Terjemahan Dokumen

Hal ini seringkali ditanyakan.
Sebab itu, saya tulis saja artikel ini, jadi kalau ada pertanyaan yang muncul, bisa di-refer ke sini.

url
(Gambar diambil dari http://www.scps.nyu.edu/academics/departments/foreign-languages.html)

Secara general, beberapa opsi yang memungkinkan adalah sbb:
Opsi 1: very ideal
Si institusi yang mengeluarkan dokumen tsb, juga menyediakan versi bahasa Inggrisnya. Sebagai contoh, beberapa universitas menyediakan ijazah dan transkrip dalam bahasa Inggris.

Opsi 2: translate sendiri, minta dicap oleh institusi
Dalam hal institusi tidak menyediakan versi bahasa Inggris, maka kalau institusinya setuju, bisa saja, kita sebagai applicant yang translate sendiri, lalu minta dicap oleh si institusi.

Suatu ketika, saya pernah membutuhkan raport SMP dan SMU untuk apply beasiswa. Ketika saya menanyakan hal ini kepada SMP saya, mereka bilang “translate saja sendiri, si X juga tahun lalu melakukan hal yang sama untuk apply di NTU (univ di Singapore)”. Jadilah saya mencoba contact si X, dan meminta templatenya.

Kalau pada kondisi anda, anda tidak ada template yang bisa dicontoh gimana? Ya buat saja sendiri yang serupa dengan dokumen yang anda butuhkan. Berkreasilah dengan MS Word, MS Excel dan program sejenis lainnya. Yang penting adalah contentnya, bukan layoutnya.

Perlu diingat ya, untuk opsi ini, harus ada persetujuan institusi terlebih dahulu. Artikel ini tidak bisa dijadikan acuan/referensi untuk “memaksa” institusi anda menyetujui hal ini.

Opsi 3: translate oleh sworn translator
Misal: akte lahir.
Opsi ini adalah yang paling resmi, karena sworn translator adalah jabatan resmi, dan standar ini berlaku di berbagai negara. Namun, drawbacknya adalah ada harga yang harus dibayar. Biasanya per lembar/dokumen.

Kalau mau hemat, coba nego supaya dihitungnya per dokumen saja. Misal, anda butuh 5 terjemahan akte lahir. Maka harga yang dihitung adalah harga terjemahan 1 akte lahir (misal: IDR 50rb), ditambah harga “legalisasi” 4 akte lahir lainnya (misal: IDR 10rb per copy akte lahir).

Opsi 4: translate oleh sworn translator, lalu di-certified as true copies oleh notaris
Anyway, kalau nego di opsi 3 gagal, masih ada cara lain. Anda terjemahkan 1 akte lahir saja di sworn translator, lalu cari kantor notaris yang mempunyai cap “certified as true copies” (pastikan capnya dalam bahasa Inggris). Biasanya, harga “certified as true copies” lebih murah dari harga terjemahan.

FYI, mengenai list “sworn translator” dan “notaris”, bisa dicari di arsip milis beasiswa (di yahoogroups).

Opsi 5: opsi paling repot
Kalau persyaratan mengharuskan dokumen diterjemahkan/dilegalisasi oleh Kedubes atau Kementerian tertentu (misal: Depkumham, Depdagri, Depdiknas), maka luangkan waktu yang cukup untuk mengurus dokumen2 tsb, karena menurut mereka yang sudah merasakan, prosesnya cukup panjang. Silahkan dipertimbangkan apakah worth it untuk melakukan terjemahan, atau better cari program lain😉 The call is yours..

9 thoughts on “Terjemahan Dokumen

  1. Trimakasih infonya, saya berencana mendaftar S2 ke Singapura. Kemarin sudah masukkan ijazah dan transkrip ke sworn translator. Di lembar informasi yang dikirim kampus yang saya tuju tertulis ‘translated and certified true’, ini maksudnya bisa cukup ke sworn translator saja (krn sudah tersumpah) atau harus minta legalisir kampus lama yang menyatakan kalau dokumen itu benar adanya?
    Juga di lembar untuk mencari student pass, disitu ada ditulis mengenai keperluan akta lahir yg asli, nah haruskah akta lahir ini di translate juga?atau bawa yang asli seperti yang terulis?mohon infonya, terima kasih.

    • Dengan sworn translator saja seharusnya cukup.
      Anyway, kalau Singapura, seharusnya mereka “dekat” ya dengan mahasiswa/i Indonesia.
      Dalam artian, anda pasti bukan mahasiswa/i pertama yang masuk ke univ tsb, jadi (asumsi saya) pihak akademik di Singapura pasti lebih bisa memberikan jawaban yang tepat, karena mereka sudah ada pengalaman dengan mahasiswa/i Indonesia terdahulu.

      Untuk dokumen, sebaiknya selalu ditranslate ke Bahasa Inggris, karena apa artinya dokumen, kalau isinya tidak dimengerti oleh orang yang menerimanya😉

  2. Saya berencana akan mentranslete dok akte kelahiran di sworn, Saya masih sedikit binggung, apakah setelah di translete, mereka akan mengcap (legalisir)? Apakah harus legalisir lagi di kantor catatan sipil? Atau sudah cukup dengan cap sworn tadi? mohon balasannya tks

  3. Kak akte saya sudah ada bahasa inggrisnya(keluaran tahun) tapi ada bebrapa kata dalam bahasa indonesia, apa harus di translate lagi oleh sworn?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s