR Joint European master in tribology of surfaces and interfaces
WP TRANSCULTURAL EUROPEAN OUTDOOR STUDIES
PP European Master’s Program in Computational Logic
IE Erasmus Mundus Master in Quality in Analytical Laboratories
RT ERASMUS MUNDUS Master’s programme in Industrial Ecology
AM Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling
DS INTERNATIONAL MASTER IN INDUSTRIAL MANAGEMENT
KD European Master in Distributed Computing
AR Common European Master’s course in Biomedical Engineering
AH EMMC STEPS – Erasmus Mundus Master Course in Sustainable Transportation and Electrical Power Systems
AA BioHealth Computing EM
OP Information Technologies for Business Intelligence
FR Erasmus Mundus MSc in Dependable Software Systems
CS PERvasive Computing & COMmunications for sustainable development
ZT Sustainable Constructions under Natural Hazards and Catastrophic Events
MH Joint International Master in Smart Systems Integration
II European Master in Distributed Computing
MW Euromaster on Theoretical Chemistry and Computational Modelling
KK Master Course in Georesources Engineering

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , | 20 Comments »

Reserve List Erasmus Mundus

Posted by emundus on March 27, 2013

Diambil dari Facebook “Erasmus Mundus Indonesia”

Topik: Reserve List Erasmus Mundus

- Mengapa perlu ada reserve list? Karena setiap applicant dapat mendaftar lebih dari 3 program pasca sarjana Erasmus Mundus / Erasmus Mundus Masters Course-EMMC . Oleh karena itu apabila seorang applicant diterima di lebih dari satu EMMC, maka ybs akn mengundurkan diri dari salah satu EMMC. Dengan demikian seserta yang masuk dalam reserve list urutan teratas akan ditawarkan untuk masuk dalam main list;

- Pengalaman sebelumnya untuk EM di Indonesia, ada sekitar 3-5 peserta yang mengundurkan diri setiap tahunnya karena diterima di program beasiswa lain (non-EM) ataupun alasan2 pribadi lainnya;

- Setiap tahunnya sekitar 5-10 reserve list applicants dari Indonesia masuk ke dalam main list;

- Bagaimana prosedur pindah dari reserve list masuk dalam main list? Ketika ada applicant yang mengundurkan diri dari main list, maka koordinator EMMC akan melihat daftar urutan reserve list yang telah dibuatnya dan diserahkan ke Uni Eropa. Sesuai aturan maka koordinator program EM akan mengambil reserve list nomor 1 di daftarnya.

- Tetapi apabila nationality / kebangsaan dari reserve list nomor 1 (misalnya negara X) sudah ada dua orang di dalam main list, maka koordinator akan mengambil reserve list nomor 2. Misalnya nomor 1-22 adalah applicant dari Negara X, Y, Z yang sudah terwakili 2 orang di main list, maka koordinator akan ambil reserve list no. 23.

- Bila yang mundur adalah main list wanita, maka koordinator kemungkinan akan mengambil reserve list yang wanita. Bila reserve list nomor 1-12 adalah pria, maka reserve list wanita nomor 13 yang akan masuk dalam main list. Tetapi hal ini tidak mutlak tergantung dari keseimbangan gender di main list.

- Bagaimana kita tahu nomor urut reserve list seseorang? Bisa ditanyakan ke koordinatornya. Kalau tidak dijawab oleh mereka, Insya Allah bisa tanyakan ke saya karena saya punya daftarnya yang saya terima dari kantor pusat. Biasanya saya memperoleh data ini sekitar bulan April-Mei atau Juni setelah keluar pengumuman main list;

- Apabila seseorang pindah dari reserve list ke main list, maka koordinator EMMC harus melapor ke Uni Eropa di Brussels untuk konfirmasi. Di sana kantor Uni Eropa akan memastikan bahwa koordinator sudah mengikuti aturan yang disebutkan di atas dan sesuai dengan daftar reserve list yang telah diberikan sebelumnya;

- Sampai kapan kesempatan reserve list masuk dalam main list? Waktunya sangat beragam. Biasanya sebelum perkuliahan dimulai yaitu sekitar bulan July/Agustus. Tapi ada juga beberapa bulan setelah perkuliahan berlangsung.

Good luck untuk semua !

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , | 12 Comments »

Beasiswa tidak cuma Erasmus Mundus !!

Posted by emundus on February 8, 2013

Join juga dengan milis beasiswa di yahoogroups.

Kirim email kosong ke beasiswa-subscribe@yahoogroups.com, dan konfirmasi registrasi dengan klik link yang ada di email konfirmasinya.

Ini bukan promosi milis beasiswa. Tetapi dulu saya dapat Erasmus Mundus pun karena baca dari milis beasiswa. Ada banyak tipe beasiswa yang di-share di sini, tidak hanya S2 atau S3 saja.

Jangan lupa, kalau mau posting, baca dulu peraturan milisnya.

Contoh email dari milis beasiswa pagi ini:

Date: Thu, 07 Feb 2013 21:33:47 -0000
Subject: [beasiswa] [INFO] MSc Scholarships in Computer Science – 2013/14 – Venice (Italy)

The pre-evaluation procedure to enroll in the two-year MSc program in “Informatica – Computer Science” (www.unive.it/msc-computer-science), offered by Università Ca’ Foscari Venezia (Italy) for the academic year 2012/13, is open from Feb 1st to May 31st, 2013.

The program, which is taught in English and is suitable for students with diverse academic backgrounds, covers the theory and practice of a wide spectrum of fields in Computer Science and Information Technology, and allows students to pursue a minor in Statistics.

Three study plans, which include specific groups of related elective courses, are suggested: (1) Information Sciences and Intelligent Systems, (2) Software Dependability and IT Security, and (3) Information Systems and Statistical Analysis.

The requirements to apply are the following: Candidates must hold a university degree, equivalent to a tree-year (or four-year) Bachelor degree in Computer Science or related subjects (Computer/Electronic Engineering, Mathematics, Physics, Statistics, etc.); Candidates must be proficient in English (a B1 certificate is required, or a certificate attesting that the medium of instruction of the bachelor was English).

Candidates can ask for an on-line pre-evaluation of their qualification and school career (www.unive.it/evaluation) before starting the official enrolment procedure.
Only students who complete successfully the on-line pre-evaluation procedure by May 31st, 2013 can be awarded with the university international scholarships. Other regional scholarships are available, assigned on the basis of the family income.

This pre-evaluation procedure is particularly important for non-EU citizens residing abroad, who have to apply as early as possible (we suggest long before the deadline of May 31st, 2013). These students, once received a pre-acceptance letter, have to submit a further pre-enrolment application to an Italian Diplomatic Delegation in their countries, in order to pre-enroll and transmit us all the original documents, and to start as soon a possible a pretty long process to obtain an Italian Student Visa.

Posted in Articles | Tagged: , , | 1 Comment »

Berbagi cerita untuk EM Action 2

Posted by emundus on January 2, 2013

Tanggal 24 Desember, salah satu pengunjung blog ini meminta sharing untuk EM Action 2.

https://emundus.wordpress.com/comment-page-4/#comment-8720

Nah, karena saya sendiri pun asalnya dari Action 1, maka saya mengirimkan email ke milis internal EM Indonesia, meminta supaya ada yang berkenan untuk sharing.

Seminggu berlalu, dan ada 3 orang yang reply.
Berikut replynya:
1. Panggil saja dia “Kang Agy” (EM Action 1, sekarang sedang melanjutkan PhD di Kanada)
Saya sebenarnya gak ngerti juga awardee action 2…
Cuma hari ini, saya nemu di kompas.com tentang Beasiswa Erasmus Mundus Panacea ke Eropa…
Link nya:
http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/29/14191440/Beasiswa.Erasmus.Mundus.Panacea.ke.Eropa.Mau

Terus saya iseng menelusuri tnyt ada 3 project buat asia:
http://www.lotus.ugent.be/index.asp
http://www.expertsasia.eu/index.asp
http://www.panacea-mundus.eu/

Menurut saya sih kalau ada pertanyaan:
“kemana harus mencari informasi atau proses apa yg harus mereka lalui”
Sepertinya bisa langsung baca website bersangkutan, lihat persyaratan nya, siapkan dokumen2 nya dan apply langsung deh… Kemudian menunggu dan berdo’a kali ya… :)

2. Nabila
Saya awardee action 2 & mgkn bs turut membantu mjwb ptnyaan terkait action 2 di blog emundus.
Soal belum ada (dan telat balesnya sprti saya) karena setahu saya masih pada liburan jalan2 krna winter break. Saya jg bru tiba kemarin :)

3. Sahasika
Halo, saya awardee action 2. Cuma exchange sih sbnarnya. Bachelor lagi, hehehe.
Kalo sepengetahuan saya bedanya action tu dia g pindah2. Jd stay di satu univ di 1 negara tok.
Prosesnya sama lah. G ada interview. Semua online. Begitu sekiranya.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 3 Comments »

2012 in review

Posted by emundus on December 31, 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Click here to see the complete report.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Leave a Comment »

Berkomunikasi dengan penerima beasiswa Erasmus Mundus

Posted by emundus on November 15, 2012

“Saya tertarik program X nih, mohon dibantu dihubungkan dengan alumni program X dong, supaya saya bisa tanya2″. 

Pertanyaan semacam ini kerap kali muncul di dalam tanya jawab di blog ini. Namun, memang sedikit sekali yang bisa terlayani. Mengapa demikian?

Pertama, karena para pengasuh blog ini sifatnya adalah volunteer, maka belum tentu kami punya data para penerima beasiswa EM.

Kedua, kalaupun kami punya, ada yang namanya confidentiality. Belum tentu si penerima beasiswa senang bila emailnya dipublish di forum umum semacam ini. Kadangkala, bila ada waktu dan ada datanya, kami memforward request si peminat program X ke penerima beasiswa program X (alamat emailnya ditaruh di BCC supaya tidak ketahuan oleh si peminat). Bila memang si penerima beasiswa bersedia membantu, maka dia bisa reply ke si peminat, dan komunikasi bisa berlanjut di antara mereka.

Ketiga, karena di EM ini sifatnya bebas, tidak ada ikatan, maka tidak ada jaminan juga bahwa para penerimanya mau aktif untuk membantu anak-anak bangsa lainnya yang membutuhkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya ke tingkat lebih lanjut S2/S3, di luar negeri (Eropa).

Bila dibandingkan dengan beberapa beasiswa lain (yang saya tahu), EM memang tidak mengharuskan applicantnya untuk memiliki background aktivitas organisasi. Setelah lulus EM pun, tidak ada ikatan sama sekali bagi para penerimanya. Mau lanjut S3 boleh, mau kerja di Eropa boleh, mau kembali ke negara asal dan masuk dunia kerja boleh, mau jadi pengajar boleh.

Jadi, tentunya ada pilihan juga, mau aktif menyebarkan berita mengenai peluang EM dan membantu generasi berikutnya supaya bisa tembus EM, atau mau lebih fokus di aktivitas/pekerjaan, fokus di keluarga, dll. Pada intinya ini adalah pilihan masing-masing orang, dan tidak ada benar-salah. Semua kembali ke pribadi setiap orang.

Setiap orang mungkin memang punya cara masing2 untuk melakukan promosi EM versinya. Ada yang mungkin buka tanya-jawab di blognya, ada yang di facebooknya, dll. Namun, kalau bisa 1 platform dan 1 tempat, why not.. Tinggal subscribe saja di blog ini, kalau ada comment/post baru, maka notifikasinya akan masuk ke email yang bersangkutan. Kalau pas pertanyaannya berkaitan, luangkan sedikit waktu untuk bantu menjawab. Seharusnya tidak terlalu memakan resource dan waktu. Tetapi, again, ini sesuatu yang tidak bisa dipaksa ;)

Pada kondisi saat ini, baru saya agak tersadar, mengapa beasiswa lain mengharuskan kegiatan berorganisasi. Mungkin salah satu alasannya adalah supaya ada komunitas yang tercipta dari para penerima beasiswa tsb, dari berbagai keahlian, yang secara bersama mereka diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang lebih besar lagi, dibandingkan kalau masing2 berjalan dengan keahlian masing-masing.

————————-

Sedikit beralih topik. Kalau Anda datang ke acara presentasi EM yang marak ada di berbagai tempat, maka presenternya belum tentu penerima beasiswa EM lho. Saat ini kami memiliki beberapa volunteer promoter yang begitu aktif membantu promosi EM ini, ditanya2i layaknya orang yang sudah pernah menerima beasiswa EM, tetapi sejujurnya mereka pun belum mendapat kesempatan tsb.

Kontribusi mereka secara pribadi sangat saya hargai, dan saya kepikiran, ada jalur “titipan” ga ya di EM. At least volunteer2 yang saya maksudkan ini sudah kelihatan bagaimana kontribusinya, dan lebih bisa diharapkan untuk promosi EM di masa depan.

Nanti saya coba tanya2 deh tentang jalur titipan.. Semoga ada, dan semoga EM ga salah pilih penerima beasiswa lagi.

Salah satu perkataan bijak yang saya suka adalah “data/fakta yang tidak diketahui/tidak bisa dibaca orang lain adalah tidak berguna”. Jadi, buat saya, orang2 yang seharusnya bisa bantu memberi informasi, tetapi tidak memberikannya (entah alasannya apa), lebih baik sih ga usah dikasih beasiswa saja.

Tentunya statement di atas bukan berarti, point penilaian satu2nya adalah aktif organisasi lho ya. Aktif organisasi kalau nilai jeblok juga mungkin ga dilirik oleh konsorsium. Why?? Karena konsorsium sendiri pun dinilai oleh Komisi Eropa mengenai performance-nya. Inilah mengapa setiap tahun, program2 itu dievaluasi, ada yang keluar dari list beasiswa, digantikan oleh program lain. Dinilainya dari mana? Ya dari performance student2nya. Inilah mengapa, yang nilainya bagus, peluangnya lebih besar.

Tetaplah berjuang !!

Dan kalau tahun ini Anda dapat beasiswa EM, jadilah orang yang mau membantu generasi berikutnya. Salah satunya ya dengan bantu jawabin pertanyaan2 di blog ini ;) –> ini bukan promosi blog, tetapi untuk Indonesia, blog ini adalah one-stop blog untuk EM.. walaupun ga semua pertanyaan bisa dijawab secara memuaskan, karena sekali lagi, sifatnya adalah volunteer, bukan representative. Kalau ada yang nanya mengenai program di luar program saya, atau mengenai EMJD atau Action 2, ya susah jg jawabnya karena saya belum pernah mengalami semua itu. Kalau selama ini bisa dijawab ya dari hasil baca2 dan tanya2 ke orang yang lebih berpengalaman.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , | 35 Comments »

Coba yuk, step by step apply Erasmus Mundus

Posted by emundus on November 10, 2012

Artikel ini disarankan untuk dibaca oleh pemula yang belum tahu atau baru tahu sedikit mengenai beasiswa Erasmus Mundus (EM).

Khususnya yang berminat untuk menempuh jenjang S2 –> makanya nama programnya adalah EMMC alias Erasmus Mundus Masters Course.

Pertama, kunjungi list program2 yang ditawarkan oleh EM dengan membuka link ini http://bit.ly/EM-emmc

Kedua, di situ Anda akan menemukan lebih dari 100 program/jurusan yang bisa dipilih (semuanya bisa diambil dengan skema beasiswa EM) berdasarkan nama programnya. Anda bisa memfilter program sesuai kategorinya, misal: agriculture, health, science, dll untuk mempersempit program yang sesuai minat. Tetapi, bila ada waktu lebih, tidak ada salahnya dilihat seluruhnya karena siapa tahu pengkategoriannya kurang tepat, padahal bidangnya mungkin sesuai dengan minat Anda.

Ketiga, pilihlah satu (atau beberapa) program yang Anda minati, lalu kunjungi website program tsb. Untuk contoh ini, katakan saya tertarik dengan program “EMSD – European Master programme in Systems Dynamics”, maka saya masuk ke websitenya di http://www.europeansystemdynamics.eu.

Nah di halaman utama website ini, ada beberapa informasi yang bisa didapatkan, misalkan:

  • Mobility track (kuliah dimana saja, dan kapan): Starting in Bergen (Norway), then either in Lisbon (Portugal) or Palermo (Italy), and then finally in Nijmegen (The Netherlands).
  • Program ini tentang apa sih: learning how to initiate strategic change in organizations

Setelah itu Anda bisa beranjak untuk browsing ke menu2 yang ada di side bar. Dan ujung-ujungnya pasti mengenai bagaimana cara daftar.

Nah di halaman ini kelihatan, persyaratan pendaftarannya:

  • Ada background pendidikan S1 tertentu yang diharuskan.
  • Grade average (walaupun mereka tidak menulis mengenai IPK / GPA, tetapi kalau menggunakan standar Indonesia, secara implisit IPK 3 ke atas).
  • Syarat nilai TOEFL / IELTS
  • dll

Pertanyaan berikutnya, gimana cara daftarnya?

Masuk ke “Application Procedure” dan semuanya sudah tersedia di sana.

Jadi, ga susah dong untuk apply EM?

Memang butuh browse and click untuk membaca seluruh informasi yang ada.

Tetapi the effort would worth the scholarship.

Untuk program2 lainnya, baik EMMC maupun EMJD, step2 di atas kurang lebih sama, hanya saja alamat, tata letak, dan sitemap  websitenya yang berbeda.

Ingat, syarat setiap program beda2. Jadi kalau syarat2 di atas sepertinya “ketinggian”, coba cari program lain, mungkin saja ada program lain yang syaratnya lebih “longgar”. Itulah juga makanya kalau ditanya, “apa syarat daftar EM?”, susah untuk menjawabnya, karena tidak ada template syarat generik antar program.

Anyway, di kala saya mendaftar sekian tahun lalu, tidak ada petunjuk step by step seperti ini, jadi sekarang informasi mengenai EM sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Gunakan keterbukaan informasi ini untuk keuntungan Anda. Negara lain belum tentu punya forum tanya jawab semacam ini.

Selamat mencoba, dan semoga menjadi applicant yang sukses.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | 39 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,381 other followers