Scholarship Hunting Sharing

Well, artikel ini kebetulan saya temukan dari hasil iseng2 mencari di Google.

Selain memuat informasi mengenai Erasmus Mundus, artikel ini juga memuat keteranganmengenai beberapa beasiswa lainnya. Tips dan trik juga tersedia di situ, so silahkan dibaca.

Linknya: http://lambrtz.blogsome.com/2008/02/06/scholarship-hunting-sharing/

Wah keduluan sama saudara Sunu dalam mbikin tutorial pencarian beasiswa master…ya sudah, buat Anda yang mau cari beasiswa, bisa lihat tutorialnya di sini. Saya nambahi yang belum Ada aja. Fokus saya adalah untuk beasiswa Master dan sedikit Doctoral untuk bidang Teknik dan IPA.Sebelumnya, status saya di sini adalah pencari beasiswa master, basa Jawane “master scholarship hunter” hehehe D . Jadi, bapak-bapak, ibu-ibu, para pembaca blog sekalian, saya adalah saingan kuat Anda sekalian. Walaupun demikian, demi kemajuan bangsa, negara, ilmu pengetahuan, dan peradaban, saya ingin membagi ilmu dan pengalaman saya. Hahahahaha…. (sombong banget ya). Akan tetapi, maafkan kemalasan saya untuk mencantumkan alamat website langsung. Keterangan bisa Anda dapat di website pencari website ) .Sekilas Tujuan

Kalau Anda melihat di bagian internasional kampus Anda ataupun internet, banyak sekali beasiswa yang ada. Negara-negara tujuan yang pernah saya temui beasiswanya, urut dari GMT muter berlawanan arah jarum jam kalau dilihat dari atas kutub utara : Irlandia, Inggris Raya, Perancis, Swiss, Belanda, Jerman, Norwegia, Italia, Swedia, Finlandia, Rusia, Arab Saudi, India, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Australia, Cina, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat. Ini belum termasuk program yang pesertanya kuliah di beberapa universitas, seperti AUN Seed Sandwich Program dan Erasmus Mundus, yang memungkinkan Anda untuk kuliah di tempat “aneh” seperti Malta. Saya yakin masih banyak juga beasiswa ke negara lain. Mau informasi lebih lanjut? Silakan tanya Mbah Google D . Tapi saya punya petunjuk untuk beberapa negara.

1. Jepang. Mau belajar mesin, elektro, Jepang jagonya. Masalah budaya, Jepang jagonya. Buktinya, walaupun budaya asing masuk, budaya tradisional masih tetep terjaga. Ada beberapa beasiswa, mulai dari undergraduate sampai doctoral. Monbukagakusho, siapa yang gak tahu? Silakan cek website kedubes Jepang. Biasanya, deadline untuk Research Student itu Mei. O ya, sebelum jadi mahasiswa Master, Anda harus jadi Research Student dulu, baru setelah lulus ujian masuk, bisa jadi mahasiswa Master.

Seperti telah diketahui banyak orang, ada 2 macam beasiswa Monbukagakusho : Embassy Recommendation (G2G) dan University Recommendation (U2U). Ingat, istilah G2G dan U2U hanya ada di Indonesia, jadi waktu berkorespondensi jangan pake istilah itu. Kalau anda mau ikut program U2U, pastikan universitas tempat Anda menenmpuh S1 memiliki kerja sama dengan universitas di Jepang tempat Anda ingin menempuh studi Master. UGM, tempat saya S1, misalnya, punya kerja sama dengan beberapa universitas, seperti Tokyo University, Kyoto University, Kyushu University, Ritsumeikan University, dan Saga University. Makanya, buat para lulusan SMA yang pingin master di Jepang, mendaftarlah ke universitas yang memiliki kerja sama dengan universitas di Jepang.

Studi postgraduate di jepang pake sistem research. Mahasiswa lebih banyak penelitian daripada ikut kuliah. Kalau ada kenalan yang di sana, bisa tanya langsung. Langkah awalnya sangat sulit : kontak dengan profesor di sana. Dari merekalah Anda mendapat surat penerimaan (Letter of Acceptance / LA) yang dipakai untuk mendaftar beasiswa. Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh.

i. Cari halaman website profesor yang Anda inginkan menjadi pembimbing Anda menggunakan search engine.
ii. Kirimkan email ke beliau dalam bahasa Inggris / Jepang, isinya kurang lebih :

  • Perkenalan diri.
  • Nyatakan kalau Anda ingin menjadi bimbingan.
  • Pengalaman studi / research.
  • Bidang ilmu yang ingin dipelajari (yang spesifik).
  • CV, bisa berupa attachment ataupun tulis langsung di bawah email utama.
  • Kalau perlu, attach juga makalah skripsi Anda dalam bahasa Inggris. Ini tidak wajib, walaupun ada beberapa universitas seperti Hokkaido University yang menyarnakan demikian.

iii. Tunggu beberapa hari. Tidak banyak orang Jepang yang bagus berbahasa Inggris, dan mungkin profesor yang Anda kirimi salah satunya. Bisa juga karena saking sibuknya, mereka tidak punya banyak waktu mengecek email. Saya dulu menunggu 10 hari karena profesornya baru saja pulang dari USA.

iv. Kalau sudah dapat balasan, sebaiknya jangan minta LA! Ini kesalahan saya dulu, dan barangkali karena itu profesornya ngambek, ga mau bales email berikutnya. Berbasa-basilah dulu, misalnya tanya proyek yang sedang dilakukan.

v. Kalau sudah mantap, dan Anda sedang mendaftar Monbukagakusho, bisa minta LA

Selain Monbukagakusho, Anda juga bisa mendaftar beasiswa lain seperti AYF, Inpex, Hitachi, dll. Tapi ingat, syarat dan ketentuan berlaku. Hitachi, misalnya, cuma menerima pendaftar dari kalangan akademisi alias dosen. Deadline AYF dan Hitachi sekitar November.

2. UK / Inggris Raya. Sistem universitas di UK sangat berbeda dengan di Indonesia. Predikat bukan cum laude dkk, tapi berupa honour. Kalo masuk first class honour, bisa langsung PhD tuh.

Di sana, ada 2 macam master program : taught dan research. Taught biasanya cuma 1 tahun, sedangkan research bisa 1 atau 2 tahun, tapi biasanya dilanjutkan langsung PhD. Untuk yang research, biasanya mereka meminta upper second honour (2.1) dari universitas yang mengadopsi sistem Inggris. Tapi saya pernah tanya ke Universitas Cambridge, mereka meminta seorang calon dari Indonesia untuk memiliki gelar master terlebih dahulu.

Beasiswa seperti Overseas Research Student dan Chevening (kalau tidak salah) biasanya untuk program research. Cuma, yang Chevening ini mensyaratkan penglaamn kerja dan umur (lagi2 kalau ga salah) minimal 25 tahun. Buat saya masih 5 tahun lagi itu ) ). Untuk yang taught programmes, biasanya ga ada beasiswa, jadi….no info. Tapi ada juga beasiswa lain yang spesifik program dan latar belakang. Saya pernah menemui beasiswa dari Manchester University untuk Computer Science. Cuman ya itu : karena minta master, ya saya dulu ga jadi daftar.

3. Irlandia. Kurang lebih sama seperti Inggris.

4. Perancis. Syarat utamanya 1 : Anda harus bisa bahasa Perancis. Penduduk Perancis terkenal akan ketidaksukaannya memakai bahasa Inggris, karena konon katanya ingin Bahasa Perancis bisa jadi bahasa internasional. Tentang sistem pendidikan, saya kurang tahu, tapi yang jelas ada 2 macam universitas : Grand ecoles, dan universitas biasa. Grand ecoles buat orang2 yang kualfikasinya tinggi.

Beasiswa yang pernah saya temui ada 2 : Eiffel, dan satu lagi yang disediakan kedubes Perancis. Untuk mendaftar kedua beasiswa ini, Anda harus sudah diterima universitasnya (atau barangkali mendaftar? Pokoknya cobalah tanya pemberi beasiswa ataupun universitas yang bersangkutan mengenai hal ini –> kalau mau mendaftar beasiswa Eiffel gimana caranya). Untuk Eiffel, beasiswa Master hanya untuk bidang Engineering Science.

5. Jerman. Ada 2 beasiswa yang saya tahu : DAAD dan KAAD. DAAD hanya menerima PNS, pegawai BUMN, atau dosen. KAAD dari organisasi Katholik, tapi kok di formulirnya mereka juga ada isian mengenai agama lain? Mungkin dari agama lain bisa diterima, tapi tetep yang diprioritaskan mereka yang beragama Katholik. Deadline keduanya kalau tidak salah sekitar September – Oktober.

6. Belanda. Di Belanda banyak program berbahasa Inggris, jadi Anda tidak harus bisa bahasa Belanda. Beasiswa yang ada misalnya Stuned dan HSP Huygens. Stuned hanya menerima mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja. HSP Huygens terbuka bagi Anda fresh graduate atau yang lulus paling lama 2 tahun sebelum mendaftar beasiswa, dengan nilai yang aduhai. Kalo saya melamar yang HSP Huygens ini. Aturan mainnya kurang lebih seperti Perancis. Anda harus mendaftar program yang terakreditas oleh CROHO (ga tahu apa itu? silakan cari di Google :p) dan mendapat surat nominasi dari satu universitas di Belanda. Deadline beasiswa awal Februari, tapi banyak universitas yang mengharuskan calon mahasiswa yang ingin mendaftar beasiswa untuk mengirim formulir aplikasi antara 1-15 Desember tahun sebelumnya. Misalnya, TU Delft 1 Desember, dan VU Amsterdam 15 Des (untuk tahun 2007).

6. Swedia. Pendaftaran master dan PhD universitas2 di Swedia terpusat secara online. Pada dasarnya biaya pendidikan di Swedia gratis. Beasiswa disediakan oleh Swedish Institute untuk menutupi beaya hidup. Aplikasi dibuka awal Desember sampai awal Februari. Orang Swedia juga mahir berbahasa Inggris, jadi Anda yang ga jago bahasa Swedia tapi jago bahasa Inggris tidak perlu khawatir. Konon katanya mulai 2009 mereka akan memberlakukan tuition fee bagi orang dari luar Uni Eropa. Mari kita tunggu kelanjutannya….

7. Swiss. Untuk mendaftar beasiswa ini, Anda harus bisa salah satu dari 3 bahasa yang dipakai di sana : Perancis, Jerman, Italia. Deadline sekitar pertengahan tahun.

8. Erasmus Mundus. Beasiswa ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapat double degree di 2 universitas dari beberapa universitas yang berpartisipasi dalam sebuah program dari banyak program Erasmus Mundus. Ada beberapa program Erasmus Mundus, masing-masing dengan bidang ilmu sendiri dan universitas yang dianggap sudah maju untuk bidang ilmu tersebut. Untuk program yang saya daftar, EuMI, misalnya, ada 3 universitas yang berpartisipasi : University of Edinburgh, University of Trento, dan RWTH Aachen. Deadline akhir tahun, antara akhir November sampai akhir Januari. Seleksi sangat ketat, karena tidak ada jatah untuk tiap negara. Artinya, Anda bisa saja ditandingkan dengan lulusan dari Zambia atau Trinidad & Tobago, dan karena Anda menganggap remeh mereka padahal mereka punya skill dan latar belakang yang lebih bagus, Anda malah kalah (teror mental…berhasilkah?).

9. AUN Seed. Ini Erasmus Mundusnya ASEAN, tapi khusus Teknik. Peserta adalah lulusan dari universitas terkemuka di ASEAN yang menjadi anggota AUN Seed. Mahasiswa akan kuliah di universitas yang diserahi program untuk salah satu bidang ilmu tertentu. Misalnya, untuk untuk gelar Master Teknik Informatika di King Mongkut’s Institute of Technology in Ladkrabang, Thailand, Teknik Elektro di Chulalongkorn University, Thailand, dan Teknik Geologi di UGM (untuk pendaftaran tahun 2008). Sedangkan untuk PhD, Anda bisa memilih untuk tetap di universitas tempat Anda mengambil Master, atau mengambilnya di Singapura semua (NTU/NUS), atau ikut sandwich program : sebagian di universitas semula, sebagian di Singapura atau Jepang (seingat saya sih begitu).

Untuk beasiswa ke tempat lain, saya kurang berkompeten.

Persyaratan

Dalam mencari beasiswa, perhatikanlah beberapa hal berikut :

1. Anda mahasiswa tahun terakhir? Kalau sempat (artinya, ga mengganggu skripsi Anda), silakan cari informasi mengenai beasiswa mapun univeristas yang ingin ingin Anda daftar. Seorang teman saya mengontak profesor di Jepang pada dia masih mahsiswa, dan begitu lulus dia tinggal meminta Letter of Acceptance untuk mendaftar beasiswa. Ini contoh yang bagus (Iyo ra Fik? D ). Lakukan juga langkah seperti di nomor 2.

2. Anda fresh graduate? Anda bisa memilih untuk mengikut cara saya : brute force. Silakan urus penerjemahan dokumen-dokumen berikut ke dalam bahasa Inggris (kalau belum dalam bahasa Inggris), sekaligus minta legalisirnya, baik untuk fotokopi dokumen aslinya maupun terjemahannya.

  • Akta kelahiran
  • Ijazah / Surat Tanda Kelulusan SMA (yang ada nilai EBTANAS / UAN nya itu lo)
  • STTB SMA
  • Ijazah S1
  • Transkrip S1

Jangan lupa urus passport juga, sekalian minta legalisir.

3. Tes Bahasa Inggris. Syarat yang diminta biasanya TOEFL 550 – 600 (pada bidang studi ilmu sosial biasanya lebih tinggi) atau IELTS 6.0 – 7.0. Kalau Anda melamar untuk beasiswa ke Eropa / Australia / USA, saya tidak menyarankan untuk memberi kopian TOEFL Like maupun Institusional. Silakan ambil TOEFL International atau yang Internet Based atau IELTS. Walaupun mahal (sekitar 1,5 sampai 2 juta rupiah), peluang Anda lolos lebih besar. Walaupun demikian, ada juga teman saya yang bisa lolos sampai Jepang dan Arab Saudi hanya dengan nilai TOEFL Like.

Pengalaman saya, saya dulu nekad ambil IELTS yang USD 175, padahal belum pernah tahu IELTS itu kaya apa. Di Yogyakarta tes cuma 2 minggu sekali, dan itu adalah tes terakhir tahun 2007. Habis daftar, saya download materi2 latihan dari internet dan belajar sendiri di rumah. Saya juga sempat latihan bareng adik kelas saya yang menghabiskan masa kecilnya di Jerman, jadi ngomong bahasa Inggrisnya juago banget…eh kok jago ya, dia kan perempuan :p. Akhir 2007, saya dapet hasilnya dan memang tidak mengecewakan (hehehe…tahu euphemisme ini kan? Halah sok ga tahu, artinya BAGUS BANGET! Hahahaahaha). Ya saya memang PD dengan kemampuan bahasa Inggris saya, walaupun ga sebagus mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Cuma buat yang ga PD dengan bahasa Inggrisnya, saya sarankan jangan nekad; kalo gagal, bisa nangis. Mendingan coba ambil TOEFL Like dulu. Kalo hasilnya memang bagus, bisa coba yang beneran.

4. Deadline. Anda gak mau kan gagal nglamar beasiswa cuma gara2 telat sehari?

5. Perhatikan aturan main beasiswanya bener2. Perhatikan apa saja beaya yang ditanggung, lama masa studi, tata cara mengisi formulir, dll. Kalau Anda seperti saya yang masih tetep pingin jalan-jalan setelah lulus, ya ambil program yang ga meminta kontrak. Kalau Anda ngotot ngambil beasiswa yang mengharuskan Anda untuk kembali ke Indonesia, ya jangan menyesal kalau nanti bermasalah.

6. Letter of Motivation / Letter of Intention / Statement of Purpose. Banyak sekali program yang mengharuskan Anda untuk membuat dokumen ini. Surat ini sangat penting, karena selain menunjukkan motivasi dan rencana Anda ke depan, di sini lah Anda memiliki kontrol penuh. Silakan cari tutorial pembuatannya di internet. Banyak beredar!

7. Pengiriman. Lagi, jangan pelit2. Kalau dalam negeri, pakailah paket ekspres. Sedangkan kalau ke luar negeri, bisa pake DHL / FedEx.

Terakhir, silakan ikut mailing list beasiswa@yahoogroups.com. Caranya, kirim email kosong tanpa subject ke beasiswa-subscribe@yahoogroups.com, habis itu tunggu sampai email Anda di-approve jadi anggota. Di sini ada banyak bersliweran informasi beasiswa untuk berbagai level.

Pesan saya, mengambil beasiswa + sekolah lagi adalah suatu investasi. Berkorbanlah sedikit di awal untuk keuntungan yang (jauh) lebih besar di akhir. Tentu saja tidak boleh lupa untuk bekerja keras di tengah. Ini adalah pekerjaan yang berat. Buat Anda yang kurang motivasi untuk sekolah lagi, lebih baik jangan, biar gak nambah2 saingan hahahaha ) ). Buat yang masih bimbang, pikirkanlah lagi. Mungkin terlihat keren kalo nama kita ada gelarnya MSc atau MA atau MBA, tapi untuk ndapetin itu susah sekali. Bisa repot kalo Anda tidak bermotivasi tinggi…

Sekian dan terima kasih.

Dari saingan berat Anda.

Referensi : dari berbagai situs beasiswa, universitas, dan mailist beasiswa@yahoogroups.com (terima kasih banyak buat Mr. Tony Pelita Hati, Mr. Anggiet Yoga Ariefianto, Mr. Togap Siagian, Mr. Yansen Darmaputra, dan pengguna mailist yang lain). Kalau ada informasi tambahan atau mau koreksi, silakan comment di bawah.

One thought on “Scholarship Hunting Sharing

  1. terima kasih atas link-nya ke blog saya.

    Btw, saya Nicholas Mario Wardhana, yang beberapa bulan yang lalu mengirim email menanyakan tentang Erasmus Mundus – Computational Logic. Sebelumnya mohon maaf, karena setelah dipikir-pikir saya kurang cocok dengan tema riset yang ditawarkan program tersebut, sehingga tidak jadi saya daftar.

    Saya kemarin mendaftar EuMI, yang temanya Informatics secara umum, dan nyaris lolos. Saya sebenarnya sudah diterima di programnya, tetapi kurang memenuhi kualifikasi untuk mendapat beasiswa. Jadi…ya ga jadi berangkat😀.

    Total saat ini saya sudah mendaftar 5 beasiswa dan sudah dinyatakan gagal pada 3 beasiswa, salah satunya EuMi tsb. Pengumuman untuk 2 sisanya pada bulan Mei, dan saya cukup PD untuk yang ini.

    Terima kasih atas bimbingannya selama ini. Oh ya, alamat blog ini saya add di blog saya ya.

    Well, good luck Mario.
    Silahkan saja di-add URLnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s