Erasmus Mundus scholarship

Quality and Excellence in European Higher Education

EU On the Move (5K Run-Walk)

Posted by emundus on April 11, 2014

Let’s join this event !!

Note:
Saya lagi coba mengumpulkan student/alumni EM untuk hadir di event ini.
Kalau berhasil, mungkin kita akan buat semacam sharing session atau acara lainnya (tergantung permintaan).
Info selanjutnya akan menyusul yah.

Let’s be ON THE MOVE :)

poster_final_rev5_idn

Posted in Beasiswa Erasmus Mundus, Non-Promotional Events | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Quiz dimulai 5 menit lagi !!

Posted by emundus on March 1, 2014

Segera standby di https://www.facebook.com/groups/erasmus.mundus.indonesia ya bagi yang mau mengikuti quiz berhadiah ini..

Posted in Beasiswa Erasmus Mundus | Leave a Comment »

Quiz Berhadiah Erasmus Mundus

Posted by emundus on February 28, 2014

Silahkan bagi yang mau ikutan Quiz.

Hadiahnya:
kalender mungil Uni Eropa, kalender besar Uni Eropa, buku tulis EU dan bolpen

Standby di halaman FB Erasmus Mundus Indonesia, besok 1 Maret 2014 jam 9 pagi.

Belum terdaftar di group?
Cepatlah daftar sekarang.
Pendaftaran s/d jam 7 pagi akan diapprove langsung untuk menjadi member group.

https://www.facebook.com/groups/erasmus.mundus.indonesia/

Pengumuman
Capture

Contoh pertanyaan
Capture2

Posted in Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Penipuan berkedok beasiswa

Posted by emundus on February 8, 2014

Ini reminder saja bagi semua aplikan beasiswa.

http://emundus.wordpress.com/2013/04/03/penipuan-terkait-beasiswa-em/

Card-Fraud

Di saat sudah submit aplikasi, dan per saat ini sudah ada beberapa program yang mulai “mengabari” atau membuat jadwal interview, terkadang, ketika kita yang “dihubungi“, kita terlalu “euforia” dan melupakan akal sehat.

Pokoknya, kalau ada permintaan uang atau transfer atau permintaan lain yang dirasa janggal, silahkan dikonsultasikan dulu (paling baik sih kontak ke konsorsium/koordinator program). Tetapi kalau “enggan”, you can drop me email: emundus (dot) wordpress (at) gmail.com

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Erasmus+: the new EU programme for Education, Training, Youth, and Sport for 2014-2020

Posted by emundus on January 31, 2014

Hallo semuanyaaa.

Kami informasikan bahwa nama beasiswa Erasmus Mundus mulai Januari 2014 telah berubah menjadi Erasmus+ (Erasmus plus). Uni Eropa menggabungkan semua program beasiswanya yang tadinya memiliki nama yang berbeda-beda menjadi satu nama yaitu Erasmus +.

Program beasiswa S-2 dan S-3 yang sebelumnya bernama Erasmus Mundus tetap berjalan seperti biasa dan sekarang ada di bawah nama baru Erasmus + bersama dengan program2 beasiswa lainnnya dan situsnya juga masih sama seperti sebelumnya (lihat pinned post di artikel paling atas wall ini).

Informasi tentang Erasmus + bisa dilihat di situs berikut ini. Admin juga masih belajar program Erasmus + yang baru ini. Informasi selanjutnya menyusul ya.

http://ec.europa.eu/programmes/erasmus-plus/index_en.htm

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: | 5 Comments »

Diploma Supplement

Posted by emundus on January 7, 2014

Belum lama ini, ada seseorang yang email ke saya, meminta format Diploma Supplement, karena program EM yang mau dia apply, mengharuskan ada Diploma Supplement sebagai salah satu syarat dokumennya.

Saya cari-cari Diploma Supplement milik saya, lalu saya ketik ulang.
Ternyata hari ini saya ketemu template dari Uni Eropa (tau gitu ga usah ketik ulang hehe).

Bisa diunduh di sini:

http://europass.cedefop.europa.eu/en/documents/european-skills-passport/diploma-supplement/examples

Kalau ingin baca-baca lebih jauh mengenai Diploma Supplement, bisa Google, atau lihat 2 link berikut:

http://www.unibz.it/en/students/studycareer/graduation/diplomasupplement.html

dipl1suppl

Pertanyaan berikutnya mungkin:
Kalau dari Indonesia, apakah kita harus buat Diploma Supplement sendiri? Tanpa cap universitas? (tidak sah dong?)

Jawabannya sepertinya “iya”.
Karena kalau mau ngotot-ngototan, ga akan ketemu jalan tengah juga sih.
- Anda butuh Diploma Supplement
- Universitas tidak merasa mereka punya dokumen tsb, jadi mana mau mereka cap untuk dokumen yang bukan berasal dari mereka
- Tanpa Diploma Supplement, pihak konsorsium EMMC bisa jadi tidak mengerti level kualifikasi anda

Yang penting dikomunikasikan saja dengan konsorsium mengenai kenapa tidak ada ap universitasnya.
Toh memang kondisinya demikian kan?

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , | 4 Comments »

Motivation Letter #15: Pengalaman Berorganisasi

Posted by emundus on January 7, 2014

Di sini http://emundus.wordpress.com/2013/07/27/motivation-letter-2-apakah-harus-1-lembar/ saya sudah pernah menyebutkan:

Detail mengenai diri anda kan sebenarnya sudah tergambar di dokumen2 lainnya (CV, transkrip, ijazah, dll). Jadi motivation letter ini jangan disalah gunakan. Menurut saya, tujuan utama motivation letter bukanlah untuk men-summary kualifikasi anda (walaupun boleh juga disertakan), tetapi untuk memberikan hal2 yang tidak terlihat di dokumen lainnya.

Dari beberapa motivation letter hasil proofread yang masih terus berdatangan (semoga setelah 15 Januari sudah stop ya hehehe), banyak orang yang berusaha memasukkan pengalaman organisasi atau ekstra kurikuler ke dalam motivation letternya.

Sebenarnya sih tergantung isinya.
Selama alur paragrafnya tetap terjaga (idenya tidak melenceng), dan prestasi yang dimasukkan juga dirasa signifikan untuk mengangkat “jualan”, ya silahkan saja.
Namun, kalau tidak terlalu signifikan, dan malah membuat ide utama paragraf menjadi melenceng, mending di-skip saja.

focus

Toh Erasmus Mundus tidak mensyaratkan ada pengalaman berorganisasi kan? (berdasarkan hasil checking saya di beberapa program EM sih, tidak ada syarat tsb)

Hal ini memang berbeda dari beasiswa2 lainnya yang jelas mensyaratkan pengalaman berorganisasi.

Jadi, kalau saat ini masih nge-draft motivation letter, coba cek sekali lagi.
Alur paragraf itu penting sekali untuk menjaga pembacanya on track pada kualifikasi si aplikan.
Jangan sampai rusak cuma karena ngotot mau masukkin pengalaman berorganisasi.

Posted in Motivation Letter | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Apa Makanan Favoritmu?

Posted by emundus on January 7, 2014

Apa makanan favorit anda?

Kalau buat saya, 3 makanan favorit saya adalah:
1. Sate padang
satepadang

2. Gulai
gulai

3. Sop buntut
buntut

Bagaimana dengan anda?
Ada yang sama persis, ada yang sama sebagian, ada yang beda sama sekali.

Bagi yang sama
Sate padang dimana yang menurut anda paling enak?
Tentunya berbeda-beda pula toh jawabannya.

Kesimpulan
Demikian pula untuk pilihan program Erasmus Mundus.
Setiap orang punya preferensi bidang maupun kekhususan masing-masing.

Misal saja mengenai bidang makanan (food), paling tidak ada beberapa program berikut di EM yang mengandung kata “food”:

  1. SEFOTECH nut – European MSc in food science, technology and nutrition
  2. FIPDes – Food Innovation and Product Design
  3. Food ID – European Master Food Identity
  4. AFEPA – European Master in Agricultural, Food and Environmental Policy Analysis
  5. EDAMUS – Sustainable Management of Food Quality
  6. EMFOL – Food of Life

Yang mana yang paling cocok?
Tiap orang seleranya berbeda.
Anda lah yang harus coba cari tahu, mana yang paling cocok dengan selera anda.
Apakah itu dari materi kuliahnya, topik risetnya, ataukah pilihan universitasnya, atau yang lainnya.

Cobalah untuk mandiri, dan tidak cuma meminta/mengandalkan “referensi” orang.
Karena referensi orang, belum tentu sesuai untuk anda.

Posted in Free Thought | Tagged: , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Sharing Motivasi #4: Beasiswa, haruskah punya IPK tinggi?

Posted by emundus on January 1, 2014

Pertanyaan ini sangat-sangat dan teramat sering ditanyakan.
Masalah IPK selalu menjadi momok bagi para aplikan beasiswa.

Well, apa yang mau saya tulis di bawah ini, sekedar sharing saja, mencoba memberikan pandangan lain dari pertanyaan tersebut.

Kisah 1:
Ketika saya ambil program Erasmus Mundus tahun pertama saya, saya ketemu dengan 3 orang mahasiswa Indonesia yang juga sedang ambil program Master di universitas dan bidang ilmu yang sama.

Secara jujur, saya tidak tahu berapa IPK S1 mereka.
Yang pasti, ketiga teman saya ini berjuang sangat keras selama S2-nya, dan mereka membutuhkan beberapa semester tambahan (dari durasi waktu normal yaitu 4 semester) sebelum bisa meraih gelar Master-nya.

Mengenai beasiswanya, ketika itu mereka dapat beasiswa dari pemerintah di kota dimana universitas tsb terletak, sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap bencana Tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 yang lampau.
Jadi, kalau saat itu anda adalah mahasiswa yang berasal dari Aceh, kesempatan beasiswanya terbuka lebar.

Kisah 2:
Kisah ini pernah saya singgung sedikit di http://emundus.wordpress.com/2013/12/25/sharing-motivasi-2-positive-mindset/

Teman (alias senior) saya yang satu ini emang jagoan.
Ketika itu dia sudah punya posisi yang cukup mapan di salah satu perusahaan konsultan IT di Indonesia.
Tetapi ketika dia dapat beasiswa dari sebuah universitas di Italia, dia langsung memutuskan berangkat.

Perlu dicatat, ketika itu, dia sudah beranak 2, dan istrinya sedang hamil anak ketiga.
Besaran beasiswanya pun mepet sekali, dan perkuliahannya dilakukan dalam bahasa Italia (bahasa yang sama sekali tidak dia kuasai kala itu).

Semasa kuliah, dia mengalami banyak kesulitan, bukan cuma masalah di kuliah saja karena bahasanya, tetapi juga masalah beasiswa yang telat, administrasi yang berbelit-belit, dsb.

Pernah sampai tempat tinggalnya didatangi “Carabinieri” (polisi Italia), mau diusir, ketika dia menunggak beberapa bulan pembayaran sewa tempat tinggal karena beasiswanya belum turun, dan pemilik housingnya tidak mau tahu.

Bagaimana dengan IPK S1-nya?
Ini juga saya ga tahu pasti angkanya berapa, tetapi kalau di angkatan dia (secara dia adalah senior saya), yang saya tahu terkenal “pintar” (alias IPK tinggi) sih orang-orang lain.

Jadi, dari 2 kisah di atas, yang saya mau bilang, kadang masalahnya bukan di IPKnya atau beasiswanya, tetapi dari diri kira sendiri, apakah kita sudah benar-benar siap untuk ambil beasiswa, ketika kesempatan itu datang.

Banyak orang yang pada awalnya semangat apply beasiswa, lalu di belakang baru bingung soal bawa keluarga lah, besaran beasiswa yang ga yakin cukup, bidang beasiswa yang kok rasanya ga 100% sesuai ekspektasi, dll.
Padahal hal-hal semacam ini seharusnya sudah bisa dipertimbangkan dari awal.

———–

Bagaimana dengan beasiswa Erasmus Mundus, haruskah IPK-nya tinggi?
Setiap beasiswa punya tujuan masing-masing kenapa dia diberikan.
Dan setiap pemberi beasiswa harus punya alasan kenapa mereka menerima seseorang, dan bukan orang lain.

Untuk Erasmus Mundus, pengalaman saya pribadi, di program saya sendiri, ada beberapa mahasiswa/i dari negara lain, dimana ada kuota khusus yang diperuntukkan bagi negara/region tersebut, yang secara “perjuangan” menempuh S2, mereka sangat “berdarah-darah”.

Untuk Indonesia, sayangnya belum ada kuota khusus semacam tersebut.
Sehingga, aplikan Erasmus Mundus asal Indonesia harus berkompetisi dengan aplikan negara-negara lain yang juga tidak punya kuota khusus.
Kalau kompetisinya ketat, secara otomatis kriteria penerimaan juga akan makin tinggi (analogikan saja dengan jurusan favorit di SNMPTN; tes penerimaan CPNS; atau tes masuk perusahaan besar, misalkan Pertamina).

Jadi, intinya, tetap buka mata, buka telinga, buka diri, kalau Erasmus Mundus rasanya kurang sesuai untuk kondisi anda, masih ada beasiswa lainnya yang bisa diperjuangkan.

485229_425654084115947_230951443_n

Posted in Sharing | Tagged: , , , , , , , , | 2 Comments »

Selamat Tahun Baru 2014

Posted by emundus on January 1, 2014

2014

Tahun 2013 sudah berlalu, tahun 2014 sudah datang.
Sebagaimana yang sering dilakukan orang di awal tahun, apa resolusi anda tahun ini?

Bagi yang sudah apply EM atau akan apply dalam waktu dekat), bulan Maret-Juni akan menjadi masa penantian.
Apalagi kalau sudah dapat email dari konsorsium, dan isi emailnya bagus.
Pasti akan ga sabar menanti email berikutnya.

———-

beginning

Jadi di 2014 ini, mulailah dengan baik, jalanilah dengan sebaik-baiknya sepanjang tahun.
Ups and downs may happen, just don’t give up.
Bagi yang masih S1, berjuanglah terus mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya dan nilai setinggi-tingginya.

Sehingga di akhir 2014 nanti, anda bisa membalikkan quote di atas.
Harapan saya, di akhir 2014, anda akan “happy”, rather than “sad” karena ada hal-hal yang sudah direncanakan tetapi belum bisa tercapai.

———-

Mendapatkan beasiswa memang sebuah penantian, sebuah perjuangan, dan bagi sebagian orang, sebuah misteri juga.
Anyway, akan lebih afdol rasanya kalau kita tahu bahwa kita sudah berjuang semaksimal mungkin untuk coba meraih beasiswa.

Kalaupun tidak dapat, mungkin jalan lain menuju kesuksesan sudah menanti kita.
Tapi kalau bisa dapat, pergunakanlah kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

Sukses untuk 2014.

Posted in Free Thought | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Sharing Motivasi #3: Jangan Berasa Dikerjain

Posted by emundus on December 27, 2013

Ketika saya sudah lulus sidang skripsi S1, pembimbing saya meminta saya untuk menerjemahkan skripsi saya itu dalam bentuk paper berbahasa Inggris. Bingung juga awalnya, untuk apa ya, bukankah sudah ada buku skripsi yang lebih tebal dan lengkap isinya?

Saya sempat menanyakan “untuk apa ya Bu?”.
Jawab beliau “mau saya coba masukkan ke jurnal ilmiah”.
OK lah, karena saya tidak tahu-menahu mengenai jurnal ilmiah, dan si Ibu sudah berjasa besar dalam membimbing skripsi saya, maka saya turuti saja permintaan si Ibu.

Scientific-paper

(Ini cuma ilustrasi paper ya, bukan paper buatan saya)

Sekitar 6 bulan kemudian, saya mendapat kabar bahwa jurnal tersebut telah diterima untuk publikasi di sebuah international conference di Brazil (ternyata si Ibu yang mengirimkan paper ini), dan penulisnya diundang untuk mempresentasikan papernya. Karena lokasinya jauh, dan juga biayanya besar, maka akhirnya si Ibu yang pergi ke Brazil dengan dana dari sponsor beliau.

Bagi orang yang berkecimpung di dunia akademik, publikasi seperti ini sangatlah WOW.
Namun, bagi saya yang di kala itu sudah masuk ke dunia kerja, jujur saja, publikasi seperti ini tidak berdampak pada karir ataupun salary saya.

————–
Anyway, life goes on..
Kalau anda sudah baca posting saya sebelumnya http://emundus.wordpress.com/2013/12/25/sharing-motivasi-2-positive-mindset/ di situ saya menyebutkan bahwa bidang S1 saya berbeda dengan bidang S2.

Lompat bidang seperti ini juga menjadi pertanyaan banyak orang sih.
Kok bisa?
Gimana caranya?

Secara jujur, saya juga tidak tahu pasti kenapa saya bisa diterima di Erasmus Mundus, mengingat jurusan S1 yang berbeda ini. Saya hanya mencoba membuat aplikasi sebaik2nya, menjawab semua pertanyaan “tantangan” di application form secara sejelas-jelasnya dengan argumentasi yang mendukung, dan selalu berharap akan yang terbaik.

Sampai pada suatu kesempatan, dimana ada gathering untuk seluruh mahasiswa/i dan pengajar dari program EM yang saya ambil (catatan: ada 5 universitas yang ikut serta di program ini, dan mahasiswa/i-nya tersebar di 5 universitas tersebut).

Saat dinner di sebuah restoran kecil bernuansa eksotis romantis, saya ngobrol santai dengan si koordinator utama, dan dengan ucapan yang sangat hati-hati saya coba bertanya (dalam hati, duhhh jangan sampai si prof tiba-tiba “ngeh” kalau dia salah terima orang, lalu beasiswa saya distop dan saya dipulangkan hehehe..).

“Prof, jujur nih, saya penasaran saja. Teman-teman sekelas saya semua backgroundnya dari bidang X, dan mereka sudah punya pengetahuan dasar untuk ikut program ini. Tetapi kalau saya kan dari bidang Y, apa yang membuat saya bisa diterima?”

Si prof tersenyum (dia habis minum beberapa gelas bir, saya bertanya-tanya, apa dia mabok ya).
Saya ikut senyum juga sambil harap-harap cemas, jangan-jangan pertanyaan saya salah nih.

Lalu si prof mulai bersuara, dan jawabannya mencengangkan banget.
“Yes, I know you’re different from the others, but we feel if we accept all students from X, then we only know what’s inside.
You are from Y and we expect you to give us other insights to this program, based on your background.
Why we choose you, because we saw that you published a nice paper and rarely a Bachelor student could reach that level, so we expect more from you.”

Wow wow wow..
Rasanya terbang mendengar jawaban tsb.
Jadi paper yang saya kerjain cape-cape dulu itu, ga sia-sia lho !!
Untung pencahayaan di restoran tsb terbatas, jadi mimik muka saya (sepertinya sih) ga kelihatan hehehe..

Anyway, from this story, again, saya mau bilang, kadang ada hal-hal yang pada saat kita menghadapinya/mengalaminya, rasanya ini kerjaan tambahan, rasanya ini ga ada hubungannya dengan plan kita ke depan, rasanya ini cuma buang-buang waktu, rasanya ini cuma bikin cape doang, dll.
Tetapi, kalau kita tetap mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, mencoba meraih yang terbaik yang kita bisa, tidak mustahil apa yang sudah kita usahakan tersebut akan berbuah manis di masa yang akan datang.

Walaupun tidak ada jaminan semua kerja keras itu akan berbuah manis, tetapi lebih baik berusaha, daripada menyesal di masa depan dan berharap bisa mengulang waktu.

Semoga menginspirasi.

Posted in Sharing | Tagged: , , , , , , | 4 Comments »

Informasi itu tidak jauh

Posted by emundus on December 26, 2013

Salah satu pertanyaan di grup FB Erasmus Mundus Indonesia hari ini.

Seandainya saja dia mau lihat2 dulu sebelum tanya hehe..

atas

Posted in Free Thought | Tagged: , , , , | 1 Comment »

Sharing Motivasi #2: Positive Mindset

Posted by emundus on December 25, 2013

Setelah saya lulus S1, ada dua pilihan: bekerja atau melanjutkan S2.
Serupa dengan kebanyakan orang yang mencari beasiswa, masalah klasik mengenai “biaya” juga menghadang saya.
2966

Pada saat itu, S2 sepertinya sesuatu yang “jauh” mengingat untuk S1 saja, saya kerja part-time dan bayar kuliah sendiri.
Anyway, satu hal yang saya mau katakan, tidak ada yang perlu disesali dari kondisi yang ada.
Anggap saja itu tantangan hidup untuk membuat kita naik level.
Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana bisa mengatasi tantangan yang ada dan membuktikan bahwa diri kita “mampu”.

Intermezzo sedikit, seorang teman saya, yang tidak bisa bahasa Italia, nekat dadakan berangkat ke Italia untuk kuliah karena dia tiba-tiba dapat beasiswa di sana.

Bayangkan coba, bagaimana dia bisa hidup dan kuliah di sana.

Namun, tekad yang kuat telah menjadikannya seorang pemegang gelar Master per saat ini, dan dia juga sudah bisa berbicara bahasa Italia dengan fasih. Bahkan berencana untuk lanjut ke S3 (di Italia juga) dalam waktu dekat.

3125

Jadi, pada saat itu, saya memutuskan untuk masuk dunia kerja saja dulu.
Toh sambil kerja, bisa sambil apply beasiswa juga.

Dari sekian banyak beasiswa yang saya apply ke berbagai universitas, berbagai lembaga, berbagai negara, jujur saja, lebih banyak yang ditolak atau tidak ada jawaban.
Sampai pada akhirnya ada 1 reply dari seorang profesor di sebuah universitas di negara ginseng, yang tertarik dengan aplikasi saya.

Masalahnya ada di sertifikat TOEFL.
Ketika itu, saya belum punya TOEFL international.

Nah, syaratnya adalah saya harus submit TOEFL dalam 1 bulan, dengan standar nilai tertentu.
Kalau tidak bisa dipenuhi, maka beasiswanya akan gugur.

Bagi saya, “biaya” TOEFL itu tidak kecil.
Jadi rasanya perlu persiapan belajar dulu, tidak bisa diburu-buru.
Sayang kan kalau sudah ambil buru-buru, eh nilainya ga bagus.. It’s a waste of money.
Tetapi di sisi lain, si profesor juga “ngotot”.

Sampai pada akhirnya, kita sama-sama setuju bahwa kita tidak bisa sepakat.
Dan saat itu, saya mundur dari aplikasi beasiswa tersebut.

Sedih? Menyesal? Terpukul?
Ya iyalah, wong itu baru pertama kalinya ditawari beasiswa di LN.
Sudah di depan mata, batal cuma gara-gara TOEFL.
Sempat beberapa waktu masih merenungi saja, duh gue salah ambil keputusan ga sih? Harusnya apa kapan itu ambil TOEFLnya aja ya nekat2an?

FAILURE-beginn...

Anyway, no one knows the future.
Dalam beberapa bulan berikutnya, eh dipanggil jadi main list-nya EM.
Beasiswanya lebih besar jumlahnya, gelarnya double, dan tidak 100% research-based.

Was EM a perfect choice for me?

Not 100%..
Bidangnya berbeda dari S1 saya (walaupun ketika apply, saya sih mirip2kan supaya diterima).
Kuliahnya? Lebih banyak teori daripada hal-hal praktisnya.

Tetapi karena saya memang sudah ngebet pengen S2 di LN, ya saya ambil saja.
Apakah mudah adaptasinya?
Gimana mengatasi perbedaan bidang kuliah S1 dengan S2?
Next time saya sambung lagi..

Gimana kuliahnya? (untuk pertanyaan ini, jawabannya sudah di-share di http://emundus.wordpress.com/2013/12/08/bobot-perkuliahan/)

Posted in Sharing | Tagged: , , , , | 11 Comments »

Motivation Letter #14: Pro Kontra itu Wajar

Posted by emundus on December 25, 2013

Kemarin saya mendapatkan email berikut dari seseorang:
motlet

Sebenarnya tanggapan yang berbeda-beda seperti ini adalah sangat wajar, mengingat setiap orang punya sudut pandang dan penilaian masing-masing. Dan karena motivation letter bukanlah ilmu pasti (kalau di matematika, 1+1 pasti sama dengan 2), maka tidak bisa dibilang mana yang benar.

Banyak analoginya.
Misal saja, kalau anda nonton salah satu TV reality show: MasterChef US, masakan oleh orang yang sama, bisa dinilai berbeda-beda oleh setiap juri.

Atau, ada juga sebuah analogi umum mengenai orang tipe pesimis (sisi kiri) vs optimis (sisi kanan):
screen-shot-2012-09-21-at-11-07-37-am

Jadi, pada intinya, listen to your heart and follow your gut.
Para proofreader hanya memberi masukan berdasarkan sudut pandang dan penilaian mereka.
Konsorsium yang akan mengevaluasi aplikasi anda, bisa jadi berbeda pula.

Jadi, karena ini aplikasi anda, masa depan anda, di tengah banyak persimpangan, pilihlah satu jalan yang tidak akan anda sesali di kemudian hari.

Semoga berhasil.

Posted in Motivation Letter | Tagged: , , , | 1 Comment »

Sharing Motivasi #1: Peluang itu ada

Posted by emundus on December 22, 2013

Setiap Sabtu, saya biasanya main basket di lapangan dekat rumah.
Permainannya sendiri cukup unik karena pesertanya tidak tetap, dan belum tentu saling kenal satu sama lain.
Secara rutin sudah terbentuk semacam kebiasaan, bahwa Sabtu sore, kita kumpul bareng di lapangan, dan main bareng.
Siapapun yang datang, asal bisa main basket, boleh join.

Kalau dibandingkan dengan main di lapangan bagus, misalnya saja di Senayan, kontras sih.
Di tempat saya main ini, pesertanya berasal dari berbagai kalangan.
Secara usia, ada yang masih SMU, universitas, sudah kerja, bahkan sampai yang sudah beranak tiga.

basket

Secara atribut, tidak ada ketentuan juga.
Syaratnya cuma 1, yaitu pakai sepatu.
Mau itu sepatu basket, sepatu kets, sepatu casual, sepatu tenis, apapun tidak masalah.
Mau sepatunya masih baru, setengah baru, atau robek, atau sudah dilem berulang kali, tidak dipermasalahkan.
Mau belinya di toko olahraga atau Taman Puring atau Pasar Ular, tidak masalah juga.

Secara pakaian, mau pakai baju basket, mau pakai kaos oblong, mau pakai kaos robek, mau pakai baju training, apapun ga masalah.
Malah kadang-kadang ada yang karena kepanasan malah dia mainnya telanjang dada.

———-

Nah, hari ini terpikir oleh saya, bukankah konsep beasiswa itu juga demikian?
Beberapa beasiswa memang membatasi aplikannya dari universitas tertentu –> tapi kita ga ngomongin beasiswa yang seperti ini.

Kalau ngomong beasiswa EM, mereka membuka peluang bagi siapapun.
Apakah universitas anda di Pulau Jawa, Sulawesi, Papua, atau pulau lainnya, bahkan luar negeri, anda bisa join.
Tentunya ada syarat-syarat, semisal berkualifikasi S1, punya nilai tes bahasa Inggris yang memadai, dan beberapa syarat lainnya.

Apakah bisa dicapai? Tentu saja bisa, kalau anda mau berusaha untuk mencapainya.
Sama seperti ilustrasi mengenai main basket, dimana pertama anda harus belajar main, tahu peraturan, lalu at least memakai sepatu, maka di beasiswa juga kurang lebih sama.

Intinya, yang saya mau sampaikan, apapun kondisi anda saat ini, peluang itu ada.
Kalau anda sudah lulus S1, tetapi IPK pas-pasan, ya mungkin tulisan ini sudah telat.

Tetapi kalau anda masih di bangku S1, apalagi baru mau mulai S1, rasanya sangat penting untuk menyadari bahwa apa yang anda usahakan selama S1, akan menentukan perjalanan hidup anda berikutnya.
Gunakan waktu yang ada sebaik-baiknya.
Belajar yang banyak di program studi yang anda tempuh.
Belajar Bahasa Inggris yang benar (ada banyak cara yang murah meriah tapi manjur untuk memoles kemampuan ini).
Hindari kebiasaan-kebiasaan yang tidak berguna dan membuang waktu.
Bukan berarti tidak boleh refreshing atau harus kerja keras terus menerus, tetapi berinvestasilah pada diri anda sebaik2nya.

Kalaupun tujuannya bukan untuk beasiswa S2, maka segala skill, kemampuan, kepintaran yang anda pupuk semasa S1, tidak akan sia-sia karena akan berguna untuk tujuan lainnya, misal: mencari pekerjaan di perusahaan yang baik dengan posisi dan tawaran remunerasi yang menarik.

Jadi, perlu diingat, peluang itu ada, tinggal bagaimana masing-masing kita memaksimalkan diri untuk menggunakan peluang tersebut sebaik2nya.

Posted in Sharing | Tagged: , , , , , , | 3 Comments »

Another 14 Days

Posted by emundus on December 21, 2013

Another 14 days have gone, and I haven’t write a thing since my last post.
These days are just too hectic.

Sebenarnya kalau mau di-compare dengan masa-masa kuliah EM dulu, load-nya sih mirip2.
Bagi yang belum sempat baca, mungkin lebih baik baca post ini dulu, supaya lebih kebayang load saya waktu kuliah EM itu seperti apa.

http://emundus.wordpress.com/2013/12/08/bobot-perkuliahan/

Nah, satu hal yang beda adalah masalah lalu-lintasnya.
Jakarta ini sudah sangat-sangat kelewatan lah macetnya.
Ga pagi, ga malam, macet terus.
macet

AKibatnya, banyak waktu produktif yang jadi terbuang sia-sia di jalanan (termasuk juga BBM, apalagi yang bersubsidi, yang membuat pengeluaran subsidi pemerintah semakin besar).

I don’t want to get talking into politics, mengingat Pemilu yang semakin dekat (9 April 2014 ya kalo ga salah?).
However, perlu ada seseorang pemimpin yang punya visi bagaimana bisa memajukan Indonesia (termasuk mengatasi kemacetan Jakarta sebagai ibukota) mengingat potensi yang dimilikinya sungguhlah luar biasa.

Ada beberapa ide tulisan yang sudah “matang” di kepala, hanya saja belum ada waktu untuk dituliskan.
Karena mulai minggu depan, saya rencana untuk ambil year-end leave, semoga ide-ide tulisannya bisa segera dituangkan supaya tidak “kematangan” di kepala hehe.

Selamat liburan bagi mereka yang beruntung sedang libur juga.
Enjoy every second of your holiday.

Posted in Free Thought | Leave a Comment »

Sharing Challenge #1: Bobot Perkuliahan

Posted by emundus on December 8, 2013

Catatan:
Apa yang saya alami ini, mungkin saja berbeda dengan pengalaman orang lain.
Apalagi dengan bidang studi yang berbeda, universitas dan negara yang berbeda, pastinya ada banyak variasi.

Di Eropa, (menurut saya) seluruh fasilitas disediakan dengan lengkap, sehingga bisa dibilang limitnya adalah diri anda sendiri. Anda mau jadi luar biasa, atau biasa-biasa saja, atau tidak biasa, itu tergantung tekad dan kemauan anda.

skys-the-limit

Kenapa saya bilang begitu?
- Akses internet yang melimpah (dan sangat cepat)
- Koleksi perpustakaan yang beragam
- Akses ke jurnal-jurnal ilmiah untuk mencari referensi
- Faktor pengajar (di universitas saya, saya tidak ada kesulitan untuk menemui pengajar di luar jam kuliah, mereka menyediakan yang disebut “office hour” bagi mahasiswa/i-nya untuk berkonsultasi)

————

Anyway, kali ini kita akan lihat salah satu contoh materi kuliah yang pernah saya ambil.
Kuliah ini diadakan 1x seminggu selama 2 jam.
Ada juga sesi “exercise”nya diadakan 1x seminggu selama 1 jam.
Dalam 1 semester, ada 8-10 minggu kuliah.
Bobot kuliah ini adalah 3 ECTS.

Untuk mendapatkan Master degree, syarat di program saya adalah 120 ECTS (untuk 4 semester), yang berarti sekitar 30 ECTS per semester. Jadi, kuliah ini, hanyalah 1 dari sekitar 5-6 mata kuliah yang saya ambil pada semester tersebut (note: setiap mata kuliah punya jumlah kredit yang berbeda, ada juga yang sampai 8 ECTS).

Berikut adalah 3 slide terakhir dari salah satu sesi perkuliahan:
Capture

Capture2

Capture3

Jadi, bisa anda bayangkan bobot kuliahnya, kalau 1 kuliah, dalam 1 minggu saja referensinya sebanyak itu.
Ini baru 1 kuliah, belum lagi bobot dari mata kuliah yang lain.

————

Setiap orang punya pengalaman S1 yang berbeda-beda.
Namun, buat saya pribadi, kuliah ini termasuk “shock culture”.
Kuliah S1 saya sangat jarang yang ada referensi ke jurnal ilmiah seperti ini.

Dan seringkali, kalau anda baca 1 jurnal, mau ga mau anda harus refer lagi ke jurnal lainnya (“jurnal lain” maksudnya yaitu jurnal yang di-refer dari jurnal yang anda baca tsb).
In the end, dari 1 jurnal yang ditugaskan, bisa 3-4 jurnal yang dibaca (jadi, kalau ada 4 jurnal yang ditugaskan, maka totalnya bisa lebih dari 10 jurnal yang harus dibaca).

————

Tujuan saya posting mengenai hal ini, tidaklah untuk menakut-nakuti.
Tidak semua kuliah seseram ini.
Ada juga kuliah yang lebih banyak mengedepankan faktor diskusi dan solusi.

Namun, kita harus selalu “prepare for the worst”.
Kalau memang anda benar-benar ingin supaya “maju”, maka sharing ini seharusnya menguatkan anda, bahwa tantangan apapun yang ada di depan, anda akan siap untuk berjuang mengatasinya.
Bukan malah patah arang dan mundur.

Jadilah orang yang kuat, bukan hanya ketika apply beasiswa (ngotot banget), tetapi juga kuat ketika menjalaninya sampai selesai, dengan hasil yang baik.

Selamat berjuang.

Posted in Sharing | Tagged: , , , , , , , , , | 6 Comments »

Update per 7 Desember: Thread Baru

Posted by emundus on December 7, 2013

Berhubung saat ini sebagian besar para pembaca blog ini sudah atau sedang mempersiapkan aplikasinya, maka saya tidak akan terlalu “getol” lagi memberikan tips seputar Motivation Letter.
Bukan berarti berhenti lho.
Kalau ada inspirasi baru, akan terus saya sambung tips-nya.

new-sign

Mulai post ini, saya akan buat sebuah “thread” seri baru berjudul “sharing”.
Ke depannya, saya merencanakan akan ada thread-thread berseri lainnya, misal: “challenge”, “excitement”, “moments”, dll, yang akan menggambarkan hal-hal yang saya alami selama proses studi Erasmus Mundus.

Harapannya, bisa memberikan gambaran yang lebih komplit mengenai beasiswa dan proses studi, sehingga para pembaca punya sudut pandang yang lebih luas, yang diharapkan bisa semakin memperkaya diri masing-masing, untuk menjadi orang yang berhasil mendapatkan beasiswa dan tangguh menghadapi tantangan.

Nantikan posting saya berikutnya.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Keep Dreaming, Keep Believing

Posted by emundus on December 6, 2013

Pagi ini, saya mendapatkan email notifikasi dari blog ini, yang membuat saya agak “merinding” membacanya.
Anyway, isi email ini adalah sesuatu yang menceriakan hari Jumat, 6 Desember ini.

Capture

Jadi, bagi anda yang terus berusaha, menempuh segala jalan, beasiswa tidak hanya Erasmus Mundus saja kok.
Tips2 yang ada di blog ini, bisa applicable juga untuk beasiswa lainnya.
Hal ini pernah saya tulis di http://emundus.wordpress.com/2013/02/08/beasiswa-tidak-cuma-erasmus-mundus/

Banyak sumber lain di luar sana, tidak cuma milis beasiswa.
Teruslah mengexplore kemungkinan2 yang ada, dan raihlah beasiswamu.

Screenshot_2013-12-06-07-00-50

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 12 Comments »

Alumni universitas swasta yang tidak terkenalpun bisa dapat beasiswa ke luar negeri

Posted by emundus on December 2, 2013

Pandangan Cilla soal informasi ini membuat saya merenung. Di tengah limpahan informasi di internet dewasa ini, ternyata masih banyak orang yang merasa sulit mendapatkan informasi. Ternyata, kuncinya bukanlah ketersediaan tetapi kemauan dan ketekunan mencari informasi.

Bagi Cilla dan teman-temannya di NTT yang bahkan belum pernah mendengar perihal beasiswa luar negeri, kehadiran seorang pemandu mejadi penting. Di sinilah diperlukan kehadiran seseorang yang berbaik hati membuka wawasan anak-anak muda itu, tidak dengan menyuapinya dengan informasi tetapi dengan membuka dan memantik rasa penasaran mereka.

via Alumni universitas swasta yang tidak terkenalpun bisa dapat beasiswa ke luar negeri.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | 1 Comment »

Bala Bantuan Datang

Posted by emundus on December 1, 2013

Setelah saya menyatakan diri “overload” karena banyaknya email yang masuk untuk proofread (refer to http://emundus.wordpress.com/2013/11/30/proofread-update-per-30-november-2/), selain mencoba menyelesaikan sebanyak mungkin, saya juga mencoba mencari alternatif lain.

Sebagai applicant, anda tentunya berharap proofread bisa selesai dalam hari yang sama, atau maksimal 2-3 hari. Tetapi kalau antriannya ada 20 email, dan saya cuma sanggup proofread 4-5 email per hari, maka butuh 4-5 hari sampai antriannya selesai.

To be noted here, seluruh kegiatan per-Erasmus Mundus-an ini dilakukan atas dasar voluntary basis. Sehari-hari, saya juga punya pekerjaan utama, yang menyita waktu sekitar 10-12 jam, belum termasuk kalau ada pekerjaan yang harus dibawa pulang.

Dan, dalam kehidupan nyata, tidaklah semudah dalam permainan/game. Dalam beberapa game, kalau anda kekurangan resource, tinggal rekrut saja orang2 tambahan untuk membantu anda. baik orang tambahan itu adalah pemain game lainnya (manusia), atau bot (mesin).

url

Pernah dengar quote “A friend in need is a friend indeed”?

Nah, terinspirasi quote tsb, saya berpikir untuk minta bantuan dari beberapa teman alumni EM yang saya kenal karena (pada masanya) kita sering sama-sama hadir meramaikan kegiatan EM.
Note: Pada masa sekarang, mereka juga sama dengan saya, sibuk dengan pekerjaan utamanya.

Anyway, per hari ini, saya sudah dapat konfirmasi dari 2 orang yang akan membantu proofread:
1. Mbak Manda (alumni ME3) untuk program ME3
2. Mbak Netta (alumni SEFOTECH nut) untuk program terkait “Food” (FIPDes, Food ID, SEFOTECH nut, EDAMUS, dan EMFOL) –> tolong yang mau minta tolong di proofread motivation letternya, agar diberi keterangan tentang persyaratan motivation letter dari EMMC ya, misal limit jumlah kata/halaman, hal-hal yang harus diceritakan dalam motivation letter, etc.

Very very grateful to have friends like them.

Jadi, kalau anda kirim proofread sehubungan program di atas, ada kemungkinan saya akan minta Mbak Manda/Mbak Netta untuk membantu proofread. Saya akan coba bantu proofread juga, kalau sudah sempat.

Menyatakan nama program yang mau di-apply dalam body email, sangat penting, karena saya bisa langsung forward-kan emailnya ke mereka.

6860880-256-k885875

Kalau ada student/alumni EM yang kebetulan membaca artikel ini, dan merasa “terpanggil”, pls inform me.

edited by ema-id Dec 15, 2013

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , | 2 Comments »

Motivation Letter #13: Menjadi Seorang Pribadi yang Tangguh

Posted by emundus on November 30, 2013

Lama kelamaan, saya merasa hasil proofread ini sangat baik lho..
Menginspirasi saya untuk meberikan tips-tips tambahan, yang semoga bermanfaat bagi seluruh pembaca blog, untuk artikel seri Motivation Letter ini.

Chalkboard texture background with copy space
(Gambar diambil dari http://www.smoothjazznetwork.com)

Nah dalam artikel kali ini, pembahasannya mengenai menjadi pribadi yang tangguh.
Saya mengangkat topik ini karena dalam beberapa motivation letter, saya menjumpai semacam keraguan dari kalimat yang ditulis.

Supaya lebih jelas, saya akan berikan beberapa contoh di bawah ini.

“If it’s possible, I will pursue my doctorate program after finishing my master’s programme”

Saya merasa ada ketidak yakinan di kalimat ini. Saya tidak mengingkari prinsip-prinsip lain misal: pasrah, lihat kondisi, atau manusia berusaha Tuhan yang menentukan, dll. Tetapi, dalam hal menulis motivation letter, anda harus menunjukkan bahwa anda lah yang pegang kendali atas hidup anda, dalam artian anda tahu persis arah mana yang mau dituju, dan kalau hal tersebut tidak tercapai, maka anda sudah punya plan lainnya.

Jadi, untuk perbaikannya, mungkin ada 2 opsi:
1. Di-remove saja statement tsb –> saat ini kita ga usah jauh-jauh ngomong PhD, mending fokus dapetin Master saja dulu
2. Kalimatnya di-retouch sedikit untuk menghilangkan kata “possible”

“I would like to learn and apply the technology used there, because I assume that the methods used in Indonesia are not advanced enough”

Kata “assume” di sini sangat buruk. Ini salah satu kata yang harus dihindari dalam konteks kalimat seperti di atas. Assume di sini berarti anda masih belum pasti juga, yang bisa lead to the confusion bagi pembaca motivation letter (yang juga orang awam yang tidak kenal anda).

Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul di benak pembaca adalah, apakah anda menguasai dan tahu detail mengenai bidang anda?

“I want to study in the field of XXX due to my interest and passion on it in Europe especially that links with AAA, BBB, CCC and other related courses”

Ada banyak pertanyaan yang bisa muncul di benak pembaca.
- Kenapa Eropa? (bukan Amerika atau Australia atau Singapura)
- Apakah topik AAA, BBB, CCC, hanya ada di XXX? (bukankah itu topik umum MSc bidang YYY yang juga ada di program2 lainnya?)
- Other related courses atau etc adalah kata2 yang harus dihindari dalam motivation letter, karena menandakan anda tidak tahu persis scope yang anda bicarakan

“I have read the description of the program and it is to my excitement that the courses offered in the program are simply the ones that will fulfill my need”

Nah kalimat ini kesannya high-level banget. Kalau anda ngomong, misalnya dengan bos (di pekerjaan), high-level perhaps works karena mereka memang si bos tidak perlu tahu secara detail, cukup garis besarnya saja. Namun, kalau anda ngomong “high-level” sama orang yang ngerti detail, sebaiknya jangan deh.

Sebaiknya disebutkan, nama coursenya apa, dan kenapa cocok bagi anda.

“I believe its surrounded with top quality lecturers and potential students”

Believe = percaya (seakan2 kondisinya belum nyata).
Nah sekarang, kalau anda lihat daftar pengajar program tsb, secara fakta, apakah mereka “sudah” luar biasa?
Ataukah mereka saat ini masih biasa2 saja (sehingga anda baru sampai tahap “believe”, bahwa mereka akan menjadi top quality lecturers)? (Semoga maksud kalimat saya bisa dimengerti)

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , | 2 Comments »

Proofread: Update per 30 November

Posted by emundus on November 30, 2013

pile-of-paper
(Gambar diambil dari http://asmarterplanet.com)

Berhubung jumlah proofread yang saya terima dalam 3 hari ini membludak sekali (saat ini ada sekitar 20 email yang belum dibalas), maka saya tidak menjamin bisa me-reply semua email pada hari yang sama.

Worst case, anda mungkin harus menunggu sampai 6-7 hari sebelum saya reply.

 

Reference post terdahulu:

http://emundus.wordpress.com/2013/11/26/proofread-terima-kasih-untuk-antusiasme-yang-besar/

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 3 Comments »

Motivation Letter #12: Sebutkan beasiswanya

Posted by emundus on November 30, 2013

Lagi-lagi dari hasil proofread, saya menemukan kecenderungan, bahwa orang cerita banyak mengenai latar belakang hidupnya (ada yang cerita dari dia SD, SMP, dst), pendidikannya (beberapa sangat2 mengagumkan), pengalaman kerjanya, minatnya, kecocokan dengan program yang mau diapply, dll. Pokoknya motivation letter yang mereka kirim itu sudah sangat lengkap, menjual, jelas, dan siap kirim. Namun ada 1 hal yang sering terlupakan, yaitu mengenai aplikasi beasiswanya, dan mengapa butuh beasiswa tersebut.

scholarships

Perlu diingat, bahwa program2 studi yang ditawarkan oleh EM, bisa juga ditempuh melalui beasiswa lain (misal: LPDP, beasiswa spesifik universitas, beasiswa pemerintah, dan lainnya).

Hasil dari seleksi EM juga bisa 3 macam:
1. Diterima di program, dengan beasiswa EM (istilahnya “main list”)
2. Diterima di program, tanpa beasiswa EM (istilahnya “reserve list”)
3. Tidak diterima

Nah, walaupun di form pendaftaran terkadang ada kolom khusus yang harus di-tick kalau anda mau apply beasiswa EM, tetapi alangkah baiknya kalau hal ini di-mention juga di motlet, untuk memperkuat argumen/justifikasi, mengapa anda apply beasiswanya juga (tidak cuma apply programnya).

Alasan klasik yang digunakan oleh 99% aplikan tentunya adalah karena alasan ekonomi. Tidak ada salahnya menggunakan alasan ini, karena sangat reasonable. Hanya saja, anda perlu ingat, mayoritas kandidat lain pun (mungkin) akan menggunakan alasan yang sama. Jadi, kalau anda bisa menemukan cara bagaimana anda bisa menjadi unggul di point ini, that’s a good point for you.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , | 2 Comments »

Action II: Lotus Unlimited Project

Posted by ema-id on November 29, 2013

Berikut ini informasi mengenai Erasmus Mundus Action II: Lotus Unlimited Project.

Image

Second Call for Applications was launched on October 4th and will be closed on February 17th, 2014. Currently, students from Cambodia, China, Indonesia, Myanmar, Thailand and Vietnam  can now apply for a scholarship in the framework of this project on all 5 levels (Bachelor, Master, PhD, Post-doctorate and Staff except PhD; 36 months).

More information about the Lotus Unlimited project is published on the Lotus website: www.lotus.ugent.be

Basic information about Lotus Unlimited:

  • Budget: € 3.049.425
  • Two-way mobility: From Southeast Asia to Europe and from Europe to Southeast Asia
  • 199 scholarships: 46 for EU nationals and 153 for SEA nationals
  • Joint Coordinator: Sichuan University
  • Eligibility period project: 15 July 2013 – 14 July 2017

Posted in Uncategorized | Tagged: | 3 Comments »

Motivation Letter #11: Maksimalkan editormu

Posted by emundus on November 26, 2013

Masih banyak motivation letter proofread yang saya terima, yang kalau dibuka dengan menggunakan MS Word, masih kelihatan garis2 merah dan hijau, tanda ada sesuatu yang tidak beres.

Optimalkan fungsi word editor anda sebagai pertolongan pertama, untuk mendeteksi kesalahan penulisan di motivation letter anda.

Capture

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Proofread: Terima kasih untuk antusiasme yang besar

Posted by emundus on November 26, 2013

Sehubungan dengan tawaran saya untuk proofread motivation letter para applicant EM 2014, antusiasmenya cukup besar, dan saya cukup kewalahan belakangan ini. Mungkin karena deadline pendaftaran yang semakin mendekat, volume email yang masuk cukup deras belakangan ini.

Refer to:

http://emundus.wordpress.com/2013/10/17/proofread-motivation-letter/

http://emundus.wordpress.com/2013/11/18/proofread-motivation-letter-butuh-hati-yang-besar/

Belum semuanya sempat saya review dan balas.
Mohon sabar menunggu.
Sebisa mungkin saya luangkan waktu setiap hari untuk bisa membantu proofread.

proofreadmotlet

Bagi beberapa orang, kalau kebetulan saya ada kenalan di program yang dituju, biasanya saya forwardkan supaya dibantu review langsung oleh alumni program tsb (dengan harapan semoga lebih tepat sasaran arahan motivation letternya).

Akhir kata, silahkan bagi yang masih mau mengirimkan proofreadnya.
Pastikan sudah baca tips2 motivation letter di blog ini sebelumnya, supaya sudah isi motivation letternya sudah lebih terarah dan lebih dekat ke sasaran.

Rekap artikel untuk motivation letter:

http://emundus.wordpress.com/2013/07/25/motivation-letter-1-pertimbangkan-perspektif-pembacanya/

http://emundus.wordpress.com/2013/07/27/motivation-letter-2-apakah-harus-1-lembar/

http://emundus.wordpress.com/2013/08/03/motivation-letter-3-pertanggungjawabkan-tulisan-anda/

http://emundus.wordpress.com/2013/08/10/motivation-letter-4-how-to-start/

http://emundus.wordpress.com/2013/11/02/motivation-letter-5-buat-kerangka/

http://emundus.wordpress.com/2013/11/02/motivation-letter-6-paragraf-pertama/

http://emundus.wordpress.com/2013/11/03/motivation-letter-7-paragraf-pertama-bagaimana-merangkainya/

http://emundus.wordpress.com/2013/11/09/motivation-letter-8-berikan-1001alasan/

http://emundus.wordpress.com/2013/11/10/motivation-letter-9-belajardari-tokyo-metro/

http://emundus.wordpress.com/2013/11/20/motivation-letter-10-jangan-takut-jual-kecap/

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , | 1 Comment »

Erasmus Mundus, bisa apply sebelum lulus?

Posted by emundus on November 20, 2013

Ada kemungkinan bisa.

Baca baik2 syarat program yang anda minati, siapa tahu tercantum seperti ini:

gemma

Kalau tidak tercantum gimana?
Coba email ke koordinator program tsb, dan jelaskan kondisinya bahwa anda akan lulus sebelum perkuliahan di program tsb dimulai (biasanya mulai sekitar Sep/Okt tahun berikutnya). Minta ijin supaya anda boleh ikut “bersaing” memperebutkan beasiswa EM.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Motivation Letter #10: Jangan takut “jual kecap”

Posted by emundus on November 20, 2013

kecap-no-1
(Gambar diambil dari http://ridertua.com/)

Pernah dengar “jualan kecap nomor 1“?
Kalau belum, coba google deh.
Kalau dari hasil google saya sih, kebanyakan ngomongin tentang janji politik baik dari parpol ataupun calon pemimpin.
Secara garis besar, mungkin bisa diartikan janji-janji yang bombastis, yang sangat menyenangkan kalau bisa terwujud (pertanyaannya, bisa diwujudkan atau tidak?). Misalkan saja janji salah satu mantan cagub DKI Jakarta di sini.

Tanpa bermaksud meng-generalisir seluruh orang Indonesia, saya mengerti, sebagai orang Indonesia, adat kita sebagai orang “timur” cenderung introvert, sungkan, dan malu-malu.
Misalnya saja, kalau di kelas, biasanya mahasiswa/i Indonesia akan cenderung diam, tidak terbiasa untuk mengungkapkan ide atau menanyakan pertanyaan yang (kita anggap) sepele kepada guru/dosen. Hal ini sangat berbeda dengan mahasiswa/i dari negara “barat” yang begitu bebas berekspresi dan bertanya banyak hal. Bagi mereka, salah tidak menjadi soal, namanya juga toh pembelajaran.

Nah, dari sekian banyak motivation letter yang minta di-proofread, saya menemukan beberapa orang cenderung malu-malu untuk mengungkapkan kualifikasi dan nilai lebihnya. Mereka menulis hal-hal yang biasa-biasa saja. Nah, yang begini harus dihindari. Ketika anda punya banyak nilai lebih, bersyukurlah. Tidak semua orang seberuntung anda. Justru anda harus berani memaksimalkan nilai lebih tsb, dengan menonjolkannya pada motivation letter.

Supaya lebih jelas, berikut saya beri beberapa contoh before (kalimat semula) dan after (kalimat yang dianjurkan). Semua kalimat di bawah ini hanya untuk ilustrasi saja.
Before: I am a graduate from ITB, with GPA 3.65
After: I am a graduate from ITB (one of the best university in Indonesia, ranked 10th based on Webometrics), with cum laude predicate (GPA 3.65 from scale of 4). In my class, I am one among 3 students that got cum laude predicate with normal study time of 8 semesters.

Before: I was assigned as team leader in my final graduation project
After: I was assigned as team leader (with 5 members, including me) in my final graduation project, where I take important role in ensuring each team member to move in the same direction to achieve our common goal.

Pada intinya, selama bisa dipertanggungjawabkan dan dibuktikan, jangan ragu-ragu untuk menjual “kecap” anda. Agak bombastis sedikit tidak apa-apa, toh nothing to lose juga kan?

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , | 1 Comment »

Proofread motivation letter: butuh hati yang besar

Posted by emundus on November 18, 2013

Hari ini ada 7 motivation letter yang pending untuk direview.
Dan per malam ini, sudah saya reply semuanya.

Kalau anda tertarik untuk meminta saya melakukan proofread (http://emundus.wordpress.com/2013/10/17/proofread-motivation-letter/), mohon bisa berbesar hati dalam membaca feedbacknya, karena saya termasuk orang yang straight-talking dalam memberikan komentar.

Contohnya ada seperti di bawah ini (bagi pemiliknya, tidak usah takut, semua detil terkait diri anda sudah disamarkan).

proofread

Posted in Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , | 3 Comments »

Deadlines for EM 2014 is getting closer

Posted by emundus on November 17, 2013

Perhatikan baik2 deadline program yang akan anda apply.
Jangan sampai kelewatan.

(Saya tidak cek deadline semua program, cuma ambil 2 contoh random untuk ilustrasi)

Nordsecmob
nordsecmob

SEFOTECH.nut
sefotech

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

17 November

Posted by emundus on November 17, 2013

As I remember, I never wrote my personal story in this blog.
It’s because I don’t want to mix between my personal life with my activity in this blog.
However, some people were sending me emails, asking why I haven’t posted any article in this week (after the blasts of posting during last week).

posts

I understand that the deadlines are getting closer.
However, this week has been a very busy week for me, especially at the office.
There is one big project that just started (well perhaps, not that big in terms of size, but in terms of complexity), so I must give a lot of focus in managing this project.

————-
Also, this week, there are quite many emails requesting “proofread for motivation letter”, as announced here:

http://emundus.wordpress.com/2013/10/17/proofread-motivation-letter/

Some candidates did a very very good job in creating their motivation letter.
I’m so amazed by their work, and almost did no modification, only giving some advices.

Sadly, there were also some others who do canvassing (such as using translator program).
For these persons, I won’t reply to their email.
However, if you feel you aren’t canvassing, but I haven’t replied for more than 1 week, please resend your email.
Perhaps it ended in my junk folder (never really check that folder).

————-
Next week, I hope the condition will be better, and some articles can be written.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , | Leave a Comment »

Grup Facebook “Erasmus Mundus Indonesia”

Posted by emundus on November 17, 2013

Sudah ada 6000 lebih members di grup ini.
Silahkan join untuk bisa berinteraksi langsung dengan berbagai kalangan seputar beasiswa.

Grup FB

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Motivation Letter #9: Belajar dari Tokyo Metro

Posted by emundus on November 10, 2013

TokyoSubwayMap3
Gambar diambil dari Google (lupa link persisnya dimana)

Dalam membuat motivation letter, seringkali dijumpai constraint atau pembatasan seperti: maksimal 1 halaman, maksimal 700 kata, dsb. Pembatasan seperti ini sebenarnya adalah kesempatan anda untuk menunjukkan apakah anda orang yang bisa membuat prioritas dari semua kelebihan anda.

Minggu lalu, dalam beberapa hari perjalanan dinas di Tokyo, saya melihat inspirasi baru untuk mengilustrasikan konsep limited space, unlimited creativity ini. Cek gambar berikut:

315x500_ac
Gambar diambil dari http://snapguide.com/

Gambar di atas ditempel di dinding2 Tokyo Metro subway (kereta bawah tanah).
Seorang kolega saya yang berkebangsaan Jepang berkata demikian “now you see Japan, so many information to be packed in such size of paper”.
Coba perhatikan, ada informasi apa saja dalam poster tersebut:

  • Di sisi kiri, dari atas ke bawah, ada nama stasiun yang akan dilalui
  • Di paling kiri (fotonya terpotong), ada informasi berapa menit mencapai stasiun tsb
  • Kotak2 bernomor 1 sampai 6 adalah nomor gerbong
  • Di setiap stasiun, diinformasikan letak pintu keluar, pintu transfer ke “line” lain, terhadap posisi gerbong –> jadi, sebelum naik, penumpang bisa memutuskan, gerbong nomor berapa yang lebih efisien untuk dia naiki
  • Ada color codes berwarna merah muda, hijau, dan biru yang saya belum tahu maknanya (saya sedang tanyakan ke kolega saya)

Anyway, dari contoh ini, bisa kita lihat, bukan saja informasinya yang lengkap dan bermanfaat, tetapi penyajiannya pun mudah dimengerti, bahkan bagi first-timer seperti saya (improvement pointnya adalah: harus ada versi Bahasa Inggrisnya ;)).

Kalau anda bisa buat motivation letter anda seperti demikian, singkat padat, dengan penyajian yang jelas, you make your way closer to Erasmus Mundus scholarship.

Semoga menambah inspirasi.

———————-

Informasi tambahan tentang Tokyo Metro (hanya bagi yang tertarik saja):

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

Motivation Letter #8: Berikan 1001 alasan

Posted by emundus on November 9, 2013

Love-Couple-Photography-HD-Wallpaper-1080x675

Gambar diambil dari http://hdwallpaper2013.com

Bagi anda yang sudah punya pasangan, bisakah anda memberikan alasan/jawaban ketika ada orang yang bertanya, misalnya:

  • Mengapa anda memilih pasangan anda?
  • Apa saja kelebihan dia?
  • Apa hal-hal yang membuat anda jatuh cinta dengan dia?
  • Petualangan apa yang anda ingin lakukan bersama dengan dia?
  • Mengapa dia, dan bukan teman sekelas anda yang lebih tampan/cantik?
  • Dan sebagainya.

Pada intinya, secara hiperbola, anda punya 1001 alasan untuk membela dan memberikan penjelasan/argumen mengenai pasangan anda.

Hal demikian pula lah yang harus anda lakukan kalau anda benar2 “jatuh cinta” pada program yang anda tuju.
Anda harus melakukan riset, misalnya:

  • Di program ini saya akan belajar apa saja sih?
    Jangan puas pada high-level detail, tetapi coba browsing sampai level deskripsi mata kuliahnya (sebisa mungkin).
  • Siapa saja sih pengajarnya?
    Apakah mereka qualified enough?
  • Bentuk kuliahnya gimana ya?
    Apakah lebih ke arah classroom, coursework, atau research?
  • Mobilitynya gimana ya?
    Saya akan kuliah dimana saja sih?
    Apakah kombinasi negara, universitas, dan modulnya cocok untuk saya dan sesuai minat?
  • Apakah kalau ambil program ini, tujuan saya bisa tercapai?
    Apa nilai tambah program ini bagi diri saya?
  • Mata kuliah X, sepertinya sama nih sama S1 saya?
    Apa hal berbeda yang bisa saya pelajari, sekalipun materi kuliahnya hampir sama?

Semakin banyak anda menemukan alasan untuk “jatuh cinta” pada program tsb, semakin mudah merangkai motivation letter. Dan sangat disarankan anda riset banyak dulu sebelum memulai menulis motivation letter. Otherwise, you may get stuck in the middle. Lalu perasaan malas mengedit motivation letter karena “stuck” akan semakin menghinggapi (I’ve been there).

Jangan lupa, motivation letter seharusnya berisi mengenai motivasi mengapa anda tertarik akan program tsb. Bukan ringkasan CV, bukan curhatan kegagalan di masa lalu. Kalaupun hal2 tsb perlu dimasukkan sebagai “bumbu” atau “side dish”, maka ingatlah, bahan pelengkap tidak boleh lebih banyak dari main coursenya.

Selamat mencoba.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 1 Comment »

Terjemahan Dokumen

Posted by emundus on November 5, 2013

Hal ini seringkali ditanyakan.
Sebab itu, saya tulis saja artikel ini, jadi kalau ada pertanyaan yang muncul, bisa di-refer ke sini.

url
(Gambar diambil dari http://www.scps.nyu.edu/academics/departments/foreign-languages.html)

Secara general, beberapa opsi yang memungkinkan adalah sbb:
Opsi 1: very ideal
Si institusi yang mengeluarkan dokumen tsb, juga menyediakan versi bahasa Inggrisnya. Sebagai contoh, beberapa universitas menyediakan ijazah dan transkrip dalam bahasa Inggris.

Opsi 2: translate sendiri, minta dicap oleh institusi
Dalam hal institusi tidak menyediakan versi bahasa Inggris, maka kalau institusinya setuju, bisa saja, kita sebagai applicant yang translate sendiri, lalu minta dicap oleh si institusi.

Suatu ketika, saya pernah membutuhkan raport SMP dan SMU untuk apply beasiswa. Ketika saya menanyakan hal ini kepada SMP saya, mereka bilang “translate saja sendiri, si X juga tahun lalu melakukan hal yang sama untuk apply di NTU (univ di Singapore)”. Jadilah saya mencoba contact si X, dan meminta templatenya.

Kalau pada kondisi anda, anda tidak ada template yang bisa dicontoh gimana? Ya buat saja sendiri yang serupa dengan dokumen yang anda butuhkan. Berkreasilah dengan MS Word, MS Excel dan program sejenis lainnya. Yang penting adalah contentnya, bukan layoutnya.

Perlu diingat ya, untuk opsi ini, harus ada persetujuan institusi terlebih dahulu. Artikel ini tidak bisa dijadikan acuan/referensi untuk “memaksa” institusi anda menyetujui hal ini.

Opsi 3: translate oleh sworn translator
Misal: akte lahir.
Opsi ini adalah yang paling resmi, karena sworn translator adalah jabatan resmi, dan standar ini berlaku di berbagai negara. Namun, drawbacknya adalah ada harga yang harus dibayar. Biasanya per lembar/dokumen.

Kalau mau hemat, coba nego supaya dihitungnya per dokumen saja. Misal, anda butuh 5 terjemahan akte lahir. Maka harga yang dihitung adalah harga terjemahan 1 akte lahir (misal: IDR 50rb), ditambah harga “legalisasi” 4 akte lahir lainnya (misal: IDR 10rb per copy akte lahir).

Opsi 4: translate oleh sworn translator, lalu di-certified as true copies oleh notaris
Anyway, kalau nego di opsi 3 gagal, masih ada cara lain. Anda terjemahkan 1 akte lahir saja di sworn translator, lalu cari kantor notaris yang mempunyai cap “certified as true copies” (pastikan capnya dalam bahasa Inggris). Biasanya, harga “certified as true copies” lebih murah dari harga terjemahan.

FYI, mengenai list “sworn translator” dan “notaris”, bisa dicari di arsip milis beasiswa (di yahoogroups).

Opsi 5: opsi paling repot
Kalau persyaratan mengharuskan dokumen diterjemahkan/dilegalisasi oleh Kedubes atau Kementerian tertentu (misal: Depkumham, Depdagri, Depdiknas), maka luangkan waktu yang cukup untuk mengurus dokumen2 tsb, karena menurut mereka yang sudah merasakan, prosesnya cukup panjang. Silahkan dipertimbangkan apakah worth it untuk melakukan terjemahan, atau better cari program lain ;) The call is yours..

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , , | 4 Comments »

Motivation Letter #7: Paragraf Pertama – Bagaimana Merangkainya

Posted by emundus on November 3, 2013

Orchestrate-Facilitate
(Gambar diambil dari http://blog.mwpreston.net/)

How to orchestrate your writing?
Di bagian akhir posting terdahulu (refer to: http://emundus.wordpress.com/2013/11/02/motivation-letter-6-paragraf-pertama/), saya mengatakan mengenai ada 2 kemungkinan kapan motivation letter itu dibaca.

Ada 2 kemungkinan:
1) Motivation letter adalah dokumen yang dibaca pertama
2) Motivation letter adalah dokumen yang dibaca kemudian (misal: setelah baca CV)

Untuk kemungkinan pertama, maka akan sangat baik kalau paragraf pertama bisa memberikan sedikit gambaran “inti” mengenai semua hal yang dicantumkan pada paragraf2 berikutnya. Ingat, gambaran inti berarti hal yang penting-penting saja. Kalaupun anda juara nasional matematika di SD, tetapi kalau di motivation letter anda lebih cerita mengenai pengalaman riset, pengalaman kerja, maka tidak usah cantumkan pernah jadi juara nasional. Prestasi tersebut dicantumkan di CV saja.

Untuk kemungkinan kedua, anda sebenarnya lebih enak, bisa langsung menyoroti ke hal-hal yang mau anda jual. Ruang untuk “menjual” diri akan lebih luas (note: seringkali jumlah kata/halaman dibatasi).

Masalahnya, kita tidak pernah tahu apakah kita akan dapat kondisi pertama atau kedua. Bisa saja, sekalipun kita sering komunikasi dengan profesor A di universitas A1 (sehingga kita kirim motivation letter dengan cara penulisan kedua), tetapi yang me-review adalah profesor lainnya di univ tsb, atau malah profesor lainnya di univ lain (ingat, dalam penyelenggaraan EM, ada konsorsium, yang terdiri dari perwakilan bbrp universitas, minimal 3 universitas).

Sebab itu, cara paling aman adalah dengan cara penulisan pertama. Kalau orang yang me-review sudah membaca CV kita, sudah tahu siapa kita (karena sering korespondensi), at least paragraf pertama ini bisa menjadi refreshment untuk dia, supaya memorinya tidak ketukar dengan orang lain (siapa tahu dia korespondensi dengan banyak orang).
————-

Next issue, bagaimana pemilihan kata/kalimat untuk paragraf pertama.
Untuk mudahnya, saya berikan dua contoh ilustrasi di bawah ini:

Classic:
My name is XXX, I’m a Bachelor of XXX, graduating from university of XXX in Indonesia, with GPA XXX in the scale of XXX. During my study, I learn about X1, X2, X3, where I’m so much interested in learning X1 in a higher level since … In relation to my interest, I have attended important trainings and certifications such as … I was surprised when knowing that this year Erasmus Mundus had a Master Course program for XXX which is very matched to my interest. Therefore, I would like to apply for this XXX program.

Starting with quotation:
A famous philosopher said “what doesn’t kill you makes you stronger”. This statement strengthened me when I faced difficult moment in my study few years ago. My parents’ business was suddenly bankrupt and we had much debt to the bank. I was in the middle of college at that time and I had to fight to work while study, to be able to self-funding. However, it’s through those difficult moments, here I am standing now as a Bachelor of XXX, graduating from university of XXX in Indonesia, with GPA XXX in the scale of XXX (cum laude). Now that I know that Erasmus Mundus has a program in XXX, I am interested to apply because …

Yang mana yang lebih bagus?
Itu penilaian masing2 orang.
Baik si penulis, maupun si pembaca.
Yang penting adalah perangkaian kalimat yang tepat, pemilihan kata, dan aliran ide yang menyambung satu dengan lainnya.

Selamat mencoba !!

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 2 Comments »

Motivation Letter #6: Paragraf Pertama

Posted by emundus on November 2, 2013

Bayangkan anda pergi ke toko buku, ingin mencari bahan bacaan yang menarik, kira2 apa yang anda lakukan?

Kalau saya, saya akan pergi ke toko buku, cari bagian mengenai topik yang saya minati, misalnya “perjalanan wisata”, lalu lihat-lihat buku yang ditawarkan. Namun, tidak semua toko buku menyediakan buku sample. Kebanyakan buku-buku yang dijual akan diplastik rapat.

Kalau demikian kondisinya, dan merobek si plastik bukanlah suatu opsi, maka sinopsis di bagian belakang buku adalah kuncinya. Kalau sinopsisnya menarik, ada kemungkinan bukunya akan dibeli. Namun, kalau tidak menarik, besar kemungkinan tidak akan dibeli.

————–
Menarik atau tidak menarik adalah 1 isu.
Isu lainnya adalah, apakah anda akan membaca seluruh sinopsis tsb, sebelum membuat keputusan menarik atau tidak menarik?

Beberapa kali, saya mendapat rekomendasi bagus mengenai sebuah film. Ketika saya coba tonton, dari pembukaannya saja, saya sudah bingung memahami ceritanya. Jadi saya memutuskan untuk tidak melanjutkan nonton. Sebagai akibatnya saya tidak pernah tahu mengapa teman yang merekomendasikan film tsb mengatakan bahwa film tersebut adalah suatu masterpiece.

Ada quote populer, “don’t judge the book by it’s cover”.
Namun, di dalam dunia yang serba instan dan cepat ini, cover adalah faktor judgement pertama untuk buku tsb.

BTW, menurut anda, sinopsis buku EM ini, menjual ga sih? (klik untuk gambar yang lebih besar)

————–
Anyway, dari intermezzo yang cukup panjang ini, saya mencoba mengatakan bahwa membuat motivation letter yang menarik dan “menjual” adalah 1 isu, dan memastikan si pembaca akan membaca keseluruhan isi motivation letter adalah isu lainnya.

paragraph
(Gambar diambil dari http://connectere.files.wordpress.com/2011/01/paragraph.gif)

Sebab itu, paragraf pertama adalah sangat krusial menurut saya, karena paragraf tsb adalah pembukaan. Walaupun setiap orang punya gaya masing-masing dalam penulisan motivation letter, saya lebih suka kalau ada sedikit perkenalan mengenai calon applicant di paragraf pertama. Apakah anda mengenalkan diri berdasarkan universitas anda, tempat kerja anda, pengalaman anda, itu terserah. Tetapi yang pasti, paragraf pertama ini harus menjadi dasar bagi si pembaca, untuk bisa memahami paragraf-paragraf berikutnya.

Ada 2 kemungkinan:
1) Motivation letter adalah dokumen yang dibaca pertama
2) Motivation letter adalah dokumen yang dibaca kemudian (misal: setelah baca CV)

Berhubung saya baru kembali dari perjalanan panjang overnight yang melelahkan, maka besok/lusa saja ya saya coba lanjutkan pembahasan mengenai 2 kemungkinan ini. Saya mau memulihkan tenaga dulu malam ini.

————–

Bagi yang minggu ini sudah kirim motivation letternya untuk di-proofread (refer to: http://emundus.wordpress.com/2013/10/17/proofread-motivation-letter/), mohon sabar dulu ya. Belum semuanya saya balas hari ini. Akan saya balas secepatnya.
Lumayan banyak yang masuk dalam minggu ini.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , | 2 Comments »

Motivation Letter #5: Buat Kerangka

Posted by emundus on November 2, 2013

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia (di jaman saya sekolah – ga tahu ya kurikulum sekarang), kalau ada tugas mengarang, Bapak/Ibu guru selalu mengajarkan untuk mulai dahulu dari kerangka karangan. Dari kerangka, baru dikembangkan ide-ide bagaimana mengisi setiap paragraf dengan kalimat-kalimat pendukung, sesuai dengan topik paragraf tsb.

Terkait dengan tulisan saya sebelumnya di:

http://emundus.wordpress.com/2013/08/10/motivation-letter-4-how-to-start/

kalau anda sudah mencoba mempraktekkannya, maka anda sudah punya bahan2 dasar untuk motivation letter.

writing if i can think it chant
(Gambar diambil dari: http://firstgradewow.blogspot.com/2012/06/writers-tool-box.html)

Bagaimana untuk EM?
Salah satu contoh kerangka yang mungkin adalah sbb (ini cuma contoh, silahkan disesuaikan sendiri):
Paragraf 1: Perkenalan siapa saya (lulusan mana, major apa, achievement, kondisi ekonomi mengapa apply beasiswa)
Paragraf 2: Minat terhadap EM, program apa, mengapa, apa yang mau dipelajari
Paragraf 3: Tujuan yang mau dicapai (diri sendiri, komunitas, Indonesia)
Paragraf 4: Hal-hal tambahan
Paragraf 5: Kesimpulan

Bagaimana merangkai tulisannya/mengembangkan paragrafnya?
Ikuti tips berikutnya.. (akan saya tulis segera)
Dan ingat, let’s not make this complicated.
Maksudnya apa? Yang mau kita tulis adalah motivation letter yang “menjual”. Bukan motivation letter yang 100% mengikuti kaidah bahasa dan penulisan formal yang terkadang terlalu kaku.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Berapa kuota Erasmus Mundus untuk Indonesia?

Posted by emundus on October 20, 2013

Per saat ini, belum ada kuota khusus yang ditujukan bagi applicant dari Indonesia.
Applicant dari Indonesia harus bersaing dengan applicant dari negara2 lainnya untuk memperebutkan beasiswa EM.
Worst case, kalau kalah bersaing, bisa saja applicant dari Indonesia tidak ada yang diterima sama sekali.

statistics-graphs

Namun, kalau dilihat dari sisi optimisnya, per program EM boleh menerima sampai dengan 2 applicant dari negara yang sama. Dalam artian, kalau program tsb punya jatah 15 beasiswa, dia bisa kasih ke 15 orang dari 15 negara berbeda, atau 15 orang dari 8 negara (2 orang x 7 negara + 1 orang x 1 negara), atau kombinasi (misal: 2 orang x 3 negara + 9 orang x 1 negara).

Untuk tahun akademik 2014 (yang pendaftarannya sudah dibuka saat ini, dan kuliahnya mulai Sep/Okt 2014), ada 138 program EMMC yang membuka pendaftaran (refer to: http://bit.ly/EM-emmc).

Jadi, peluang maksimal applicant Indonesia 138 x 2 orang = 276 orang.
Per tahun lalu, baru sekitar 40 applicant Indonesia yang beruntung mendapatkan beasiswa EM.
Jadi, masih cukup banyak kuota yang bisa diraih, dengan catatan, siap untuk berkompetisi dengan applicant dari negara2 lain.

Are you ready?

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | 1 Comment »

Video testimoni Erasmus Mundus

Posted by emundus on October 18, 2013

Sudah pernah lihat/nonton video-video ini?
Mungkin bisa menggugah semangat apply beasiswa.

Caranya:
1) Go to youtube.com
2) Search “erasmus mundus indonesia”

youtube-em

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Proofread motivation letter?

Posted by emundus on October 17, 2013

Anda mau apply EM 2014?
Butuh bantuan untuk proofread motivation letter?

blog-writing-service1

Kalau memang anda serius untuk apply, open-minded, dan berbesar hati untuk terima kritik dan koreksi, send your motivation letter to:
emundus (dot) wordpress (at) gmail.com

Sertakan detil berikut:
- Program yang mau di-apply dan link ke website program tsb
- CV anda (optional)
- Tanggal deadline pendaftaran (atau kapan anda mau submit aplikasinya)

Tolong jangan canvassing ya.

Kalau anda takut dengan saya, boleh coba alumni lainnya:

http://emundus.wordpress.com/2012/11/15/berkomunikasi-dengan-penerima-beasiswa-erasmus-mundus/comment-page-1/#comment-8979

(semoga dia masih bersedia membantu, coba diapproach saja baik2 hehe..)

Kalau anda butuh panduan untuk membuat motivation letter, lihat sebelah kiri halaman ini (kalau anda buka blog ini dari PC/laptop, atau buka dari tablet/smartphone dengan browser versi desktop), ada beberapa artikel tips untuk motivation letter.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , , , , | 14 Comments »

Re-election untuk EM Country Representative

Posted by emundus on October 17, 2013

Kalau anda pernah baca post saya di http://emundus.wordpress.com/2013/07/13/em-country-representative/ maka anda sudah tahu ada yang namanya EM Country Representative. Untuk Indonesia, saat ini ada 2 orang.

Nah baru saja saya dapat email dari salah satu pejabat EMA (EM Students & Alumni Association) yang memberitahukan bahwa akan ada re-election untuk periode jabatan berikutnya.

tips-graphic

Berhubung 2 country rep saat ini (kalau penasaran siapa, lihat posting liputan EHEF saya, ada foto mereka sedang presentasi di ruang seminar, dan sedang dikerumuni di booth) sudah cukup “uzur” karena dari angkatan EM 06 dan EM 07 (diterima EM-nya tahun 2006 dan 2007), maka semoga ada generasi baru yang akan muncul ke permukaan, dan membuat komunitas EM di Indonesia menjadi lebih aktif dan terasa kembali gaungnya.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Sekali-sekali, mahasiswa memang perlu digampar!

Posted by emundus on October 17, 2013

emundus:

Posting yang menarik dari @madeandi

Originally posted on a madeandi's life:

Ini cara saya menggampar mahasiswa saya :)

  1. Kamu ingin dapat beasiswa S2 ke luar negeri nanti? Pastikan IP di atas 3 dan TOEFL di atas 500! Merasa tidak pinter? BELAJAR!

  2. Empat atau lima tahun lagi kamu bisa sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa. Itu kalau kamu tidak cumatwitteran saja sampai lulus nanti.
  3. Kamu tidak akan bisa S2 di luar negeri karena akan ditolak profesor kalau nulis email formal saja tidak bisa. Alay itu tidak keren, tidak usah bangga!
  4. Tidak usah tanya tips cara menghubungi professor di luar negeri kalau kirim email ke dosen sendiri saja kamu belum bisa. Hey, ganti dulu akun niennna_catique@gmail.com itu!
  5. Tidak usah ikut meledek Vicky, kamu saja tidak tahu kapan harus pakai tanda tanya, tanda seru, tanda titik, spasi, huruf besar, huruf kecil di email kok!
  6. Mana bisa diterima di perusahaan multinasional biarpun IP tinggi kalau nulis email saja lupa…

View original 770 more words

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

Tips untuk dapat beasiswa

Posted by emundus on October 14, 2013

tips-graphic

Judul artikel ini sepertinya klise banget.
Tetapi sepertinya pertanyaan inilah yang cukup jadi trending topic, sepengamatan saya di EHEF kemarin.

Bisa dimengerti, bahwa dengan segala ke-menarik-annya, banyak orang yang ingin dapat beasiswa.
Seandainya saja saya adalah pihak yang melakukan seleksi atau memberikan penilaian terhadap aplikasi yang masuk, maka saya bisa kasih kunci2nya..
Tetapi berhubung seleksi untuk EM saat ini adalah dilakukan oleh konsorsiumnya langsung, dan bukan oleh alumninya, mari kita mereka-reka saja, kira2 gimana sih untuk membuat aplikasi yang menarik dan “menjual”.

Jawabn standar saya ketika ditanya “Kak, gimana tips2 kakak untuk bisa dapat beasiswa?” adalah sbb:
1. Scopenya harus jelas dulu, bahwa kita ngomongin beasiswa EM
Untuk EM, majority of the programs are application-based.
Maksudnya application-based, ada daftar2 dokumen apa saja yang harus disubmit, dengan prosedur tertentu, baik itu secara online (softcopy) dan/atau secara surat-menyurat (hardcopy/paper-based).

2. Karena list dokumen apa saja yang harus disubmit sudah jelas, maka do your best effort to submit the best documents.
Maksudnya gimana? (nah point ini yang ga mungkin saya bahas panjang lebar di EHEF.. bayangin aja kalau ada 50 penanya dan harus ngulang 50x hehe.. semoga orang2 yang nanya ini ke saya during EHEF kemarin, baca juga artikel ini, kan blog ini sudah dipromosikan juga di brosur EM-nya)

  • Kalau transkrip nilai, nilai TOEFL/IELTS, dokumen2 tsb adalah hitam-putih, nilai kuantitatifnya bisa terukur, dan bisa ada parameter penyetaraannya..
  • Tetapi kalau motivation letter, CV, nah ini kualitatif, dan penilaiannya pastilah secara subjektif. Apa yang bagus menurut anda (atau reviewer anda) belum tentu bagus untuk konsorsium. Jadi, menurut saya, karena ini aplikasi anda, buatlah sesuai kata hati anda, supaya tidak menyesal. Sangat boleh untuk minta bantuan orang lain untuk proofread dan review, tetapi keputusan terakhir ada di tangan anda.
  • Bagaimana dengan recommendation letter?
    Nah ini emang tergantung kebaikan hati si pemberi rekomendasi. Tantangan utama adalah kalau ada bagian mengarang atau kasih pendapat. Pemberi rekomendasi yang baik biasanya mau elaborate dengan detail mengenai kelebihan si aplikan

3. Gimana dengan program yang mensyaratkan ada interview (biasanya via Skype)?
Ya hadapi saja.. Toh itu bagian dari proses kan..
Lalu gimana kalau kita ngomongnya grogi? Jangankan interview pakai bahasa Inggris, pakai Bahasa Indonesia saja masih ga lancar?
My answer: prepare from now.. Kalau applynya bulan ini, interview mungkin Desember/Januari.. Ga usah mikir, aplikasi saya diterima/tidak ya.. kalau tidak diterima, kan ga diinterview, buat apa prepare cape2.. ya kalau anda sudah pesimis dari awal, mending ga usah apply sekalian hehe..

Semoga artikel ini bisa menginspirasi..
Selamat berjuang !!

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , | 5 Comments »

EHEF sudah berlalu, mari bertindak

Posted by emundus on October 14, 2013

Dua hari rangkaian EHEF di Jakarta (12-13 Oktober 2013) sudah berlalu.
Kini tinggal bagaimana kita memanfaatkan seluruh informasi yang didapatkan dari EHEF sebaik2nya untuk mencapai tujuan dan cita-cita masing-masing.

Selamat berjuang.

kolase2

kolase3

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , | Leave a Comment »

[Event] EHEF 2013

Posted by emundus on October 13, 2013

Hari ini adalah hari terakhir EHEF 2013.
Bagi anda yang berada di Jakarta dan sekitarnya, segera luangkan waktu untuk datang.
Jam 11-18 only !!

Lokasinya di Hotel Sahid Jaya, Puri Agung Ballroom.

Petunjuk arah:
- Kendaraan pribadi: Kalau dari arah Semanggi menuju Bundaran HI, maka posisi hotel ada di sebelah kiri, setelah Hotel Le Meridien, tetapi sebelum Gedung Da Vinci.
- Busway: Koridor 1, turun di halte busway Setiabudi. Setelah turun, jalan di jembatan penyeberangan yang ke arah gedung Midplaza/Da Vinci (pasti kelihatan gedungnya). Hotel Sahid persis di sebelah Da Vinci

Banyak kemeriahan, ada face painting, perwakilan dari universitas dan negara2 Eropa, diskusi beasiswa, presentasi, dll.

Visit us in European Union booth for more info about Erasmus Mundus.

EHEF1

EHEF2

EHEF3

EHEF4

Posted in Beasiswa Erasmus Mundus, Promotional Events | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Motivation Letter #4: How to Start

Posted by emundus on August 10, 2013

plateful

Anggaplah/ilustrasikanlah bahwa menulis motivation letter seperti mengisi sebuah mangkuk dengan bahan makanan.

Anda sebagai chef-nya, bahan makanan adalah kisah-kisah anda, dan pemberi beasiswa adalah konsumen anda.

Oya, mangkuk adalah batasan jumlah halaman/jumlah kata untuk motivation letter.

Dengan demikian, tentunya anda akan berusaha membuat sajian yang sebaik mungkin (dari sisi/sudut pandang anda).

——————

Bagi pada pemula, memulai membuat motivation letter bukanlah hal yang mudah (I’ve been there).

Beberapa tips/langkah yang bisa saya sarankan:

Pertama, ambil waktu dan tempat dimana anda bisa relax. Jernihkan pikiran anda dari hal-hal lain, dan mulailah membayangkan, misal: hal-hal hebat yang pernah anda lakukan, nilai-nilai personal yang memotivasi anda, aktivitas anda yang mempunyai impact besar, cita2 anda yang sangat ingin anda capai, visi anda beberapa tahun ke depan, dsb. Jangan lupa, sediakan alat tulis dan catatan (cara manual konvensional ini buat saya lebih efektif dibandingkan menggunakan laptop/tablet).

Kedua, anggap saja anda punya mangkuk yang super besar. Jadi, apa pun yang muncul di benak anda (pada tahapan ini, jangan filter idenya, tuliskan saja), segera tulis di catatan (kalau bisa gunakan 1 lembar kertas saja supaya kelihatan semua topiknya dan bagaimana hubungannya satu dengan yang lain). Tidak perlu rapi-rapi menulisnya. Buat coretan sesuai ide anda, hubungkan satu topik dengan yang lain. Hal ini nantinya akan mempermudah anda dalam meng-organisasi-kan ide2 tersebut.

Kalau anda pernah dengar mengenai “mind map”, metode ini cukup efektif untuk mengorganisasikan ide2 anda.

Salah satu contohnya (catatan, gambar di bawah ini hanya untuk ilustrasi saja, bukan mind map untuk motivation letter):

lit_review_1_0

 

(diambil dari http://emedia.rmit.edu.au/learninglab/sites/emedia.rmit.edu.au.learninglab/files/lit_review_1_0.png)

 

 

Contoh lain: http://www.mindmapinspiration.com/wp-content/uploads/2009/06/motivation-mindmap.jpg

 

Ketiga, setelah anda kira2 punya cukup materi, atau pikiran anda sudah lelah (istirahat dulu, tidak usah dipaksa), maka barulah tengok ke  mangkuk yang sebenarnya. Kalau mangkuk tsb lebih kecil, barulah anda filter supaya bahan2 terbaik saja yang masuk. Kalau mangkuk tsb lebih besar, maka luangkan waktu di masa depan, untuk melakukan brainstorming lagi.

——————

Nah, pertanyaan berikutnya mungkin adalah, kalau sudah ada bahan2nya, lalu bagaimana peng-organisasi-an tulisannya?

Hal ini akan saya bahas di artikel berikutnya.

Sementara ini, anda siapkan saja dulu “bahan” anda.

Semoga bermanfaat.

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , | 6 Comments »

Lotus Unlimited: Erasmus Mundus Action 2 scholarships

Posted by emundus on August 10, 2013

Berikut adalah email yang baru kami terima dari Lotus Unlimited Team, Ghent University, Belgium:

I would like to refer to the previous email contact we have had in the previous years with regard to the Lotus I, II and III projects. After the success of these three projects, Ghent University has applied for a fourth Erasmus Mundus Action 2 project with South-East Asia under the 2013 Call for proposals (EACEA/38/12).

It is with great pleasure that the Lotus Team announces the selection of Lotus Unlimited. The project is a continuation of the three earlier Lotus projects in which the duration is again 4 years: from July 15, 2013 until July 14, 2016.

The project enables mobility for all categories of students (Bachelor, Master, PhD and Postdoc) and for academic and administrative staff, open to all fields of study. The main difference with previous Lotus projects, is that Lotus Unlimited enables mobility from South-East Asia to Europe as well as from Europe to South-East Asia.

Please find the project sheet, a promotion poster and brochure of the Lotus Unlimited project herewith-attached.

Lotus Unlimited Folder (PDF)

Lotus Unlimited to Europe (PDF)

We are very happy to draw your attention to the fact that not only students from our partner universities in Indonesia, Institut Teknologi Bandung and Universitas Gadjah Mada, can apply for a scholarship in the framework of this project but also students from other universities in Indonesia are welcome to apply for a scholarship under this project as Indonesia is part of the geographical lot of the Lotus project, together with China, Cambodia, Myanmar, Thailand and Vietnam.

I would therefore be very grateful if you could consider helping us in informing possible candidates about this project once again, thus enabling more Indonesian students/researchers/staff to apply under this project.

The first call for applications was launched on August 6, 2013 and will be closed on September 30, 2013. This call is only open for PhD 36 months applications. A second call for Bachelor, Master, exchange PhD, post doc and staff will be opened in the beginning of October 2013.

The applications should be submitted online via the Lotus Unlimited website. Students from universities other than our partner universities, can submit an application as a Target Group 2 or Target Group 3 candidate. More information about the Lotus Unlimited project and about the three different Target Groups is available on the following website: http://www.lotus.ugent.be/index.asp?p=873&a=1361

Furthermore, there are Guidelines for Applicants available on the website to guide the applicants through the application procedure (click on the section Lotus Unlimited: APPLY HERE on the website to find the link to the guidelines.)

Ghent University and the entire partnership would be very grateful if you can consider our request to help us promote this Erasmus Mundus Action 2 project called Lotus Unlimited.

Should you need any further information or have any questions, please do not hesitate to contact the Lotus Unlimited Team via email on lotus@ugent.be or via our project website: www.lotus.ugent.be.

Yours sincerely,

The Lotus Unlimited Team,

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , , , | 5 Comments »

Coaching Clinic, apakah masih perlu?

Posted by emundus on August 7, 2013

Di tahun 2010 (3 tahun lalu), kami (student dan alumni EM) pernah mengadakan acara Coaching Clinic setengah hari yang disponsori oleh Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Kira2 kalau sekarang ini, apakah animo untuk menghadiri acara tsb masih tinggi?

Please let us know your comments. Juga mengenai materi/hal apa yang di-expect untuk didapatkan dari acara tsb.

coachingclinic

Posted in Articles, Beasiswa Erasmus Mundus | Tagged: , , , | 7 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,380 other followers