Erasmus Mundus scholarship

Quality and Excellence in European Higher Education

Posts Tagged ‘beasiswa’

Statistik EM untuk Indonesia

Posted by emundus on August 10, 2010

Sejak beasiswa Erasmus Mundus pertama kali ditawarkan pada tahun 2004, sampai saat ini berarti sudah ada 7 angkatan penerima beasiswa ini. Ingin tahu berapa banyak pelajar asal Indonesia yang sudah memperoleh beasiswa Erasmus Mundus? Silahkan cek statistiknya di bawah ini:

Academic Years Students Scholars Sub Total
2004 9 0 9
2005 14 1 15
2006 21 2 23
2007 39 4 43
2008 66 2 68
2009 55 7 62
2010 44
(termasuk 2 kandidat EMJD)
belum diketahui 44
T O T A L 264

 

Menarik untuk mencermati fakta ini untuk menentukan strategi yang tepat untuk mengajukan aplikasi di tahun ini. Satu hal yang jelas, kompetisi untuk mendapatkan beasiswa ini menjadi semakin ketat yang disebabkan oleh faktor-faktor di bawah ini:

  • Semakin banyak orang yang mengetahui mengenai beasiswa ini
  • Dari 2004-2008, jumlah awardee setiap tahunnya selalu meningkat (hampir 2x lipat dari 2006 ke 2007). Hal ini dikarenakan promosi beasiswa EM yang semakin gencar dari tahun ke tahun melalui berbagai event, misal: education fair, scholarship fair, presentasi ke kampus-kampus, dll.

    Dari 2008 ke 2009, jumlah students menurun sedikit. Hal ini dikarenakan persaingan yang semakin ketat, bukan hanya di antara para pelajar Indonesia, tetapi juga antara pelajar Indonesia dengan pelajar di negara-negara lain.

  • Jatah beasiswa yang lebih merata
  • Sejak tahun 2010, beasiswa EM dibagi menjadi 2 category, yaitu A dan B, dan bisa di-apply oleh pelajar dari negara manapun. Efeknya jatah beasiswa untuk third world countries (termasuk Indonesia) menjadi berkurang dan persaingan menjadi semakin ketat.

    Apa itu category A dan B?
    Berikut penjelasan yang saya copy dari website salah satu MUNDUS MAPP di link: http://www.mundusmapp.org/admiss/aid.htm

    Students accepted to Mundus MAPP who DO NOT come from any of the countries listed below, and who are not residents nor have carried out their main activity (studies, work, etc.) for more than a total of 12 months over the last five years in the countries listed below, are eligible for “Category A” scholarships:
    - Member States of the European Union,
    - EEA-EFTA States (Iceland, Norway and Liechtenstein).

    All other students accepted to Mundus MAPP are eligible for “Category B” scholarships, i.e., students who come from one the countries listed above, or have resided or conducted their main activity in one of the countries listed above for more than 12 months in the past 5 years.

  • Pembatasan jumlah penerima beasiswa per program
  • Saat ini, ada peraturan bahwa jumlah mahasiswa/i per program, maksimal adalah 2 orang bagi yang berasal dari negara yang sama. Untuk kategori students, kedua orang ini dapat saja berasal dari universitas yang sama.

    Catatan: pada tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa EMMC yang menerima sampai 3 pelajar dari Indonesia untuk program yang sama.

  • Kriteria prestasi akademik
  • Beberapa program mencantumkan eksplisit kualifikasi aplikan yang mereka cari. Sebagai contoh EMARO pada link berikut: http://emaro.irccyn.ec-nantes.fr/grants_stud.php

    Owing to the limited number of grants a student who is not ranked among the top 10% of his class has small chance to be selected.

Jadi, berapa besar peluang untuk diterima beasiswa EM? Well, kalau anda tidak mencoba, anda tidak akan pernah tahu. Analoginya mungkin sama dengan proses UMPTN/SNMPTN beberapa tahun lalu dimana hanya ada 1 jalur untuk masuk ke universitas-universitas negeri. Semakin populer program yang anda tuju, semakin banyak pesaingnya, dan tentunya semakin ketat dan selektif untuk pemilihan penerima beasiswanya.

Pada intinya persiapkan aplikasi anda sebaik-baiknya dan pikirkan baik-baik sebelum mendaftar. Jangan menjadi seorang “quitter” yang sudah diterima beasiswa tetapi kemudian membatalkannya karena alasan-alasan yang subjektif. Itu tindakan pengecut. Hanya apply beasiswa apabila anda yakin akan mengambil beasiswa tsb ketika beasiswa tsb diberikan pada anda.

Selamat berjuang.

ARTIKEL TERKAIT:

Posted in Articles | Tagged: , , , , , | 5 Comments »

Liputan EM Pre-Departure Event 2010

Posted by emundus on August 2, 2010

Penasaran seperti apa acara EM Pre-Departure 2010?
Berikut adalah liputan dari beberapa media yang bisa diakses secara online.

Press Release:

PENGUMUMAN:

Bila anda ingin tim Erasmus Mundus datang ke universitas/event anda untuk memberi informasi mengenai beasiswa Erasmus Mundus dan peluang apa saja yang ditawarkan, silahkan hubungi kami di indoem.contact (at) gmail.com. Tidak ada biaya apapun yang akan kami kenakan pada anda. Mohon pemberitahuannya diberitahukan sesegera mungkin (minimal 1 bulan di muka untuk acara di luar Pulau Jawa).

EUROPEAN HIGHER EDUCATION FAIR (JAKARTA, OKTOBER 2010):

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia akan mengadakan The 2nd European Higher Education Fair di Jakarta pada 9-10 Oktober 2010. Pada event ini, anda dapat mengunjungi booth Uni Eropa dan bertemu dengan para student/alumni EM juga mendapatkan berbagai informasi, tips, dan suvenir menarik selama pameran. Info lebih lengkap akan diberikan di blog ini dalam waktu mendatang, atau anda juga bisa melihat di http://www.ehefjakarta.org/

ARTIKEL TERKAIT:

Posted in Non-Promotional Events | Tagged: , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Get ready for Erasmus Mundus 2011

Posted by emundus on July 30, 2010

Bila anda belum tahu apa itu beasiswa Erasmus Mundus, apa kriteria umumnya, seperti apa konsepnya, berapa besar grant yang diberikan, bagaimana cara apply-nya, silahkan baca dahulu sejenak artikel yang ada di halaman utama blog ini, yaitu di http://emundus.wordpress.com/.

Gentlemen, start your engine!! Bagi anda para penggemar game balapan mobil mungkin sering mendengar istilah ini diucapkan di saat-saat menjelang start. Topik di artikel ini adalah mengenai beasiswa Erasmus Mundus (EM) 2011 dimana beberapa program sudah membuka pendaftaran / meng-update website mereka untuk pendaftaran tahun akademik 2011/2012, di antaranya disebutkan di bawah ini.

Start your engine and be prepared for EM 2011 !!

  • EMFOL – Food of Life (website)
    For the academic year 2011/2012 the application deadlines are 1 December 2010 for Category A applicants
  • MESPOM – Master of Science in Environmental Sciences, Policy and Management (website)
    Application deadlines for the 2011-2013 study period are December 10, 2010 for the applicants seeking Erasmus Mundus scholarships type A
  • Erasmus Mundus Masters Course on Flood Risk Management (website)
    Deadline has not been set

Secara total, saat ini ada lebih dari 100 program/jurusan (disebut dengan Erasmus Mundus Masters Courses/EMMC) yang ditawarkan setiap tahunnya. Untuk daftar program-program lainnya, anda dapat me-refer ke link berikut ini >> daftar EMMC yang ditawarkan.

Untuk EM 2011, secara umum, pendaftaran akan dibuka sekitar bulan September/Oktober 2010 dan ditutup antara November 2010-Januari 2011. Pastikan anda membaca baik2 tenggat waktu untuk aplikasi EMMC yang anda minati.

Bagaimana bila program yang saya minati belum meng-update websitenya atau belum membuka pendaftaran?

Silahkan kunjungi website tersebut secara rutin, misal 1-2 minggu sekali untuk memastikan anda tidak “ketinggalan” berita.

Apa saja yang bisa saya persiapkan selama dalam masa penantian?

  1. Coba lihat syarat2 program tsb untuk pendaftaran tahun 2010, biasanya tidak jauh berbeda.
  2. Memperbaiki kemampuan bahasa Inggris (hampir semua program membutuhkan sertifikat TOEFL atau IELTS – internasional).
  3. Persiapkan terjemahan2 ijazah dan transkrip nilai ke Bahasa Inggris
  4. Mulai approach orang2 yang anda rasa tepat untuk memberikan surat rekomendasi bagi diri anda
  5. Mulai baca2 mengenai deskripsi program, dan hubungkan diri anda (baik latar belakang pendidikan, aktivitas, pengalaman, dll) dengan apa yang ditawarkan program tsb, sehingga ketika anda akan membuat motivation letter, anda punya banyak bahan untuk “dijual”
  6. Kenali diri anda, coba ingat2 prestasi apa yang anda punya, penghargaan apa yang pernah didapat, breakthrough apa yang pernah anda lakukan, dll

Bagaimana bila saya “baru” akan lulus?

Anda bisa mendaftar, selama anda akan lulus sebelum periode perkuliahan dimulai. Untuk tahun 2010 ini, ada 1 orang awardee (sudah diterima di main list) yang bahkan baru akan sidang bulan Agustus 2010.

Bagaimana bila saya belum akan lulus dalam waktu dekat?

Anda bisa mempersiapkan diri dengan baik dari sekarang, perbaiki IPK, perbaiki/perbanyak keahlian di bidang anda, perbanyak prestasi anda, sehingga ketika saatnya untuk mendaftar, anda punya senjata yang komplit untuk memastikan anda menjadi salah satu EM awardee yang akan belajar dan menikmati masa-masa indah di Eropa.

PENGUMUMAN:

Bila anda ingin tim Erasmus Mundus datang ke universitas/event anda untuk memberi informasi mengenai beasiswa Erasmus Mundus dan peluang apa saja yang ditawarkan, silahkan hubungi kami di indoem.contact (at) gmail.com. Tidak ada biaya apapun yang akan kami kenakan pada anda. Mohon pemberitahuannya diberitahukan sesegera mungkin (minimal 1 bulan di muka untuk acara di luar Pulau Jawa).

EUROPEAN HIGHER EDUCATION FAIR (JAKARTA, OKTOBER 2010):

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia akan mengadakan The 2nd European Higher Education Fair di Jakarta pada 9-10 Oktober 2010. Pada event ini, anda dapat mengunjungi booth Uni Eropa dan bertemu dengan para student/alumni EM juga mendapatkan berbagai informasi, tips, dan suvenir menarik selama pameran. Info lebih lengkap akan diberikan di blog ini dalam waktu mendatang, atau anda juga bisa melihat di http://www.ehefjakarta.org/

ARTIKEL TERKAIT:

Posted in Articles | Tagged: , , , , , | 117 Comments »

Talkshow Erasmus Mundus (Plaza Senayan)

Posted by emundus on May 21, 2010

Tanggal 15-16 Mei 2010, bersamaan dengan perayaan Hari Eropa (Europe Day), kantor Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengadakan acara di Plaza Senayan dengan mengusung tema Dua Belas Bintang: Uni Eropa dan Anda.

Salah satu acaranya adalah talkshow Beasiswa Erasmus Mundus yang diadakan selama 1 jam, mulai pada jam 4 sore. Acara ini menampilkan 3 alumni Erasmus Mundus yang menceritakan pengalaman unik, menarik, serta tips-tips praktis seputar beasiswa Erasmus Mundus.

Bila anda tidak sempat hadir pada acara tsb, materinya bisa diunduh pada link di bawah ini (65 KB).

Posted in Promotional Events | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Erasmus Mundus Society Care III

Posted by emundus on May 3, 2010

The last week-end in April 2010 became one of the most exhilarating week for Indonesian EMA members when they hold their networking event, titled Erasmus Mundus Society Care III: Giving back to the environment.

The idea of Erasmus Mundus Society Care (EMSC) dated back to January 2010, when several Indonesian EM alumni took initiative to organize two social events for orphanage community in Bandung and Jakarta. Both events ran smoothly and attained support from The Delegation of European Union to Indonesia and various donors coming from the professional network of the alumni.

EMA Networking Event (EMANE) is a scheme provided by EMA to to enhance communication among EMA members from different Erasmus Mundus Master Courses (EMMCs), including students and alumni from different years of the same EMMC.

Erasmus Mundus Society Care III: Giving back to the environment was organized by using EMANE scheme. It was scheduled for two days: 24-25 April 2010 at Pramuka island which is located approximately one and a half hour boat trip from Jakarta harbor. There were 16 alumni from 2005-2008 year of entry that joined this event.

On the first day, the alumni went for snorkeling to observe the coral reef community around Pramuka island as the basis for the coral reef restoration activity that would be done the next day. As home of the third world’s total corals, Indonesian archipelago has suffered extremely from fishing and bleaching due to climate change.

At night, the alumni gathered for the networking event. Various topics were discussed, among them were: the relation between the country and SEA chapter, EM promotional events to remote/rural areas, cooperation with other scholarships’ alumni, idea of doing coaching-clinic sometime in the second half of 2010, etc.

On the second day, the alumni went for the main activity of the theme “giving back to the environment”. The first one was sea turtles conservation where they release 3-month old baby turtles to their natural habitat. The second one was mangrove plantation. The re-plantation of mangrove can conserve the ecology and resume the initial function on mangrove forest in the ecology. The third one was coral reef restoration which provides shelter for most of the marine species yielding tons of resources for fishery.

This kind of networking event combined with real-life activities such as environment restoration gave unforgettable experiences for the alumni. In addition, the bond and network between the participants became much stronger which will benefit Erasmus Mundus, EMA, and the alumni itself for future cooperation.

Posted in Non-Promotional Events | Tagged: , , , , , , , , , , | 1 Comment »

Alumni Sharing Session: Indonesian EM Alumni Inviting Other Fellow Alumni Scholars

Posted by emundus on March 3, 2010

Following Erasmus Mundus Society Care activities in Jakarta and Bandung, the Indonesian EM alumni co-organized an “Alumni Sharing Session” with Center of Leadership Counseling for Strategic Human Resources (PPSDMS) Nurul Fikri. The event was held in Jakarta, last Saturday, aiming for the undergraduate students who are interested in pursuing their study further.

In order to present wider range of available opportunities, Indonesian EM alumni invited fellow alumni from other scholarships. On that Saturday morning session, five EM alumni with alumni from Baden-Wuttenberg, Stuned, NFP, and from University of Virginia came and sat together with one shared spirit, passion for sharing.

A presentation on activities and achievements of PPSDMS Nurul Fikri remarked the beginning of the event. Since 2002, PPSDMS has been consistently preparing their grantee students to be future leaders through their programs, which in this occasion is discussion on after-graduation activities.

This Alumni Sharing Session stands as a forum for dialogue between nine alumni and a group of potential students. Indonesian EM Alumni representatives (Mr. Efrian, alumnus of MScEF, 2006; Ms. Anggita, alumna of QEM, 2006; Ms. Rythia, alumna of QEM, 2007; Ms. Carroline, alumna of EMCL, 2007; and Ms. Irmanda, alumna of ME3, 2007) presented the Erasmus Mundus scheme and the application procedures for admission on 2011. The crowd’s enthusiast could be seen from the many questions raised during the Q&A session afterwards.

The other alumni also had the chance to tell their stories on the panel discussion led by Ms. Rythia. Ms. Vika started with her story on how her professor has recommended Baden-Wuttenberg Scholarship as a source of finance for her study in Stuttgart University, Germany. Another story comes from Mr. Aldy who was admitted to the University of Virginia, in the U.S. and awarded the scholarship right after graduation. A different story from Ms. Rani, an alumna from the Netherlands Fellowship Program (NFP), saying that the she made her way to Netherlands after showing solid link between her background and the program she was interested in. Thereafter, Mr. Nuri explained that his scholarship, Stuned, comes from different source of funding than NFP, even though both are for the Netherlands.

In between their stories, the alumni implicitly recommended several actions which could boost their prospects. Responding to the questions from the floor, all the nine alumni offered handy tips from their very own experiences, in particular on the right timeline for application, the keys to a powerful motivation letter, and the strategy to approach the professors. It was also advised to link tightly the former academic background with the intended master program so that the gap is less, particularly, in the case of cross-disciplinary.

Furthermore, the crowd was continuously encouraged to creatively improve their English and any other languages not only from the book but also from daily practices. More importantly, it is important to be persistent in exploring all the opportunities. In the end of the session, executing a request from one of the audiences, each alumnus shared their personal motivation to attain the scholarship and what they believe as their personal strength to be finally selected for the scholarship.

The alumni are grateful for the opportunity to have shared their savoir-faire to the crowd seeking for scholarship opportunities and to, at the same time, have learnt from others.

Although Erasmus Mundus is one of the youngest education excellence nameplates, this pioneering activity has formed the first steps moving towards the big dream of contributing to the community for a better nation.

PPSDMS: www.ppsdms.org

Posted in Promotional Events | Tagged: , , , , , , , | 24 Comments »

Apply Erasmus Mundus Sebelum Lulus

Posted by emundus on November 6, 2009

Banyak pengunjung blog ini yang bertanya bagaimana caranya untuk apply Erasmus Mundus sebelum lulus.

Di bawah ini adalah cerita dari beberapa student dan alumni yang memiliki pengalaman yang sama. Semoga dapat menginspirasi Anda semua.

Cassie, EM awardee 2009 untuk program Marine Biodiversity and Conservation

Pada Desember 2008 saya mengajukan beasiswa EM ketika masih belum lulus S1, walaupun sebenarnya tidak ada kejadian yang spesial karena untuk saya semua urusan terhitung mulus…

Di website program saya memang sudah dikatakan bahwa tidak masalah bila pendaftar masih belum lulus kuliah. Namun, kita memang harus menjelaskan secara tertulis bahwa kita memang mahasiswa tingkat akhir yang akan lulus sebelum perkuliahan master dimulai. Saya sendiri mengatakan bahwa saya akan lulus pada bulan Juni 2009 (walaupun akhirnya diwisuda pada bulan Juli 2009). Ijazah saya kirim setelahnya dan tidak ada masalah dan saya sendiri berangkat akhir bulan Agustus 2009.

Mengenai apa yang harus dipersiapkan, menurut saya, penuhi saja semua syarat yang diminta di website dengan sebaik-baiknya. Apabila ada kasus khusus, seperti belum lulus S1 (yang artinya tidak bisa menyerahkan ijazah S1) maka jelaskan secara tertulis. Yang mungkin harus diperhatikan adalah kita harus ‘memasang’ target kelulusan yang masuk akal dan harus berusaha memenuhinya (kan ga lucu kalau kita diterima EM, tapi ga jadi berangkat gara-gara belum lulus. Harusnya setelah tahu diterima, kita jadi lebih semangat untuk lulus!) :)

 

Nay, EM awardee 2005, MESPOM

menilik umur, koq bisa aku belum lulus S1 pas daftar mespom? hehe…ceritanya, dulu kuliahnya D3, lulus trus kerja dulu. Nyambung S1 tahun 2003, selesai pertengahan 2005 (kira-kira 1.5 tahun). sementara kira-kira pertengahan 2004 sudah mulai cari-cari beassiwa, jadi pengisian formulir pendaftaran dll dilakukan pada saat masih aktif kuliah S1 semester ke-2 (karena nyambung dari D3, jadi hanya perlu 3 semester untuk lulus).
Karena proses aplikasinya sendiri memakan waktu hampir 1 tahunan (agust 2004-agust 2005), jadi waktu itu seluruh proses seleksi berjalan berbarengan dengan masa kuliah sambungan S1 semester 2 dan 3 (akhir).

ada beberapa kolom di form aplikasi yg jadinya tidak bisa terisi, tapi kebetulan program mespom (waktu itu) ada menyebutkan bagaimana harus mengisi form jika statusnya belum lulus (kurang tahu apakah hal ini juga ada di program yg lain). jadi secara persyaratannya, memang dibolehkan. karena kelulusan S1 dulu akan berbarengan dg waktu keberangkatan ke eropa, jaminannya waktu itu hanya transkrip D3 dan transkrip sementara semester 1 S1 (yg 2 semester belum keluar waktu awal pendaftaran). konsorsium merasa ini cukup (setelah beberapa kali korespondensi), dan mereka setuju bahwa sertifikat yg lain-lain (yg belum ada) akan menyusul sesegera mungkin, sehingga aplikasi diproses terlebih dulu tanpa sertifikat kelulusan S1.

untunglah aku diterima, dan bersamaan dg pengurusan visa dll, aku juga sibuk ujian S1, nulis thesis akhir, pendadaran, dan tentu saja, masih kerja full-time senin-jumat :-) waktu aku daftar beasiswa dan mulai melewati tahapan step by step dan selalu lolos, aku mulai melakukan pendekatan ke pihak universitas tempat aku belajar S1 sabtu minggu, menerangkan apa yg akan kutempuh setelah lulus S1, bahkan salah satu dosen memberikan surat rekomendasi untuk mendaftar beassiwa, sehingga pihak universitas juga mendukung penuh. Ini penting karena di akhir semester, pas sudah mau berangkat ke eropa, seharusnya ijasah S1 belum resmi keluar, tapi universitas memutuskan untuk mengurus ijasah asliku untuk diproses lebih dulu, jadi bisa dibawa terbang ke eropa.

sampai di sana, urusan pertama yg harus dilakukan begitu mendarat, yaitu menyerahkan seluruh sisa kelengkapan dokumen yg waktu proses penerimaan dijanjikan akan diberikan. untunglah semua lancar dan tepat waktu, jadi semua pihak lega. nego ke konsorsium mungkin tidak perlu dalam kasusku karena memang konsorsium sudah menyebutkan bahwa untuk yg BELUM lulus S1…boleh daftar…dg ketentuan tersendiri seperti yg sudah aku alami di atas. deg-degannya waktu itu cuman bisa ga ya universitas keluarin ijasah sementara yg lain belum terima. dg pendekatan ke beberapa pihak dan dg niat baik, serta dg membawa nama baik almamamter juga, justru malah mereka dg senang hati membantu dan bangga, karena alumninya ada yg langsung keterima S2 di eropa.

mudah-mudahan sharing ini membantu buat mereka yg senasib dg-ku, atau di situasi yg mirip-mirip. mungkin memang intinya tergantung dr kebijakan pihak konsosrsium masing-masing program yg bisa jadi berbeda-beda. akupun kurang tahu apakah kebijakan yg sama masih juga berlaku di MESPOM sekarang, karena pastinya tiap tahun mereka merevisi persyaratan dan apa yg boleh dan tidak bolehnya. kebetulan aku angkatan pertama di MESPOM. yg penting sih komunikasi dg pihak konsorsium terus menerus (via email) dan aktif membaca detil-detil persyaratan dg seksama (tolong dicatat waktu itu 2005 belum ada semacam forum yg saling bantu seperti sekarang, belum ada tempat bertanya, belum ada yg berpengalaman untuk dimintai saran/pendapat, semua dikerjakan sendiri dan benar-benar mandiri, sampe berangkat ke eropa sendiri, tanpa pelepasan resmi dll). mudah-mudahan sedikit cerita ini membantu bagi yg membutuhkan.

Posted in Articles | Tagged: , , , , | 42 Comments »

The story of EHEF 2009, Bangkok

Posted by emundus on November 5, 2009

Written by: Netta (SEFOTECH.NUT, 2007 EM awardee)

She will be the presenter of Erasmus Mundus in Holland Education Fair in Yogyakarta, 10 November 2009 –> check this link

Friday (30 October 2009)

Iqbal and I were flying from Jakarta on Friday morning. We arrived at Suvarnabhumi International Airport. Since the immigration queue were quite long, it took us sometime before we cleared the immigration and went to our hotel. PeWe, Danang, and Yansen’s flight were later that day.

I met my old classmate during my EM days, Palm, so after checked in our rooms, the three of us went to have dinner. Well, actually it was a late lunch, none of us were having lunch. On our way, we met Ton, another Thai EM-ers. He then guide us to Siam Paragon, the venue where the EHEF 2009 will be held. All of us walked to Asoke BTS (Bangkok Transit System) Station and took the BTS to Siam Station. The Mall has connecting bridge with the BTS station. There we were, had dinner, sipped the greentea and walked around the mall.

When we came back, it turn out that PeWe, Danang, and Yansen were already arrived. Since they haven’t had dinner, we all agreed to go out again and find some food. Nobody had an idea where we would go to get dinner. “Why don’t we go to Suan Lum Night Bazaar?” said I. That’s the only place I know. We took taxi there (yeah, the taxi were expensive, coz none of us know the market price). PeWe, Danang, and Yansen had dinner, while me and Iqbal were drooling. OK, that’s too much :P

Since Iqbal and I already had dinner we only order some juices. After dinner we walked around the Night Bazaar and do some souvenirs hunting. It turns out the guys (except Danang) had better ability on bargaining things. Lesson’s learned. Next time, let those guys do the bargaining. :P

Finished with shopping, we realized that all of us still want to do some adventurous journey. We took Tuk-tuk back to the hotel. (I hope the reader will stop their imagination at this point! Five of us in 1 Tuk-tuk). To be honest, none of us considering having small size. So yeah… there we go. Ho ho ho.

Saturday (31 October 2009)

Saturday morning, D-Day, all of the EMA-SEAers wearing blue EU T-shirts. After breakfast we all met at the hotel lobby. New friends, old friends, all together. Lots of kisses on the cheeks, hugs, and stuffs. After that all of us went to the EHEF venue. It turned out that the event was delayed a bit. So most of us still chit chatting with each others, swapping news, etc.

We had EMers from Thailand, Malaysia, Indonesia, and Vietnam. It’s the first time that we had Vietnam’s delegation in the EMA SEA meeting. Yeaaaay. More members of the big family! When the EHEF officially started, the members were busy explaining Erasmus Mundus and experiencing European life to those who came to our booth.

At the same time, the Directive Boards (Iqbal, Jum, Rebecca, Dee, Fiat, Yansen, and Danang) had their meeting in a secret room (well.. I exaggerated on this part). Thai people enthusiasm was great. Although we got some language barrier problems, still, it turned out great.

After lunch, all of us, including the Directive Boards went to do some sightseeing. We went to Wat Srakesa Rajavaramahavihara (The Golden Mount Temple), then to Wat Pho where we saw the HUGE reclining Budha statue, and the last trip was to a museum. Wow, to honest, the museum had a great presentation. Lots of interactive stuffs, we had a lot of fun!

After visiting the museum, it turned out that we still had 1 hour before our dinner. Then the sightseeing committee brought us to a park near Chao Phraya River. There we were, experiencing the Saturday Nite beside the river. The view of Rama VIII Bridge was great. (Hmm.. Rama VIII bridge is kinda like the mix between Monas and Pasopati Bridge, but in bigger scale). The park was crowded, because people were already started to celebrate Loy Krathong Festival. A lot of shows, mostly theater shows, played in the park.

Dinner was held in a restaurant near a palace which looks like Capitol Hill to me. (Sorry, I forgot the name of the Palace).

Sunday (1 November 2009)

Sunday morning, most of us already checked out, and then went to Vie Hotel where our EMA SEA chapter meeting were held. There, all the directive boards presented their programs and members can choose which team they want to participate in. (Further on minutes and result of the meeting will be the official version by the DB). Be patient people!! ^_^

After lunch, some people flew back to their countries and some who had later flight went back to EHEF event, supporting the Thai EM on explaining EM. The event were closed at 7pm. And until the last minute, I was still there talking with a prospective Thai EM-ers.

All in all, thank you very much for the Thai committee for the great enthusiasm and hospitality. This event will not be this great without their hard work.

Posted in Non-Promotional Events | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Holland Education Fair 2009 (+ Erasmus Mundus)

Posted by emundus on October 26, 2009

Netherland Education Support Office (NESO) akan mengadakan road show ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Makassar dengan jadwal sebagai berikut:

Yogyakarta, Hotel Novotel, 10 Nov, 13.00 – 19.00
Bandung, Hotel Hilton, 12 Nov, 13.00 – 19.00
Jakarta, Hotel Mulia, 14-15 Nov, 11.00 – 18.00
Makassar, Hotel Clarion, 17 Nov, 12.00 – 18.00

Pada acara tersebut, NESO merencanakan akan ada sesi presentasi tentang beasiswa Erasmus Mundus.


Update per 5 November 2009:
Yogyakarta:

 

dyan

Bandung:

irfan
  • Presentation of Erasmus Mundus by Irfan Mujahid (Erasmus Mundus awardee 2007)
  • Q & A session
  • Session 1: 12.30-13.15 *updated*
  • Session 2: 14.45-15.30 *updated*

Jakarta:

trio

  • Presentation of Erasmus Mundus by Ibu Destriani Nugroho (Project Officer, Development Section,  Delegation of the European Commission to Indonesia, Brunei Darussalam and East Timor)
  • Meet and greet with Danang Ari, Carroline D Puspa, and Irmanda Handayani (Erasmus Mundus awardee 2007)
  • Q & A session
  • Session 1: 14.00-14.45 *updated*
  • Session 2: 16.00-16.45 *updated*

Makassar:

  • Presentation of Erasmus Mundus by Dianing Galih (Erasmus Mundus awardee 2007 – European Masters in Informatics)
  • Q & A session
  • Session 1: 12.30-13.15 *updated*
  • Session 2: 14.45-15.30 *updated*

Artikel KOMPAS, 20 Oktober 2009:

 

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/10/20/11220942/yuk.ke.holland.education.fair.2009.

kompetisi essay FSAI dengan judul “Cronobacter Sakazakii”

Posted in Promotional Events | Tagged: , , , , , , , , , | 16 Comments »

Masuk main list, apakah pasti diterima?

Posted by emundus on March 4, 2009

Pertanyaan ini adalah pertanyaan besar bagi sebagian besar calon EM awardees yang sudah mendapatkan konfirmasi dari EMMCnya bahwa mereka dinyatakan masuk ke main list, tetapi masih harus menunggu konfirmasi akhir dari Brussels.

Berikut adalah jawaban dari Ibu Destriani Nugroho, Project Officer dari Delegasi Komisi Eropa untuk Indonesia, yang dari tahun ke tahun telah membantu EM awardees dari Indonesia pada khususnya mulai dari persiapan keberangkatan, pertanyaan-pertanyaan umum, sampai urusan visa.

Bagi yang sudah masuk main list, kemungkinan besar akan diterima.  EC di Brussels hanya memastikan bahwa:

  • Tidak lebih dari 20% penerima beasiswa dalam satu EMMC berasal dari negara yang sama.
  • Diantara 20% tersebut, tidak lebih dari 2 orang berasal dari universitas yang sama.

Ada beberapa kasus sebelumnya kalau penyelenggara EMMC tidak memahami aturan tersebut di atas.  Sehingga walaupun sudah diterima oleh EMMC akhirnya salah satu terpaksa di drop.

Keputusan akhir EC di Brussels sekitar bulan April/May, applicant diharapkan mengecek emailnya setiap hari untuk jaga-jaga kalau ada persyaratan tambahan / perbaikan dokumen yang diperlukan.

Pada saat konfirmasi diterima, pastikan tidak ada “conditional acceptance”  misalnya diterima tetapi harus menyerahkan hasil TOEFL international misalnya.  Kalau ada segera balas email tersebut dan penuhi persyaratannya secepat mungkin.

Destriani Nugroho (Mrs.)
Project Officer
Development Section
Delegation of the European Commission
to Indonesia, Brunei Darussalam and East Timor
Wisma Dharmala Sakti – 16th Floor
Jl. Sudirman 32 – JAKARTA 10220
Tel: (+62 21) 2554 6200 (central) ext. 245
Tel.: (+62 21) 2554 6245 (direct)

Posted in Articles | Tagged: , , , , , , , , | 21 Comments »

Kehidupan mahasiswa/i EM

Posted by emundus on February 26, 2009

Anda tertarik untuk tahu lebih banyak seputar kehidupan para mahasiswa/i Erasmus Mundus?

Bila ya, saya menyarankan anda untuk segera membaca majalah khusus untuk Erasmus Mundus Alumni & Students, EMAnate, Issue 02 (terbaru). Versi elektroniknya bisa didapatkan di:

http://www.em-a.eu/fileadmin/content/EMAnate_issue2.pdf (3.7 MB)

Versi cetaknya? Mohon maaf, saat ini majalah ini baru didistribusikan, khusus untuk anggota EMA saja.

Di halaman 8, anda bisa melihat laporan mengenai kegiatan pameran pendidikan tinggi Eropa / European Higher Education Fair (EHEF) dan kegiatan EMA networking event di Jakarta, November 2008 lalu.

Selamat membaca.

EMAnate issue 02, page 8

EMAnate issue 02, page 8

Posted in Articles | Tagged: , , , , , , , , , , | 1 Comment »

Seni mencari beasiswa, persiapan mendaftar beasiswa & persiapan berangkat

Posted by emundus on May 15, 2008

By: Anggiet Ariefianto
Taken from: Milis beasiswa (beasiswa@yahoogroups.com)

Dear all,
Seorang teman saya minta saya membagikan filosofi saya seputar beasiswa. Berikut ini berapa poin yang sempat terpikir dan pernah saya terapkan.
Harap diingat, tidak semuanya aplikatif, ini adalah persepsi saya, jadi
sangat personal, bukan opini umum dan bukan kebenaran yang hakiki.

Seni Mencari Beasiswa

Memilih beasiswa bisa dilakukan dengan berbagai cara yang semuanya sah.
Idealnya mencari beasiswa itu mengacu kepada kebutuhan, keinginan,
kemampuan dan kemungkinan.

  1. Berdasarkan jurusan
    Sebagian orang memilih beasiswa karena ingin mendalami bidang tertentu yang super spesifik, misalnya nano biologi. Tidak masalah studinya di Negara mana. Jika demikian, yang harus dilakukan adalah  membuat data universitas yang memiliki program yang diingini, kemudian lihat kemungkinannya, adakah beasiswa yang bisa mendukung untuk ambil program itu di uni yang diinginkan.

    Harap diingat, meskipun namanya sama, belum tentu muatan materi ajarnya sama. Ambil contoh misalnya gender studies. Ternyata banyak mainstreamnya seperti women studies, gay studies, domestic violence, gender in development, dst.

    Pengamatan saya di Australia, banyak uni yang sama nama programnya tapi dari mata kuliahnya akan terlihat lebih berfokus ke mana. Ini yang seringkali tidak diantisipasi oleh pendaftar (termasuk saya sendiri). Survey yang akurat dan komprihensif diperlukan, pastikan kita tahu betul apa muatan jurusan yang dituju, karena biasanya pada saat wawancara kita juga harus bisa menjelaskan kenapa kita mau ambil bidang itu di universitas itu

  2. Berdasarkan Negara
    Sebagian orang terobsesi ingin sekolah di negara tertentu. Maka yang harus dilakukan adalah mencari beasiswa yang tersedia dari Negara yang bersangkutan. Seringkali sebuah Negara memberikan lebih dari satu skema beasiswa. Australia misalnya memberikan beasiswa melalui ADS, tetapi juga ada IAFTP. Selain itu universitas Australia juga memiliki skema beasiswanya sendiri.

    Alasan ini yang saya pakai waktu daftar ADS, karena kakak-kakak saya semua dapat ADS, ya saya tidak mau kalah, jadi karena ingin sekolah di Australia ya meriset bidang apa sich yang cocok untuk saya, di universitas mana, dst.

  3. Berdasarkan beasiswa yang ada
    Banyak orang mendaftar beasiswa berdasarkan tawaran yang ada. Ini biasanya terjadi kalau ada beasiswa besar yang memulai seleksi seperti ADS dan Stuned. Dalam hal ini kemampuan untuk memperoleh informasi sangat berperan. Banyak orang tertarik mendaftar karena memperoleh informasi beasiswa yang ternyata cocok untuk mereka. Metode ini saya pakai untuk mendaftar tiga beasiswa terakhir yang saya peroleh. Sering-sering saja mengikuti email-email yang muncul di milis beasiswa. Kalau ada yang kira-kira menarik, kita memenuhi syarat, iseng daftar.

    Harap disadari, biasanya informasi dating mepet atau sudah terlambat, jadi biasakan sedia payung sebelum hujan. Saya selalu punya ijasah IELTS/TOEFL yang masih valid dan referensi2 yang bisa saya sisipkan. Pernah mendaftar beasiswa hanya butuh waktu 2 hari untuk mengumpulkan dokumen, mengisi form dan mengirim. Triknya mudah saja, surat rekomendasi tidak ada tanggalnya, pada bagian akhir mengatakan, mendukung untuk studi lebih lanjut. Jadi semua tidak spesifik. Pada akhirnya hanya perlu modal fotokopi dan ongkos kirim.

  4. Berdasarkan jumlah nominal beasiswa
    Biaya hidup di luar negeri biasanya lebih tinggi dari di Indonesia dan banyak beasiswa hanyalah parsial atau mengikuti UMR  Negara setempat, jadi hidup pas-pasan. Beasiswa parsial biasanya hanya memberikan gratis uang sekolah, gratis uang sekolah dan uang saku tapi tidak mengganti tiket, gratis uang sekolah dan akomodasi tapi tidak memberi uang saku dst.

    Pelajari betul skema beasiswa yang diminati, apa saja yang tercover. Kalau memang mau nekat ambil beasiswa parsial, selidiki betul bagaimana menutup kekurangan beasiswanya. Apakah ada badan lain yang dapat membantu (termasuk orang tua, pasangan, jual property dst) ataukah universitas sendiri dapat membantu. Pengalaman teman2 saya yang menerima beasiswa AMINEF beasiswanya memang kurang, tapi universitas tujuan biasanya membantu dgn memberi pekerjaan sebagai asisten dst. Kalau saya pribadi saya punya prinsip saya tidak akan ambil beasiswa yang tidak mengcover penuh.

PERSIAPAN MENDAFTAR BEASISWA
Ketika memilih sebuah beasiswa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memperbesar kemungkinan kita untuk mendapatkan beasiswanya. Karena kesempatan beasiswa hanya datang setahun sekali, harus sangat berhati-hati memilih dan mendaftar beasiswa

  1. Lihat kemampuan dan kesiapan diri sendiri
    Kalau ada tawaran beasiswa, harus ada rekoleksi diri yang jujur. Apakah saya memenuhi syarat terutama dalam hal usia, pekerjaan, latar belakang pendidikan, pendanaan, kesehatan dst. Misalnya, kalau memang tidak punya cadangan dana hindari beasiswa yang parsial, kecuali kalau memang siap menghadapi resiko kesulitan financial di negara orang (meskipun biasanya akhirnya teratasi).

    Kalau memang punya bayi dan beasiswa yang didaftar tidak mengcover keluarga lalu merasa tidak siap meninggalkan keluarga ya jangan daftar dulu, mungkin ditunda sampai anak lebih besar. Pikirkan baik-baik, dapatkah saya meninggalkan keluarga, pekerjaan, kampong halaman dst.

    Selama saya study saya sering sekali jadi tempat curhat ibu-ibu yang harus meninggalkan anak dan suami dan juga suami-suami yang jadi kurang gizi karena jauh dari istri. Pindah ke suatu tempat yang tidak kita kenal, jauh dari keluarga tidak mudah, apalagi kalau kita tidak menguasai bahasa setempat. Pertimbangkan juga stress yang akan muncul kemudian, homesickness dst. Ketika sudah mengambil keputusan, ‘deal with it’, jangan cengeng di negeri orang yang akhirnya akan merepotkan komunitas Indonesia di sana.

    Ketika saya studi di Melbourne ada salah satu rekan saya minta pulang setelah 2 minggu sekolah karena tidak tahan hidup tanpa istri (manja amat sich? Hari gini?)

  2. Lihat posibilitas untuk mendaftar
    Hampir tidak mungkin mendaftar beasiswa tanpa restu dan ijin atasan. Sebelum mendaftar, yakinkan bahwa atasan (artinya bos, pasangan dan keluarga) itu mendukung. Salah satu dosen IALF pernah curhat ke saya karena salah satu kandidat beasiswa AUSAID yang tidak jadi berangkat karena suaminya tidak mengijinkan (lho waktu itu apa tidak pamit?). Saya juga banyak menemukan masalah dimana atasan tidak mengijinkan (alasannya bisa karena sirik, gak mau kehilangan staf, dst.)
  3. Pahami betul persyaratan beasiswa yang akan di daftar
    Setiap beasiswa ada peraturannya sendiri. Ada yang menetapkan batasan usia, hanya terbatas untuk bidang tertentu, hanya untuk kalangan tertentu (berdasarkan geografis, agama, etnis, status pekerjaan dst), harus punya pengalaman kerja minimal ….. tahun, dst. Pastikan bahwa kita memenuhi SEMUA kriteria yang diminta, karena seleksi awal adalah kelengkapan dokumen.
  4. Pahami betul aplikasi beasiswanya
    Mengisi formulir beasiswa juga gampang-gampang susah. Kebanyakan beasiswa menilai kualifikasi pendaftar dari motivation letter. Pengalaman saya membantu anggota milis beasiswa membuat motivation letter, kebanyakan motivation letter dari pendaftar beasiswa Indonesia itu isinya muter2, banyak pakai kata-kata yang berbunga-bunga, padahal kalau disaring tidak ada isinya.

    Biasakan mengisi motivation letter itu singkat dan padat, jadi yang membaca langsung mengerti apa yang mau disampaikan, kualifikasi pendaftar dst. Harap diingat bahwa penyeleksi beasiswa itu harus membaca ribuan aplikasi, jadi seleksi pertama biasanya kelengkapan dokumen, setelah itu baru motivation letter dibaca. Dalah satu hari seorang penyeleksi harus membaca puluhan motivation letter. Kalau motivation letter kita tidak jelas, kemungkinan langsung dicoret. Saya biasanya pakai system dot point dalam menulis yang diikuti penjelasan, karena itu sangat memudahkan pembaca untuk mengikuti isi tulisan saya

    Dalam mengisi formulir beasiswa sebaiknya berkonsultasi dengan orang2 yang pernah memperoleh beasiswa itu karena mereka mungkin punya jurus2 jitu yang tidak kita sadari. Pada waktu saya daftar Ausaid, boleh dibilang kakak saya yang mengisi formnya melalui beberapa tahap revisi. Jangan lupa memenuhi SEMUA persyaratan beasiswa. Kalau yang diminta international TOEFL, pastikan yang dikirimkan adalah international TOEFL, jangan yang institusional.

    Kalau diminta tiga referensi, pastikan memang menyertakan tiga referensi. Sebaiknya referensi itu minimal satu dari atasan. Pastikan aplikasi lengkap waktu dikirim dan dikirim sebelum deadline, dst.

  5. Persiapkan peralatan tempur
    Mencari beasiswa itu lebih dari sekedar cari bidang yang diingini dan isi formulir. Ketika kita sudah merasa siap mental untuk mendaftar dan ‘jalan menujur Roma’ sudah dibersihkan dari onak dan duri, persiapkan diri betul. Selidiki budaya dan kebiasaan masyarakat negara tempat tujuan, supaya kamu bisa mengantisipasi kondisi di sana. Dalam setiap wawancara, ada beberapa pertanyaan yang intinya ingin menguji kesiapan mental kita untuk tinggal di negara orang dan pengetahuan kita terhadap kehidupan sosial di sana.

    Setiap wawancara pertanyaannya standar, di sana mau kuliah apa, kenapa ambil kuliah itu, bagaimana nanti mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, dst. Lakukan persiapan yang matang sebelum maju wawancara

  6. Banyak berdoa
    Kalau aplikasi sudah dikirim, sambil menunggu panggilan, banyak-banyaklah berdoa, yang diatas juga perlu diyakinkan kenapa beasiswa itu penting buat kamu. Biasakan kalau sudah mendaftar beasiswa segera lupakan, khan belum tentu dapat. Kalau memang dipanggil baru berpanik-panik ria.

PERSIAPAN SETELAH MENERIMA BEASISWA
Ada dua hal penting yang harus dilakukan: persiapkan diri, dan persiapkan
orang lain.

  1. Persiapan diri yang matang
    Persiapan diri ini tidak hanya sebatas membuat data barang yang harus dimasukkan ke dalam koper, tapi juga harus paham bagaimana budaya dan kebiasaan masyarakat setempat, keberadaan masyarakat Indonesia di sana, penginapan hari-hari pertama dimana, iklim dst. Sebelum berangkat harus sudah punya daftar kegiatan yang akan dilakukan, alamat2 yg hrs dituju, mesti lapor diri di uni kapan, dst

    Sekolah di luar negeri itu bukan cuma untuk menambah ilmu, tetapi juga menyelami bagaimana kehidupan di negeri sana. Jadi kalau sekolah di luar, jangan cuma berkumpul dengan sesama orang Indonesia tapi berinteraksilah dengan masyarakat lokal, mengasah kemampuan berbahasa asing dan menyelami serba serbi masyarakat setempat. Itu adalah bagian dari pelajaran beasiswa, bagian dari proses pembelajaran. Dari banyak mengamati, diskusi dan berinteraksi, kita akan belajar banyak hal yang tidak akan kita dapat dari textbook. Jangan lupa banyak jalan-jalan, mumpung sudah sampai sana. Menabung memang perlu, tapi jangan kelewatan.

    Perhatikan betul budaya setempat. Salah satu kebiasaan mahasiswa Indonesiayang sangat mengganggu saya adalah kebiasaan ‘numpang makan’. Kalau ada acara kumpul-kumpul datang terlambat, makan langsung pulang. Etika tinggal di luar itu kalau ada acara makan, bawalah makanan untuk dimakan bersama dan karena di luar tidak ada yang punya pembantu, ikut beres-beres setelah acara selesai adalah wajib hukumnya. Acara makan-makan di luar negeri jangan dijadikan ajang perbaikan gizi tapi lebih ke arah silaturahmi.

  2. Persiapan keluarga yang akan dibawa/ditinggal
    Kalau mau bawa keluarga, persiapkan betul mental mereka juga. Saya banyak mengamati tingginya stress pada anak, baik jika anak dibawa bersekolah ataupun ditinggal di rumah. Anak ternyata banyak merasa tersisihkan dalam proses pindah, karena merasa tidak diajak kompromi, merasa terenggut dari dunia yang dia kenal dan ditempatkan di tempat asing, kemudian dia akan mengalami stress kedua saat harus kembali ke Indonesia. Ketika anak ditinggal, ia akan merasa terbuang, bahwa orang tuanya tidak mencintainya ketika mereka pergi sekolah. Memberikan pemahaman pada anak sering butuh waktu yang panjang (hal yang sama juga berlaku untuk orang tua). Jangankan manusia, anjing saya pun stress kalau lihat saya mulai mengisi koper karena artinya ia akan ditinggal dan jadi super manja, tidak mau makan, cari perhatian dst.

    Kalau mau bawa pasangan, ini juga tidak selalu pilihan yang tepat. Biasanya kalau suami yang membawa istri tidak masalah karena istri biasanya lebih pasrah dan mendukung suami. Biasanya suami-suami ini mengalami masalah makan karena banyak yang tidak bisa masak dan baru membaik saat istrinya tiba. Sayangnya kebalikannya tidak selalu sama. Saya banyak jadi tempat curhat istri-istri bete dengan suaminya yang mereka tenteng ke luar negeri. Sayangnya memang masyarakat kita masih sangat chauvinist. Ternyata suami-suami yang jadi pengangguran di luar negeri sering frustrasi karena bosan tidak melakukan apa-apa, banyak yang tidak bisa komunikasi dengan masyarakat luar. Banyak istri-istri mengeluh karena setelah suami tiba pekerjaan bertambah, capek sekolah seharian, sampai di rumah masih harus masak, beres-beres rumah dst. Meskipun banyak juga yang suaminya berubah jadi pinter urus anak, pinter masak dst.

    Saran saya kalau mau bawa pasangan, lihat baik-baik karakter pasangannya, kalau tipe yang bikin repot, lebih baik ditinggal saja di rumah. Atau ikuti yang saya lakukan: Jangan menikah kalau masih suka keluyuran keluar negeri.

Posted in Articles | Tagged: , , , , , | 23 Comments »

Scholarship Hunting Sharing

Posted by emundus on April 2, 2008

Well, artikel ini kebetulan saya temukan dari hasil iseng2 mencari di Google.

Selain memuat informasi mengenai Erasmus Mundus, artikel ini juga memuat keteranganmengenai beberapa beasiswa lainnya. Tips dan trik juga tersedia di situ, so silahkan dibaca.

Linknya: http://lambrtz.blogsome.com/2008/02/06/scholarship-hunting-sharing/ Read the rest of this entry »

Posted in Articles | Tagged: , , , | 1 Comment »

EM 2008

Posted by emundus on November 7, 2007

Persiapkan diri anda sekarang juga untuk meraih beasiswa Erasmus Mundus 2008! ssst.. sedikit bocoran, ‘nominal’ beasiswa Erasmus Mundus ini ternyata salah satu yang paling ‘gede’ lho di dunia… :D


Read the rest of this entry »

Posted in Articles | Tagged: , , , , , | 60 Comments »

Three simple steps for applying EM

Posted by emundus on November 7, 2007

The Erasmus Mundus programme is a co-operation and mobility programme in the field of higher education which promotes the European Union as a centre of excellence in learning around the world. It supports European top-quality Masters Courses and enhances the visibility and attractiveness of European higher education in third countries. It also provides EU-funded scholarships for third country nationals participating in these Masters Courses.


Read the rest of this entry »

Posted in Articles | Tagged: , , , , , , , , , | 7 Comments »

EM Brief description

Posted by emundus on November 7, 2007

Beasiswa Erasmus Mundus diberikan dalam mata uang Uni Eropa yaitu euro yang besarnya dapat mencakup biaya perjalanan, biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan serta akomodasi.


Read the rest of this entry »

Posted in Articles | Tagged: , , , , | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 577 other followers