Motivation Letter #4: How to Start

plateful

Anggaplah/ilustrasikanlah bahwa menulis motivation letter seperti mengisi sebuah mangkuk dengan bahan makanan.

Anda sebagai chef-nya, bahan makanan adalah kisah-kisah anda, dan pemberi beasiswa adalah konsumen anda.

Oya, mangkuk adalah batasan jumlah halaman/jumlah kata untuk motivation letter.

Dengan demikian, tentunya anda akan berusaha membuat sajian yang sebaik mungkin (dari sisi/sudut pandang anda).

——————

Bagi pada pemula, memulai membuat motivation letter bukanlah hal yang mudah (I’ve been there).

Beberapa tips/langkah yang bisa saya sarankan:

Pertama, ambil waktu dan tempat dimana anda bisa relax. Jernihkan pikiran anda dari hal-hal lain, dan mulailah membayangkan, misal: hal-hal hebat yang pernah anda lakukan, nilai-nilai personal yang memotivasi anda, aktivitas anda yang mempunyai impact besar, cita2 anda yang sangat ingin anda capai, visi anda beberapa tahun ke depan, dsb. Jangan lupa, sediakan alat tulis dan catatan (cara manual konvensional ini buat saya lebih efektif dibandingkan menggunakan laptop/tablet).

Kedua, anggap saja anda punya mangkuk yang super besar. Jadi, apa pun yang muncul di benak anda (pada tahapan ini, jangan filter idenya, tuliskan saja), segera tulis di catatan (kalau bisa gunakan 1 lembar kertas saja supaya kelihatan semua topiknya dan bagaimana hubungannya satu dengan yang lain). Tidak perlu rapi-rapi menulisnya. Buat coretan sesuai ide anda, hubungkan satu topik dengan yang lain. Hal ini nantinya akan mempermudah anda dalam meng-organisasi-kan ide2 tersebut.

Kalau anda pernah dengar mengenai “mind map”, metode ini cukup efektif untuk mengorganisasikan ide2 anda.

Salah satu contohnya (catatan, gambar di bawah ini hanya untuk ilustrasi saja, bukan mind map untuk motivation letter):

lit_review_1_0

 

(diambil dari http://emedia.rmit.edu.au/learninglab/sites/emedia.rmit.edu.au.learninglab/files/lit_review_1_0.png)

 

 

Contoh lain: http://www.mindmapinspiration.com/wp-content/uploads/2009/06/motivation-mindmap.jpg

 

Ketiga, setelah anda kira2 punya cukup materi, atau pikiran anda sudah lelah (istirahat dulu, tidak usah dipaksa), maka barulah tengok ke  mangkuk yang sebenarnya. Kalau mangkuk tsb lebih kecil, barulah anda filter supaya bahan2 terbaik saja yang masuk. Kalau mangkuk tsb lebih besar, maka luangkan waktu di masa depan, untuk melakukan brainstorming lagi.

——————

Nah, pertanyaan berikutnya mungkin adalah, kalau sudah ada bahan2nya, lalu bagaimana peng-organisasi-an tulisannya?

Hal ini akan saya bahas di artikel berikutnya.

Sementara ini, anda siapkan saja dulu “bahan” anda.

Semoga bermanfaat.

9 thoughts on “Motivation Letter #4: How to Start

  1. Saya sedang ambil Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Swasta di Jakarta dan bukan alumni ITB, UI, UGM atau universitas pada lotus I II dan III, apakah saya bisa melamar Lotus Unlimited?

    • hal ini sudah disebutkan di artikel Lotus Unlimited:
      https://emundus.wordpress.com/2013/08/10/lotus-unlimited-erasmus-mundus-action-2-scholarships/
      We are very happy to draw your attention to the fact that not only students from our partner universities in Indonesia, Institut Teknologi Bandung and Universitas Gadjah Mada, can apply for a scholarship in the framework of this project but also students from other universities in Indonesia are welcome to apply for a scholarship

      kalau anda sudah meneliti webnya Lotus Unlimited, ada jawaban lebih lengkapnya:
      http://www.lotus.ugent.be/index.asp?p=1685&a=884
      Eligibility criteria for South-East Asian students
      TARGET GROUP 2. Either you must be registered at a SEA Higher Education Institution which is not a partner in the project or you need to have obtained a university degree or equivalent from a SEA institution (again at the time of submitting your application).

      ada 2 pilihan: exchange atau degree student.
      lengkapnya bisa baca di: http://www.lotus.ugent.be/index.asp?p=884&a=884
      buka juga link2 lainnya, ada banyak informasi di web tsb.

    • Kak mau tanya, apakah stiap motivation letter itu harus mengungkapkan tokoh – tokoh yang terkemuka di dunia yang menjadi inspirasi kita, kemudian menuliskannya dalam motivation letter kita ya kak ?🙂

      • Haha.. tidak ada benar salah dalam motivation letter.
        Karena akan tergantung perspektif dan subjektivitas dari pembaca motivation letter tersebut.
        Intinya, kita sebagai pencari beasiswa, mencoba memikirkan kira2 motivation letter seperti apa yang cocok menggambarkan diri kita, dan bisa “menonjolkan” diri kita untuk dianugerahi beasiswa.

        Kalau saya sebagai pemberi beasiswa, karena saya dari latar belakang eksakta, saya lebih suka yang konkrit dan tidak mengawang-awang.
        Tetapi, orang lain, punya penilaian lain.

        Jadi, cobalah sebaik mungkin dan jangan pernah menyesali hal yang sudah anda kerjakan semaksimal mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s