Pameran Beasiswa – Manado (12 Agustus 2017)

Uni Eropa dan Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara untuk pertama kalinya mengadakan Pameran Beasiswa pada:

Sabtu, 12 Agustus 2017
08:00-17:00
Auditorium Universitas Sam Ratulangi
Manado, Sulawesi Utara

Menampilkan Beasiswa dari Uni Eropa (Erasmus+), Belanda, Irlandia, Perancis, Jerman, Polandia dan Swedia.

Terbuka untuk umum dan gratis

Pendaftaran pengunjung di:
http://bit.ly/infobeasiswaeu2017

Advertisements

Strategi Itu Penting

Sebagaimana sudah saya katakan di beberapa posting yang lalu, belakangan ini saya memang cukup sering menggunakan jasa layanan Uber untuk menunjang aktivitas saya. Besarnya biaya untuk layanan transportasi Uber, ditentukan oleh 2 komponen dasar: jarak dan waktu.

Misalkan saja (hanya untuk ilustrasi), harga per km adalah 3000 rupiah, dan harga per menit (waktu perjalanan) adalah 300 rupiah.
Maka, kalau perjalanan anda sepanjang 20 km, yang ditempuh dalam waktu 30 menit, biaya yang harus anda bayar adalah kurang lebih 69.000 rupiah.

Namun di kala jam-jam sibuk (misal: jam pulang kantor), dan ada banyak permintaan untuk suatu area tertentu (misal: area segitiga emas di Jakarta), maka Uber akan mengenakan yang namanya “surge price”. Ilustrasinya ada di gambar di bawah ini.

 

uber-surge

Surge price ini berfungsi sebagai faktor pengali dari tarif dasar.

Yang saya tahu, “surge price” ini adalah untuk menarik lebih banyak pengemudi Uber untuk masuk ke area yang sedang ramai ini, sehingga para pengguna Uber dapat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat. Lebih lengkapnya bisa dibaca di https://newsroom.uber.com/indonesia/informasi-mengenai-harga-ramai-surge-pricing/.

Jadi, menilik ulang contoh sebelumnya, kalau pemesanan anda itu kena surcharge 1,75x, maka jumlah yang harus dibayar menjadi sekitar 120.000 rupiah. Tentunya bagi pengemudi Uber, surge price ini merupakan peningkatan penghasilan yang signifikan (sehingga akan menarik lebih banyak pengemudi untuk masuk ke area yang sedang ramai).

Apa impact surge price bagi pengguna? 
Kebanyakan orang akan menunda perjalanannya, menunggu permintaan mereda (kembali ke tarif normal tanpa surge price atau mendekati tarif normal), baru melakukan pemesanan. Hal ini tentunya adalah perilaku yang wajar, karena pengguna menginginkan harga yang efisien. Namun, bagi Uber, perilaku seperti ini mengurangi jumlah pemesanan mereka.

Perubahan pada Uber minggu ini
Berdasarkan pengamatan saya pribadi, tampilan surge yang menakutkan itu sepertinya ditiadakan. Yang Uber lakukan adalah menampilkan hasil total estimasi biaya perjalanan (yang sudah memasukkan konsep surge, bila berlaku).

Dengan cara ini, pertimbangan pengguna adalah langsung ke hasil akhir, total estimasi biaya perjalanan. Misalkan dari titik A ke B, biasanya harganya 30.000. Namun, pada suatu waktu, harga yang muncul adalah 45.000 (bisa disimpulkan, bahwa surge 1,5x sedang berlaku). Namun, bagi pengguna yang tidak mau pusing, tinggal membuat keputusan apakah harga 45.000 ini memenuhi ekspektasi mereka (jadi pesan atau tidak).

Pertimbangan penggguna untuk membuat keputusan, disederhanakan oleh Uber, dengan harapan lebih banyak pengguna yang melakukan pemesanan (dibandingkan ketika masih menampilkan faktor pengali surge price).


Apa kaitannya dengan beasiswa?
Dari contoh di atas, kita melihat kekreatifan Uber dalam mengemas paket harganya. Dengan menghilangkan tampilan surge dan langsung menampilkan, bisa dibilang tidak ada perubahan konsep perhitungan biaya di sisi Uber. Namun, mereka memberikan nilai tambah bagi penggunanya (dan juga bagi Uber sendiri).

Bagi para pencari beasiswa, ada hal-hal yang mungkin sudah tidak bisa diubah (apalagi kalau sudah lulus), misal saja: nilai IPK, prestasi akademik yang sudah dicapai, kegiatan organisasi yang sudah diikuti. Namun, ada juga hal-hal yang masih bisa diusahakan, misalnya: nilai TOEFL/IELTS, motivation letter, recommendation letter.

Kembali ke contoh Uber di atas, intinya adalah bagaimana mengemas komponen-komponen dasar aplikasi beasiswa yang anda miliki, supaya menjadi suatu kemasan yang menarik bagi pemberi beasiswa. Dengan kata lain, bagaimana caranya menonjolkan diri di aplikasi beasiswa, sehingga menjadi kandidat serius yang bisa dipertimbangkan untuk diberikan beasiswa.

Tidak ada suatu ilmu atau konsep generik untuk hal ini. Perlu pemahaman mengenai apa yang anda punyai, dan apa yang beasiswa harapkan, supaya anda bisa merumuskan suatu konsep aplikasi yang diharapkan bisa “tembus” dan mendapatkan beasiswa.

Memang konsep pemikiran ini sepertinya agak abstrak dan tidak konkret (harus melihat case by case untuk merumuskan strategi yang tepat), tetapi ini adalah salah satu pekerjaan rumah anda sebagai pencari beasiswa (yang pada waktunya nanti, semoga status itu berubah menjadi penerima beasiswa).

Selamat berjuang !! 🙂

Kapan saatnya apply beasiswa? (SEKARANG)

Bagi anda yang sudah eligible, bulan-bulan ini adalah bulan yang tepat untuk mengajukan beasiswa Master degree Erasmus+.

Daftar lengkap programnya (ada 101 program yang ditawarkan untuk tahun ini) bisa ditemukan di:
https://eacea.ec.europa.eu/erasmus-plus/library/emjmd-catalogue_en


Bagaimana cara apply-nya?

  1. Dari daftar yang tersedia di atas, pilihlah program yang kira2 Anda minati
  2. Masuk ke websitenya, untuk membaca lebih dalam mengenai isi program tersebut secara lebih seksama

Supaya lebih relevan, langsung saja saya berikan contoh:

Misalkan saja, saya adalah seorang lulusan Ilmu Komputer, dan saya berminat untuk program “BDMA – Big Data Management and Analytics”.

Maka, langkah berikutnya, saya mengunjungi website BDMA, yaitu di http://bdma.univ-tours.fr/bdma/.

Di website ini, beragam informasi bisa ditemukan, misalnya:

  • Keunggulan BDMA (di sini)
  • Struktur mobilitas (akan kuliah dimana saja, selama menempuh program ini, di sini)
  • Gelar yang akan diperoleh, dan skema penilaian (di sini)
  • Kalender akademik (di sini)
  • Isi program (di sini)
  • Dan yang terpenting, prosedur pendaftaran (di sini)

Semoga cukup jelas sampai di sini. Intinya berbagai informasi penting mengenai beasiswa tersebut, ada di website program tersebut.

Jadi, segeralah bergegas, sebelum waktu pendaftaran berakhir !!

Semoga kita bisa ketemu di acara Pre-Departure 2017 !!

Bagi yang bisa hadir, jangan lupa ada rangkaian kegiatan EHEF, minggu depan (sudah dibahas di sini).

 

 

European Union Scholarships Fair, Medan (19 October 2016)

European Union Scholarships Fair

List of Exhibitors:

Embassy of Ireland | Study in Sweden – Swedish Embassy | Embassy of Poland | Campus France – IFI | DAAD Germany | Nuffic Neso Netherlands | Uni-Italia | European Union

More information:

http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/11109/european-union-visits-medan_en

EHEF 2016 is coming

Sebagaimana tahun2 sebelumnya, tahun ini, kembali akan diadakan European Higher Education Fair.

Ada 3 kota yang akan dituju tahun ini:

  • Yogyakarta (2 November 2016)
  • Jakarta (5-6 November 2016)
  • Surabaya (8 November 2016)

Book your schedule on those dates !!

Petunjuk lebih lengkap bisa cek di website http://ehef-indonesia.org/

EHEF visitors

Fosbury Flop

Kemarin ini, saya menghadiri sebuah pelatihan di Jakarta.

Dalam pelatihan ini, salah satu materi yang diberikan, yang saya rasa bisa dikaitkan dengan pencarian beasiswa, adalah mengenai “Fosbury Flop”.
Saya coba Google, salah dua artikel yang menarik bisa dibaca di sini:

https://the16percent.com/2013/06/12/it-depends-on-how-you-define-flop/

http://jamesclear.com/dick-fosbury

dick-fosbury-mexico-city-high-jump

(Gambar diambil dari http://jamesclear.com/)

 

Seperti bisa dibaca di artikel tersebut, sebelum Fosbury bisa membuktikan konsepnya, banyak ejekan, banya ketidak percayaan.
Namun, di sini lah dibutuhkan keberanian untuk melangkah sesuai “kata hati”.

Bagaimana dengan beasiswa?
Kalau dilihat, syarat2 beasiswa kan itu-itu saja: ijazah, transkrip nilai, nilai kemampuan bahasa Inggris, dll.
Apa yang bisa membedakan adalah hal-hal yang sifatnya “subjektif” (tidak hitam putih), misalnya: motivation letter, statement of purpose, CV yang mudah dibaca, dll.
Tentunya banyak contoh dokumen2 tersebut yang tersedia di internet, maupun di komunitas pencari beasiswa, yang bisa dijadikan referensi.

Namun, perlu diingat, dokumen milik si A yg sudah mendapatkan beasiswa, belum tentu cocok untuk si B.
Perlu untuk bisa “membaca” kemauan pemberi beasiswa itu kira-kira seperti apa, dan untuk hal tersebut, butuh usaha “lebih”.

Tidak ada benar salah, hanya pastikan saja jangan sampai menyesal di masa depan, karena waktu tidak bisa berulang.
Gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk investasi masa depanmu.


Apa itu beasiswa Erasmus+?
Bisa baca di: https://emundus.wordpress.com/selamat-datang/

Cara daftarnya?
Bisa baca di: https://emundus.wordpress.com/2012/11/10/coba-yuk-step-by-step-apply-emmc/

 

Erasmus+ Bukber dan Baksos 2016

Pada Jumat, 1 Juli 2016, Erasmus+ (yang dikoordinasikan oleh Indonesia Country Representative, Eva Sulistiawaty dan Ira Yulianti) mengadakan acara bukber dan baksos di Panti Asuhan Muhammadiyah, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Acara ini diikuti oleh 52 anak penghuni panti asuhan tersebut dan sejumlah penggurus panti.

IMG-20160702-WA0011

20160701_152825

Dukungan donasi untuk acara ini diberikan oleh 45 donatur individu dan 1 donatur institusi (EU Delegation to Indonesia and Brunei).

Donasi diberikan dalam bentuk uang tunai serta dalam bentuk barang yang berupa minuman teh kotak, es bubur sumsum, tas backpack EU, kaos, dan pakaian layak pakai.

Donatur perseorangan berasal dari berbagai komunitas maupun tempat kerja, yang merupakan teman-teman ataupun alumni/student Erasmus+.
20160701_162214

IMG-20160702-WA0021

Acara bukber dan baksos ini, juga diisi oleh teman-teman dari alumni Erasmus Mundus yang mengadakan “kelas inspirasi” bagi para anak-anak di panti, dengan tujuan untuk memberikan inspirasi bagi mereka dalam menetapkan cita-cita setinggi-tingginya dan termotivasi untuk mencapainya walaupun dengan berbagai keterbatasan.

IMG-20160702-WA0022

IMG-20160702-WA0027

IMG-20160702-WA0029

IMG-20160702-WA0031

IMG-20160702-WA0030

IMG-20160702-WA0032
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu berbagai aspek dalam penyelenggaraan acara ini.

Selamat Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan dan selamat berlibur bagi teman-teman semua.

Sampai jumpa lagi dalam event2 Erasmus+ berikutnya.