Pengalaman naik GoJek

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba pilihan layanan transportasi baru yang sedang ramai diperbincangkan akhir2 ini, GoJek. Jarak yang saya tempuh sekitar 2 km saja.

gojek-2-800x438

 

 

 

 

Abang GoJek pertama ramah, ngajak ngobrol menerangkan mengenai servis GoJek, dan menjelaskan bahwa sedang ada promo. Kalau dia bisa dapat 10 order dalam 1 hari (terlepas dari jarak tempuh dan jumlah argo), maka dia akan dapat bonus tambahan 50rb rupiah. Namun dia mengatakan bahwa saat ini, dia tidak terlalu “ngoyo” karena sedang berpuasa. Saya adalah penumpang ketiganya di hari tsb, jam 11.30 siang.

Setelah menyelesaikan urusan, saya kembali order GoJek untuk kembali ke tempat asal. Abang GoJek yang kedua ini juga ramah dan sopan. Tetapi, dia lebih cenderung fokus pada jalanan dan lebih cepat mengendarai motornya.

Saya bertanya ke dia mengenai promo 10 order sehari tsb. Dengan bersemangat dia menjelaskan bahwa dia sangat senang dengan promo tsb, karena bisa bawa pulang uang lebih banyak untuk keluarganya. Dan ternyata, di jam 12.30 siang itu, saya adalah pelanggan ke-9-nya di hari tsb. One more to go.

Dia juga bercerita, dia berusaha untuk bisa mendapatkan 20 order, karena ada bonus tambahan lagi kalau bisa mencapainya. Tetapi sejauh ini dia baru berhasil maksimal 18 order per hari.

Apakah di hari tsb, si abang kedua berhasil mencapai 20 order? Saya tidak tahu.

Tetapi kalau lihat bahwa masih jam 12.30 siang, masih ada sekitar 8 jam tersisa untuk dia bekerja; lokasi dia di kawasan Sudirman (banyak permintaan short trip); peluang itu ada.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil?
1. Peluang itu ada.
2. Fasilitas sama (handphone + aplikasi + motor).
3. Strategi itu penting, untuk mencapai 10 order, mungkin tidak bisa mengambil orderan yang jauh2, lebih baik ambil orderan yang short trip saja.
4.  Merumuskan mimpi dan tujuan itu perlu. Abang pertama terlihat bahagia dan puas dengan apa yang didapatnya. Abang kedua mgkn puas kalau bisa dapat paling tidak 10 order sehari. Keduanya sepakat berkata bahwa rejeki sudah ada yang mengatur.
5. Pada akhirnya, kemauan dan niatan itulah  yang menentukan hasil yang kita dapat.

Mau beasiswa? Impian yang bagus.
Usahanya gimana?
Tinggal pilih mau seperti abang yang pertama atau yang kedua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s