Bisakah menempuh program EM Action 1 dengan beasiswa EM Action 2 ?

aku-pasti-bisa

Gara-gara hari ini ada pertanyaan mengenai reserve list, saya jadi teringat kisah seorang teman saya (awardee E+ tahun 2014).

Tahun lalu dia diterima di salah satu program EM action 1 (yang listnya bisa dilihat di http://bit.ly/EM-emmc), dimana di program tersebut, salah satu anggota konsorsiumnya adalah TU Dresden, Jerman.

Nah, ternyata TU Dresden (secara institusi) juga tergabung dalam program EM Action 2 yang bernama “Swap and Transfer”.

Kalau dilihat di webnya “Swap and Transfer” http://www.swap-transfer.eu/partners.html, universitas asal S1 teman saya ini, tidak tergabung di partnerships ini.

Tetapi somehow, teman saya ini pada akhirnya bisa menempuh program EM tsb dengan berbekal beasiswa EM Action 2 “Swap and Transfer”. Sepertinya dia menggunakan “celah” target group 2.. (kalau penasaran, baca baik2 http://www.swap-transfer.eu/instructions.html).

Jadi, mungkin bagi teman2 yang sudah terima “kabar” dari konsorsium yang menyatakan diterima programnya, tetapi tidak diterima beasiswanya, coba cek univ2 konsorsium program tsb. Siapa tahu ada yang tergabung di Action 2, dan bisa memanfaatkan “celah” seperti teman saya tsb.

Transkrip diskusi Scholatalk#7 – Erasmus Mundus

fb-post

5:10pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬ created group “KELAS 2 #SCHOTALK7✌”
8:00pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬ added you
8:00pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Baiklah Beri tepuk tangan👏👏👏
Selamat dtg mas yansen
8:01pm, Mar 8 – Yansen: Halo semua terima kasih untuk antusiasme yang sangat besar.
Saya melihat daftar peserta, dimana banyak sekali universitas yang bergabung di sesi ini.
Semoga apa yang kita diskusikan malam ini bisa membawa manfaat bagi semua.

Nama saya Yansen, saya alumni Erasmus Mundus (yang saat ini namanya sudah diubah menjadi Erasmus+). Saya alumni tahun 2006-2008, sudah cukup lama. Tetapi semoga masih bisa memberikan sharing hehe..
8:05pm, Mar 8 – Yansen: Iya, ada 10 menitan nih kalo mau tanya2 santai
8:05pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Mungkin pada malu mas. Boleh lanjut sesi perkenalan.😊
8:05pm, Mar 8 – Yansen: Hmm.. Mungkin saya bahas ke materi langsung saja ya kalau begitu.. Nanti mungkin lebih enak tanya2 setelah ada materinya..
8:06pm, Mar 8 – Yansen: Saya sudah bagi materinya menjadi (1)-(12)
8:06pm, Mar 8 – Yansen: Part pertama (1)-(9) dulu ya, lalu kita tanya jawab
8:06pm, Mar 8 – Yansen: Baru dilanjut (10)-(12)
8:07pm, Mar 8 – Yansen: MARI KITA MULAI
8:07pm, Mar 8 – Yansen: (1) Erasmus+ (nama sebelumnya adalah Erasmus Mundus) adalah nama beasiswa yang diberikan oleh Uni Eropa untuk mahasiswa/i dari seluruh dunia (dari negara dunia ketiga, maupun negara berkembang). Terdapat 2 skema untuk beasiswa E+, yang lazim disebut Action 1 dan Action 2.

Perhatikan penjelasan berikutnya secara baik-baik supaya bisa mengerti perbedaan Action 1 dan Action 2.

Action 1 akan dibahas dari (2)-(9)
Action 2 akan dibahas dari (10)-(12)
8:07pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Baiklah silahkan mas.👍
8:07pm, Mar 8 – Yansen: (2)
ACTION 1
Peluang beasiswa yang dibuka adalah untuk jenjang S2 dan S3.

Kalau anda mencari beasiswa S1 atau staf akademik, sabar dulu ya, nanti akan dibahas di ACTION 2.

Ilustrasinya sebagai berikut:
Bayangkan anda pergi ke sebuah pesta pernikahan, dimana tersedia beberapa pondokan makanan:
Pondok A menyajikan kambing guling,
Pondok B menyajikan sate,
Pondok C menyajikan dimsum,
Pondok D menyajikan es krim,
Pondok E menyajikan bakso malang

Tolong camkan baik2, bahwa pada umumnya anda akan memilih “makanan yang anda sukai”, terlepas dari siapa yang berada di pondok tersebut untuk menyajikan hidangan.
8:08pm, Mar 8 – Yansen: (3)
Untuk Action 1, analoginya sbb:
Jenis makanan = Jenis program atau jurusan yang ditawarkan
Pondokan = Konsorsium (gabungan 3 universitas atau lebih yang bersama-sama menyelenggarakan program/jurusan tsb)
Penyelenggara pernikahan = Uni Eropa, melalui beasiswa E+

Dengan kata lain, di Action 1, yang anda pilih pertama kali adalah jurusannya terlebih dahulu. Setelah menentukan jurusan, anda bisa lihat universitas mana saja yang tergabung dalam konsorsium untuk jurusan tersebut.

Di mana anda bisa melihat daftar jurusan untuk Action 1?
http://bit.ly/EM-emmc (untuk S2) >> ada 118 jurusan
http://bit.ly/EM-emjd (untuk S3) >> ada 29 jurusan
8:09pm, Mar 8 – Yansen: (4)
Kalau anda sedang berada di dekat komputer, anda bisa coba cek misalkan link untuk S2 http://bit.ly/EM-emmc.
Anda bisa browsing lebih dari 100 jurusan yang ditawarkan di situ.
(Tolong jangan browsing jurusan2 tsb sekarang, lakukan nanti saja setelah sesi schotalk ini selesai !!)

Misalkan anda memiliki latar belakang urban studies, maka program yang paling atas ”4CITIES – UNICA Euromaster in Urban Studies” mungkin cocok bagi anda.
Nah, untuk mendapatkan informasi lebih detail, anda bisa meng-klik link yang terletak di kanan program tsb: http://www.4cities.eu/

Di website tersebut, anda akan tahu bahwa konsorsium 4Cities terdiri dari:
VUB Brussels,
ULB Brussels,
Universitat Wien,
University of Copenhagen,
Universidad Autonoma Madrid,
Universidad Madrid

Catatan:
Sebagaimana setiap pondokan memiliki penyaji yang berbeda-beda, demikian pula di Action 1. Setiap jurusan memiliki konsorsium yang anggota universitasnya berbeda-beda.
8:09pm, Mar 8 – Yansen: (5)
Berapa besar beasiswanya?
Bila anda berhasil mendapatkan beasiswa E+, maka per tahun anda akan mendapatkan EUR 24.000 yang terbagi atas:
EUR 12.000 untuk biaya hidup selama 12 bulan
EUR 8.000 untuk tuition fee (langsung dipotong oleh konsorsium)
EUR 4.000 untuk biaya relokasi dan travel
Asuransi kesehatan juga disediakan.

Jumlah di atas adalah jumlah yang sama untuk seluruh penerima beasiswa E+ action 1.
>> Terlepas dari jurusan apa yang anda ambil
>> Terlepas dari mau pergi sendiri atau membawa keluarga
>> Terlepas dari universitas atau negara mana tujuan anda
8:09pm, Mar 8 – Yansen: (6)
Mobilitas.
Di Action 1, anda akan kuliah di minimal 2 universitas (bisa saja lebih).
>> Untuk saya, saya kuliah tahun pertama di Bolzano, Italia, dan tahun kedua di Vienna, Austria.

Gelar.
Ada konsorsium yang memberikan joint degree (1 ijazah ditandatangani ramai2 oleh seluruh universitas di konsorsium tsb).
Ada juga konsorsium yang memberikan multiple degree (1 ijazah dari tiap universitas yang pernah dikunjungi).
>> Untuk saya, saya dapat ijazah dari 2 universitas

Periode pendaftaran.
Pembukaan sekitar Oktober setiap tahunnya
Deadline bervariasi, ada yang Desember sudah tutup pendaftaran
Harus lihat di website jurusan yang diminati.
8:09pm, Mar 8 – Yansen: (7)
Persyaratan untuk daftar?
Cara daftar?
Dokumen apa yang harus dilengkapi?
Bolehkah daftar lompat jurusan (jurusan S1 tidak berhubungan dengan jurusan S2)?
Bolehkah daftar sebelum lulus S1 (untuk jenjang S2)?
Dll dll

Semua pertanyaan anda harusnya sudah terjawab di website masing-masing jurusan.
Jadi, pilih programnya dulu, lalu baca isi websitenya baik-baik !!

Kalau masih ada pertanyaan yang belum terjawab, cari bagian “contact us”, dan hubungi orang yang bersangkutan.

Catatan:
Di Indonesia tidak ada kantor perwakilan khusus Erasmus+ (berbeda dengan DAAD, NUffic NESO, CampusFrance, dan lainnya). Sebab itu, untuk pertanyaan spesifik mengenai program, lebih baik ditujukan langsung ke konsorsium yang bersangkutan.
8:10pm, Mar 8 – Yansen: Sorry ada salah info.. Point (7) adalah akhir dari skema beasiswa E+ ACTION 1
8:10pm, Mar 8 – Yansen: Jadi, setelah selesai baca sampai point (7), silahkan kalau ada pertanyaan
8:12pm, Mar 8 – Yansen: Jadi, untuk action 1 ini, beasiswa yang dibuka hanyalah untuk S2 dan S3
8:12pm, Mar 8 – Yansen: Dan perhatikan baik2 ilustrasi di point (2)
8:12pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Silahkan teman”. Langsung kita buka sesi tanya jawab😊
Silahkan menjapri saya
8:13pm, Mar 8 – Yansen: Dengan kata lain, untuk action 1, kita tidak memilih universitas atau negara, yang dipilih adalah jurusan
8:14pm, Mar 8 – Yansen: Jadi, urutannya memang agak berbeda dari beasiswa2 lainnya, dimana biasanya kita mulai cari universitas/negara yang dituju, apply kesana, kalau diterima, baru cari beasiswanya
8:14pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Pertnyaan sesi pertama :
1. Apakah semua univ di eropa menggunakan english dalam perkuliahan?
2. apakah action 1 mengutamakan bbrapa kampus tertentu, yg bekerja sama. Atau perlakuan sama thp seluruh kampus di Indonesia. Makasih
8:15pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Monggo dijawab mas yansen :)
Prtnyaan brikutnya menyusul
8:16pm, Mar 8 – Yansen: 1. Mayoritas menggunakan English –> berarti ada sebagian juga yang tidak menggunakan English –> kalau sudah baca materi di https://emundus.files.wordpress.com/2014/06/erasmus-erasmus-mundus-brawijaya-jun-2014.pdf slide 31, akan mengerti ;)
8:17pm, Mar 8 – Yansen: 2. Perlakuan sama, tetapi beberapa program mengikutsertakan “peringkat” universitas asal aplikan ke dalam penilaian mereka terhadap si aplikan tsb
8:17pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Sudah mas?
8:18pm, Mar 8 – Yansen: Sudah.. next question silahkan
8:18pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Wah terima kasih mas untuk jwabannya😊👍

Berikutnya :
3. setelah saya amati, tidak ada jurusan utk pendidikan. Menurut anda, bagaimana mensiasati teman2 yg berminat di bidang pendidikan agar bisa mendapatkan beasiswa ini?
4. Kak, di aplikasi kan ada permintaan untuk konversi dari sks, nah kalau umpama kita dapet ijazah pendidikan kampus dan profesi, apakah ijazah profesi juga bisa diikutkan dalam konversinya apa hanya ijazah pendidikan di kampus?
8:19pm, Mar 8 – Yansen: 3. Balik ke point (2), kalau anda ingin makan siomay, tetapi pondokannya ga ada, mau gimana??
Anda bisa kompromi dengan diri sendiri, misal makan dimsum (yang mungkin ada siomaynya).
Atau, kalau memang siomay adalah pilihan ultimate, ya anda harus cari pesta lain (beasiswa lain).
8:20pm, Mar 8 – Yansen: Pendidikan salah satunya ada: EM SIE – Erasmus Mundus Masters in Special and Inclusive Education
8:20pm, Mar 8 – Yansen: Atau GLOBED – Education Policies for Global Development
8:21pm, Mar 8 – Yansen: 4. Secara formal, yang berlaku adalah ijazah pendidikan. Ijazah profesi adalah sebagai nilai tambah.
8:21pm, Mar 8 – Yansen: Silahkan Q berikutnya ;)
8:22pm, Mar 8 – Yansen: Sambil menunggu, saya tambahkan, pada prinsipnya, untuk E+ Action 1, anda hanya bisa pilih dari menu yang tertera di http://bit.ly/EM-emmc
8:22pm, Mar 8 – Yansen: Kalau selera anda tidak ada di menu tsb, E+ Action 1 bukan untuk anda ;)
8:23pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Wah top mas👍😊

5.Jadi pihak erasmus+ yang akan menentukan univ mana kita akan ditempatkan?  Bagaimana dengan sidang thesisny nanti mas? Di kampus terakhir ya?
8:25pm, Mar 8 – Yansen: 5. Lebih tepatnya, pihak konsorsium program.
Setiap program memiliki skema mobilitas masing2, dan memang harus dibaca langsung di web program yang bersangkutan.

Sebagai referensi: https://emundus.files.wordpress.com/2014/06/erasmus-erasmus-mundus-brawijaya-jun-2014.pdf slide 8
8:26pm, Mar 8 – Yansen: Sidang thesis pun belum tentu di kampus terakhir..
Harus dibaca di web program yang diminati ya ;)
8:26pm, Mar 8 – Yansen: Ujian pertama untuk apply E+ (sebelum dapat beasiswanya), memang harus banyak baca..
8:27pm, Mar 8 – Yansen: Bersakit2 dahulu lah.. Berenang2 kemudian ;)
8:28pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Usaha dlu ya mas😊
Terima kasih mas berikutnya
6. apakah emundus (action 1) memprioritaskan kampus berkelas?
7. untuk point 6. Minimal memilih 2 universitas atau lebih, lalu proses untuk mendapatkan / memilihnya itu bagaimana? & apabila terpaksa hanya mendapatkan 1 universitas bagaimana?
8:29pm, Mar 8 – Yansen: 6. Sudah dijawab di pertanyaan 2
8:31pm, Mar 8 – Yansen: 7. Kita daftar ke program yang ditawarkan (1x pendaftaran saja).
Setiap program diselenggarakan oleh konsorsium (gabungan univ).
–> Jadi, tidak perlu aplikasi terpisah ke setiap univ yang ada di konsorsium
–> Kalau aplikasi beasiswa kita diterima di program tsb, maka otomatis akan ter-enrol ke univ2 yang ada di konsorsium

Baca pula skema mobilitas di website program tsb, supaya kita bisa tahu kira2nya akan belajar di univ mana dan negara mana, untuk berapa semester..
8:32pm, Mar 8 – Yansen: Lagi2 referensinya https://emundus.files.wordpress.com/2014/06/erasmus-erasmus-mundus-brawijaya-jun-2014.pdf slide 8
8:32pm, Mar 8 – Yansen: Jadi, langkah pertama, tentukan dulu, program mana yang diminati, setelah itu baca isi web program tsb baik2, referensi: https://emundus.files.wordpress.com/2014/06/erasmus-erasmus-mundus-brawijaya-jun-2014.pdf slide 7 dan 8
8:33pm, Mar 8 – Yansen: Tidak perlu buka 1-1 dari 118 program S2 tsb.. CUKUP YANG DIMINATI SAJA :)
8:33pm, Mar 8 – Yansen: Dari judul programnya kan bisa kelihatan apakah program tsb kira2 sesuai dengan minat kita atau tidak..
8:34pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Terima kasih mas. Lengkap sekali👏Berikutnya :
Untuk sesi pertma kita batasi 10 ya🙏
8.Dari semua persyaratan erasmus+ apa yang harus kita tonjolkan agar peluang lolosny lbh besar utk action 1 ini mas?
9. untuk mendapatkan beasiswa erasmus mundus itu apakah harus dapat univeraitasnya dulu atau bagaimana ? Terimakasih
8:34pm, Mar 8 – Yansen: 9. Refer ke pertanyaan 7
8:35pm, Mar 8 – Yansen: 8. Semua harus ditonjolkan (sebisa mungkin).
Tetapi kalau sudah lulus, dengan IPK pas2an gimana?
Kan ga bisa “dicuci” lagi IPKnya?
–> Dalam kasus ini, ya berusaha di persyaratan lainnya (selain IPK), misalnya: surat rekomendasi, nilai tes English, dan motivation letter
8:36pm, Mar 8 – Yansen: Kalau belum lulus?
Ya belajarlah sebaik2nya supaya IPK bagus.
Cicillah belajar Bahasa Inggris, supaya tidak kebut semalam ketika mengambil tes English.
Jalinlah relasi yang baik dengan dosen dan pengajar, supaya mereka mau memberikan surat rekomendasi yang baik.
8:37pm, Mar 8 – Yansen: Masih mau nilai tambah?
Ikuti kegiatan2 berskala nasional/regional/internasional.
Coba2 submit paper.
Pilih topik skripsi yang “menjual”, jangan pilih yang mudah supaya sekedar lulus.
8:38pm, Mar 8 – Yansen: Untuk syarat, setiap program berbeda syaratnya, bisa baca2 di https://emundus.files.wordpress.com/2014/06/erasmus-erasmus-mundus-brawijaya-jun-2014.pdf slide 25-36
8:39pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Pertnyaan terkahir untuk sesi pertama 😊
10. kak saya kan skrg kuliah di s1 tekim undip niatnya mau melanjutkan di IMIM (international Master of Industrial Management) nah disitu lebih berfokus u/ electrical dan industrial engineering graduate. Tp di persyaratan blh dr all type engineering. Masalahnya mereka lbh memprioritaskan t.elektro sm t.industri brarti kan ya? Ato saya sbg anak tekim tetap nyoba apply kesana. Mohon pencerahannya. Makasiiih banyak
8:42pm, Mar 8 – Yansen: 10. Dari segi persyaratan ga masalah dong, karena boleh untuk semua engineering.
Tetapi dari segi prioritas dan penilaian, yang tahu persis adalah konsorsium IMIM.

Coba apply sih silahkan saja.
Tetapi harus berhitung juga.
Beasiswa ada kuotanya, sehingga kompetisi pasti ketat.
Nah, apa kelebihan yang anda bisa tonjolkan dibandingkan aplikan dari jurusan engineering lainnya?

Lalu, kenapa anda nyebrang jauh dari Tekim ke IMIM?
Apakah salah pilih jurusan S1?
8:43pm, Mar 8 – Yansen: Dari segi pemberi beasiswa (konsorsium), pertanyaan2 tsb pasti muncul
8:43pm, Mar 8 – Yansen: Kurang lebih begitu hehe..
8:43pm, Mar 8 – Yansen: BTW, kalau masih ada yang mau nanya Action 1, monggo dilanjut..
8:43pm, Mar 8 – Yansen: Mengenai Action 2, tidak terlalu banyak materinya
8:45pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: 👏👏 terima kasih jawabannya mas.
Baiklah kita buka sesi kedua😊
8:45pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: 11. Berapa orang per program yang akan diterima? Mengingat pasti byk sekali yang melamar di program/jurusan yang sama?
8:46pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: 12. Untuk yang sudah bekerja ckup lama. Tentu agak sulit untuk meminta surat rekomendasi dr kantor krn kemungkinan besar pasti resign krn melanjutkan sekolah. Apa pengalaman bekerja juga jd pertimbangan yg sangat bagus bagi mereka dlm memilih aplicant?jika hanya surat rekomendasi kampus, bagi yg sdh bekerja sudah ckup? (misal stelah berupaya penuh meminta dr kantor dan gagal)
8:46pm, Mar 8 – Yansen: 11. Kuotanya berbeda2 tiap program.. Secara average, sekitar 10 beasiswa per program (untuk aplikan dari negara dunia ketiga, termasuk Indonesia), dan max 2 orang dari negara yang sama per program
8:47pm, Mar 8 – Yansen: Jadi, kalau ada 118 program S2 yang ditawarkan –> di atas kertas, maksimal orang Indonesia yang bisa dapat beasiswa adalah 236 orang
8:47pm, Mar 8 – Yansen: Sayangnya kita belum pernah tembus kesitu hehe..
8:50pm, Mar 8 – Yansen: 12. Cukup lama ini berapa tahun ya?
Saya dulu lulus kuliah S1 di Jan 2004, dapat EM di 2006.
Saya menggunakan surat rekomendasi dari kampus saja, tidak dari atasan, dengan pertimbangan yang sama dengan yang anda utarakan (angapan akan resign).

Di 1 sisi, pendaftaran beasiswa ini kan hal akademik, jadi rekomendasi kampus akan berguna.
Di sisi lain adalah relevansinya.
Kalau sudah lulus 10 tahun yll, apakah tidak lebih baik ada 1 surat rekomendasi (biasanya diminta 2-3 surat rekomendasi) juga yang dari employer? (Karena employer yang paling tahu diri anda pada saat apply beasiswa)
8:53pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Baiklah selanjutnya😊 :
13. Adakah kendala ketika kita kuliah dikampus yg berbeda? Itu kan beda negara ya mas, lalu bekal apa yg diperlukan untuk tetap bertahan dalam kondisi tsb. Untuk IPK harus dipertahankan ya mas? Adakah sistem DO/ beasiswany ditarik (byr sendiri) seperti yg saya pernah dengar di Indonesia.
8:54pm, Mar 8 – Yansen: Sebelum jawab 13, saya senang nih makin lama makin “menggigit” pertanyaannya..
8:54pm, Mar 8 – Yansen: Semoga bisa terus diteruskan ya analisa untuk pertanyaan2 menggigit..
8:55pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: 👏👏👍😊
8:57pm, Mar 8 – Yansen: Untuk nomor 13, ini jawabannya akan agak panjang
8:59pm, Mar 8 – Yansen: 13a. Kendala
Pasti ada lah..
Contoh real saja, saya tahun 1 di Italia, tahun 2 di Austria.
Sistem pendidikan berbeda,
gaya dosen berbeda,
sistem penilaian berbeda (Italia pake skala 30 dimana 30 adalah nilai terbaik, Austria pakai skala 1-5 dimana 1 adalah nilai terbaik),
bahasa lokal berbeda (di Austria, kalau kelas itu mayoritasnya adalah mahasiswa lokal, mereka tidak senang kalau ada mahasiswa EM karena kelas harus diajarkandalam bahasa INggris)
9:00pm, Mar 8 – Yansen: Tetapi semua itu kan bisa diatasi, dengan diri kita beradaptasi.
Satu hal yang pasti, ketika kita hidup di lingkungan baru, kitalah yang harus menyesuaikan diri.
Tidak bisa membawa sifat “keras kepala” dan mau dengan cara sendiri.
9:02pm, Mar 8 – Yansen: 13b. Ya, performance kita akan dimonitor tiap semester, karena konsorsium juga dinilai oleh Komisi Eropa (yang memberikan dana beasiswa).

Kalau mahasiswanya tidak perform, maka bisa jadi program tersebut tidak akan dapat kuota beasiswa untuk tahun berikutnya –> semoga jadi paham sekarang, kenapa konsorsium juga menyeleksi benar2 siapa yang akan mereka berikan beasiswa.
9:04pm, Mar 8 – Yansen: 13c. So far, untuk mahasiswa Indonesia cenderung sih “baik2″ dan aman2 saja beasiswanya.
Ada beberapa orang yang memang “bermasalah”.
1 orang saya tahu persis dia mengundurkan diri dari programnya karena merasa tidak cocok lagi, dan sudah tidak bisa diperbaiki kondisinya.
9:04pm, Mar 8 – Yansen: Sedangkan, kalau ngmg mahasiswa negara lain, ada juga orang2 yang “menyalahgunakan” beasiswa yang diberikan untuk hal2 lain, misal: cari pekerjaan, jalan2 Eurotrip –> orang2 seperti inilah yang membuat pengawasan beasiswa menjadi makin ketat
9:06pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Luar biasa mas. Perjuangan panjang ya mas😊
Berikutnya :
14. Itu berati living cost perbulan €1000 kan ya? Cukup kah untuk tempat tinggal+makan nya? Atau disediakan dorm dari univ nya gt?
15. Kak, saya mw tanya. Masalah yg sedikit sensitif, tp sangat umum adanya. Bagaimana dengan mahasiswa yg menggunakan hijab? Saya dengar beberapa negara d eropa sangat anti pati dan ahirnya sering timbuk deskriminasi untuk para hijabers
9:08pm, Mar 8 – Yansen: 14. Tergantung pintar2nya kita mencukupkan diri..
Dalam kasus saya di Italia dan Austria, sangat cukup..

Breakdownnya kurang lebih sbb:
Housing (dorm) = 250-400 eur
Makan (kl masak sendiri) = 3-5 eur per hari –> 1 bulan = 90-150 eur
Transportasi = less than 100 eur
Jadi, masih lumayan ada sisa tohh..
9:09pm, Mar 8 – Yansen: Apalagi kalau anda benar2 hemat..
Ada teman saya yang cukup 5 eur seminggu untuk makan..

Cuma bagaimana kalau studinya di negara mahal? (misal: UK)
Kalau niatannya benar, pasti bisa kok mencukupkan diri ;)
9:11pm, Mar 8 – Yansen: Untuk dorm, tergantung univ, kota, atau negara.
Di Italia, saya dapat dorm dari univ.
Di Vienna (Austria), saya dapat dorm dari kota Vienna (univ tidak menyediakan dorm).

Ada teman2 yang di Spanyol, mereka harus cari housing sendiri (tanda tangan kontrak pake bahasa Spanyol lho !!)
9:12pm, Mar 8 – Yansen: 15. Ini memang seringkali ditanyakan, dan seringkali para alumni EM juga share untuk masalah hijab ini.. Yang saya dengar, baik2 saja sih.. Tidak usah “parno”, tetapi harus bisa “jaga diri” juga. Kalau memang mau tanya2 lebih lanjut, bisa saya referensikan (setelah sesi ini) ke beberapa teman yang berhijab untuk tanya2 langsung.

Salah satunya: https://www.youtube.com/watch?v=Z-KmqSzCnqE
9:14pm, Mar 8 – Yansen: Sambil iseng untuk baca2 ya..
Bobot perkuliahan: https://emundus.wordpress.com/2013/12/08/bobot-perkuliahan/
9:15pm, Mar 8 – Yansen: Kompromi mengenai pilihan jurusan S2: https://emundus.wordpress.com/2013/12/25/sharing-motivasi-2-positive-mindset/
9:15pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Berikutnya :
16. Bagaimn dulu pengalamannya waktu kuliah di dua tempat yg berbeda mas?
9:15pm, Mar 8 – Yansen: Pengalaman pribadi gimana bisa diterima EM: https://emundus.wordpress.com/2013/12/27/sharing-motivasi-3-jangan-berasa-dikerjain/
9:16pm, Mar 8 – Yansen: 16. FUN !!!
Bolzano, ITalia –> kota kecil banget, cuma ada bus saja, benar2 alami.. ga banyak godaan untuk bolos kuliah
9:17pm, Mar 8 – Yansen: Vienna, Austria –> ibukota, metropolitan, begitu banyak hiburan, ada KBRI sehingga banyak teman2 sebaya asal Indonesia
9:18pm, Mar 8 – Yansen: Jadi, 2 kota yang benar2 bertolak belakang hehe..
9:18pm, Mar 8 – Yansen: Di Bolzano, sering bosen ga ada hiburan.. Di Vienna, banyak hiburan yang sayang untuk dilewatkan hehe
9:20pm, Mar 8 – Yansen: Ini website wordpress mendadak counternya melejit nih.. Lagi banyak yang baca yah hehe..
9:20pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Wah haha
Pentesan pada sepi yg nanya😅
9:21pm, Mar 8 – Yansen: Lanjut action 2 dulu deh ya
9:21pm, Mar 8 – Yansen: Monggo dibaca sampai point (12)
9:22pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Baiklah. Sesi dua ditutup ya😊
Terima kasih jawabannya mas yansen. 👍
Menginspirasi
9:22pm, Mar 8 – Yansen: (9)
Tolong clear-kan dulu pikiran anda dari ACTION 1, supaya tidak bingung dan tercampur2.
Kalau ini adalah pertama kalinya bagi anda mengenal mengenai Erasmus+, yang diingat ilustrasinya saja dulu. Setelah sesi ini selesai, baru silahkan anda riset dan cerna sebaik2nya informasi yang sudah diberikan.

Saya akan posting materi hari ini di https://emundus.wordpress.com juga.
Dan setelah sesi hari ini selesai, kalau anda punya pertanyaan lanjutan, bisa hub saya di blog tsb atau via FB https://www.facebook.com/emundus.wordpress
9:22pm, Mar 8 – Yansen: (10)
ACTION 2
Agak sulit mencari ilustrasi untuk Action 2.
Jadi, saya akan berikan langkah2nya saja.

Langkah 1: Kunjungi http://bit.ly/EM-Action2
Langkah 2: Pilih “Indonesia”
Langkah 3: Dari daftar yang muncul, pilih salah satu partnerships
(catatan: berbeda dengan Action 1, untuk Action 2 ini anda memang harus sedikit lebih “bekerja” untuk meneliti peluang yang ada di setiap “partnerships”)

Beberapa program Action 2 (hasil pencarian)
LEADERS
SmtLink
EXPERTS
LEADER
LOTUS+
dll
9:22pm, Mar 8 – Yansen: (11)
Misalkan saja, saya pilih LOTUS+, maka di website LOTUS+, saya bisa mendapat beragam informasi, misalkan:

Peluang apa saja yang tersedia, besaran beasiswa, jumlah beasiswa yang tersedia: http://lotusplus.eu/general_information

Bachelor exchanges (1-2 semesters) – open only for students from our Asian partners
Master exchanges (1-2 semesters) – open to all students from the seven partner countries
Master degrees (1-2 years) – open to all students from the seven partner countries
PhD exchanges (6-10 months) – open to all PhD´s from the seven partner countries
PhD degrees (36 months) – open to all master degree holders from the seven partner countries
Post-doc exchanges (6 – 10 months) – open to all nationals of the seven partner countries
Staff exchanges (1 month) – open to staff members at universities from the seven partner countries (priority given to partner universities)

Jurusan kuliah apa saja yang tersedia (sesuai jenjangnya –> klik dropdown “type of mobility”):
http://lotusplus.eu/courses

Cara apply, eligibility:
http://lotusplus.eu/apply
9:22pm, Mar 8 – Yansen: (12)
Tidak banyak yang bisa dibahas untuk Action 2 karena seluruh persyaratan dan proses benar2 spesifik, ditentukan oleh MoU di antara para partners yang tergabung dengan partnerships.
Sebab itu dibutuhkan ketekunan untuk menemukan apakah ada beasiswa yang cocok bagi anda di action 2.
9:23pm, Mar 8 – Yansen: Jadi secara jenjang, peluangnya lebih banyak untuk ACTION 2
9:24pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Baiklah selanjutnya kita buka sesi ketiga😊
9:25pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: 17. Mas, utk erasmus+. apakah applicant dengan keterbatasan fisik, misal amputee dgn alat bantu jalan (prosthetic leg) tetap memenuhi syarat utk menerima beasiswa tsb?
9:25pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: 18. Mas, dimana kami bisa mendapatkan CP para penerima EM? Terutama yang sama jurusanny?
9:26pm, Mar 8 – Yansen: 17. Waktu presentasi di Brawijaya, pernah ada pertanyaan yang sama.
Di syarat, saya rasanya ga pernah menemukan syarat “umur”.
Apalagi syarat “fisik”.
Dengan kata lain, saya meng-encourage untuk apply saja.
9:28pm, Mar 8 – Yansen: 18. Ini masalah privasi orang.
Ada orang2 tertentu yang “sibuk”.
Jadi, cara paling baik ya bergabung di FB https://www.facebook.com/groups/erasmus.mundus.indonesia/ supaya sama2 nyaman.
9:28pm, Mar 8 – Yansen: Calon aplikan bisa bertanya di FB, kalau pas ada alumninya ya dia jawab..
9:29pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Oke mas. Informasi yg sgt bermanfaat😊👍
brikutnya :
19.Untuk action 2 itu kan s1 ka, saya tamatan d3 apakah bisa apply beasiswa s1 yg 2 semester itu. Terus apakah selama 2semester itu saya bisa mendapatkan gelarnya atau tidak? Untuk jerman apakah ada tersedia utk lotus+ ini? Surat rekomendasi berlaku gk utk action 2 ini?
9:30pm, Mar 8 – Yansen: 19. Coba dong baca2 dulu Lotus+ nya 😜
9:30pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: 👏👏👏😄
Semangat teman”. Semoga kita bisa meneruskan jejak mas yansen.
9:31pm, Mar 8 – ‪+62 812-7213-xxxx: Aamiin 😊
9:31pm, Mar 8 – Yansen: Jerman –> http://lotusplus.eu/institutions ada University of Goettingen
9:32pm, Mar 8 – Yansen: S1 –> http://lotusplus.eu/general_information

Bachelor exchanges (1-2 semesters) – open only for students from our Asian partners
9:32pm, Mar 8 – Yansen: Asian partners –> refer lagi ke http://lotusplus.eu/general_information
9:35pm, Mar 8 – Yansen: Surat rekomendasi –>http://lotusplus.eu/apply

Tepatnya di “Application Guidelines” –> http://lotusplus.eu/file/download/1

Baca mengenai “Statement  of  support  from  the  University  of  origin”
9:35pm, Mar 8 – Yansen: Ada semua jawabannya di website..
Asal mau dibrowsing dan dibaca ;)
9:36pm, Mar 8 – Yansen: Balik ke pertanyaan 17, di lotus+ ini saya malah nemu ada dokumen “Document  that  specifically  proves  your  actual  status  of  physical  disability”.
9:36pm, Mar 8 – Yansen: Refer ke Application Guidelines  page 3
9:36pm, Mar 8 – Yansen: Linknya: http://lotusplus.eu/file/download/1
9:39pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: apakah cukup mas jwbannya?
9:40pm, Mar 8 – Yansen: Cukup dari saya :D
9:40pm, Mar 8 – ‪+62 878-2117-xxxx: Semangat✊✊✊
9:41pm, Mar 8 – Yansen: Monggo kalau masih ada pertanyaan
9:41pm, Mar 8 – Yansen: Semoga ga bingung 😁😁
9:41pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: 😊 semangat👏👏👏👏
Terima kasih mas.
Selanjutnya
20. Untuk action 2, apakah lbh sulit menembusnya? (Mnurut kakak2 senior).jujur sangat trtarik dgn action 2 krn lbh bnyk univ nya dan kebetulan skali jurusan saya di action 1 krg ada yg pas (mnurut saya) saya teknik sipil.  kalau di action 2 ada yg cocok dan stlah sy tanya tanya alumni EM yg t. Sipil, mreka rata rata lulusan action 2. Sy cek2 dkit, emg kakak2 itu lulusan univ ternama. Jd penasran apakah emg erasmus + action 2 lbh sulit?
21. Apa perbedaan master degrees yg ada di action 1 dan 2 ?
9:43pm, Mar 8 – Yansen: Jawab yang 21 dulu yah
9:43pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: 👍😊
9:43pm, Mar 8 – Yansen: 21. Kalau action 1, yang dipilih adalah programnya/jurusannya..
Hanya bisa pilih yang ada di menu..
Siapapun (dari univ manapun) bisa daftar..
9:44pm, Mar 8 – Yansen: Kalau action 2, karena sifatnya adalah “partnerships”, kerja sama antar univ, maka terkadang ada persyaratan, hanya bisa diapply oleh mahasiswa dari univ yang tergabung dalam kerja sama
9:45pm, Mar 8 – Yansen: Ada istilah “target group” untuk action 2, salah satunya dijelaskan di sini: http://www.lotus.ugent.be/index.asp?p=2050&a=1361
9:47pm, Mar 8 – Yansen: 20. Untuk univ2 tertentu, karena mereka tergabung dalam partnerships Action 2, memang banyak mahasiswanya yang dapat beasiswa Action 2. Misalnya UGM, UMM, dll.
9:47pm, Mar 8 – Yansen: Tetapi ada 1 teman yang asal univnya bukan dari UGM, tetapi dia bisa dapat beasiswa Action 2..
9:48pm, Mar 8 – Yansen: Jadi, mengenai sulit/gampang, itu relatif..
Selama kita berusaha sebaik2nya, terlepas dari hasil akhir, kita sudah mencoba sebisa kita
9:49pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Usaha dlu ya mas😊
Baiklah selanjutnya :
21. Jadi bolehkah kita apply k22nya? Master d action 1 dan 2 ?
9:49pm, Mar 8 – Yansen: 21. Boleh
9:49pm, Mar 8 – Yansen: Action 1 max apply 3 program ya dalam 1 tahun pendaftaran
9:50pm, Mar 8 – Yansen: Kalau kombinasi action 1 dan 2, saya tidak tahu apakah ada batasannya atau tidak
9:52pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: 👏👏👏👏
Berikutnya :
22. Utk action satu apakah jika kita melamar 3 program nah ada kemungkinan diterima 3 3. Nya, mengingat konsosium yg berbeda
9:52pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Semngat mas yansen👏👏😄
Lumayan pertnyaannya smpai 22 buah.
Semangat teman”😊👏👏💪
9:53pm, Mar 8 – Yansen: 22. Benar sekali.. Bisa jadi diterima semuanya.. Nanti tinggal dipilih salah satu saja yang paling diminati.
9:53pm, Mar 8 – Yansen: Secara historis, ada kok yang diterima lebih dari 1 program (hebat banget orang itu)
9:53pm, Mar 8 – Yansen: Kita mau dapet 1 aja susah ya.. Hahaha
9:53pm, Mar 8 – Yansen: Saya sendiri apply EM 2 tahun
9:53pm, Mar 8 – Yansen: Tahun 1 ditolak semua
9:53pm, Mar 8 – Yansen: Tahun berikutnya baru keterima
9:53pm, Mar 8 – Yansen: Hehhee
9:55pm, Mar 8 – Yansen: Tetapi kurang lebih mungkin taktiknya kayak SNMPTN aja.. Jurusan yang kurang populer, saingannya lebih sedikit hehe
9:56pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Berjuang terus pantang mundur ya mas😊💪
Berikutnya mungkin yg terkhir ya krna waktu diskusi kita tinggal 5 menit lg😊:
23. Action 2 ini bisa dari SMA yg mau melanjutkan k S1 full di europe?
24. Mas yansen yang keterima di tahun k2 itu tetep apply program2 yg sama seperti pd tahun 1 apply?
9:56pm, Mar 8 – Yansen: 23. Sepertinya tidak bisa.. Kalau S1 kan biasanya “exchange”, dalam artian harus tergabung di univ dulu..
9:57pm, Mar 8 – Yansen: 24. Tahun 1 apply program A, tahun 2 apply program A, B
9:57pm, Mar 8 – Yansen: Keterimanya di program B 😜😜
9:57pm, Mar 8 – Yansen: Tetep ditolak ama program A
9:57pm, Mar 8 – Yansen: Di situ saya merasa sedih..
9:57pm, Mar 8 – ‪+62 857-1070-xxxx: 😄😄
9:57pm, Mar 8 – Yansen: Tapi secara realistis, ya kejauhan “nyebrang” jurusan untuk program A
9:58pm, Mar 8 – ‪+62 812-7213-xxxx: 😂😂
10:00pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Bukan pilihan terbaik mas yansen *eh😅
10:01pm, Mar 8 – Yansen: 😎😎
10:01pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Baiklah teman” diskusi yg sngat menarik dan informasi yg Luar biasa sangat bermanfaat 😊. Karena kita dibatasi oleh waktu, mungkin sekarang masuk ke closing statement dulu ya oleh mas yansen
Untuk rekan” yang mungkin malu untuk bertnyaa di group nanti bisa japri mas yansen ntuk langsung bertanya :)
Via akun fb td ya mas?
Dan selanjutnya kita tutup sesi diskusi formal kali ini.👏👏👏
10:02pm, Mar 8 – ‪[MODERATOR]‬: Silahkan mas closing statement😊
10:02pm, Mar 8 – Yansen: Yess.. via FB boleh..
10:03pm, Mar 8 – ‪+62 812-7213-xxxx: 😟
10:04pm, Mar 8 – Yansen: CLOSING:
Ya, pada intinya, ketika kita ingin meraih beasiswa, harus ada effort yang dikeluarkan.
Memang cape dan melelahkan, tetapi anggap saja itu investasi untuk masa depan kita.

Kalaupun setelah berulang kali mencoba, pada akhirnya tidak dapat beasiswa, mungkin ada jalan lain bagi kita.
Saya pun dulu sudah nyaris menyerah, sebelum akhirnya dapat beasiswa.
Ada teman saya, dia juga nyerah, lalu bekerja, eh tak disangka malah dapat beasiswa dari kantornya, dan sampai hari ini, dia lebih banyak keliling dunia dibanding saya (padahal saya yang dapat beasiswa duluan).

Jadi, syukurilah apa yang ada, dan lakukanlah selalu yang terbaik.
Sekian, semoga sesi ini bermanfaat.
Mohon maaf kalau ada salah2 kata.

Jangan Sepelekan Hal-Hal Kecil

When opportunity came at your doorstep, do you ready to take it?

Cerita berikut ini sebenarnya dari kehidupan kerja saya, dan tidak ada hubungannya dengan beasiswa. Tetapi, mungkin ada beberapa hal yang bisa dipetik bagi para pencari beasiswa.

Seringkali kita memberikan penilaian negatif terhadap tugas yang diberikan. Ini tugas apa ya? Kok saya ya yang disuruh mengerjakan? Tugas seperti ini sepertinya ga cocok buat saya deh. Di dalam pekerjaan saya di bidang perencanaan, banyak laporan dan analisa yang harus dibuat. Ada laporan teknis yang terkait dengan proyek yang sedang ditangani, ada juga laporan yang sifatnya lebih umum karena ditujukan untuk orang non-teknis, ada juga laporan yang sekedar sebagai risalah catatan pertemuan (meeting). Risalah catatan pertemuan seringkali dipandang sebelah mata karena sifatnya yang hanya untuk dokumentasi semata dan tidak bisa ditonjolkan sebagai suatu prestasi. Padahal membuat risalah juga butuh usaha yang tidak sedikit untuk menganalisa pembicaraan di dalam pertemuan tersebut, dan menuangkannya menjadi risalah yang komprehensif dan bermutu. Jadi, ada beberapa orang, yang kalau kebagian mengerjakan risalah ini, kelihatan kalau mereka kurang suka mengerjakannya. Mukanya cemberut, kerjanya lama, sambil main gadget, dan hasil akhirnya masih perlu banyak koreksi (kelihatan kalau kurang sungguh2 mengerjakannya, karena hatinya tidak di situ). ———— Namun rupanya tugas yang sama, tetapi dalam konteks yang berbeda, bisa ditanggapi secara berbeda. Sekitar 1,5 bulan ke depan, kantor saya akan menyelenggarakan konferensi regional Asia Pasifik di luar Jakarta. Kebetulan, bagian saya mendapatkan tugas untuk menjadi komite penyelenggaraan acara ini. Guess what, ibarat gula, banyak orang yang menyemut mendaftarkan diri secara sukarela untuk bisa menjadi bagian dari komite (mungkin berharap untuk diajak ikut ke lokasi konferensi). Perlu dicatat bahwa dalam konferensi regional ini, tidak semua posisi komite itu mentereng (misal: penyambut tamu, pembicara, MC). Pastinya ada juga posisi-posisi administratif semisal pembuat risalah !! Nah, dari sekian banyak yang menyatakan minatnya, siapakah yang saya pilih? Tentunya saya akan memilih mereka yang kualitas kerjanya sudah terbukti baik untuk setiap bidang yang dibutuhkan. Termasuk untuk pembuat risalah. Jadi, bagi mereka yang kemarin-kemarin malas-malasan mengerjakannya, mohon maaf ya, belum bisa ikut dalam komite.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari cerita di atas, dalam hubungannya dengan beasiswa?

  1. Tidak ada orang yang tahu akan masa depan. Kesempatan dan tawaran bisa datang kapan saja, mungkin sekejap. Tergantung diri kita siap/tidak saat itu.
  2. Kalau memang berminat untuk meraih beasiswa, persiapkan diri dari sekarang. Terlepas dari beasiswa yang diminati itu sudah ada/belum, sudah dibuka/belum, persiapkan diri saja. Misalnya: tidak usah tunggu mau tes TOEFL/IELTS baru mati-matian belajar, tidak usah tunggu mau lulus baru belajar sebaik2nya atau “mencuci” mata kuliah untuk memperbaiki nilai IPK.
  3. Setiap hari, setiap ada kesempatan, selalu lakukan setiap hal sebaik2nya untuk meningkatkan nilai diri. Kalau nilai diri anda tinggi, sekalipun tidak ada beasiswa yang ditawarkan, mungkin akan ada orang/institusi yang akan menawarkan beasiswa. Kalaupun beasiswa bukan “jalan” anda, tentunya kualitas tinggi itu selalu menjadi incaran para pemberi kerja.
  4. Jalin hubungan yang baik dengan orang2 sekitar. Misalnya saja dosen pengajar. Mana tahu, suatu waktu di masa depan, dosen ini ditanya oleh relasinya, apakah ada mahasiswa/i yang bisa direkomendasikan untuk beasiswa? Bila kesempatan itu menjadi nyata, kira2 apakah anda yang akan dia rekomendasikan?

Another book ?

CRC-New-books-banner

Beberapa bulan yang lalu, dari hasil kumpul-kumpul dengan beberapa alumni Erasmus Mundus, ada wacana untuk menuangkan cerita dan pengalaman selama masa kuliah di Eropa ke dalam sebuah buku.

Konsepnya mungkin akan agak berbeda dari buku yang pernah diluncurkan sebelumnya (bisa refer ke https://emundus.wordpress.com/2011/07/18/beasiswa-erasmus-mundus-the-stories-behind/).

Namun, karena masih wacana, dan belum tahu akan diwujudkan atau tidak, maka berikut adalah salah satu kisah yang ingin saya share di dalam buku. Kisah berikut ini adalah salah satu cerita adalah mengenai peristiwa-peristiwa yang saya rasakan “ajaib” selama kuliah di Eropa.

Judul: Secangkir kopi untuk nilai A?

Your attitude, not your aptitude, determines your altitude (Zig Ziglar)

Di universitas saya di Italia, setiap pengajar memiliki preferensi masing-masing bagaimana mereka akan memberikan penilaian.

Bisa berdasarkan nilai absolut (misalkan nilai ujian di atas 90 dapat A, antara 80-90 dapat B, dst).
Bisa juga berdasarkan statistik kelas (misalkan 2% nilai terbaik di kelas dapat A, atau nilai rata-rata ditambah sekian deviasi dapat A).
Bisa juga gabungan keduanya, misalkan 2% nilai terbaik di kelas akan dapat A, asalkan nilai tersebut tidak kurang dari 80.

Ada salah satu mata kuliah yang materinya kurang saya sukai (kurang bisa saya pahami), menggunakan penilaian berbasis statistik.

Tantangan di kuliah ini bertambah, dengan adanya seseorang mahasiswa lokal di kelas, yang sangat pintar, cerdas, brilian, dan sering menanyakan pertanyaan yang sangat-sangat susah (susah dimengerti dan susah dijawab). Dia berpotensi merusak statistik nilai di kelas.

Namun, persaingan itu wajar dan alami, kita tidak bisa selalu menganggap diri kita yang paling hebat. Kalau orang lain memang lebih hebat, harus diakui dengan jujur, he/she deserves the credit.

Nah, menjelang akhir perkuliahan, entah bagaimana, si teman yang sangat pintar ini, yang biasanya akrab dengan para dosen, malah bertengkar dan adu mulut dengan dosen kuliah tersebut, hanya karena masalah absen. Diawali dengan beberapa kali datang telat ke kelas, teguran dari dosen yang tidak bisa dia terima, dan berakhir dengan adu mulut di antara keduanya di dalam kelas, yang menyebabkan teman saya itu diusir dari kelas.

Persis di sesi kuliah terakhir sebelum ujian, di saat kelas sedang break, tak disangka saya disapa oleh dosen ini. Entah bagaimana, beliau ingin membeli kopi di vending machine, tetapi tidak membawa kartu miliknya (catatan: seluruh pembayaran di universitas menggunakan kartu identitas yang berfungsi juga sebagai kartu prabayar). Jadi, dia meminjam kartu saya untuk membeli kopinya.

Dalam perjalanan kembali ke ruang kuliah, seorang teman bertanya, mengapa dosen tsb menghampiri saya. Sambil bercanda, saya mengatakan “Perhaps it’s a good sign, a coffee for an A”.

Dan siapa yang sangka, perkataan itu menjadi kenyataan.
Saat nilai diumumkan, saya bukan hanya dapat A, tetapi malah A+, satu-satunya di kelas.
(Sedikit bocoran, yang nantinya akan saya ceritakan lebih lengkap di buku, nilai A+ dari kuliah ini menjadi salah satu penentu di akhir masa kuliah, dimana saya bisa lulus dengan predikat “distinction“)

Apa lessons learnt dari kisah ini?

  1. Sepintar-pintarnya anda, kalau anda tidak menjaga attitude anda, maka bisa jadi anda tidak akan sampai ke altitude yang seharusnya menjadi hak anda.
  2. Tetaplah berusaha (belajar) sebaik-baiknya. Kopi mungkin merupakan faktor penolong (who knows?). Tetapi kalau jawaban ujian anda tidak tepat, rasanya tidak mungkin juga dapat nilai yang baik ya.
  3. Expect good things. Kalau saya menyerah di awal (dan belajar santai2 saja untuk kuliah ini) karena minder terhadap teman saya yang pintar itu, mungkin saya tidak akan bisa melalui ujian dengan baik.
  4. Selalu sediakan saldo yang cukup di kartu prabayar ;)