Insights from EHEF Jakarta today

Hari ini, berjaga di Booth European Union (EU) dari dimulainya EHEF pukul 11 tepat sampai kesudahannya, membuat saya sempat agak “keleleran”. Saya harus mengacungkan jempol bagi para pengunjung yang datang atas antusiasme dan kehausan mereka akan informasi. Walaupun ada kami ber-14 di booth EU, aliran pengunjung yang deras dan tanpa henti membuat kami harus bergantian untuk mengistirahatkan fisik dan pita suara, karena masih ada 1 hari lagi untuk EHEF. Walaupun, untuk besok akan ada beberapa tenaga bantuan baru yang datang untuk melayani serbuan pengunjung EHEF.

Tidak hanya suara yang habis, brosur2 yang sedianya dijatahkan untuk 2 hari, 90% sudah habis hari ini. Bagi yang sifatnya fotokopian, malam ini ada cukup waktu untuk memperbanyak material. Namun, bagi yang sifatnya cetakan, tidak mungkin melakukan pencetakan hanya dalam 1 hari. Jadi, bagi yang datang di hari kedua EHEF, jangan kecewa kalau brosur dan materi yang disediakan, mungkin, tidak sevariatif hari pertama.

Namun, pada kesempatan ini, saya ingin menekankan bahwa tujuan akhir yang diidam-idamkan oleh banyak orang, yaitu “beasiswa”, sama sekali tidak terkait apakah Anda punya banyak brosur, atau tidak punya brosur sama sekali. Statement saya ini sekaligus juga untuk meng-encourage teman-teman di lokasi selain Jakarta dan Medan, dua kota dimana EHEF diselenggarakan. Seringkali saya nyatakan dalam blog ini, bahwa untuk Erasmus Mundus, seluruh informasi tersedia di internet, dan bisa diakses oleh semua orang. Jadi, punya brosur atau tidak, kesempatan Anda untuk mendapatkan beasiswa tetaplah sama. Tinggal bagaimana kesiapan diri Anda untuk apply ke beasiswa ini.

Anyway, dalam post ini, ada beberapa hal yang saya rasa menarik untuk dibagikan ke para follower blog ini. Pendapat yang saya utarakan adalah pendapat pribadi semata dan tidak untuk menyinggung siapa pun. Scope pembicaraan adalah seputar EM Action 1, untuk program S2 EMMC dan S3 EMJD.

Ada 1 komentar (sambil ngomel) “Gimana sih Erasmus Mundus, apa2 lihat di website …”

Secara umum, syarat mungkin sama: TOEFL/IELTS, motivation letter, recommendation letter, academic transcript, dll. Tetapi, begitu ngomong specific requirement, maka akan ada beragam variasi, tergantung programnya. Program EM ada banyak, syaratnya pun berbeda-beda. Program A butuh TOEFL iBT minimal  90, program B butuh minimal 100.

Tentunya, Anda ingin mendapatkan informasi yang paling update kan? Nah, untuk hal itu, solusinya cuma 1, cek langsung di website program bersangkutan.

Apakah syarat berbeda-beda ini untuk menyusahkan applicant? Tentu tidak, simply karena setiap program membutuhkan level “keyakinan” yang berbeda-beda untuk menilai applicantnya. Karena di sisi lain, setiap penyelenggara program (konsorsium) harus mempertanggung jawabkan juga pencapaian programnya kepada EU.

Internet? Dibandingkan beberapa tahun lalu, akses internet saat ini rasanya ada dimana-mana dan mudah didapat dengan biaya yang ekonomis (paling tidak, masih ada warnet yang tarifnya 6000/jam).
Tidak suka baca softcopy? Ya tinggal di-print.

Banyak pertanyaan “apa sih tips n trik biar pasti dapat beasiswa?”

Jujur, pertanyaan ini gampang2 susah.. Kadang, bukannya kita (yang sudah pernah dapat beasiswa EM) tidak mau memberikan tips n trik, hanya saja kita juga bingung apa ya jawaban benarnya. Kalau dari sisi saya pribadi, saya cuma memberikan “my best effort” pada saat mencoba apply beasiswa.

Apa artinya best effort? Baca requirementnya, pelajari deskripsi di website. Kalau belum mengerti, coba baca lagi 3-4x. Masih belum mengerti juga, coba bertanya. Demikian pula pada saat menyiapkan dokumen, kalau scan/fotokopi, buatlah dokumen yang jelas. Kalau ada yang belum di-translate, translate-lah supaya konsorsium bisa membacanya. Kalau ada hal-hal yang membutuhkan penjelasan tambahan, lakukan itu. Karena data/prestasi berharga yang tidak diketahui oleh orang lain adalah sia-sia.

Terkait motivation letter, banyak juga yang bertanya, point apa sih yang harus ditekankan? Bagi saya, motivation letter tak ubahnya Anda sebagai seorang sales, yang ingin “menjual” diri anda dan kualifikasi anda kepada si pemberi beasiswa, supaya Andalah yang mendapatkan beasiswa tsb, bukan orang lain. Kalau mau dibilang narsis, ya bisa jadi nyerempet2 ke sana, tetapi narsislah yang bisa Anda pertanggung jawabkan, kalau2 jualan Anda dibeli oleh si pemberi beasiswa.

Banyak pertanyaan “bisa/ga sih part time  sambil kuliah?”

Nah menurut saya, ini cara pandang yang perlu diubah. Mungkin terlalu banyak dengar di media cetak, elektronik, dll, banyak mahasiswa/i Indonesia yang part-time sambil kuliah. I’m not against part-time, tetapi kalau Anda sudah sempat baca2 dan cari tahu mengenai beasiswa EM, mungkin Anda sudah tahu kalau amount beasiswanya adalah EUR 24,000/tahun. Sebuah jumlah yang cukup (sangat) besar, yang seringkali membuat iri mahasiswa/i dari beasiswa lain dan mahasiswa/i lokal. Jumlah ini harusnya cukup bagi gaya hidup seorang student.

Jangan terbuai cerita/pengalaman orang lain

Belum lama ini di milis beasiswa, ada email masuk mengenai seseorang Indonesia yang mendapatkan beasiswa EUR 3400/bulan !!! (compare dengan EM yang EUR 1000/bulan) Tetapi orang ini mengalami kesulitan bahasa dalam kuliah (padahal kuliahnya bahasa Inggris lho !!). Dan orang ini gak biasa masak dan cuci baju sendiri. Jadi, mau cari “pembantu” untuk cuci dan beres2 apartemen.

Ya, ini sih kasus langka sekali. Saya tidak bilang kalau Anda tidak bisa dapat beasiswa sebesar itu. Hanya saja, always prepare for the worst case. Janganlah menjadi penerima beasiswa yang cengeng dan manja.

Cuci baju?  Tinggal beli sabun cuci, dan gunakan mesin otomat yang banyak tersedia. Kalau malas menjemur, sekalian sewa mesin pengering.

Bahasa? Ya, untuk itulah ada TOEFL/IELTS, untuk memastikan Anda ga akan keteteran kalau kuliah dengan bahasa Inggris. Saya punya seorang teman, dia dapat beasiswa di Italia, dalam bahasa Italia, dengan jumlah beasiswa yang sangat minim (EUR 400/bulan) !! Dia berangkat ke Italia hanya bermodalkan kamus dan beberapa buku percakapan yang dia beli di Kwitang (sebelum dipindahkan), tanpa persiapan belajar bahasa.

Bayangkan apa jadinya setelah dia sampai di Italia. Bulan2 pertamanya sangat menyedihkan dan penuh tekanan. Ga ngerti materi kuliah, ga bisa ngomong bahasa Italia, uang sangat pas-pasan dan harus benar2 berhemat. Namun, sekarang? Dia sudah lulus, mendapatkan gelar S2, fasih berbahasa Italia, bekerja di Eropa, dan siap melanjutkan S3. Lihatlah kemana mimpimu dan tekadmu dapat membawamu meraih hal-hal yang mungkin sulit terbayangkan di awal, walaupun jalan kesana penuh tantangan.

Know your goal and ACT !!

Banyak orang datang ke booth hari ini, dan bilang “saya mau beasiswa S2 di bidang X, kira2 program apa / univ apa ya yang cocok untuk saya?”.. Hahaha.. seandainya dunia seindah itu.

Sebagian besar penjaga booth EU punya pandangan “no free lunch” dan bahwa kita hanya memberikan kail, bukan menyuapi dengan ikan. Dalam artian, kami selalu menyarankan “lihat websitenya, pilih programnya, baca lagi detailnya, ikuti langkah2nya, dll”. Sebab, proses2 awal ini adalah ujian awal Anda sebelum menempuh jenjang S2 dengan beasiswa.

Toh nantinya sebagai mahasiswa/i, pada saat kuliah Anda tentunya akan menjumpai tantangan2 baru, dimana Anda dituntut untuk kreatif dan bisa menemukan solusi baik untuk memecahkan tantangan Anda.

Ada juga beberapa orang tua yang sangat aktif bertanya mengenai beasiswa, sedangkan si anak hanya manggut2, tengok2 kanan kiri depan belakang, dan kelihatannya tidak interested. Agak lucu sih melihat pemandangan ini. Dalam hati saya bertanya, ini yang mau sekolah bapaknya atau anaknya ya..

Well, sudah jam 11 malam, semoga kalau ada orang2 yang membaca tulisan ini, dan besok datang ke EHEF, hindari membuat kesalahan yang sama. Dan jadilah pejuang2 beasiswa yang tangguh. Sukses untuk Anda semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s