Jawaban yang Tepat saat Wawancara

Hari ini saya mau melanjutkan pembahasan mengenai “wawancara”. Post ini masih berhubungan dengan post sebelumnya. Konteks yang mau saya bahas mengenai “jawaban yang tepat”.

Salah satu pertanyaan klasik yang hampir selalu muncul saat interview adalah “mengapa pilih perusahaan ini, bukan perusahaan lain (yang setara atau yang lebih besar)”.

Di sesi wawancara kemarin, saya memvariasikan pertanyaannya menjadi “kenapa pilih bank, bukan industri lain yang terkait latar belakang pendidikan” (secara ketiga kandidat ini semuanya dari teknik: 1 dari kimia, 1 dari penerbangan, 1 dari kelautan).

Salah satu kandidat menjawab bahwa dia sudah memutuskan untuk beralih dari latar belakang tekniknya karena saat ini lebih tertarik ke dunia finansial dan bisnis.

Jawaban seperti ini menimbulkan keraguan bahwa si kandidat ini minatnya suka berubah-ubah. Bisa saja saat ini dia tertarik ke bank, lalu kalau tahun depan tertarik ke bidang lain, maka pindah kerja lagi? Hal ini sehubungan dengan investasi perusahaan untuk program Management Trainee yang jumlahnya besar, sehingga tentunya para trainee diharapkan bisa bekerja lama untuk perusahaan.

recruit

Pertanyaan lanjutan yang saya tanyakan adalah “kenapa pilih bank ini (sebut saja bank X), bukan bank besar lainnya seperti bank A, bank B?”

Salah satu kandidat menjawab karena dia sudah membaca nilai-nilai bank X, dan dia merasa dirinya sangatlah sesuai karena memiliki nilai-nilai yang sama dengan bank X.

Jujur, saya agak sebal dengan jawaban2 “idealis” semacam ini. Jadi saya bertanya “apakah kamu sudah baca nilai-nilai bank A dan bank B?”. Si kandidat bilang “Belum”.
(Kalau dia bilang sudah, saya akan tanyakan apa nilai-nilai bank A dan bank B hehe..)

Anyway, jadi mana bisa ditarik kesimpulan seperti jawaban dia sebelumnya. Jawaban dia sebelumnya itu adalah jawaban yang “menghindar” (semoga anda mengerti point saya di sini).

Saya lebih menghargai kandidat yang menjawab “Saat ini lowongan yang sedang dibuka hanyalah untuk bank X. Dan setelah saya mempelajari data-data ketiga bank ini, saya berpendapat bahwa bank X merupakan salah satu bank yang sehat dan secara finansial cukup kuat. Jadi, dalam hal ini, saya memilih bank X.”

——————–
Setelah kurang lebih 1,5 jam, saya meminta ketiga kandidat ini untuk membuat final statement mengapa merekalah yang harus dipilih (dibandingkan kedua kandidat lainnya).

Kandidat pertama sangat sopan, dia tidak membahas mengenai kedua pesaingnya, dia hanya menonjolkan mengenai dirinya saja (mengulang prestasi-prestasi di CVnya).

Kandidat kedua mengatakan bahwa dia tidak tahu kualifikasi kedua pesaingnya, tetapi dia merasa dia unggul karena bisa menjawab seluruh pertanyaan di interview dengan baik.

Kandidat ketiga menjawab bahwa dia menunjukkan dirinya seperti apa adanya, dan “melempar balik” ke panelis, untuk menilai apakah dirinya yang terbaik atau bukan.

Sejujurnya, tidak ada jawaban benar/salah mengenai final statement ini. Yang perlu saya lihat di sini adalah “keyakinan” dalam menjawab.

——————–
Anyway, dari share di atas, apa benang merah yang bisa diambil ?
1. Perlu strategi dan pikiran yang seksama dalam menjawab. Karena dari satu pertanyaan, bisa berlanjut ke pertanyaan-pertanyaan berikutnya.
2. Jangan “lari” atau menghindar dari pertanyaan karena akan menimbulkan keraguan apakah anda orang yang suka lari dari tanggung jawab.
3. Ketika diberi kesempatan untuk menunjukkan superioritas anda, jangan malu-malu. Karena di dalam dunia bisnis, terkadang persaingan itu begitu ketat. Kalau terlalu malu-malu, bisa-bisa kalah dalam kompetisi.

Bayangkan kalau anda sudah apply Erasmus+ dan konsorsium cuma punya 1 sisa beasiswa nih, apakah anda akan “pasrah” saja, atau anda akan memberikan semua alasan untuk konsorsium memilih anda ?

Secara ideal, semua yang punya kualifikasi setara, seharusnya diberikan beasiswa. Tetapi, seringkali dunia tidak seindah itu, dan tindakan anda mungkin menentukan apakah anda yang jadi pemenang atau pecundang.

Happy Saturday !!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s