Brosur EM versi singkat

Beasiswa Erasmus Mundus (atau sekarang disebut juga Erasmus+), Action 1, menyediakan kesempatan beasiswa untuk jenjang S2 (disebut Erasmus Mundus Masters Course) dan S3 (disebut Erasmus Mundus Joint Doctorate).

Program apa saja yang ditawarkan / bisa dibiayai dengan beasiswa EM?
Hanya program-program yang tertera di link berikut:
EMMC: http://bit.ly/EM-emmc (hati-hati dalam penulisan link, capital matters)
EMJD: http://bit.ly/EM-emjd (hati-hati dalam penulisan link, capital matters)

url

Bagaimana cara mendaftarnya?
Untuk EMMC saya pernah buatkan step by step-nya, bisa ditengok di link berikut:
https://emundus.wordpress.com/2012/11/10/coba-yuk-step-by-step-apply-emmc/comment-page-1/

Berapa besar beasiswanya?
Untuk EMMC, category A (dengan syarat: dalam 5 tahun terakhir, tidak beraktivitas utama di Eropa selama lebih dari 12 bulan), amountnya adalah EUR 24000 per tahun.
(terbagi menjadi: 8000 untuk tuition fee; 12000 untuk biaya hidup selama 12 bulan; 4000 untuk relokasi dan biaya lain-lain)

Untuk EMJD, amountnya lebih besar lagi (pls check the program), tetapi subject to tax (besaran tax-nya berbeda antar negara), karena PhD dianggap sebagai “pekerjaan”, sehingga beasiswanya sebagai “pendapatan” (bukan grant).

Kapan buka pendaftarannya dan pengumumannya?
Pendaftaran buka sekitar September/Oktober setiap tahunnya.
Deadline penutupan sekitar 1-2 bulan sejak pendaftaran dibuka.
(Pls check the program’s website for exact dates).

Pengumuman final sekitar April/Mei.
Mulai kuliah sekitar September tahun berikutnya (winter semester).

Sekarang masih bulan Mei, adakah yang bisa dilakukan untuk persiapan?
Banyak yang bisa dilakukan.
Bisa pilih2 program yang dituju (melalui link di atas).
Baca syarat2nya (biasanya tidak terlalu berubah dari tahun ke tahun).
Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan (terjemahan, legalisir, dll).
Coba dipikir siapa yang layak untuk memberi rekomendasi.
Bisa coba-coba mengarang indah untuk motivation letter juga.

Selamat mencoba !!

2 thoughts on “Brosur EM versi singkat

  1. Ada pertanyaan yang lupa ditanyakan di event scholarship day tadi, untuk reccomendation letter, haruskah dari dosen yang mengajar atau cukup dari Kajur atau rektor yang sedang menjabat sekarang ? *Karena cukup sulit juga, mengatur kecocokan waktu antara dosen dan waktu kita sendiri yang juga sudah sibuk dengan kerjaan masing – masing🙂

    • Hmm, surat rekomendasi bisa saja diminta via email atau telp.
      Jadi tidak harus tatap muka langsung, karena pemberi rekomendasi pun perlu waktu untuk menyusun surat yang diminta.
      Apalagi, kalau rekomendasinya sudah ada template form tertentu (beberapa program punya template sendiri).

      Setelah suratnya selesai, kan bisa dititipkan, misal: di tata usaha atau di tempat lainnya, atau diposkan.

      Dengan demikian, seharusnya, kecocokan waktu tidak menjadi persoalan ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s