Refleksi Diri – Bagi yang masih S1

Untuk refleksi diri saja.. Terutama mereka yang masih di bangku S1.

Belajar S1 dengan baik, raih nilai tinggi, buat publikasi2 penting, lalu dapat beasiswa Erasmus+..

Ketika lihat ke belakang, tidak ada yang perlu disesali karena kerja keras yang berbuah manis..

Maaf kata, buat apa terlalu sibuk ikut kegiatan ini itu kalau membuat kuliah tidak terpegang dan nilai jadi jeblok. Buat apa terlalu pusing ikut campur polemik ini itu kalau itu mengalihkan fokus dari tanggung jawab untuk belajar dengan baik.

Catatan tambahan:

Tidaklah salah ikut berorganisasi dan kegiatan2 kemahasiswaan selama kuliah karena akan membuka perspektif dan melatih nilai-nilai kerja sama, adaptasi, sosialiasi, dan nilai baik lainnya. Harus pintar-pintar bagi waktu supaya bisa seimbang antara mengikuti kuliah dengan kegiatan luar kuliah.

Kalau sudah meraih impian2 itu, silahkan untuk sibuk sana sini, komentar sana sini, ikut polemik ini itu.

Karena waktu tidak bisa berulang. Menit yang baru dilalui saja tidak bisa diulang. Apalagi nilai S1 ??

Padahal salah satu persyaratan utama beasiswa pada umumnya adalah nilai S1. Jadi kalau senjatamu tidak siap, bagaimana mau berkompetisi dengan aplikan lainnya?

retrospect

5 thoughts on “Refleksi Diri – Bagi yang masih S1

  1. Maaf kata, buat apa terlalu sibuk ikut kegiatan ini itu kalau membuat kuliah tidak terpegang dan nilai jadi jeblok. Buat apa terlalu pusing ikut campur polemik ini itu kalau itu mengalihkan fokus dari tanggung jawab untuk belajar dengan baik.

    petikan alinea di atas sepertinya baiknya dipermanis. karena yang saya tahu, sebagian besar dari mereka yang dapat beasiswa (atau sukses dibidangnya sekarang) adalah yang tidak hanya belajar. tapi ikut kegiatan dan polemik ini itu sambil tetap melakukan tanggung jawabnya untuk belajar. karena jika hanya belajar di ruang kelas, tidak akan bawa kamu any further. imho :))

    • Terima kasih utk sarannya, pendapat anda benar..

      Mohom dipahami, konteks saya di tulisan ini adalah utk pencari beasiswa. Untuk beasiswa2 tertentu, seperti Erasmus+ pengalaman organisasi tidak mutlak disyaratkan.

      Saya tidak bilang melarang ikut kegiatan.. Tetapi kegiatan yang membuat nilai jeblok, untuk apa?😉

      Memang agak keras kata2nya, tetapi kadang baru bisa sadar kalau tegurannya keras. Daripada sudah lulus S1 baru menyesal.

      Semoga jelas.
      Thanks ya.

      • followers anda kan banyak. jika penulisannya seperti itu khawatirnya dedek-dedek gemesh yang masih sekolah, nelan mentah2. padahal ikut organisasi itu broaden knowldege dan mengasah softskill. kalau ikut kegiatan lalu nilai jeblok, jelas itu salah individunya yang gabisa bagi waktu.

        salah 1 contoh dr bbrp teman saya yg aktif organisasi dan jg berprestasi adalah: mantan presiden BEM UNiversitas saya, memang agak telat lulusnya. tapi nilainya baik, beasiswa s2 di jerman dan sekarang lg pursue doktoralnya di jerman juga (beasiswa juga).

        saya paham maksud anda.
        tapi, menjelekkan kegiatan ini itu (tanpa memperjelasnya) juga kurang bijak🙂

        maaf, jika kurang berkenan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s